
Semua teman-teman Kristal mulai mempelajari materi di buku yang perna dosen mereka berikan. Satu-persatu mulai sibuk dengan urusan mereka, kelas yang tadinya ramai sekarang menjadi sunyi karna mereka begitu serius dalam belajar.
Kristal yang sudah hampir membaca semua isi buku itu hanya membolak-balikan tampa membacanya lagi. Namun dia berfikir untuk melanjutkan tugas yang perna Arland berikan padanya. Diapun mencari buku yang berisi tugas Arland yang belum dia selesaikan.
" aku akan melanjutkannya dan nanti akan kutunjukan kepadanya" ucapnya
Dia mulai mengerjakan tugas itu hingga waktunya mereka untuk pulang.
" wah sudah waktunya pulang, kita sebaiknya melanjutkannya dirumah saja ya" ucap teman-temannya
" ayok kita cepat pulang, aku sangat lelah aku ingin langsung tidur"
" hei tunggu aku, sampai jumpa semuanya" satu-persatu teman Kristal mulai pergi dan dia ada di kelasnnya seorang diri
Dia ingin menghubungi Arland untuk menjemputnya, tapi saat dia mengelurkan handphonenya tiba-tiba ada yang masuk ke kelasnya.
" kemana yang lain?" tanyanya
" mereka sudah pulang pak, apa ada yang bisa dibantu" ucap Kristal
" huff baiklah kau saja Kristal, bantu mereka merapikan ruangan pertemuan karna besok akan ada orang-orang penting yang datang ke kampus kita" ucapnya
" baik pak" ucap Kristal
" mereka sudah ada disana sebaiknya kau cepat pergi" ucap guru itu lalu dia pergi
Sebelum Kristal pergi dia mengirim pesan pada Arland karna hari ini mungkin dia akan pulang malam. Dia cuma tidak mau Arland khawatir padanya karna itu dia mengabarinya terlebih dahulu.
Setelah itu diapun pergi ketempat pertemuan untuk membantu murit-murit yang lain.
Di tempat Arland
Dia memeriksa handphonya karna belum menerima panggilan dari Kristal, saat membuka handphonya dia melihat satu pesan yang belum dia baca.
" ini pesan dari Kristal, kenapa dia mengirimkan pesan kenapa tidak langsung menghubungiku" ucapnya sambil melihat isi pesan yang Kristal tulis
~ Arland hari ini aku mungkin akan pulang malam karna harus membantu siswa lain membersikan tempat pertemuan, guru bilang besok kita akan kedatangan tamu yang penting jadi aku harus membantu mereka. Jangan khawatir saat pulang aku pasti akan menghubungimu, sampai jumpa~
" dia ini, sudahlah aku tunggu dia menghubungiku saja" ucap Arland
Setelah itu Arland kembali sibuk dengan urusannya, dia memeriksa dokumen hasil rapatnya tadi pagi. Dia seperti biasa dengan lihai memeriksa satu-persatu dokumen itu, tampa dia sadari hari sudah malam sejak terkahir kali dia melihat pesan dari Kristal.
Kristal sudah selesai membantu siswa yang lain, dia sekarang tengah berjalan menuju gerbang sekolahnya. Dia mengambil handphonenya untuk mengabari Arland bahwa dia sudah pulang, dia ingin Arland segera menjemputnya.
" aku akan menghubunginya biar dia menjemputku, lelah sekali hari ini aku begitu sibuk" ucapnya
Namun saat dia mengambil handphonenya ada seseorang dari belakang tiba-tiba membiusnya.
" um! umm!" Kristal tidak tau siapa yang ada di belakangnya
__ADS_1
Namun dia yakin orang itu menaruk obat di tangannya hingga perlahan-lahan Kristal kehilangan kesadaran. Setelah Kristal tak sadarkan diri, orang itu langsung membawanya menuju mobilnya, saat dibawa pergi tampa sadar handphone Kristal tertinggal.
Orang itu membawa Kristal ke sebuah villa. Dia mengetuk pintu villa itu dan pemilik villa langsung membukakan pintu.
" semua sudah selesai, aku sudah membawanya kesini seperti yang kau inginkan" ucapnya
" bagus" ucapnya
" sebaiknya kau cepat bawa dia pergi dari kota ini sebelum ada yang mengetahuinya" ucapnya
" aku tau. Aku akan langsung pergi saat kau sudah berhasil membawanya" ucapnya
Orang yang membawa Kristal memberikan Kristal ke pelukan orang itu, dia bergantian membawa Kristal.
" aku akan pergi, kau tidak perlu berterimakasi" ucapnya lalu pergi
" Kristal maafkan aku kalau aku sudah berbuat sejauh ini" ucapnya dia lalu membawa Kristal menuju mobilnya yang sudah disediakan lebih awal sedangkan orang yang membawa Kristal juga sudah meninggalkan villa itu.
Orang itu tak lain adalah Arllat, dia sudah dari awal merencanakan ini bersama temannya. Karna semuanya sudah selesai, sekarang yang perlu dia lakukan membawa Kristal jauh dari kota ini.
Arllat berniat membawa Kristal menuju kota yang perna dia tinggali bersamanya. Dia sudah memikirkan kehidupanya selanjutnya bersama Kristal. walaupun nanti saat Kristal sadar dia akan membencinya.
