Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Kedatangan seorang teman


__ADS_3

Besoknya


Karna hari ini Arland harus pergi ke bandara untuk menjemput temannya, dia pagi-pagi sudah bersiap-siap untuk pergi walaupun sepertinya Kristal masih belum siap. Arland datang ke kamarnya dan mengetuk pintunya, jika dia tidak membangunkan Kristal mungkin dia bisa saja terlambat dan nanti temannya itu akan mengomelinya.


Arland tidak ingin menganggu Kristal karna ini adalah hari liburnya, tapi dia sudah bilang akan mengajaknya tidak mungkin dia mangabaikan janjinya. Akhirnya dia mengetuk pintu kamar Kristal untuk menyuruhnya cepat bersiap-siap, walaupun dia sudah mengetuknya beberapa kali tapi tidak ada yang membukaknya sama sekali.


Dia mencoba membuka pintunya dan begitu terkejutnya karna pintunya sama sekali tidak di kunci. Alhasil dia langsung memasukinya tampa mengatakan dulu pada pemilik kamar. Arland melihat Kristal masih tertidur dengan pulasnya bahkan satu bantalnya sampai terjatuh ke lantai.


Arland terlihat begitu heran dengannya, dari pintu yang tidak dia kunci yang bisa saja membuat seseorang masuk ke kamarnya dia sama sekali tidak memperdulikannya, sekarang melihat cara tidurnya ini semakin membuat Arland tidak mengerti.


Apa sebenarnya dia memiliki kekasih seorang anak kecil?


Arland langsung mulai membangunkan Kristal, jam sudah menunjukan pukul 7 pagi dan teman Arland sampai di jam 09.00. Perjalanan mereke ke bandara akan memakan waktu satu jam, apalagi saat ini Kristal masih belum bersiap-siap.


" hei bangun, apa kau tidak mau ikut denganku?" Ucap Arland sambil menepuk pipi Kristal dengan pelan


" umm~" Kristal masih saja tidak bangun dia malahan mengubah posisi tidurnya menjadi membelakangi Arland


" astaga, sampai kapan kau akan tidur, jika kau belum bangun juga aku akan meninggalkanmu" ucap Arland


Dan tidak ada respon dari Kristal, Arland membuang nafasnya dengan kasar ketika melihat orang di depannya tidak memperdulikannya. Akhirnya kesabaran Arland menghilang, dia langsung menggendong Kristal walaupun Kristal masih belum bangun, Arland langsung membawa Kristal ke kamar mandi dan menurunkannya di bak mandi dengan pelan.


" hah!? Aku dimana kenapa begitu dingin??" Ucapnya bertanya-tanya ketika merasa tubuhnya sangat dingin


" sudah bangun? Bagus sekarang cepat mandi dan bersiap-siap!" Ucapnya


" hei apa yang kau lakukan, apa kau yang membawaku kesini!" Ucap Kristal


" ya" jawab Arland cepat


" kenapa!? Padahal tadi aku sedang mimpi makan makanan yang banyak, kau menganggunya" ucap Kristal terus mengomel


" owh jadi ternyata kau sedang memimpikan makanan ya sampai lupa hari ini kita harus pergi ke bandara" ucap Arland


" eh! Apa sudah pagi? Aku tidak ingat" ucap Kristal


" ini sudah pagi dan kau masih belum bersiap-siap, saat aku membangunkanmu kau malah mengomel karna aku sudah menganggu mimpi indahmu" ucap Arland


" hehehe aku tidak ingat hari ini kita harus ke bandara, lagi pula aku tidak terbiasa bangun pagi-pagi di hari minggu" ucap Kristal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" dasar, sudahlah kau cepat bersiap-siap aku akan menunggu di bawah" ucap Arland


" oh iya, bajumu sudah di siapkan kau pakai nanti" ucap Arland sebelum pergi


" ya"


lalu Arland pergi dari sana dan meninggalakan Kristal.


Beberapa saat kemudian


Akhirnya Kristal selesai bersiap-siap dan langsung menghampiri Arland yang sudah menuggunya. Dia mengikat rambutnya dan membiarkan beberapa helai rambut tidak di ikat di samping kedua kelinganya. Dia juga memberi sedikit hiasan yang menghiasi rambutnya membuat menampilannya ini sangat cantik walaupun terlihat sederhana.


