Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Yang telah terjadi


__ADS_3

Setelah pergi dari cafe itu Arland langsung mengemudikan mobilnya menuju rumahnya. Walaupun seharusnya dia mengantar Kristal kembali ke rumahnya sendiri tapi sepertinya dia melupakan hal itu.


Setelah sampai dia langsung menyuruh Kristal untuk turun sedangkan dia tetap di dalam mobilnya. Tentu Kristal tak habis fikir karna tingka Arland yang terlihat marah tapi dia tidak menunjukannya, namun Kristal tau mungkin sekarang dia memang tidak berniat untuk turun.


Kristal mencoba memanggil namanya tapi Arland hanya menjawabnya dengan gumangan.


" Arland ada apa?" Tanya Kristal


" hm" gumanganya


" kau ini kenapa? Dari tadi kau hanya diam saja" ucap Kristal


" turun" ucapnya kemudian


" apa?" tanya Kristal tidak mengerti


" aku bilang turun, aku masih ada urusan di perusahaan kau istirahatla lebih awal" ucap Arland


" um tapi kenapa kau membawaku kesini lagi, tidakkah seharusnya kau mengantarku ke rumahku sendiri" ucap Kristal dan Arland mulai tersadar tentang itu


" aku melupakannya, tapi ini sudah malam kau sebaiknya tinggal di sini saja" ucapnya


" baiklah" Kristal pun turun dari mobil Arland


" kau sebaiknya jangan begadang, pulangla lebih cepat" ucap Kristal


" ya" kemudian Arland kembali menjalankan mobilnya


Namun saat Arland sudah pergi tiba-tiba ada yang menelfon Kristal, Kristal mungkin sedang mematikan handphonenya jadi dia tidak tau bahwa saat ini ada yang sedang menelfonnya. Setelah dia ada di kamarnya dan menghidupkan kembali hand phonenya dia baru menyadari bahwa ada banyak panggilan yang tidak dia angkat.


Dia kemudian menelfon kembali orang yang menghubunginya, nomer yang tidak dia kenal membuatnya bertanya-tanya siapa sebenarnya yang terus menghubunginya.


" halo"


" halo"


" ini siapa, kenapa menelfonku"


" apa kau nona Kristal "


" iya, kau siapa?"


" aku adalah tetangga bibikmu, dia saat ini sedang sakit jadi aku menghubungimu agar kau melihat kondisinya"


" apa! Jadi sekarang bibik dimana?"


" dia sekarang ada di rumah sakit holoid, saat ini dia sendirian aku berharap kau datang dan menemaninya"


" rumah sakit milik dokter Arya ya, aku tau jalannya aku akan segera kesana"


" baik, semoga kau bisa cepat sampai "


" terimakasi sudah menghubungiku"


" ya"


Tut tut...


Sebenarnya orang yang menghubunginya saat ini ada di depan rumah Arland, dia sudah ada di sana sebelum Kristal sampai. Orang itu memiliki niat jahat kepada Kristal, itu terlihat ketika orang itu menelfon seseorang dan menyuruh orang yang dia telfon untuk melakukan setengah dari rencanahnya.


" sekarang waktunya kau menyelesaikan setengah dari rencana kita, jangan sampai gagal"


" aku tau, apa dia sudah jalan?"


" sebentar lagi dia pasti akan berangkat, kau siap-siap saja disana"


" aku mengerti "


Tut tut..


Dia kembali menutup telfonnya dan langsung menjalankan mobilnya menjauh dari rumah Arland, jika rencana ini berhasil mungkin keinginanya akan terpenuhi.


" ini yang akan kau alami jika kau berani mengambil Arland dariku" ucapnya.


Disisi lain, Kristal yang baru saja mendapatkan kabar mengenai bibiknya yang sedang sakit langsung buru-buru pergi ke tempat yang tadi disebutkan di telfon.

__ADS_1


Dia yang awalanya sudah ada di kamarnya kembali ke luar dan berlari ke pintu rumah, pengurus Nua yang melihatnya langsung bertanya alasan dia terburu-buru.


