Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Merebut kembali


__ADS_3

Ranti meringkuk kesakitan ketika Arland menendangnya cukup keras, tatapan dingin Arland membuatnya tidak berani bergeming, dia terus diam seperti tidak ada keberanian untuk bicara. Tapi jika dia diam dia benar-benar akan kehilangan rumah yang menjadi satu-satunya tempatnya berteduh, jadi dia langsung berdiri dan menghadap kedua orang itu.


" Kristal dasar kau tidak tau di diri! aku sudah merawatmu dari kecil hingga sekarang dan ini adalah balasanmu?!" Ucapnya


" tapi bibik seharusnya kau lebih tau apa yang terjadi padaku selama ini kan, selama ini aku hanya bisa diam menerima perlakukan kalian yang kau sebut ' baik' itu. Sekarang hanya karna aku memperlakukan mu sama sepertiku dulu kau malah mengeluh? Seharusnya kau terima saja, lagi pula aku tidak melakukan hal yang salah" ucap Kristal


' gadis ku sangat hebat, dia ternyata memiliki sisi lain seperti ini ' batin Arland merasa bangga


" tapi tetap saja aku sudah merawatmu sampai sebesar ini, kau harusnya tau rasa terimakasi padaku tapi kau malah melakukan hal ini!!" ucapnya tak menyerah


" apa kau yakin. Seharusnya aku mengatakan ini dari awal agar kau tidak merasa terlalu percaya diri karna sudah merawatku" ucap Kristal, dia lalu berjalan ke arah bibik pembantunya


" dialah orang yang selama ini perduli padaku dan merawatku dengan baik layaknya seorang ibu" ucapnya


" nona.."


" kau memang lebih cocok menjadi ibu tiri, dari dirimu itu tidak ada satupun yang pantas menyembutmu seorang ibu. Kau merawat kedua anakmu itu dengan caramu hingga membuat mereka sama sepertimu, sama-sama tidak tau diri!!" Ucap Kristal


" k-kau.." sudah tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya, dia tertunduk seperti baru saja menyadari kesalahannya, namun hal itu tidak diperdulikan kedua orang itu


Arland dan Kristal langsung masuk ke rumah di depan mereka tampa memperdulikan seseorang di belakang mereka. Kondisi rumah Kristal sangat rapi dan bersi karna setiap saat bibiknya itu selalu membersikannya.


" Arland aku benar-benar sangat berterimakasi padamu karna sudah membantuku mengambil rumah ini lagi, jika bukan karnamu mungkin aku tidak akan perna ada disini lagi" ucap Kristal


" tidak perlu mengatakan itu, ini adalah rumahmu dan akan tetap menjadi rumahmu" ucap Arland


" nona apa kalian memang hanya sebatas teman saja? Tapi aku merasa sepertinya hubungan kalian lebih dari pertemanan" ucap bibiknya


" yang bibik pikir itu benar, kami sudah menjadi sepasang kekasih" ucap Kristal


" wah syukurla aku senang untukmu nona" ucapnya


" bibik mulai saat ini panggil aku dengan namaku saja ya" ucap Kristal


" tapi.."


" bibik aku mohon" ucap Kristal


" baiklah, Kristal" ucap bibiknya, Kristal langsung menghampiri bibiknya dan memeluknya


" bibik mulai sekarang kau dan keluargamu tinggal la disini, saat aku tidak ada aku berharap bibik bisa mengurus rumah ini" ucap Kristal


" aku akan tetap menjaga rumah ini walaupun nona tidak mengatakannya, dan juga aku sangat berterimakasi karna nona menyuruku dan keluarga kecilku untuk tinggal disini, tapi bukannya aku mau menolak permintaanmu hanya saja aku lebih ingin menjaga rumah ini dari pada tinggal disini" ucap bibiknya


" baiklah bibik aku menghormati keinginanmu, tapi jika bibik ingin tinggal itu tidak masalah" ucap Kristal


" baik nona"


" aku akan menyuruh bawahanku untuk membuang barang-barang yang tidak di butukan" ucap Arland


" memangnya kau membawa bawahan, bukannya tadi kita hanya pergi berdua?" Tanya Kristal


Namun kemudian beberapa orang menerobas masuk ke dalam rumahnya, tampilan mereka terlihat sama bahkan tidak ada sedikitpun perbedaan. Mereka datang secara tiba-tiba membuat Kristal dan bibiknya merasa bingun dan terkejut.

__ADS_1


" bersikan barang-barang yang tak dibutukan dan buang semuanya" ucap Arland


" baik tuan!" Bawahannya langsung melaksanakan perintahnya


" dari mana mereka datang, bukannya tadi kita hanya berdua" ucap Kristal


" itu rahasia, sekarang kau lihat apa ada barang yang tidak perlu di buang" ucap Arland


" buang aja semuanya, barang-barang orangtuaku mereka simpan di gudang disini hanya barang mereka saja" ucap Kristal


" kalian dengar, buang semuanya!" ucap Arland


" baik!!"


Beberapa saat kemudian semua barang yang ada rumah itu sudah di buang bahkan sekarang Arland menyuruh bawahannya untuk mengambil perabotan milik orang tua Kristal. Kristal akan mengubah rumahnya persis seperti dulu saat orang tuanya masih ada, walaupun mungkin perabotannya sudah kumuh.