Kristal langsung menghampiri Arland yang juga sedang menatapnya, mungkin karna dia pertama kalianya melihat Kristal yang mengikat rambutnya. Cantik yang dia pikirkan saat pertama melihat penampilan Kristal, dia dibuat tidak berkedip ketika Kristal datang menghampirinya.


" ayok Arland, kita berangkat" ucap Kristal


" ah! Iya, ayok berangkat" ucap Arland tersadar dari lamunannya


Mereka kemudian berangkat ke bandara dan sepertinya mereka akan sampai tepat waktu, sekarang masih jam 07.50 dan mungkin setelah mereka sampai pesawat yang di tunggangi teman Arland juga mendarat.


Setelah beberapa saat Arland dan Kristal sampai di bandara dan mereka langsung pergi ke tempat orang-orang menungggu pesawatnya mendarat dan benar saja, tak lama kemudian pesawat yang teman Arland tunggangi sampai dan mendarat.

__ADS_1


Arland dan Kristal menunggu orang yang akan mereka jemput mendatangi tempat mereka, mereka melihat banyak orang-orang yang baru turun dari pesawan pergi mendatangi keluarga mereka yang sudah menunggu. Kemudian ada satu orang yang menjadi perhatian Arland, orang itu datang menghampiri mereka sambil membawa koper yang cukup besar.


Setelah itu orang yang sedari tadi terus diperhatikan Arland langsung menghampirinya sambil memperlihatkan senyumannya, dia melambaikan tangan ke arah Arland namun Arland tidak membalasnya. Orang itu seperti sudah tau ini akan terjadi, jadi dia menurunkan tangannya dan terus berjalan ke arah Arland dan Kristal.


" hei Arland, lama tidak bertemu kau tidak banyak berubah ya" ucapnya


" kau juga tidak berubah, masih sama seperti dulu" ucap Arland


Orang itu lalu melihat ke arah Kristal


" apa dia calon kakak iparku, ternyata dia lebih muda dari yang aku pikirkan" ucapnya


" a-apa kakak ipar.." ucap Kristal


" iya kau kan calon istri Arland, dia sudah kuanggap sebagai kakakku berarti kau nanti juga akan menjadi kakak iparku kan" ucapnya


" tapi panggilan itu aku tidak terbiasa mendengarnya, lagi pula umurku sepertinya ada dibawahmu tidak cocok jika kau memanggilku begitu" ucapnya


" kau harus membiasan diri, aku setuju jika dia memanggilmu begitu" ucap Arland


" Arland.."


" oh iya, namaku Leon salam kenal kakak ipar" ucap Leon sambil mengangakat tangannya mencoba bersalaman dengan Kristal


" salam kenal juga, namaku Kristal" ucap Kristal membalas salaman tangan Leon


" ehem" gumang Arland ketika mereka belum selesai bersalaman


" oh iya kakak ipar, apa makanan favoritmu nanti akan ku belikan" ucap Leon buru-buru melepas tangannya


" aku menyukai puding coklat" ucap Kristal


" sudah jangan bicara lagi, ayok pulang" ucap Arland sambil merangkul pinggang Kristal


Mereka pun pergi ke arah mobil Arland karna orang yang akan mereka jemput sudah tiba dan sekarang waktunya mereka kembali. Didalam mobil, Leon terus mengajak ngobrol Kristal dan Kristal terlihat sangat senang saat Leon bicara dengannya, meRaka baru bertemu tapi sudah seakrap ini.


Tapi keakrapan mereka membuat Arland tidak senang, dia terus melirik ke arah kaca dimana dia melihat Leon terus mengajak Kristal bicara.


" apa kalian bisa diam! Aku jadi tidak bisa fokus" ucap Arland


" baiklah, Leon sebaiknya setelah ini kau istirahat saja kau pasti lelah kan setelah perjalanan jauh" ucap Kristal


" kakak ipar sangat perhatian, aku jadi ingin punya pacar seperti kakak ipar" ucap Leon


" haha kau sangat lucu" ucap Kristal


" kau akan tinggal di mana setelah ini?" Tanya Kristal


" apa aku boleh tinggal bersama kalian, kalian tinggal bersama kan" ucap Leon


" tentun saja-"


