
Hari ini begitu berat karna masalah yang datang ini begitu di luar dugaan, walaupun sudah selesai tapi ini akan terus di ingat. Berita pertunangan yang tiba-tiba muncul membuat beberapa orang merasa geram, apalagi orang yang dilibatkan dalam pertunangan itu.
Setelah Arland membatalkan perjodohan itu Raka langsung melakukan apa yang Arland suruh yaitu mendatangi si pembuat berita untuk segera menghapus berita yang dibuatnya. Bahkan sekarang orang-orang yang perna membacanya menuliskan komentar buruk pada si pembuat karna membuat berita yang tidak benar.
Arland yang membaca komentar itu terlihat puas karna sekarang tidak akan ada yang membicarakan tentang pertunangan itu lagi.
" kenapa kau senyum-senyum begitu, memangnya apa yang sebenarnya kau baca?" Tanya seorang gadis yang sedang membawakannya segelas kopi
" itu bukan hal yang penting" ucap Arland sambil manaruk handphonenya dan mengambil secangkir kopi yang kekasihnya buat
" bagaimana apa ada yang kurang?" Tanya Kristal berharap Arland menyukai kopi yang dia buat
" sempurnya" puji Arland
" baguslah kalau kau menyukai kopi buatanku" ucap Kristal senang
Setelah dia selesai memberikan Arland kopi, Kristal kembali ke tempat duduknya karna Arland menyuruhnya untuk bersamanya seharian ini. Dia terus melihat Arland yang sangat lihai mengerjakan pekerjaanya, dia selalu membolak balikan dokumennya seperti tidak mendapakan masalah saat mengerjakannya.
Namun perlahan-lahan Kristal merasa bosan terus duduk di sana, akhirnya Kristal berjalan ke arah jendela yang besar itu dan melihat seluru kota A dari sana.
Tiba-tiba handphonenya berdering membuatnya menoleh ke handphonenya yang masih ada di atas sofa, dia menghampirinya dan melihat siapa yang sedang menghubunginya.
" siapa?" Tanya Arland tampa mengubah pandangannya
" itu dosenku, aku pergi angkat dulu" ucap Kristal
" angkat disini saja" lanjutnya
" um baik" kemudian dia langsung mengangkatnya
" halo "
" Kristal aku ingin bertemu denganmu, apa sekarang kau sibuk? "
" tidak juga"
" baguslah, nanti aku kirim lokasinya"
" tapi kenapa ingin bertemu, apa ada masalah?"
" ya. Ini tentang mata pelajaran yang akan masuk di ujian nanti, sedikit ada perubahan jadi aku ingin membicarakan itu"
" baiklah pak, nanti kirim saja lokasinya saya akan segera datang"
" ya. Tapi jika bisa kau datangla sendiri karna ini berhubungan dengan soal ujianmu"
" um akan ku usahakan"
" baiklah sampai jumpa nanti "
" baik"
Tut tut tut..
" ada apa?" Tanya Arland
" um itu, tadi dosenku bilang ingin bertemu untuk membicarakan masalah soal yang akan keluar di ujian nanti, karna ada sedikit berubahan jadi dia ingin mengatakanya padaku" ucap Kristal
" kenapa harus bertemu, bukannya dia bisa langsung mengatakanya" ucap Arland
" um mungkin akan lebih baik jika mengatakannya secara langsung tidak dari telfon, lagi pula ini pertama kalinya dosenku menghubingiku mungkin ini memang sangat penting" ucap Kristal
" jadi kau akan bertemu dengannya berdua saja" ucap Arland
__ADS_1
" iya, apa.. boleh?" Tanya Kristal hati-hati
" tidak boleh, kau harus membawaku" ucap Arland sembari menutup dokumennya
" apa!? Tapi kenapa kau harus ikut, lagi pula kita hanya membicarakan soal ujian bukan hal yang lain" ucap Kristal
" jika hanya membicarakan itu seharusnya tidak masalah kan kalau aku ikut" ucap arlans
" ya terserah kamu saja Arland, walaupun aku melarangmu kau tetap akan ikut" ucap Kristal pasra
" jadi kapan kalian akan bertemu?" Tanya Arland
" aku masih belum tau, dia masih belum menggirim lokasinya" ucap Kristal melihat layar hpnya
" sebelum itu ayok kita makan dulu, aku sangat lapar" ucap Arland
" baik, tapi kita makan di resto yang ada di perusahanmu ya, aku ingin mencobanya" ucap Kristal
" ayok" Arland lalu membawa Kristal pergi
Beberapa saat kemudian
Saat ini Arland dan Kristal sedang menyantap makanan di resto yang ada di perusahan Arland, walaupun tidak semewah resto-resto lain tapi ini sudah cukup untuk membuat mereka berdua kenyang.
