Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Tidak sesuai harapan


__ADS_3

Dirumah lama Kristal


Setelah Sherly dan Mely sampai dirumahnya mereka langsung buru-buru menemui ibu mereka untuk menceritakan apa yang sudah terjadi pada mereka. Sherly langsung mengadu kepada ibunya tentang yang terjadi hari ini walaupun itu tidaklah seperti yang mereka katakan. Sherly langsung menangis dan menceritakan semua, dengan ektingnya yang hebat dia menangis seperti dia adalah korbannya.


Wajahnya yang memerah karna tamparan Arland membuat ektingnya semakit terlihat nyata, sang ibu ketika melihat wajah anaknya memar tentu saja itu akan membuatnya khawatir.


" Sherly apa yang terjadi dengan wajahmu?" tanya ibunya seraya menghampiri anaknya


" huuu~ ibu lihat apa yang Kristal lakukan padaku" ucapnya sambil menyentuh pipinya


" apa yang terjadi, apa Kristal yang melakukannya ini padamu!?" Tanya Ranti


" iya bu Kristal yang melakukannya, sekarang dia jadi berani sejak keluar dari rumah ini" ucap Sherly


" dasar anak tidak tau diri! beraninya dia menyukai anakku" ucap Ranti


" ibu jika tidak percaya bisa tanyakan pada Mely, dia juga ada disana melihat semuanya" ucap Sherly


" iya ibu Kristal yang melukai kakak, aku melihatnya sendiri" ucap Mely semakin membuat kebohongan Sherly terlihat seperti kebenaran


" aku tentu saja percaya padamu nak, anak itu jika tidak di beri pelajaran akan semakin berani!" ucap Ranti


" ibu kau harus memberinya pelajaran, dia menjadi keterlaluan hanya karna dia mempunyai seorang yang kaya dibelakannya" ucap Sherly


" matsudmu?" Tanyanya


" pria yang waktu itu datang kesini untuk mencarinya ternyata dia itu adalah kekasihnya. Enta trik apa yang di lakukan perempuan j*lang itu hingga mendapatkan pria kaya seperti dia" ucap Sherly


" ibu pria itu bahkan mempunyai mobil keluaran terbaru, tadi pagi kami melihatnya saat mengantar perempuan itu" ucap Mely


" aku menginginkan pria seperti itu juga buu" ucap Sherly menangis sambil menarik tangan ibunya


" apa kau menyukainya?" Tanya ibunya


Sherly menganguk, setelah Sherly tau bahwa laki-laki itu adalah orang kaya dia jadi ingin memilikinya.


" tenang saja nak, nanti akan kubuat dia tertarik padamu" ucap Ranti


" banarkah, apa ibu janji" ucapnya berharap


" tentu saja nanti kau akan mendapatkan pria yang kau mau, selain itu aku tidak akan membiarkan anak itu mendapatkan semuanya" ucap Ranti


" terimakasi ibu, aku sangat menyayangimu" ucapnya kemudian dia memeluk ibunya


" ibu apa nanti ibu akan memberi Kristal pelajaran, jika kita membiarkannya dia akan semakin berani" ucap Mely


" kalian tenang saja semuanya akan ku atur, sebaiknya kalian cepat kembali ke kamar kalian dan bersikan diri, ini sudah malam" ucap Ranti


" baik bu kami kembali ke kamar dulu" ucap Sherly, dia lalu menarik adiknya untuk mengikutinya


Di kamar mereka


" kak tadi apa ektingku bagus?" Tanya Mely

__ADS_1


" sangat bagus, kau sangat hebat" ucap Sherly


" kak nanti kalau kau sudah mendapakan kakak tampan itu, jangan lupakan adikmu ini ya" ucapnya


" tentu saja, bagaimana mungkin aku melupakan adik semanis dirimu" ucap Sherly


" kak ayok kita mandi aku sangat gerah" ucap Mely


" kau bisa mandi duluan, nanti aku akan mandi setelah mu" ucapnya


" baik" setelah itu Mely buru-buru masuk ke kamar mandi


" lihat saja Kristal, aku akan merebut semua yang kau punya bahkan kekasihmu" ucap Sherly


Di penginapan Kristal


Jam di kamarnya sudah menunjukan puluk 18.30 Kristal langsung buru-buru bersiap-siap karna dia tau Arland akan segera datang menjempunya. Sebelumnya dia sudah mengoleskan sebuah obat ke pipinya dan itu membuat pipinya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kristal memilih baju yang ada di lemarinya setelah selesai dia membersikan diri, namun dia merasa semua baju di lemarinya tidak cocok untuk dia pakai di kencang pertamanya ini.


" aduh aku pakai yang mana ya semua bajuku tidak ada yang cocok untuk ku pakai malam ini" ucapnya bingung


" aku harus cepat, Arland akan segera sampai" ucapnya marasa cemas


Namun diselah-selah kesibukannya dia mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya, dia pikir itu Arland jadi dia buru-buru membuka pintunya. Namun saat dia membuka pintu, dia melihat satu orang dengan pakayan rapi dan kacamata hitam sedang berdiri di depannya, orang itu membawa sesuatu di tangannya.


" k-kau mencari siapa?" Kristal memberanikan diri untuk bertanya


" aku kau nona Kristal?" Tanyanya kemudian


" ya, apa kau mencariku?" Ucap Kristal lagi


" apa Arland yang menyuruhmu" ucap Kristal


" ya" jawabnya cepat, seketika Kristal langsung mengambil barang yang dia berikan


" kalau begitu selamat tinggal" orang itu langsung berbalik dan pergi


Setelah itu Kristal menutup pintunya dan membuka kotak yang tadi orang itu berikan padanya, kotak itu dihias begitu cantik seperti hadia ulan tahun. Kristal menyentuh pita yang menghiasi kotak itu dan kemudian Kristal mulai membukak isinya karna dia sudah sangat penasaran, namun saat membukanya dia malah melihat sebuah gaun yang sangat cantik.