" tidak boleh! Kau cari saja penginapan jangan tinggal di rumahku" ucap Arland


" kenapa, kakak ipar saja setuju kenapa kau malah melarangku" ucap Leon


" karna itu adalah rumahku, terserah aku jika tidak membiarkanmu untuk tinggal, lagi pula kau bisa tinggal di tempat lain kan" ucap Arland


" Arland kenapa kau bicara begitu, apa kau tega membiarkannya mencari tempat tinggal padahal dia baru sampai, dia harus istirahat kan" ucap Kristal


" iya benar kata kakak ipar" ucap Leon

__ADS_1


" sudah cukup!" Kemudian Arland menghentikan mobilnya dan menyuruh Leon untuk keluar dari mobilnya


" cepat keluar!" Ucap Arland


" hah! Kenapa aku" ucap Leon


" aku bilang keluar!" Bentak Arland, Leon langsung menurutinya begitu saja, dia membawa kopernya dan keluar dari mobil Arland


" Arland! Kenapa kau begitu" ucap Kristal


" lebih baik dia tinggal di luar dari pada terus mengangguku, aku sangat tidak senang ketika kau terus bicara dengannya, lebih baik kalian tidak akrap dari pada seperti itu di dekatku" ucap Arland


" apa.. kau cemburu" ucap Kristal tersenyum


" ya! Aku sangat cemburu kau tau" ucapnya menatap ke arah Kristal


" jangan cemburu Arland, kau terlihat sangat lucu ketika cemburu" ucap Kristal


" sudahlah, jangan menghiburku aku sangat marah" ucapnya ngambek


Arland mulai menjalankan mobilnya dan meninggalkan Leon yang terlihat bingung harus kemana.


" jika aku tau akan seperti ini, lebih baik aku tidak banyak bicara tadi" ucap Leon menyesal


Dia pun pergi enta kemana.


Kristal terus berusaha membuat Arland agar tidak marah lagi padanya  walaupun tingka Arland itu membuatnya gemes tapi tatap saja jika dia seperti itu terus akan sulit nantinya. Dia selalu bertanya apa yang akan membuat Arland berhentih marah tapi Arland terlihat lebih fokus ke jalan.


" Arland jangan marah lagi ya, kau dari tadi tidak bicara itu menbuatku sedih" ucap Kristal masih berusaha


" ..." namun Arland masih belum menjawabnya


" Arland katakan padaku apa yang akan membuatmu berhentih marah, aku akan melakukan apapun agar kau bisa berhenti marah padaku" ucap Kristal


Namun Arland tiba-tiba melihatnya dan memberinya senyuman licik, itu membuat Kristal merinding.


" kau jangan menyesal nanti" ucapnya sambil terus melihat ke jalan


' aku merasakan firasat buruk ' batinnya


Setelah itu waja Arland terlihat tidak marah lagi, malahan dia sering mununjukan senyuman yang terus membuat Kristal merinding saat melihatnya. Setelah itu mobil yang mereka tunggangi sampai di rumah besar Arland, Arland langsung memakirkan mobilnya dan bersiap untuk turun.


" ayok turun" ucapnya


" b-baik" Kristal lalu mengikutinya


Setelah turun dari mobil enta kenapa Arland malah pergi lebih dulu ke rumahnya, Kristal hanya mengikutinya berharap nanti tidak terjadi apa-apa. Arland pergi ke dapur dan mengambil sebuah minuman yang langsung dia minum di tempat, Kristal terlihat terus memperhatikannya karna saat turun dari mobil Arland sama sekali tidak mengatakan apa-apa, kemudian Kristal menghampirinya.


" Arland" pangginya


" hm" gumang Arland


" apa kau masih marah?" Tanya Kristal


Arland berhenti meminum minuman itu dan manaruknya kembali, kemudian dia menghampiri Kristal dan membisikan sesuatu.


" lihat saja nanti malam" bisiknya kemudian dia pergi ke kamarnya


" apa yang tadi dia katakan, apa nanti akan terjadi sesuatu" ucapnya mulai khawatir


Kristal pergi ke kamarnya karna tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini kecuali kembali ke kamarnya, perkataan Arland tadi masih membuat Kristal bingung dan khawatir. Walaupun dia sendiri yang bilang akan melakukan apapun agar Arland tidak marah lagi, tapi tidak dia menyangkah perkataanya akan membuatnya dalam masalah.

__ADS_1


__ADS_2