
Kristal Pov
Saat aku membuka mataku aku merasa kepalaku sangat sakit, aku baru ingat tadi ada seseorang yang tiba-tiba membiusku dari belakang. Aku tidak tau siapa itu, setelah aku tidak sadarkan diri aku malah ada di tempat yang asing.
Sekarang aku malah ada di sebuah kamar yang sangat asing baginku, aku tidak mengenal tempat ini. Ini bukan kamarku dan juga bukan kamar Arland, sebenarnya aku di mana!?
Namun kemudian pintu terbuka dan datangnya seseorang yang membuatnya terkejut. Dia datang sambil membawa sesuatu di tangannya, sebuah bubur?
Dia menghampiriku dan duduk di sampingnya, dia menaruk mangkuk yang berisi bubur itu lalu bertanya tentang keadaanku.
" kau sudah sadar, bagaimana keadaanmu?" tanyanya
" kenapa, kenapa aku ada disini? Dimana ini?" aku bertanya padanya mengenai tempat yang saat ini aku tempati
" kau ada di rumah kita, rumah yang akan kita tempati setelah ini" ucapnya kembali mengambil mangkuk itu
" apa matsudmu!" aku saat ini tidak mengerti harus mengatakan apa, dia seperti bukan orang yang selama ini aku kenal
Dia menyodokan sesendok bubur ke mulutku
" ayok makan dulu, aku yakin kau pasti belum makan" ucapnya padaku
Namun saat ini aku merasa tidak ingin bicara dengannya, aku terus diam bahkan tidak melihat ke arahnya. Tapi walaupun aku bersikan seperti itu, dia terlihat tetap tenang seperti tidak marah sekalipun.
" jangan keras kepala, kau harus makan jika tidak kau akan sakit" ucapnya lagi
" aku tidak mau ada disini, cepat bawa aku kembali!" ucapku meninggikan suara
" itu tidak mungkin, aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku lagi" ucapnya dengan suara tenang
" apa yang telah terjadi sebenarnya, siapa sebenarnya kau dan apa hubungan di antara kita!?" ucapku bertanya padanya
" kau tidak akan ingat karna waktu itu kau baru berumur 3 tahun, tapi yang jelas aku melakukan ini karna keinginan mu sendiri" ucapnya
" aku tidak mengerti dengan yang kau katakan, aku tidak perna menyuruhmu melakukan ini" ucapku
" ya, sekarang kau tidak akan ingat tapi aku disini datang untuk menagih janji yang perna kau katakan sebelumnya, dimana waktu itu kau mengatakan akan menikah denganku dan jika kau lupa kau ingin aku mengingatkanmu. Sekarang aku sudah melakukannya kan" ucapnya
Namun kemudian aku merasa mengingat sesuatu mengenai masa kecilku, aku dulu sepertinya memang perna menngatakan itu pada seseorang. Apa dia adalah anak yang waktu itu terus menjagaku? Walaupun itu dia, tetap semua itu sudah menjadi masa lalu, tidak seharunya dia mengingat sesuatu yang telah berlalu.
" waktu itu aku masih kecil aku tidak mengetahui apapun, seharunya kau tau itu dan tidak usa terlalu serius dengan perkataanku" ucapku
" tapi aku sudah menganggap yang kau katakan itu dengan serius, walaupun waktu itu kau masih kecil" ucapnya
__ADS_1
Dia benar-benar tidak bisa mengerti, apa yang perlu aku katakan lagi jika dia terus seperti ini. Dia kembali menyodokan sesendok bubuk itu padaku.
" makanla"
Trang!!
Aku mendorong sendoknya hingga membuat bubur itu terjatuh ke lantai, sekilas yang aku lakukan itu pasti akan membuatnya marah, namun yang aku lihat dia malah membersikan kekacawan yang aku lakukan.
" apa kau tidak suka bubur, aku akan membuat yang lain kalau begitu" ucapnya
" kau sangat mengerikan" ucapku walaupun sepertinya dia tidak perduli dengan itu
Setelah membersikan bubur yang ada di lantai, dia mengambil bubur yang tersisa lalu pergi dari sini.
" Arllat aku tidak ingin di sini!! Aku ingin kembali ke sisi Arland!!" teriakku namun dia tidak memperdulikanku dan terus berjalan menuju pintu hingga tidak terlihat lagi
" hisk! Aku ingin kembali" aku hanya bisa menangis, aku tidak menyangkah bahwa diriku akan mengalami hal ini
Aku berharap arland sadar bahwa aku tidak ada di sana, aku berharap dia menacariku walaupun aku juga tidak tau sekarang ada di mana. Saat aku melihat ke arah jendela, aku hanya melihat langit yang gelap dengan cahaya lampu dari rumah-rumah.