Enta kenapa Arland lebih sering makan diluar padahal di perusahaanya mempunyai resto yang tak kalah bagus dari yang lain, resto ini selalu menjadi tempat makan karyawan-karyawannya.
Di tenga-tenga makan mereka ada satu pesan yang tiba-tiba masuk, hal itu membuat Kristal harus mengeceknya dan menghentikan makannya. Ternyata pesan itu dari dosennya yang mengirim waktu dan lokasi pertemuan mereka, dia langsung memberitaukan ke Arland lokasinya.
" jam 20.00 di cafe yang ada di pucat kota, hem kenapa harus di cafe jika ingin membicarakan soal ujian kenapa tidak di kampus saja" ucap Arland mulai curiga dengan dosen Kristal
" mungkin ini sangat mendadak hingga dia harus mengatakan sekarang, lagi pula tadi pagi kan aku pulang duluan mungkin waktu itu dia sudah mengatakannya pada murit yang lain" ucap Kristal
" baiklah nanti kita ke sana, aku mana mungkin membiarkan gadisku malam- malam pergi dengan pria lain. Sebagai pasanganmu aku harus terus menjaga agar gadis kecilku ini tidak di goda orang" ucapnya
" sebaiknya kau cepat habiskan makananmu, setelah itu kita bersiap-siap untuk pergi karna sekarang sudah sore" ucap Arland
" iya" ucap Kristal
Malam
Sekarang mereka sudah berangkat menuju cafe itu, walaupun sepertinya mereka datang terlalu cepat. Namun sepertinya Arland sudah tidak sabar ingin bertemu dengan dosen Kristal. Ingin lihat apa yang akan dia bicarakan dengan kekasihnya, bisa-bisanya dia hanya ingin bertemu berdua saja dengan Kristal.
Setelah itu mereka sudah bisa melihat cafe itu dari kejauhan, cafe yang begitu ramai dengan pengunjung kebanyakan pasangan anak muda yang lagi berpacaran. Mobil Arland menjadi perhatian ketika sampai di cafe itu, banyak yang melihat mobilnya seperti sedang mengerumuni mobil artis.
Arland membuka pintu mobilnya dan langsung dikerumi orang-orang apalagi seorang wanita, namun setelah melihat Arland bersama Kristal segerombolan orang-orang itu mulai menjauh.
" sial ternyata dia bersama kekasihnya aku pikir dia belum punya pasangan" ucap seorang perempuan
" sudahlah kita pergi saja, untuk apa kita disini apa harus melihat kemesraan mereka" ucap seseorang lagi
Segerombolan orang yang kebanyakan perempuan itu mulai meninggalkan kerumunan, mereka mulai mengurus urusan mereka sendiri. Arland dan Kristal memasuki cafe itu dan mencari tempat duduk yang masih kosong, setelah itu mereka memesan minuman sambil menunggu dosen Kristal sampai.
" kita datang terlalu cepat Arland, ini masih jam 19.30" ucap Kristal sambil melihat jam di hand phonenya
" kalau begitu kita berkencan dulu sebelum dia sampai" ucap Arland
" berkencang? Kita kan dulu sudah perna berkencang apa perlu lagi?" Tanya Kristal
" tentu saja, tidak semua pasangan berkencang cuma sekali malahan bisa berkali-kali" ucap Arland
" tapi apa yang harus kita lakukan, kita sudah mengenal satu sama lain apa yang perlu kita bicarakan" ucap Kristal
" aku juga tidak tau, sudahlah kita tunggu dia saja" ucap Arland mulai membuka hand phonennya
__ADS_1
" dasar Arland kau malah sibuk sendiriii" ucap Kristal kesal
Kemudian mereka mendengar suara perempuan berteriak dari luar, teriakan yang sama seperti saat Arland keluar dari mobilnya. Mereka terus mendengar mereka mengatakan 'tampan sekali ' hingga berkali-kali, suara mereka sangat menganggu Arland hingga dia terlihat marah.
