
Diperusahaan Success Arland setelah mengantar Kristal dia langsung pergi ke perusahannya, hanya butuh beberapa waktu baginya untuk tiba di perusahan Success. Setelah dia tiba dan memasuki perusahannya semua karyawannya langsung menyambut kedatangannya.
Dengan layaknya seorang pemimpin Arland membalas sambutan para karyawannya, dia mencari orang yang perna menggubunginya untuk urusan yang belum jelas. Arland melihat-lihat semua orang namun di antara mereka tidak ada orang yang dia cari.
Namun orang yang menghubunginya tiba-tiba ada di belakannya dan menepuk pundaknya agar dia melihat ke arahnya. Arland melihat orang itu dengan tatapan biasa, walaupun mereka atasan dan bawahan tapi hubungan mereka lebih dari itu.
" ada apa?" tanya Arland dengan santai
" aku ingin mengatakan sesuatu, tapi lebih baik kita bicarakan di ruanganmu saja" ucapnya dia menyuruh Arland untuk segera ke ruangannya.
Setelah mereka ada di ruangan kerja Arland, dia langsung bertanya lagi mengenai apa yang sebenarnya orang di depannya itu ingin katakan.
" jadi apa kau bisa mengatakannya sekarang" ucap Arland tak sabaran
" ini mengenai kasus yang kau suruh aku selidiki dua tahun yang lalu" ucapnya
" lalu! apa kau sudah menemukan jawabannya?" tanya Arland
" selama dua tahun ini aku belum menemukan petunjuk apapun, namun kemarin bawahanku menemukan seorang anak yang dulu melihat kejadian itu secara langsung. Sekarang anak itu sudah dewasa tapi dia masih mengingat semua itu dengan jelas" ucapnya
" di mana orang itu, aku ingin segera menemuinya untuk menanyakan semua yang dia tau mengenai kecelakaan itu" ucap Arland
" dia bilang akan datang nanti malam, lebih baik kau menunggu sampai waktu yang di tentukan" ucapnya
" baiklah, Raka aku harap kau tidak mengecewakanku" ucap Arland sambil manatap pemuda yang bernama Raka tersebut
" aku tidak akan mengecewakanmu, kita sudah kenal selama bertahun-tahun dan tidak perna saling mengecewakan satu sama lain, kau yakin saja bahwa kecelakaan yang meninpa kedua orang tuamu bukan sekedar kecelakaan biasa melainkan rencara orang lain yang ingin menyingkirkan orang tuamu" ucap Raka
" jika memang itu benar aku sudah yakin siapa yang melakukannya, aku hanya perlu mencari bukti agar bisa mengalakannya" ucap Arland
Kemudian ada ketukan pintu yang membuat kedua pemuda itu mengalikan pandangannya ke arah pintu, Arland langsung menyuruh orang itu untuk masuk.
" masuk!" ucap Arland
Pintu perlahan-lahan terbuka dan memperlihatkan satu karyawannya yang seperti ingin menyampaikan sesuatu padanya. Arland langsung bertanya tentang kedatangan satu karyawannya tersebut, dengan sopan karyawan itu mengatakan alasan dia datang ke ruangan Arland.
__ADS_1
" ada apa?" ucap Arland
" maaf presdir jika saya menganggu waktu kalian. Di luar ada paman anda yang ingin menemui anda, sekarang dia tenga menunggu di ruang tunggu" ucapnya
" baiklah. Kau bisa pergi aku akan segera turun" ucap Arland karyawannya pun pergi
" jadi dia masih tidak menyerah ya, setelah terakhir kali dia gagal membunuhku sekarang apa yang akan dia lakukan selanjutnya" ucap Arland
" memang kau tau dia memiliki niat jahat, tapi kau belum mempunyai bukti untuk membuktikannya, jadi selama ini kau hanya mengikuti semua permainannya tampa dia tau bahwa kau sudah mulai curiga padanya" ucap Raka
" kita liat apa yang akan dia lakukan selanjutnya" ucap Arland
" tapi sebelum itu aku ingin tau apa yang terjadi padamu hingga mengalami insiden itu?" Tanya Raka
" sehari sebelum aku mengalami insiden ini, dia menyuruhku pergi kerumahnya untuk membicarakan mengenai barang-barang peninggalan orang tuaku, aku tau dia sudah merencanakan sesuatu jadi aku benar-benar datang kerumahnya" ucap Arland
" kenapa kau malah datang kalau sudah tau dia merencanakan sesuatu?" Tanya Raka
" ... barang-barang peninggalan orang tuaku itu sangat berharga bagiku, jadi dia menggunakan alasan itu untuk menarikku ke dalam perangkapnya. Tapi aku tidak sebodoh itu pergi kesana begitu saja, aku sudah menyiapkan sesuatu yang menarik untuknya jika dia berani bertindak" ucap Arland
" ya itu masalah yang tidak perna aku pikirkan, aku tidak menyangkah ternyata dia sudah menyuruh anak buahnya untuk menungguku di jalan menuju rumahnya. Dijalan yang dilalui mobilku mereka dengan sengaja menaburkan paku-paku agar membuat mobilku tidak bisa berjalan. Tentu saja saat itu aku turun untuk mengecek masalahnya, namun siapa sangkah mereka menyerangku dari belakang, jika aku tidak menyadarinya tepat waktu mungkin sekarang aku tidak akan ada disini" ucap Arland
" jadi bagaimana kau bisa kabur dari mereka dengan luka seperti itu" ucap Raka
" aku cukup beruntung bisa kabur dari mereka, dan juga cukup beruntung bisa bertemu dengan orang yang membantuku" ucap Arland tersenyum tipis
" apa matsudmu?" Tanya Raka
" sudahlah sebaiknya kita turun dan lihat apa yang akan dia lakukan selanjutnya" ucap Arland
" Arland aku tau kau tidak akan bertidak gegabah , kau harus menahan emosimu saat menghadapinya. Jika lain kali dia menyuruhmu untuk datang ke rumahnya lagi kau harus menyuruh aku atau Arya untuk ikut bersamamu" ucap Raka
" aku tau, lain kali aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama" ucap Arland
" huff baiklah kalau kau sudah mengerti" ucap Raka
__ADS_1
Kemudian Arland berjalan ke arah pintu dan menyentuh gagang pintu sebelum melihat ke arah Raka.