" Kristal akhirnya aku bisa membawamu bersamaku, aku melakukan ini karna aku sangat mencintaimu" ucapnya
Mobil yang dia kendarai sudah ada di luar kota, dia menghubungi seseorang lagi untuk menyembunyikan kepergianya ke kota lain. Agar nanti jika ada yang mengetahui hilangnya Kristal tidak akan ada yang bisa menemukannya.
" Kristal kau jangan marah saat kau sadar kau tidak akan bisa melihatnya lagi" ucap arllat yang tetap fokus ke jalan
Rasa senangnya itu tidak sama dengan yang saat ini Arland rasakan, dia menjadi gelisa karna sampai sekarang Kristal belum menghubunginya. Jam di handphonenya sudah menunjukan pukul 19.32 itu membuatnya semakin khawatir.
Dia mencoba menghubunginya sendiri dari pada menunggu yang hanya akan membuatnya semakin khawatir.
" cih! Kenapa dia tidak mengangkatnya, apa batre handphoenya habis atau ada alasan yang lain" ucapnya
Namun kemudian handphonenya berbunyi, karna dia pikir itu Kristal dia langsung mengangkatnya tampa melihat nama yang terterah di layar handphonenya.
' Kristal kenapa kau baru menghubungiku, dari mana saja kau!'
' eh aku bukan Kristal aku Leon, sebenarnya alasan aku menghubungimu karna ingin menanyakan tentang Kristal, aku membeli puding coklat yang dia inginkan jadi aku ingin memberikannya. Hei ada apa kenapa tidak menjawa- tut tut..'
Arland langsung berlari menuju mobilnya karna dia benar-benar sudah sangat khawatir. Dia tidak memperdulikan karyawan-karyawanya yang melihat dia dengan bingung.
Saat ini dia hanya ingin pergi ke kampur Kristal untuk melihat kondisinya.
Saat dia ingin masuk ke mobilnya, tiba-tiba ada yang memanggilanya dari kejauhan.
" hei Arland kenapa kau tadi tiba-tiba menutup telfon dariku hah" ucap Leon yang baru saja turun dari taxi
" hei kau kenapa, kau terlihat pucat apa kau baik-baik saja?" tanyanya
__ADS_1
" Kristal, dia tidak menghubungiku" ucap Arland
" hanya karna dia tidak menghubungimu kau jadi sepucat ini? Dasar Arland sejak kapan kau jadi seperti ini hah" ucapnya tidak mengerti situasi
Arland tidak memperdulikanya, dia langsung masuk ke mobilnya tampa mendengar omongan Leon lebih lanjut.
" hei aku ikut!!" Leon buru-buru menaiki mobil Arland
Arland pun mulai menjalankan mobilnya menuju kampus siraya dengan Leon yang ikut tampa seijinnya.
" memangnya terjadi sesuatu pada Kristal kah hingga membuatmu seperti ini?" tanya Leon mencairkan suasana
" dia seharunya sudah menghubungiku seperti yang dia katakan, tapi ini sudah jam berapa dia masih belum menghubungiku" ucap Arland
" mungkin handphonenya kehabisan batre jadi dia tidak bisa menghubungimu" ucap Leon
" tapi aku tidak merasa tenang sebelum melihat keadaanya secara langsung" ucapnya menambah kecepatan
Kemudian mereka pun sampai di kampur siraya, mereka melihat kondisi kampus siyara yang sudah tidak ada seorang pun di dalam. Begitu sepi dan hanya ada beberapa penerangan di sana, Arland dan Leon langsung memasuki kampus itu.
" apa kau yakin Kristal ada disini, sepertinya tidak ada siapapun di dalam, bagaimana kalau kita bertemu dengan hantu" ucap Leon namun Arland tidak memperdulikannya, Arland mulai masuk ke dalam kampus yang tidak di kunci tersebut
" hei tunggu aku Arland" ucap Leon mengikutinya
" Kristal di mana kamu" ucap Arland
" hei jangan berisik, nanti ada hantu yang mendengar suaramu dan datang kesini" ucap Leon
" Kristal!" namun Arland malah semakin meninggikan suaranya
" mungkin Kristal sudah kembali, bagaimana kalau kita periksa rumahnya" ucap Leon
Namun dia di abaikan, malahan Arland malah fokur ke satu arah.
" hei kau sedang apa" lalu Leon melihat apa yang Arland temukan
" ini handphone milik Kristal, kenapa ada disini! "ucapnya
" handphonenya retak sepertinya terjatuh disini" ucap Leon
" pasti telah terjadi sesuatu padanya, kalau tidak seharunya dia sudah menghubungiku, tapi handphonenya malah ada disini" ucap Arland
" kampus ini pasti memiliki cctv kita harus memeriksanya" ucap Leon
" tidak perlu, aku sudah tau siapa yang melakukannya" ucap Arland
" siapa" namun lagi-lagi Arland tidak menjawab pertanyaanya, dia malah kembali ke mobilnya
" kau akan kemana, apa ke tempat Kristal" tanya Leon
__ADS_1
" ya" jawabnya dan dia langsung menjalankan mobilnya