
Kemudian ketiga orang itu turun dari mobil dan pergi ke depan rumah yang menjadi tujuan mereka. Sebelumnya Kristal hanya ingin turun sendiri, namun Arland dan Arya mengikutinya hingga membuat Kristal tidak bisa melakukan apa-apa.
Dia terpaksa membiarkan mereka mengikutinya, padahal dia hanya ingin mengembalikan bekal makan tapi kedua orang itu malah ingin ikut.
Bukan tampa alasan Kristal tidak ingin mereka ikut, dia hanya takut nanti bibiknya berfikir dia sudah mempunyai pasangan, itu akan membuatnya malu jika sampai di dengar kedua orang itu.
" sebaiknya kalian tidak usa ikut, aku hanya perlu mengantar bekal ini saja" ucap Kristal
" kenapa dari tadi kau selalu melarang kami padahal kami hanya ingin mengantarmu" ucap Arya
" kalian tidak mengerti, aku hanya takut nanti bibik.."
Karna Arland mengerti kenapa Kristal tidak mau mereka ikut, dia pun menyuruh Arya untuk kembali ke mobilnya.
" kau kembali saja" ucap Arland
" apa! jadi kau juga mengusirku?" Ucap Arya
" sudahlah sebaiknya kau menunggu di mobil" Ucap Arland
" hemp! Baiklah" Arya pun pergi
" jadi sekarang apa kau sudah bisa tenang" ucap Arland
" tapi kau kenapa masih disini?" Tanya Kristal
" kalau aku sendiri itu tidak masalah bukan" ucap Arland
" eh itu.."
" sudah, sebaiknya kau cepat ketuk pintunya" ucap Arland
" hmm baiklah" ucap Kristal, dia pun mengetuk pintu hingga ada yang membukaknya
" nona ternyata kau, kenapa kau kesini apa kau butuh bantuan?" Tanya bibiknya
" aku hanya ingin mengembalikan bekal ini bibik, terimakasi sudah mengirimku makanan, makanan yang bibik masak sangat enak tidak perna mengecewakan" ucap Kristal
" baguslah kalau anda menyukainya, oh iya siapa dia?" tanya bibiknya
" um, dia temanku" ucap Kristal
" aku pikir dia pacar anda sayang sekali, tapi tidak masalah yang penting anda sudah mempunyai teman dan tidak sendirian lagi" ucapnya
" hehe iya" ucap Kristal tersenyum masam namun dalam hati Arland dia sedikit senang
" kalau begitu kami pergi dulu bik, selamat malam" ucap Kristal
" iya, hati-hati di jalan nona" ucap bibiknya
Setelah pergi dari rumah bibiknya Arland dan Kristal kembali ke mobil dimana saat ini Arya sedang menunggu mereka.
" sebaiknya aku pulang sendiri, aku tidak mau merepotkan kalian lagi" ucap Kristal
" apa matsudmu, kami sama sekali tidak merasa repot mengantarmu pulang" ucap Arland
" tapi.."
" sudah ayok masuk, ini sudah malam kau tidak boleh pulang sendirian" ucap Arland sambil membukakan pintu mobilnya
" aku benar-benar bisa pulang sendiri, lebih baik kalian tidak usa mengantarku lagi" ucap Kristal
" tidak ada alasan lagi, cepat masuk" ucap Arland bersikeras ingin mengantar Kristal
Alhasil Kristal hanya bisa menurutinya, enta kenapa dia jadi tidak bisa menolaknya seperti ada sesuatu yang membuatnya tidak mau menolaknya. Setelah Kristal masuk Arya langsung menjalankan mobilnya.
" kau tinggal dimana?" Tanya Arland
" aku tinggal di penginapan dekat jalan ini" ucap Kristal
" baiklah apa kau sudah mendengarnya" ucap Arland pada Arya
" ya ya aku mendenganya" ucap Arya
Kemudian mereka sampai di penginapan yang Kristal matsud, dia langsung terun dari mobil dan mengucapkan terimakasi pada kedua orang itu.
" terimakasi sudah mengantarku, sampai jumpa" ucap Kristal, setelah itu dia masuk ke penginapannya
" jadi sekarang bagaimana, apa kita sudah bisa kembali aku sudah sangat mengantuk" ucap Arya
__ADS_1
" ya, kita kembali saja" ucap Arland
Setelah itu Arya melajukan mobilnya menuju rumah sakitnya, dia menangis terharu karna akhirnya dia bisa tidur setelah menjadi supir dari pasiennya.