Aku turun darin ranjang ini dan melihat ke arah jendela lebih seksama, saat itu aku merasa tidak asing dengan tempat ini. Sepertinya sekarang aku ada di kota yang dulunya perna aku tinggali bersama keluargaku, bukan kota A tapi di kota lain.
" kenapa, apa kau ingat tempat ini" ucap Arllat yang tiba-tiba ada di belakangku
" kau!"
" aku tidak mau! Aku tidak ingin tinggal bersamamu, cepat bawa aku kembali!!" teriakku padanya
Saat itu aku pertama kalinya melihat wajahnya yang dingin, tatapannya yang tidak suka mendengaku yang terus ingin kembali. Dia berjalan mendekatiku perlahan-lahan, aku ingin mundur tapi di belakangku tidak ada jalan lagi.
Saat dia sudah ada di hadapnku, dia tiba-tiba manarik tanganku.
" kenapa kau tidak ingin tinggal denganku, apa di sana ada orang yang sedang menunggumu? Katakan padaku, apa yang dia punya yang tidak ku miliki, kenapa kau terus saja ingin bersamanya!" ucapnya
" karna aku sangat mencintai Arland, yang kau lakukan ini hanya akan membuatku membencimu!" ucapku
" heh! Baik, aku akan membuatmu membenciku" ucapnya dia lalu menarik tanganku dan mendorongku ke atas ranjang
" apa yang kau lakukan! Hah!" aku melihat dia tiba-tiba membuka bajunya di hadapanku, aku takut saat dia melakukan itu
" biar aku lihat apa yang akan kalau lakukan" ucapnya
Dia sudah gila, dia akan melakukan apa padaku! Aku takut! Sangat takut. Apa aku salah sudah mengatakan itu padanya! Jika aku tidak mengatakannya mungkin dia tidak akan seperti ini kan?
__ADS_1
Arllat mendekatiku dan lagi-lagi aku tidak bisa lari, sekarang kondisiku sudah terpojok. Saat jarak di antara kami mulai menipis, dia membisikan sesuatu padaku yang membuatku semakin merinding.
" biar aku lihat apa dia sudah mengambil yang pertama darimu atau aku yang akan beruntung" bisiknya membuatku merinding
" k-kau akan melakukan apa"
" lihat saja nanti" tampa aba-aba dia tiba-tiba menarik kakiku hingga berakhir di bawahnya
" ah!"
" hah.." Arllat tiba-tiba mencium leherku membutku tidak bisa menahan suaraku
" tidak! Berhentih" aku tidak bisa melawan karna dia menghentikan pergerakanku
" Kristal.. Kau harus menjadi milikku" ucapnya dengan suara berat
Lagi-lagi yang Arllat lakukan membuatku kaget, bagaimana tidak dia tiba-tiba manarik bajuku hingga sobek dan memperlihatkan pakayan dalamku.
" berhenti!! Jangan lakukan itu Arllat!" aku berharap dia berhenti dan tidak melakukan lebih dari ini, namun yang dia lakukan selanjutnya tidak seperti yang aku harapkan
" akh!! Arllat, jangan!!" aku berteriak saat dia memulai aksinya, tatapannya yang menikmati itu membuatku tidak bisa menahan air mataku
" Kristal, ternyata ini pertama kalinya bagimu, hah.. Aku sangat beruntung" ucapnya dengan senyum di wajahnya
" hisk! Berhenti" suaraku mulai lemas rasa sakit itu pertama kalianya aku rasakan, sangat sakit sampai aku tidak bisa manahan air mataku
Dia tidak berhenti mengerakan tubuhnya, walaupun aku menangis dia tetap tidak mau berhenti bahkan dia sesekali menggigit tubuhku dan membuat bekas merah di sana.
Sepanjang permain ini aku hanya bisa menagis tak berdaya menerima perlakukan yang aku dapatnya. Sekilas aku mengingat waja Arland dan rasa bersalah mulai ku rasakan.
' Arland maafkan aku..' aku menutup mataku karna sudah tidak tahan dengan rasa sakit ini sedangkan sekarang Arllat terus melakukan aksinya tampa memikirkan diriku.
***
" hah!" Arland menghentikan mobilnya tiba-tiba
" hei ada apa?" tanya Leon
" aku tidak tau, tapi aku merasakan sesuatu" ucap Arland
" memangnya ada apa?" Leon tetap tidak mengerti
" tidak ada, lebih baik aku kembali mencari keberadaan Kristal" ucap Arland dia mulai menjalankan mobilnya lagi
__ADS_1
' kenapa aku merasakan sesuatu, seperti saat ini Kristal tengah memanggilku namaku' batinnya
Mereka sudah mendatangi villa Arllat namun mereka tidak menemukan apa-apa di sana. Saat ini mereka sedang menuju jalan pulang dan memikirkan cara selanjutnya untuk menemukan keberadaan Kristal dan Arllat yang telah membawanya.