" berisik sekali!" Ucapnya
" sepertinya ada yang datang hingga membuat mereka seperti itu" ucap Kristal melihat ke arah kerumunan di luar
Namun kemudian ada satu orang yang masuk ke cafe itu dan mendatangi tempat duduk Kristal dan Arland, orang itu langsung duduk di samping Kristal.
" maaf aku terlambat, apa kalian sudah menunggu lama" ucapnya
" eh tidak juga, kami saja yang datang terlalu cepat" ucap Kristal
" apa kau adalah dosennya!?" Tanya Arland
" ya" jawabnya sambil melepas jaketnya
' apa dia seorang dosen? Umurnya terlihat sama denganku ' Batin Arland terus memperhatikan dosen Kristal
" oh iya aku membawah Arland apa tidak masalah" ucap Kristal merasa tidak nyaman
" itu tidak masalah" ucapnya yang sudah melepas jaketnya
" jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan kekasihku" ucap Arland memulai pembicaraan
" sebelum itu perkenalkan namaku Allrat, kita memiliki nama yang hampir sama presdir Arland" ucapnya mengangkat tangannya berusaha berjabat tangan dengan Arland
' apa! ternyata namanya adalah Allrat, aku baru tau 'batin Kristal
" kebetulan sekali nama kita mirip, tapi sepertinya kita masih memiliki banyak perbedaan" ucap Arland membalas jabatan tangan Allrat dengan tatapan penuh arti
" k-kalian cepat duduk banyak yang ngeliat lo" ucap Kristal
Setelah itu mereka melepas jabatan tangan itu dan kembali ke obrolan, kemudian Allrat mulai membicarakan tentang masalah soal yang dia katakan tadi sore dan Kristal hanya mendengarkannya dengan seksama.
Kesibukan mereka hingga mengabaikan kehadiran Arland bisa saja membuat pria berambut coklat itu curiga. Arland mulai merasa bahwa dosen Arland mempunyai rahasia yang tidak dia ketahui, enta kenapa tapi Arland merasa begitu.
Hanya meminta satu murit untuk membahas soal ujian itu sudah membuat Arland curiga, apalagi jika mereka hanya berdua saja mungkin akan terjadi sesuatu. Memang Kristal tidak merasa begitu, tapi Arland sebagai laki-laki tau apa yang dipikirkan sesama laki-laki jika bersama seorang gadis berdua saja.
Dia terus memperhatikan mereka yang serius membicarakan tentang soal ujian itu hingga sesuatu membuat Arland tidak senang, dimana sekarang kursi Allrat terlihat semakin dekat dengan Kristal.
" ini sudah malam apa masih belum selesai!?" Ucap Arland mulai berdiri dari kursinya
" tapi ini masih jam 21.39 ini masih belum terlalu malam Arland" ucap Kristal
" tetap saja kau harus cepat tidur, lebih baik kalian lanjutkan membicarakan ini di kampus saja" ucap Arland sambil menarik tangan Kristal keluar dari cafe itu
" Arland kau kenapa?" Tanya Kristal tidak mengerti
" aku tidak suka melihatmu bersamanya, dia seperti berusaha dekat denganmu saat kau sibuk mendengarkan penjelasanya" ucap Arland
" tapi kan kita hanya membicarakan soal ujian, tidak ada alasan lagi selain itu" ucap Kristal
" tetap saja, lain kali jika dia ingin bertemu lagi denganmu kau harus memberitauku dulu" ucap Arland
" huff baiklah" ucap Kristal
Arland lalu membukakan pintu mobilnya agar Kristal bisa langsung memasukinya tampa harus membukaknya sendiri. Dia lalu mulai menjalankan mobilnya, namun sebelum itu dia melihat ke arah cafe itu di mana sekarang Allrat juga sedang memperhatikan mereka.
" dia mencoba menjaukan Kristal denganku, lihat saja" ucap Allrat sambil terus memperhatikan mereka pergi
' liat saja jika kau berani mengambil Kristal dariku, kau akan menyesalinya 'batin Arland mulai menjalankan mobilnya.
__ADS_1