" kenapa kita kembali kesini?" Tanya Arland
" kau kan masih belum sembuh, jadi untuk sementara waktu kau lebih baik tinggal disini" ucap Arya
" aku bisa istirahat di rumahku, antar aku pulang" ucap Arland
" siapa yang akan merawatmu jika kau pulang, kau juga tidak akan mau di sentu pelayanmu kan, lebih baik kau tinggal disini dan biarkan para perawat yang merawatmu" ucap Arya
" sampai kapan aku harus tinggal dirumah sakit yang memuakan itu, aku udah tidak tahan" ucap Arland
" hei apa kau menghina rumah sakitku!? Jika kau bukan teman dan pasienku, aku sudah menyuntik mati kau" ucap Arya
" hem? matsudmu?" Ucap Arland mengeluarkan aura dingin
" t-tidak apa-apa aku tidak mengatakan apapun" ucap Arya gemetar ketakutan
Setelah sampai, Arya membantu Arland kembali ke kamarnya.
" istirahatla yang baik jika kau ingin cepat pulang" ucap Arya
" hem" gumang Arland
" jangan memikirkan urusan perusahanmu dulu, untuk sementara waktu biarkan Raka yang mengurusnya" ucap Arya
" aku tau" ucap Arland
" kalau begitu aku pergi dulu, aku mau tidur ini sudah lewat waktuku untuk tidur" ucap Arya
" ya sebaiknya kau cepat pergi" ucap Arland
Arya pergi dari kamar Arland dalam keadaan menguap, setelah Arya pergi Arland langsung berbaring di kamarnya. 'tidak bisa tidur' itu yang saat ini dia alami, dulu jika dia kesulitan tidur dia akan begadang sampai rasa ngatuk mulai menyerangnya. Namun kali ini berbeda, dalam kondisinya saat ini dia memang harus banyak istirahat.
Apalah daya jika dia memang tidak bisa tidur, Arland tidak mau memaksakan diri jadi dia hanya berbaring sambil mengecek telfonnya. Namun sekilas dia kembali memikirkan Kristal yang menurutnya begitu menarik.
" Kristal.. dia perempuan yang sangat menarik, gadis itu tidak membuatku bosan untuk terus melihatnya" ucapnya
Arland kemudian bersandar pada bantal agar lebih nyaman saat menggunakan telfonnya, dia mengecek sesuatu disana dari panggilan yang tidak dia jawab dan beberapa urusan perusahaan yang tidak dia urus sebelumnya. Arland meletakan hpnya setelah selesai memeriksanya, dia kembali berbaring dan berusaha menutup matanya.
Karna dia tidak bisa tidur, akhirnya dia beranjak dari kasurnya dan berjalan ke arah jendela. Di sana dia bisa melihat kota A dengan jelas, bahkan dia juga bisa melihat penginapan Kristal dari sana, seketika dia jadi memikirkannya lagi.
" sepertinya dia telah berhasil membuarku tertarik, aku akan lebih sering menemuinya nanti" ucapnya
Kemudian telfonnya tiba-tiba berdering dan Arland langsung mengambilnya untuk mencari tau siapa yang menghubunginya dimalam hari seperti ini.
" halo"
" ini aku"
" ada apa?"
" kapan kau akan kembali, ada sedikit masalah di perusahan"
" aku akan kembali secepat mungkin, apa masalahnya serius?"
" tidak terlalu, tapi masalah ini hanya kau yang bisa menyelesaikannya"
" baiklah, aku akan datang besok"
" baik, akan ku tunggu"
Tut tut...
Panggilan itupun berakhir, Arland kembali menaruk telfonnya dan berusaha untuk tidur kembali.
Keesokan harinya
Arland pun terbangun dan langsung melihat jam yang ada di ponselnya. 07.11 tertulis di layar hpnya, dia langsung bangun dan langsung bersiap-siap untuk pergi ke perusahaanya, saat dia ingin mengambil jasnya tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan Arya yang datang untuk memeriksa keadaanya.
" kau mau kemana?" Tanya Arya
" aku ada urusan diperusahan" ucapnya
" tapi kau masih belum sembuh, jangan pergi dulu" ucap Arya berusaha menghentikan Arland
" sudahlah aku ini masih bisa berjalan, luka seperti ini tidak akan bisa menghentikannku" ucap Arland
__ADS_1
" kau ini keras kepala sekali seperti perempuan" ucap Arya
" dan kau sangat cerewek seperti nenek-nenek" ucap Arland membalasnya tak kalah kejam
" ugh! Baik-baik aku kalah, aku tidak akan menghentikanmu lagi" ucap Arya menyerah
" baguslah, sekarang siapkan mobilku aku ingin segera berangkat" ucap Arland menyuruh Arya
" iya iya, aku akan menyiapkannya" setelah obloran itu Arya pun pergi untuk menyiapkan mobil yang akan Arland gunakan.
