
Malam ini terasa berbeda dari biasanya, sebelumnya Kristal selalu bersama dengan Arland namun setelah kembali Arland mengurung dirinya di kamar enta kenapa. Setelah dia selesai memberiskan diri, dia memutuskan untuk pergi ke kamar Arland.
Namun saat dia ingin mengetuk pintu, tiba-tiba pintu di depannya terbuka seperti sudah tau bahwa Kristal akan mengetuknya. Kristal masuk perlahan-lahan ke kamar itu setelah pintunya terbuka dengan sendirinya.
Dia melihat sekeliling kamar itu dan tidak menemukan pemiliknya, namun sesaat kemudian ada orang yang memeluknya dari belakang. Tentu dia terkejut ketika merasa ada yang sedang memeluknya, namun suara yang memanggil namanya membuatnya tau siapa dia.
" Kristal.." bisiknya di telinga Kristal
" umm" gumang Kristal
" kau sangat wangi" ucap Arland
" Arland, jangan melakukan hal yang aneh" ucap Kristal
Arland lalu melepas pelukan itu dan membalikan tubuh Kristal agar menatap dirinya, sebelumnya dia sudah menutup pintu agar tidak ada yang menganggu kegiatan mereka.
" Arland kau.." ucap Kristal ketika melihat Arland sengaja menunjukan perutnya yang sixpack
" hem? Kenapa apa kau terposona denganku" ucapnya percaya diri
" k-kau kenapa tidak memakai baju, cepat pakai" ucap Kristal sambil menutup matanya
" jangan bercanda, bagaimana mungkin kau melewatkan kesempatan bagus untuk melihat tubuh indahku ini" ucap Arland memuji bentuk tubuhnya yang bagus
" kau memang mempunya tubuh yang bagus, tapi tetap saja tidak seharusnya kau memperlihatkannya begitu saja" ucap Kristal
Arland merasa kesal ketika Kristal terus menutup matanya, padahal dia ingin Kristal melihat dan mulai memuji tubuhnya. Namun yang dia dapat malah sebaliknya, Arland lalu menarik tangan Kristal agar lebih jelas melihatnya.
" jangan tutup matamu lagi, apa begitu tidak sukanya dirimu melihatku begini" ucap Arland
" bukan begitu" ucap Kristal mencoba menjelaskan
" sudahla" Arland lalu menjalan ke ranjangnnya dan duduk
" Arland jangan marah, aku tidak bermaksud begitu" ucap Kristal
" hem" gumang Arland seolah-olah dia sedang marah
" ayolah aku disini karna ingin melihat keadaanmu, sejak kembali kau malah langsung pergi ke kamarmu kan aku jadi khawatir" ucap Kristal menghampiri Arland
" kau perna bilang akan melakukan apapun agar marahku hilang kan" ucap Arland
" em aku memang perna mengatakannya, jadi apa yang harus aku lakukan" ucap Kristal
" ada satu hal yang bisa membuat marahku hilang" ucap Arland memulai aksinya
" apa?" ucapnya pasra
Arland lalu menyuruh Kristal untuk datang padanya dengan menepuk ranjang di sampingnya.
" kemarila" ucapnya dan Kristal menurutinya
Dia kemudian duduk di samping Arland seperti yang Arland inginkan, namun kemudian Arland tiba-tiba mengikis jarah di antara mereka. Dia mendekatkan wajahnya hingga sudah ada di depan Kristal, jarak sedekat ini membuat Arland bisa mendengar suara detak jantung Kristal dengan jelas.
Wajah Kristal menjadi panas ketika Arland terlalu dekat dengannya detak jantunya juga tidak beraturan hingga membuatnya gugup.
" Kristal apa aku boleh tidur di pangkuanmu?" Tanya kemudian
" hah! " ucap Kristal
" aku bilang apa aku boleh tidur di pangkuanmu" ucap Arland mengulang perkataanya lagi
__ADS_1
" ba-baiklah" ucap Kristal
" wajahmu memerah, memangnya apa yang kau fikirkan" ucap Arland dengan seringainya
" tidak! Aku tidak memikirkan apa-apa" ucap Kristal salah tingkah
" baiklah"
Kemudian Arland mulai tidur di pangkuan Kristal, kesan pertama yang dia rasakan adalah nyaman dan empuk, aroma tubuh Kristal membuatnya merasa mengantuk.
