Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Rasa khawatir


__ADS_3

Setelah kelasnya berakhir Kristal merapikan bukunya dan bermaksud langsung pergi dari kelasnya, namun tiba-tiba Arllat datang padanya dan menyuruhnya untuk ikut dengannya. Dia sebagai murit yang baik langsung mengikuti Arllat tampa bertanya alasan Arllat menyuruhnya ikut.


Dia jadi ingat dengan yang Arland katakan untuk menjauh darinya, namun sepertinya itu akan sulit bagi Kristal untuk melakukannya.


Kristal terus mengikuti Arllat hingga sampai di depan sebuah ruangan, Arllat langsung memasukinya dan dengan ragu Kristal juga mengikutinya. Di sana Arllat menyuruhnya untuk duduk di sofa yang sudah di sediakan, sedangkan Arllat pergi untuk mengambil sesuatu untuk Kristal makan.


Setelah beberapa saat, arllat kembali dengan membawa dua gelas yang berisi teh dan sepiring cemilan untuk menemani mereka.


" minumla" ucapnya menyodongkan segelas teh ke arah Kristal, Kristal menerimanya


" terimakasi, pak" ucapnya sembari menerima gelas teh tersebut


" sekarang kita tidak sedang ada di kelas jadi kau panggil namaku saja" ucap Arllat sembari meminum teh yang dia buat


" itu.. apa ada yang ingin kau katakan padaku?" Tanya Kristal


" ya" ucap Arllat lalu dia menaruk teh itu di atas meja


" aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu" Arllat lalu mengambil sesuatu yang ada di kantong jasnya


" apa yang kau maksud adalah foto masa kecilku yang kau simpan" ucap Kristal


" kau tau!?" Ucap Arllat terheran-heran


" eh ya... Waktu itu aku tidak sengaja melihatnya jadi aku tau" ucap kriatal sembari melihat ke arah lain


" baguslah kalau kau sudah tau, kau pasti penasan kenapa aku menyimpan fotomu kan" ucap Arllat yang tidak jadi mengambil foto itu


" aku memang ingin tau alasannya, aku berharap kau mengatakan dengan jujur padaku" ucap Kristal


Arllat lalu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela sambil melihat hari yang sudah mau berganti malam. Dia terlihat mempesona jika dilihat dari posisi seperti itu, wajahnya yang menawan begitupun rambutnya yang bergerak seirama dengan angin, siapapun yang melihatnya pasti akan terposan bahkan Kristal juga demikian.


Wajahnya memerah saat melihat Arllat, tampangnya itu jika Arllat melihatnya pasti akan membuatnya berfikir bahwa Kristal menyukainya. Dia memalingkan wajahnya agar Arllat tidak melihat wajahnya yang memerah, kemudian Arllat menghampirinya tepat di depan Kristal.


" Kristal" panggi Arllat


Kristal langsung menengok ke arahnya namun seketika tatapan mereka bertemu, Arllat begitu dekat hingga membuat pipi Kristal kembali memerah. Kristal menyembunyikan wajahnya menggunakan kedua tangannya, ini kedua kalinya dan di waktu yang sama dia seperti ini saat melihat Arllat.


" kau kenapa, pipihmu memerah" ucapnya seolah-olah dia tidak tau alasannya


" b-bukan apa-apa, aku hanya sedikit kepanasan" ucap Kristal berusaha tenang


" baiklah aku akan menjelaskan semua yang perna terjadi di antara kita, aku berharap kau akan mengingatnya Kristal" ucapnya

__ADS_1


" apa kita perna bertemu sebelumnya sebelum aku mengenalmu di kampus ini?" Ucapnya merasa ingat sesuatu


" ya kita sudah kenal lama, sejak masih kecil kita sudah bersama-sama, apa kau mengingatnya" ucap Arllat berharap masih bisa membuat Kristal mengingat dirinya


" kenapa aku merasa begitu akrap jika di pikir-pikir, apa kita memang sudah kenal lama?" Ucapnya bingung


" kita sudah kenal lama Kristal, aku disini hanya ingin membutmu mengingat dengan janji yang perna kau katakan padaku" ucap Arllat


" janji? Apa aku perna menjanjikan sesuatu?" Ucapnya


Kemudian puntu terbuka dengan keras dan muncula seseorang yang langsung menarik Kristal ke dalam pelukannya. Orang itu adalah Arland, dia sudah lama menunggu Kristal di luar namun Kristal belum kunjung muncul. Saat itu dia merasa bahwa Kristal sedang bersama Arllat karna itu dia buru-buru datang ke ruangan Arllat hingga dia ada disini.


" kau sudah keterlaluan!!" Ucap Arland


" Arland kau kenapa disini?" Tanya Kristal


" tentu saja karna aku khwatir padamu karna tidak kunjung muncul padahal aku sedang menunggu di luar" ucap Arland tampa mengubah pandangannya ke arah Arllat


" kau datang di waktu yang tidak tepat, kenapa? Apa karna kau takut setelah Kristal mengetahui semuanya dia akan meninggalkanmu?" Ucapnya tersenyum sinis


" aku tidak berfikir begitu, aku hanya merasa bahwa Kristal tidak perlu mengetahuinya karna sekarang dia sudah mempunyai diriku" ucap Arland


" kau terlalu percaya diri. Lihat Kristal dia terlihat bingung karna kau memotong pembicaraan kami, dia juga ingin tau alasan aku mempunyai fotonya saat dia masih kecil" ucap Arllat


" sebenarkan apa yang kalian bicarakan jangan membuatku bingung, Arland apa yang membuatmu begitu tidak ingin aku mendengarkan penjelasannya. Apa kau sudah mengetahuinya jadi tidak ingin aku tau?" Ucap Kristal


" bukan begitu, aku hanya berfikir kamu tidak perlu mengetahuinya. Lebih baik kita kembali" ucapnya lalu membawa Kristal keluar, sedangkan Arllat hanya menatapnya dari belakang


" lihat saja, hari ini kau bisa menghentikan Kristal untuk mengetahuinya tapi nanti aku yakin setelah Kristal tau dia akan meninggalkanmu dan pergi besamaku" ucap Arllat.