" cantik sekali" ucap Kristal, dia lalu mengambil gaun itu dan melihatnya dari atas sampai bawa


" Arland bisa saja tau aku sedang kesulitan mencari baju yang akan kupakai, dia mengirimku gaun yang sangat cantik" ucap Kristal


" akan akan mencobanya dan melihat apa gaun ini cocok untukku" ucapnya lalu memakai gaun yang ada di tangannya


Gaun itu di hiasi bunga di bagian pinggang dan permata yang menghiasi diseluruh bagianya, gaun itu hanya sepanjang lututnya dan membuatnya memperlihatkan kakinya yang panjang. Apalagi warna gaun itu begitu pas untuk Kristal, warna putih yang cerah dan permana yang menghiasinya berwarna merah muda begitupun bunga yang ada di pinggangnya.


" aku sangat menyukainya" ucapnya


Setelah memakai gaun itu dia berputar-putar layaknya seorang putri saking sukanya dia dengan gaun yang Arland berikan. Dia melihat dirinya di cermin yang tidak seperti biasanya, wajanya yang sangat cantik membuanya cocok jika menggunakan gaun itu.


Kristal menyisir rambutnya kembali agar dia terlihat begitu sempurna di kencang pertamanya. Dia hanya perlu menunggu seseorang menjemputnya setelah semua yang dia persiapkan selesai. Tidak sabar dan gugup itulah yang dia rasakan saat ini, namun disisi lain dia sangat bahagia karna ada seseorang yang perduli dengannya.


Kemudian ketukan pintu membuatnya berpaling dari cermin ke arah pintu, dia langsung berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang kali ini. Namun yang mengetuk pintu adalah orang yang selama ini Kristal tunggu kedatangannya, tampilannya yang sangat tampan seperti layaknya seorang pangeran yang sedang menjemput pasangannya.

__ADS_1


Tatapannya selalu tertuju padanya hingga membuatnya tidak mengatakan satu katakan pun, dia terus memperhatikan Kristal dari bawa sampai atas. Kristal merasa malu dilihat seperti itu, apalagi ini juga pertama kalinya baginya berada dalam situasi seperti ini, jadi Kristal hanya diam menunggu dia berbicara.


" kau.. sangat cantik" ucapnya setelah itu


" um te-terimakasi, ini semua berkat gaun yang kau kirim" ucapnya


" tidak bukan karna itu, tapi kau memang sangat cantik malam ini" ucapnya


" s-sudahlah Arland jangan memujiku terus aku jadi malu" ucap Kristal


" tapi aku mengatakan hal yang benar kan" ucapnya lagi


Pipi Kristal memerah ketika Arland terus menatapnya, tatapan Arland begitu tidak biasa dia seperti baru saja melihat seorang malaikat yang turun dari langit. Arland terlihat begitu terposana, mungkin dia tidak menyangkah bahwa gadis di depannya bisa jadi secantik ini, hiasan diwajahnya yang sederhana terlihat cocok dengan wajahnya yang sudah cantik dari luarnya.


" apa kita tidak akan berangkat, ini sudah jam berapa!" Ucap Kristal memecakan keheningan


" oh iya, ayok kita pergi" Arland lalu menggandeng tangan Kristal menuju mobilnya


Mobilnya sudah ada di depan mereka namun Arland malah mendapatkan panggilan yang membuat mereka berhenti sejenak. Yang awalnnya dia menggandeng tangan Kristal, dia jadi menarik tangannya dan mengangkat telfon.


" halo"


" ini aku Raka"


" apa ada sesuatu yang ingin kau bicaRakan?"


" orang itu akan segera datang ke kantormu, sebaiknya kau cepat kembali "


' sial bisa-bisanya aku melupakan hal ini'


" hei apa kau masih di sana? "


" eh iya. Aku akan segera kesana"


" baiklah"


tut tut...


Arland langsung mematikan telfonnya dan kembali melihat ke arah Kristal, dia merasa bersalah karna harus mengatakan ini padanya. Padahal dia juga menantikannya namun hal yang lebih penting malah dia lupakan, Arland hanya bisa mengatakannya dan harus membatalkan kencang mereka.


" Kristal maafkan aku, aku memiliki urusan yang tidak bisa aku tinggalkan, kencang kita harus kita batalkan" ucanya


" tidak papa aku mengerti kok, kita masih bisa menggantinya di lain waktu kan" ucapnya memberi senyuman


" aku benar-benar minta maaf, aku janji lain kali aku akan mengajakmu kencang" ucap Arland


" aku menantikannya, kalau begitu sebaiknya kau cepat pergi" ucap Kristal


" baiklah, aku sungguh-sungguh minta maaf Kristal" setelah itu dia masuk ke mobilnya


" sampai jumpa" ucap Kristal melambaikan tangannya


Arland pun mulai menjalankan mobilnya menuju perusahaan, waja Kristal nampak kecewa namun dia tau bahwa Arland memang tidak bermaksud membatalkan kencang mereka. Dia hanya bisa kembali ke kamarnya dan melepas gaun yang dia gunakan lalu menggantinya dengan baju biasa.

__ADS_1


Dia meloncak ke ranjangnnya dan menyelimuti dirinya menggunakan selimut lalu menutup matanya membiarkan malam ini berakhir.


__ADS_2