" nona, anda mau kemana kenapa buru-buru begitu?" tanya pengurus Nua


" aku ada urusan, aku pergi sebentar" ucap Kristal


" tapi anda mau kemana ini sudah malam, jika tuan mengetahuinya dia bisa marah nona" ucapnya


" aku sangat buru-buru nanti kau katakan saja pada Arland bahwa aku sedang menjenguk bibik yang sedang sakit" ucap Kristal


" kalau begitu, sebaiknya anda di antar sopir saja" ucap pengurus Nua


" aku bisa menggunakn taxi jangan khawatir" ucapnya lalu dia langsung pergi


" tapi nona, nonaa" pengurus Nua tidak bisa menghentikan Kristal.


Kristal mencari taxi yang lewat tapi satupun belum dia liat, dia terus berusaha mencari taxi hingga ada satu taxi yang berhenti di sampingnya.


" nona apa kau butuh tumpangan" ucapnya pada Kristal


Otomatis Kristal langsung mengiyakan ajakan supir taxi itu


" iya pak, antar aku ke rumah sakit holoid segera cepat!" Ucapnya


" baik, ayok naik aku akan mengantarmu dengan cepat" ucap sopir itu, Kristal langsung menaikinya


Kemudian taxi itu mulai menjalankan mobilnya dengan cepat, Kristal sangat khawatir akan terjadi sesuatu pada bibiknya, dia merasa gelisa sepajang jalan karna terus memikirkan keadaan bibiknya.


" bibik tunggu aku, aku akan segera sampai" ucapnya


Namun dia tidak tau, bahwa taxi yang dia naiki saat ini merencakan sesuatu yang jahat padanya, dia juga salah satu rekan orang yang tadi menelfonnya. Dengan senyuman licik, pengemudi taxi itu membawa Kristal ke jalan yang berbeda dari rumah sakit yang ingin Kristal datangi.


'Kenapa jalan ini berbeda dari jalan menuju rumah sakit itu, taxi ini mau membawaku kemana' batinnya mulai menyadari bahwa ada yang salah


" kau salah jalan, rumah sakit yang aku maksud bukan lewat sini" ucap Kristal berusaha tenang


Namun pengemudi taxi itu tidak mendengarkannya, dia malahan semakin mempercepat mobilnya.


" ahh!!" Kristal sedikit terbentur ketika pengemudi taxi itu mempercepat laju mobilnya secara tiba-tiba


" heh! Kau pikir kau bisa turun dari sini, setelah kau naik taxi ini kau tidak akan bisa pergi lagi" ucapnya


" apa! Kau siapa!?" tanya Kristal


" aku akan membawamu ketempat dimana kau tidak akan bisa kembali lagi" ucapnya


" apa!?" Kristal tidak tau harus apa, dia tidak tau kenapa pengemudi taxi itu membawanya ke tempat yang salah, padahal dia hanya ingin pergi ke tempat bibiknya tapi dia malah mengalami ini.


" cepat hentikan mobilnya, kau sudah melakukan penculikan aku akan melaporkanmu ke polisi!!" Ucap Kristal mencoba mengancam orang itu


" coba saja kalau berani" ucapnya terlihat tidak takut dengan ancaman Kristal


" baik, aku akan segera menghubungi polisi" Kristal lalu mengambil hand phonenya dan ingin segera menghubungi Arland, namun disana sama sekali tidak ada sinyal yang membuatnya tidak bisa menghubingi siapapun


" sial disini tidak ada sinyal, aku tidak bisa menghubungi Arland" ucapnya tidak bisa melakukan apa-apa


" bagaimana? Apa kau sudah menghubungi polisi?" Ucapnya


" k-kau sebenarnya akan membawaku kemana?" Tanya Kristal


" lihat saja nanti" ucapnya


" sebenarnya kenapa kau melakukan ini?" Tanya Kristal


" salakan dirimu sendiri karna sudah mengalami semua ini" ucapnya


" apa matsudmu aku tidak mengerti" tanya Kristal


" untuk apa aku menjelaskannya, lagi pula kau akan segera hancur" ucapnya


Kemudian mobil taxi yang dia tumpangin berhenti di sebuah tempat yang sepi, bahkan tempat itu sudah ada di luar kota A. Orang itu keluar dari mobilnya dan menuju Kristal, dia langsung membuka pintu mobil itu lalu menarik tangan Kristal.