Beberapa saat kemudian Arland pun keluar dari kamarnya setelah selesai menyiapkan keperluannya, dia kemudian melihat Arya lagi yang sedang membawakan kunci mobilnya.
" ini kuncinya" ucapnya
" ya" setelah menerima kuncinya, Arland langsung pergi ke mobilnya untuk segera berangkat ke perusahanya
Namun diperjalanan dia tidak sengaja mengigat sesuatu, diapun berbelok ke arah jalan menuju penginapa yang Kristal tempati. Dia sudah melihat penginapan Kristal dari kejauhan, namun sebelum dia sampai dia langsung mendengar teriakan.
" ahhh aku telat" ucap suara yang dia dengar
Arland pun keluar dari mobilnya dan bermaksud pergi mencari asal suara itu, namun tiba-tiba seseorang yang menjadi tujuannya malah berlari terburu-buru menuju arahnya. Untungnya dia melihat kedatangan Arland dan langsung menghentikan larinya jika tidak mereka akan bertabrakan.
" apa yang terjadi kenapa kau berlari seperti itu?" Tanya Arland
Dia terlihat terengah-engah saat Arland bertanya padanya, dia mengatur nafasnya dulu sebelum menjawab pertanyaan yang Arland lontarkan.
" aku.. telat" ucapnya
" hah? Matsudmu?" Tanya Arland tidak mengerti
" aku... bangun kesiangan dan.. telat pergi ke kampus.."ucapnya
" jadi begitu, kenapa kau bisa bangun kesiangan?" Tanya Arland lagi
" tadi malam.. aku sampai harus begadang untuk mengerjakan tugas, jadi sekarang aku akan telat.." ucapnya
" hemm kalau begitu aku akan mengantarmu" ucap Arland
" eh!? Apa kau yakin?" Ucap Kristal
" iya, ayok sebelum kau benar-benar telat" ucap Arland
Kemudian Arland berjalan ke mobilnya namun Kristal terlihat enggan untuk mengikutinya, diapun bertanya
" ada apa, kenapa kau belum kesini?" Tanya Arland
" um aku bisa pergi sendiri, kau tidak perlu merepotkan diri untuk mengantarku" ucap Kristal
" aku tidak repot, aku sendiri yang ingin mengantarmu, ayok kesini" ucap Arland
" tapi.." ucap Kristal merasa ragu
" jika kau masih belum kesini kau benar-benar bisa terlambat tau, apa kau mau hal itu terjadi" ucap Arland
" tidak! Aku tidak mau telat" ucap keistal khawatir
" kalau begitu cepat kesini" ucap Arland
Akhirnya Kristal menghampirinya dan langsung masuk ke mobilnya, sebelumnya Arland sudah membukakan pintu untuknya. Setelah itu Arland melajukan mobilnya menuju kampus Kristal, di dalam dia menanyakan sesuatu kepada Kristal.
" malam itu sebelum aku bertemu denganmu di jalan, aku awalnya pergi ke rumahmu untuk mencarimu, tapi kau tidak ada dan mereka bahkan tidak tau kau dimana. Sebenarnya kenapa kau pergi dari rumah dan lebih ingin tinggal di luar?" Tanya Arland tampa mengubah pandangannya ke jalan
" itu.. aku tidak tahan tinggal bersama mereka, mereka terus memperlakukanku seperti pembantu, awalnya kita hidup seperti keluarga pada umumnya namun saat ayahku tiada mereka jadi memperlihatkan sifat mereka yang sebenarnya" ucap Kristal
" jadi rumah yang mereka tempati adalah rumah keluargamu?" Ucap Arland
" ya, rumah itu adalah rumah ayah dan ibuku, tapi sekarang mereka yang menempatinya" ucap Kristal
" apa kau tidak ingin merebutnya kembali?" Tanya Arland
" tentu saja aku ingin, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, aku tidak bisa mengambil kembali rumah ayah dan ibuku" ucap Kristal mulai terlihat sedih
Arland sedikit melirik ke arah Kristal dan dia melihat Kristal terlihat sedih setelah mengatakan hal itu.
" jangan khawatir, aku akan membantumu merebut apa yang seharusnya menjadi milikmu" ucap Arland tiba-tiba
" apa?" Ucap Kristal ingin mendengar lebih jelas
" apa kau tidak dengar, aku akan membantumu Kristal" ucap Arland
__ADS_1
Kemudian pandangan mereka bertemu dan terlihat jelas Arland memberinya senyuman yang tipis hingga membuat Kristal merasa malu dan cepat-cepat mengubah pandangannya. Melihat reaksi Kristal yang terlihat imut baginya membuat Arland menahan tawanya.