Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Kebenaran di masa lalu


__ADS_3

Hanya karna melupakan sesuatu dia harus membuat seorang menjadi kecewa. Dia tidak menunjukan perasaanya tapi Arland tau apa yang saat ini dia rasakan.


Dengan terburu-buru menuju perusahaannya, Arland sampai mengabaikan janjinya yang akan mengajak kekasihnya kencang. Hatinya cukup merasa bersalah, walaupun begitu ini juga salahnya yang melupakan sesuatu yang penting malam ini.


Sebelum sampai di perusahannya dia mengambil handphonenya untuk menghubungi seseorang. Tampa basa basi dia menyuruh karyawan rentoran yang dia pesan untuk kencang di batalkan, setelah itu dia mematikan terlfonnya dan kembali fokus ke jalan.


Akhirnya dia sampai di perusahannya, sebelum dia turun seseorang berjalan menghampirinya dan mengetuk kaca mobilnya.


Arland menurunkan kacanya agar mendengar orang itu bicara.


" kenapa kau lama sekali" ucapnya


" aku melupakan pertemuan ini jadi aku datang sedikit lama" ucap Arland


Arland lalu keluar dari mobilnya.


" dimana orang itu sekarang?" Tanya Arland


" dia sudah ada di ruanganmu, sebaiknya kau cepat kesana karna tempramen orang itu tidak baik. Jika dia marah hanya karna kau terlambat mungkin orang itu akan membatalkan janji dengan kita" ucap Raka


" hem baiklah, aku akan segera kesana" ucap Arland


" sebelunya kau harus tahan emosimu jika orang itu cukup menyebalkan, butuh waktu bagiku untuk membuanya mengiyakan pertemuan ini jadi jangan sampai kau menghancurkan kerja keras ku" ucap Raka


" ya" sahut Arland nampak lesu


" kau kenapa?" Tanya Raka


" bukan apa-apa. Kalau begitu aku akan langsung menemuinya" kemudian dia berjalan mendahului Raka menuju ruangannya.


Arland memasuki ruangannya dan melihat satu orang tenga duduk di sofa sambil menunggu kedatangannya. Ketika melihat Arland sudah datang orang itu bangkit dari duduknya dan mendatangi Arland.


" kenapa lama sekali! Apa kau tidak tau aku rela membatalkan kencang dengan pacarku hanya karna janji ini. Tapi kau malah membuatku menunggu sangat lama di sini!!" Ucapnya menunjukan jarinya kearah Arland


" maafkan aku karna telah membuatmu menunggu, silakan duduk" ucap Arland, Arland lalu mendatangi sofa yang sama dengan orang itu lalu mendudukinya, orang itu juga ikut duduk di sofa yang sama.


" jadi bisakah kau mulai menceritakan apa yang kau tau dari kejadian kecelakaan itu" ucap Arland langsung ke topik utama


" hmm waktu itu aku masih kecil dan tidak tau itu sudah berapa lama tapi aku masih mengingatnya dengan jelas. Kecelakaan yang aku lihat itu tidak akan perna aku lupakan. Waktu itu aku melihat satu mobil yang di tabrak mobil lain dari belakang hingga mobil di depan mengalami kecelakaan dan terbalik. Namun tidak ada orang yang datang membantu orang di dalam mobil yang terbalik itu karna tempatnya yang minim penduduk. Tapi kemudian aku melihat satu orang turun dari mobil yang lain dan menghampiri mobil yang terbalik itu, aku melihat ada dua orang yang juga ikut keluar dari mobil itu dan mendatangi satu orang di depan mereka" ucapnya


" lalu apa yang mereka lakukan?" Tanya Arland


" satu orang di depan menyuruh mereka untuk melihat kondisi orang di dalam mobil yang terbalik itu. Kemudian dua orang yang dia suruh kembali dengan membawa dua orang yang tak sadarkan diri, mereka membawanya ke dalam mobil yang mereka gunakan, tidak tau apa orang itu masih hidup atau tidak tapi setelah membawa dua orang yang tak sadar itu mereka langsung pergi begitu saja" ucapnya


" apa kau melihat waja mereka?" Tanya Arland


" hem aku sedikit ingat dengan waja orang yang menyuruh mereka, jika aku melihat fotonya lagi aku pasti akan langsung mengenalnya" ucap orang itu


Kemudian Arland langsung menunjukan foto pamannya kepada orang itu, siapa tau orang yang dia ceritakan adalah pamannya sendiri.


" apa ini orangnnya" ucap Arland sambil menunjukan foto pamannya


" bukan dia" ucapnya

__ADS_1


" apa!"


" aku yakin bukan dia orangnnya" ucapnya


' tapi apa mereka itu adalah bawahannya? " Batin Arland


" baiklah terimakasi karna kau sudah mengatakan apa yang kau tau" ucap Arland


" hem apa kau tidak lupa dengan janjimu" ucapnya


" maksudmu?" Ucap Arland bertanya-tanya


" orang itu bilang jika aku mau datang kesini maka dia akan memberiku sejumla uang, jadi mana uangnya" ucapnya


' owh jadi ini yang dimaksud kesulitan membuatnya mengiyakan pertemuan ini, dasar Raka' batin Arland


Arland lalu memberinya sebuah cek


" kau bisa isi sesukamu" ucap Arland


" baiklah kau memang sangat baik" kemudian orang itu dengan senang langsung keluar dari ruangan Arland


" ternyata kecelakaan itu memang rencana seseorang, tapi siapa sebenarnya yang merencanakannya jika bukan dia siapa lagi" ucap Arland memikirkan orang dibalik kejadian itu


Kemudian pintu ruangannya terbuka dan memperlihatkan Raka yang berjalan ke arahnya.