" lepaskan aku!!" Ucap Kristal


Namun tenaga orang itu begitu kuat, Kristal tidak bisa apa-apa di hadapan orang itu. Orang itu membawa Kristal ke tempat yang lebih sepi dan di sana ada sebuah rumah kecil yang sangat kumuh. Orang itu membawa Kristal masuk ke rumah itu dan membiarkannya di dalam sendirian, dia langsung mengunci pintunya agar Kristal tidak bisa keluar.

__ADS_1


" lepaskan aku!!" Ucap Kristal menggedor-gedor pintu itu


" jangan kuras energi mu karna nanti kau harus melayangi beberapa orang, untung mereka belum datang jadi kau bisa mempersiapkan diri" ucapnya


" apa!"


" tunggu saja sampai mereka datang" kemudian orang itu pergi meninggalkannya


" lepaskan aku, tolong lepaskan aku!!" Ucap Kristal


Tapi dia sama sekali tidak mendapat respon, mendengar apa yang baru saja orang itu katakan Kristal menjadi takut untuk membayangkannya. Dia melihat isi rumah ini dan hanya ada satu ranjang dan beberapa alat yang aneh, dia takut hingga terduduk memeluk lututnya.


" hisk tolong aku.. "ucap Kristal


Di sisi lain di perusahan Success


Arland saat ini terlihat sibuk mengurus pekerjaanya, namun selama ini dia merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Perasaanya tidak nyaman hingga membuatnya terus gelisa selama mengerjakan dokumen itu, dia selalu melihat ke layar hand phonenya yang sudah menunjukan jam 22.00.


" kenapa aku gelisa seperti ini, apa karna meninggalkan Kristal sendirian di rumah" ucapnya


Namun panggilan telfon membuatnya kembali melihat ke layar hp, dia langsung menjawabnya tampa basa-basi.


" halo"


" tuan ada sedikit masalah, ini mengenai nona Kristal "


" apa yang terjadi padanya!?"


" tadi nona Kristal pergi karna ingin menjenguk bibiknya yang sakit, tapi dia tidak ingin di antar malahan lebih memilik naik taxi"


" jadi sekarang apa dia sudah pergi?"


" ya tuan, nona sudah pergi satu jam yang lalu, tapi sampai sekarang nona belum kembali juga"


" rumah sakit mana apa dia mengatakannya?"


" katanya rumah sakit holoid"


" baiklah, aku akan menjemputnya"


" baiklah tuan"


Tut tut tut..


Setelah itu Arland langsung membereskan mejahnya dan pergi dari ruangannya, dia buru-buru pergi ke mobilnya untuk menjemput Kristal.


" dasar, tidak seharunya dia pergi sendirian, seharusnya dia membiarkan sopir mengantarnya saja" ucap Arland yang sudah menjalankan mobilnya


Dia pergi ke rumah sakit holoid, setelah sampai dia langsung bertanya pada beberapa perawat yang berjaga. Namun dia tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaanya, perawat itu malah tidak mengetahuinya.


" apa matsudmu tidak tau tempatnya, bukannya kau perawat disini!" Ucap Arland marah


" ma-maaf tuan, saya memang tidak mengetahuinya" ucap perawat


Namun kemudian seseorang datang ketika mendengar suara ribuk di rumah sakitnya, dia langsung mendatangi Arland ketika melihatnya di sana.


" Arland ada apa?" tanyanya


" dimana ruangan tempat bibik Kristal di rawat?" tanya Arland


" memangnya kenapa kau menanyakan hal itu?" tanya dokter Arya


" Kristal menjenguknya tapi tidak kembali juga, jadi aku kesini karna ingin menjemputnya" ucap Arland


Dokter Arya lalu mendatangi perawatnya.


" apa memang tidak ada seseorang yang dia sebut di rawat disini?" tanya aryna


" tidak ada dok, malam ini tidak ada pasian baru yang datang" ucap perawatnya


Dokter Arya lalu mendatangi Arland lagi


" sepertinya bibiknya tidak dirawat disini, kenapa kau tidak mendatangi rumahnya" ucap Arya


Namun kemudian Arland pergi begitu saja tampa mengatakan apa-apa, dia kembali ke mobilnya menuju ke suatu tempat.

__ADS_1


__ADS_2