" Kristal apa kau yakin ingin menggunakannya, sepertinya semuanya sudah tidak layak digunakan" ucap Arland


" aku tau, tapi ini adalah barang-barang milik orang tuaku" ucap Kristal


" kita tetap akan menyimpannya di tempat yang aman, kau bisa melihatnya sesukamu. Tapi rumah ini aku akan mengisinya dengan perabotan yang masih baru agar kau bisa tinggal dengan nyaman disini" ucap Arland


" baiklah Arland" ucap Kristal mengiyakan pekataan Arland


Kemudian dia menyuruh bawahannya untuk mengembalilan semua barang itu ke tempat awal sebelum mereka mengambilnya, setelah itu dia membawa Kristal keluar dari rumah ini.


" kita akan berbelanja untuk mengisi rumahmu" ucap Arland


" baik"


" bibik kami akan pergi" ucapnya


" jaga dirimu nak" ucap bibiknya


Kristal dan Arland pun pergi, namun mereka penasaran apa Ranti masih ada di depan rumah atau sudah pergi. Saat melihatnya mereka sudah tidak menemukan keberadaanya, sepertinya dia sudah pergi saat Kristal dan Arland masuk ke rumahnya.


Disisi lain


Ranti yang sudah tidak mempunyai tempat tinggal pergi ke kampus anak-anaknya, dia membawa koper bersisi semua barang-barangnya yang sebelumnya telah dibuang oleh bawahan Arland.


Di depan kampus anaknya dia menyuruh satpam yang berjaga untuk segera memanggil kedua anaknya keluar.


" cepat panggil Sherly dan Mely keluar aku ingin bertemu dengan mereka" ucapnya


" siapa kau?" Tanya satpam itu


" aku adalau ibu mereka cepat panggil!" Ucap Ranti


" baik" satpam itu lalu pergi memanggil Sherly dan Mely.


Beberapa saat kemudian Sherly dan Mely keluar dan langsung menemui ibu mereka. Melihat kondisi ibu mereka yang nampak sangat kacau membuat kedua saudara itu bertanya-tanya.


Mereka menghampiri Ranti dan menanyakan alasan dia memanggilnya dan kenapa sekarang dia membawa koper di tangannya.

__ADS_1


" ada apa bu kenapa kau memanggil kami, dan juga kenapa ibu membawa koper ke luar rumah?" Tanya Mely


" nak rumah kita sudah di ambil, mereka mengambil rumah kita" ucap Ranti


" apa matsud ibu mereka siapa?" Tanya Sherly


" siapa lagi kalau bukan Kristal dan kekasinya" ucapnya


" apa! Jadi dia memang mengambil rumah kita kak" ucap Mely


" kenapa bisa mereka mengambil rumah kita bu, bukannya itu rumah yang ayahnya berikan kepada kita?" Tanya Sherly


" tenyata kita telah di bohongi, pemilik rumah itu yang sebenarnya adalah Kristal bukan kita" ucapnya


" dari mana ibu tau, apa mereka mempunyai bukti" ucap Sherly


" ya. Mereka mempunyai sertifikat rumah itu dan disana tertulis bahwa Kristal adalah pemilik rumah itu yang sebenarnya" ucap Ranti


" apa!!"


" jadi sekarang kita akan tinggal di mana kak, apa kita akan tinggal di jalanan?" Ucap Mely


" kalian tenang saja, setelah ini kita akan tinggal di rumah bibik kalian. Aku sudah menghubunginya, nanti dia akan menjemput kita untuk tinggal bersamanya " ucapnya


" matsud ibu bibik Stelah, kita akan tinggal bersamanya" ucap Mely senang


" ya"


" ibu aku pasti akan mengambil rumah kita kembali, sekarang kami masih ada kelas jadi ibu sebaiknya pergi lebih dulu ke rumah bibik" ucap Sherly


" baiklah nak" kemudian Ranti pergi dan kedua saudara itu kembali ke kelas mereka.


Malam


Mereka sudah menemukan perabotan yang cocok untuk mengisi rumah Kristal, para bawahan Arland mulai memasang semua perabotannya termasuk sofa dan meja makan.


Sekarang rumah Kristal nampak sangat baru, semua perbotan dirumahnya sudah sangat lengkap. Bahkan kamar Kristal juga diubah menjadi lebih layak dari sebelumnya. Arland juga menyuruh bawahannya untuk mengambil barang-barang Kristal yang ada di penginapan seperti buku dan lain-lain.


" jadi mulai sekarang kau akan tinggal disini?" Tanya Arland


" tentu saja Arland, memangnya kenapa?" Tanya Kristal


" bisakah kau tinggal dirumahku selama semalam saja, besok kita juga harus pergi ke bandara" ucap Arland


" emm baik kalau begitu malam ini aku akan tinggal di rumahmu" ucap Kristal


" baguslah, sekarang sudah malam ayok kita pulang" ucap Kristal


" baik" mereka pun pergi


Arland membawa Kristal masuk ke dalam mobilnya dan lalu dia menjalankanya, namun sedari tadi ada satu orang yang mengawasi mereka. Dia mempunyai niat yang belum jelas terhadap Kristal, tujuannya adalah hanya ingin melihat kondisi Kristal tapi kehadiran Arland membuatnya hanya diam mengawasi mereka.


Enta apa yang ingin dia lakukan, namun sepertinya dia tidak punya niat untuk mencelakai Kristal. Tatapanya itu terlihat tidak suka ketika Kristal bersama dengan Arland. Setelah mobil Arland sudah tidak terlihat, orang itu berbalik dan pergi.

__ADS_1


' Arland, jangan mengambil Kristal dariku ' batinnya


__ADS_2