" bagaimana, apa kau sudah tau semuanya" tanya Raka


" hmm sepertinya ada orang lain yang ikut terlibat selain pamanmu, kita harus lebih waspada" ucap Raka


" diantara semua orang yang aku kenal, hanya dia yang pantas di curigakan, selain dia siapa?"


" kita pasti akan mengetahuinya nanti tidak perlu terus memikirkannya, lebih baik kau kembalinya karna ini sudah malam" ucap Raka


" aku tau, aku ingin menemui seseorang dulu" ucapnya


" siapa?" Tanya Raka


Namun Arland tidak menjawabnya dia malah pergi tampa mengatakan sesuatu kepada Raka. Memang dia sudah mengetahui tentang kecelakaan yang perna menimpah orang tuanya, tapi dia masih belum tau pelaku sebenarnya dari kecelakaan itu.


Jika di luar sana masih ada orang yang membencinya akan saat buruk jika dia sampai melibatkan Kristal. Kristal hanyalah gadis biasa dan tidak ada hubungannya dalam masalah yang menimpahnya. Namun dia sudah menjadikan gadis itu sebagai kekasihnya, secara tidak langsung dia sudah membuatnya terlibat dalam masalahnya.


Dia sekarang sedang dalam perjalanan menuju penginapan Kristal dan semoga kedatangannya tidak akan menganggu tidur Kristal. Saat ini dia rasanya ingin sekali bertemu dengan Kristal, setelah terakhir kali dia membatalkan kencang pertama mereka.


Arland sudah ada di depan penginapan Kristal dia langsung keluar dari mobilnya dan berjalan ke kamar Kristal. Jam di tangannya sudah menunjukan puku 21.20 dan sepertinya dia datang di waktu yang tidak pas. Namun dia yakin bahwa kedatangannya itu tidak akan mengganggu Kristal, lagi pula dia sangat ingin bertemu dengannya.


Di depan kamar Kristal dia mengetuknya perlahan-lahan hingga kemudian pintu itu terbuka. Pertama yang dia lihat adalah rambut seseorang yang berantakan seperti baru terbangun dari tidurnya. Sesaat kemudian saat melihat kedatangan Arland orang itu terdiam seperti berusaha berfikir bahwa yang dia lihat bukan mimpinya.


" kenapa kau diam" ucap Arland


" kau.." ucapnya masih diam di tempat


" ini aku, apa kau tidak mau menyuruhku masuk?" Ucap Arland sedikit bercanda

__ADS_1


" huh! Arland. Kau kenapa kesini?" Ucapnya mulai sadar


" apa aku menganggu tidurmu?" Tanya Arland


" tidak juga, aku juga baru tidur jadi kau tidak menganggu" ucap Kristal


" baguslah kalau aku tidak menganggumu, setelah aku menyelesaikan urusanku aku rasanganya ingin bertemu denganmu jadi aku kesini walaupun mungkin akan mengganggu" ucap Arland


" kalau begitu ayok masuk" ucap Kristal mengijinkan Arland masuk


" apa kau yakin membiarkanku masuk, apa kau tidak berfikir membiarkan laki-laki masuk ke kamarmu akan berakibat apa" ucap Arland


" ya jika kau tidak mau masuk disini saja, aku juga tidak memaksamu" ucap Kristal


" aku hanya bercanda, mana mungkin aku seperti itu padamu" ucapnya sedikit menggoga


Setelah itu Arland masuk ke dalam kamar Kristal dan melihat isi kamarnya, walaupun tidak besar tapi ini cukup nyaman baginya.


" kau ingin aku buatkan apa?" Tanya Kristal


" tidak perlu, aku tidak ingin merepotkanmu" ucap Arland menolak dengan halus


" jadi kau kesini hanya ingin bertemu denganku, apa kau ingin membicarakan sesuatu denganku?" Tanya Kristal


" ya, aku kesini karna ingin bertemu denganmu dan cukup merasa bersalah karna sudah membatalkan kencang kita" ucap Arland


Kristal lalu duduk di depan Arland dan mendengar apa yang pemuda itu katakan.


" aku mengerti alasan kau membatalkan kencang ini, jadi tidak usah merasa bersalah" ucap Kristal


" tetap saja aku pasti sudah membuatmu kecewa, kau pasti sudah sangat menantikan malam ini kan tapi aku mengacaukannya" ucap Arland


" sudahlah Arland tidak usa menyalakan diri sendiri, kita masih bisa kencang lain hari kan" ucap Kristal


" kau benar" kemudian Arland terdiam setelah mengatakan itu


" ada apa?"tanya Kristal


" aku ingin mengatakan satu hal lagi padamu" ucapnya


" apa?" Ucap Kristal ingin tau


" ... " namun Arland diam tidak mengatakan yang ingin dia katakan


" ada apa Arland?" Tanya Kristal sedikit khawatir


' aku hanya ingin bilang, jika kau mengetahui semua masalahku apa kau akan tetap bersamaku ' batinnya


" tidak papa lain kali saja" ucap Arland berdiri dari duduknya


" hah?" Kristal hanya diam sambil melihatnya pergi


" lain kali aku akan mengatakannya, aku akan pergi kau istirahatla" setelah itu Arland pergi dari kamar Kristal.

__ADS_1


__ADS_2