Di mobil


Setelah Arland membawa Kristal pergi, dia tidak mengatakan apa-apa selain hanya fokus mengendarai mobilnya agar cepat sampai ke rumah mereka. Setiap jalan yang mereka lalui Arland merasa sedikit khawatir, jika dia terlambat sedikit tidak tau apa di sampingnya masih ada dia.


Tapi seharusnya dia yakin bahwa Kristal tidak akan meninggalkannya walaupun dia sudah bertemu teman lamanya. Tapi enta kenapa saat dia melihat Kristal bersama Arllat dia merasa tidak senang, apalagi Arllat terus berusaha mengambilnya darinya. Kekhawatirannya membuatnya hampir menabrak mobil yang ada di depannya, itu membuatnya mengerem mobilnya secara mendadak.


" Arland hati-hati!! Ada apa denganmu!?" Ucap Kristal


" maafkan aku, aku sepertinya tidak fokus" ucap Arland menyentuh kepalahnya


" kau kenapa apa kau baik-baik saja?" Tanya Kristal khawatir


" tidak papa, aku hanya mengkhawatirkan sesuatu" ucapnya kembali menjalankan mobilnya

__ADS_1


" apa karna tadi, Arland jangan khawatir aku tidak akan meninggalkanmu walaupun kebenaran apapun itu" ucap Kristal menyentuh pipi Arland


" aku tau, tidak seharusnya aku menghawatirkan sesuatu yang tidak pasti" ucap Arland menyentuh tangan yang ada di pipinya


" sudah lebih baik kau fokus ke jalan jangan sampai kau menabrak sesuatu lagi, kau bisa membuatku jantungan di usiaku yang masih muda" gerutu Kristal


" ya ya aku akan lebih hati-hati" ucap Arland


" oh iya kau sudah janji kan akan mengajariku, kapan kau akan melakukannya" ucap Kristal


" jika kau ingin aku mengajarimu, malam ini kau harus tinggal bersamaku lagi, bagaimana?" ucapnya


" hmm baiklah" jawab Kristal


Setelah itu Arland mengemudikan mobilnya menuju rumahnya, setelah Kristal mengatakan itu perasaannya mulai merasa tenang. Memang tidak seharusnya dia mencemaskan sesuatu yang belum pasti, seharunya dia percaya bahwa Kristal tidak akan perna meninggalkannya.


Rumah besarnya sudah terlihat dari kejauhan, gerbang yang menghalanginya menuju rumahnya terbuka perlahan-lahan. Orang yang mempunyai rumah itu langsung memarkirkan mobilnya dan turun bersama pasanganya. Sambil bergantengan tangan mereka berdua bersama-sama memasuki rumah besar tersebut.


" hari sudah mau malam sebaiknya kau pergi bersikan dirimu dan turun untuk makan. Setelah itu datanglah ke kamarku, aku akan mengajarimu mata belajaran yang aku janjikan" ucap Arland


" benarkah" ucap Kristal senang


" iya" ucap Arland sambil menjentik dahi Kristal


" baiklah aku akan kembali ke kamarku, nanti kau harus mengajariku dengan benar ya" ucapnya kemudian dia pergi ke kamarnya


" gadis kecilku ini tidak akan aku biarkan seseorang merebutnya, aku tidak akan diam lagi" ucap Arland sambil melihat Kristal yang buru-buru ke kamarnya


Di vila Arllat


Arllat sekarang tengah ada di ruang kerjanya sambil melihat layar hpnya karna dia ingin menghubungi seseorang. Dia mencari nomer hp orang yang akan dia hubungi, untuk membuat orang yang di cari selama bertahun-tahun kembali bersamanya, Arllat sudah memikirkan caranya.


Jika ada yang menghalangi dia untuk mendapatkan Kristal, dia hanya perlu membuat orang itu pergi dengan sendirinya. Cara yang akan dia gunakan mungkin cukup kejam untuk orang yang dia sayang, tapi dengan begini dia akan bersamnya lagi setelah sekian lama.


" halo" ucapnya pada seseorang yang dia hubungi


" rencana yang kau katakan waktu itu lakukan segera, aku akan melihat hasilnya nanti" ucapnya kemudian dia langsung mematikan telfonnya


Arllat sebagai profesor termuda sudah berpengalaman dalam kondisi seperti ini, namun dia selalu bisa mengatasinya dengan caranya sendiri. Ada banyak orang yang sangat menganguminya, orang-orang selalu berusaha membuatnya bekerja sama dengan mereka, namun ada satu hal yang membuatnya menjadi seperti ini.


Tentu saja karna seorang gadis yang dia cari selama bertahun-tahun yang telah membuatnya bekerja keras hingga menjadi profesor termuda. Sekarang dia sudah dekat dengannya tidak mungkin dia menyerah bergitu saja hanya karna gadis yang dia cari sudah mempunyai pasangan.


Dia melihat foto yang selalu dia simpan di kantonya, senyumannya selalu terpancar jika melihat waja manis gadis yang dia sayang.

__ADS_1


" Kristal kau hanya boleh hidup bersamaku, aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilmu lagi dariku" ucapnya


__ADS_2