" akan ada sesuatu yang menarik setelah ini, apa kau tertarik untuk melihatnya" ucap Arland pada Raka
" tentu saja" kemudian kedua orang itu pergi bersama-sama menuju tamu yang tak diundang tersebut.
Di kampus Kristal
Sudah hampir beberapa jam teman sekelas Kristal masih belum selesai mengerjakan tugar yang dosen mereka berikan, hanya beberapa saja yang sudah selesai. Selama menunggu mereka menyelesaikan tugasnya, Kristal mempelajari buku yang saat ini masih dia baca. Sangat tebat tapi itu tidak masalah selama Kristal bisa mengerti isi dari buku tersebut.
Dia melihat ke layar hpnya untuk melihat sekarang sudah jam berapa, namun sebelum dia melihat ke layar hpnya ada yang tiba-tiba mendatanginya. Kristal langsung melihat ke arah orang itu dan menaruk kembali hpnya ke kantonnya.
" ada apa" ucap Kristal
" apa kau begadang tadi malam untuk mengerjakan tugas itu?" tanyanya
" iya hehe" jawab Kristal seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" hmm kau memang murit yang rajin, pertahankan terus sikapmu ini" ucapnya
" baik pak" ucap Kristal merasa senang karna dosennya memujinya
Dosennya itu lalu kembali ke kursinya dan menunggu semua muritnya selesai mengerjakan tugas yang dia belikan, sebagai dosen dia terlihat cukup muda dan banyak murit-muritnya yang tertarik padanya. Namun sikap dinginnya membuat semua orang tidak berani dekat dengannya.
Hanya di dalam kelasnya saja dia berbicara cukup banyak sedangkan di luar kelas mungkin akan jarang orang melihatnya berbicara, setelah selesai mengajar dia langsung kembali ke ruangannya. Di antara semua murit hanya Kristal yang selalu mendapatkan perhatinnya, mungkin karna Kristal adalah murit baik dan pintar.
Sakin minteriusnya dosen itu, bahkan semua muritnya masih belum mengetahui namanya, saat awal mengajar dia hanya langsung bicara mengenai materi yang akan mereka pelajari bukan memperkenalkan diri. Walaupun begitu banyak murit-murit perempuan yang ingin di ajarkan olehnya, karna wajahnya yang tampan membuatnya disukai di kampus ini.
Kriatal juga sesekali merasa seperti yang teman-temannya pikirkan, bahwa dosennya itu memang cukup tampan. Tapi setelah melihat Arland enta kenapa Kristal merasa bahwa wajah Arland tak kalah tampan dari dosennya. Mungkin Arland akan mendapat perhatian yang lebih jika menjadi dosen di kampusnya.
Kristal saat memikirkan tentang Arland membuatnya tersenyum sendiri, dia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah memarah sekarang. Karna membanyangkan seorang laki-laki yang sudah perhatian padanya membuat Kristal tidak bisa jika tidak memikirkannya.
Wajanya yang memerah dilihat oleh Sherly yang terus memperhatikannya, tatapan bencinnya membuatnya seolah-olah akan langsung mendatangi Kristal. Sherly nampak tidak suka melihat Kristal yang tenga bahagia, melihat laki-laki yang tadi pagi mengantar Kristal membuat Sherly merasa marah.
' heh! Lihat saja Kristal aku tidak akan membuat kebahagianmu bertahan lama ' batinnya mulai melanjutkan mengerjakan soal di depannya.
__ADS_1
' jangan sampai kau memiliki hubungan dengannya, aku sudah lama mencarimu selama bertahun-tahun tidak mungkin aku menyerah hanya karna kau sudah ada yang punya, Kristal..' batin seseorang yang tengan melihat ke arah Kristal