" sangat nyaman" ucapnya
" Arland" panggil Kristal
" hm" gumang Arland
" apa kau memang dari awal ingin melakukan ini?" tanya Kristal
" ya. aku hanya ingin merasakan tidur di pangkuan seseorang, dulu aku sering tidur seperti ini di pangkuan ibuku tapi sekarang aku mempunyaimu dan ingin merasakan hal yang sama seperti saat bersama ibuku" ucap Arland
" tapi sekarang kemana ibumu?" tanya Kristal
" dia... Sepertinya sudah pergi" ucap Arland
" apa! Maafkan aku Arland aku tidak bermaksud membuatmu sedih" ucap Kristal merasa bersalah
" memangnya apa yang kau fikirkan, aku tidak bilang ibuku sudah meninggal kan, kenapa kau minta maaf" ucap Arland seraya menyentil dahi Kristal
" aduh! Aku pikir ibumu sudah tiada karna kau bilang tadi ibumu sudah pergi" ucap Kristal
" ya tapi bukan berarti pergi artinya meninggal, kau ini" ucap Arland
" ya aku kan tidak tau" ucap Kristal sembari menyentuh dahinya yang memerah
" Kristal" panggil Arland
" ya"
" aku sangat mencintaimu" ucapnya tiba-tiba
" hm!"
Namun Arland memajukan wajahnya dan menyentuh kepala Kristal agar lebih menunduk ke arahnya, kemudian kecupan singkat mendarat di bibir Kristal. Itu hanya kecupan tapi dari reaksi Kristal setelah itu membuat Arland yakin bahwa ini adalah ciuman pertamanya.
" um!"
" sangat manis" ucapnya tampa dosa ketika membuat gadis 18th memerah sekali lagi
' di-dia menciumku!!? " Batinnya masih terlihat terkejut
' lucu ' bantin Arland sambil menahan tawanya
Setelah itu tidak ada obrolan lagi di antara mereka, Kristal masih terlihat tidak percaya dengan yang baru saja terjadi. Dia tidak ingin mengingatnya, tapi itu sulit apalagi pelakunya saat ini dengan tenang masih tidur di pangkuannya.
Kristal melihat keseliling kamar Arland yang lebih besar dari kamarnya, disana dia sama sekali tidak melihat satu foto Arland yang di pajang.
" Arland" panggilnya
" hm? " gumang Arland
" apa kau tidak mempunyai satu fotomu sendiri, kenapa aku tidak melihatnya di kamar mu" ucap Kristal
__ADS_1
" aku punya, aku menaruknya di buku album ku, apa kau mau lihat" tawar Arland
" aku mau liat" sahut Kristal
" aku ambil sebentar" ucapnya, dia lalu bangkit dan berjalan ke arah sebuah laci kecil lalu membukaknya
Setelah dia menemukan apa yang dia cari, dia langsung kembali ke tempat Kristal yang menunggunya. Disana dia langsung memberikan album yang ada di tanganya kepada Kristal.
" ini, kau bisa melihat semaumu" ucapnya
" baik" Kristal menerima buku album itu dan membukannya
Setelah mengambil buku albumnya, Arland kembali ke posisi awal yaitu di pangkuan Kristal, sambil memejamkan matanya dia menikmati tidur di pangkuan gadis kecilnya. Aroma tubuh Kristal benar-benar membuatnya mengantuk, tidak biasanya dia bisa mengantuk lebih cepat. Sebelumnya dia selalu susah untuk tidur, namun sekarang hanya dengan tidur di pangkuan Kristal Arland sudah merasa mengantuk.
" Arland" panggil Kristal membuat Arland membuka matanya lagi
" hem" gumangnya seperti biasa
" ini foto kamu waktu kecil kan dan yang ada di sampingmu apakah itu dokter Arya dan rekan kerjamu" ucap Kristal
" ya" jawab Arland
" lalu dia siapa, perempuan dia tenga-tenga kalian, apa juga teman mu?" Tanya Kristal
Seketika Arland lupa bahwa foto Eryna juga ada di dalam buku albumya, dia sudah menunjukanya jadi dia hanya bisa membuat alasan.
" ya dia juga temanku, tapi sekarang kita sudah tidak bertemu lagi mungkin dia sekarang sudah menemukan kehidupannya" ucap Arland
" owh.. lalu dimana foto leon, leon juga teman masa kecilmu kan" ucap Kristal
" kau cari saja nanti juga ketemu" ucap Arland
" kalian kan sekolah bersama tapi kenapa hanya leon yang masih kuliah?" Tanya Kristal
" dia umurnya jauh lebih muda dari kita bertiga, jadi dia masih kuliah sedangkan kami sudah bekerja" ucap Kristal
" kenapa disini aku sama sekali tidak melihat foto orang tuamu?" Tanya Kristal
" album yang berisi foto mereka sekarang masih ada di rumah yang lain, nanti aku akan mengambilnya kembali" ucap Arland termenung
" em baiklah" ucap Kristal
Setelah melihat semua isi album itu, Kristal mulai merasa lelah karna dari tadi Arland tidak berniat untuk bangun. Sudah hampir sejam Arland terus seperti itu, dia saking nyamannya tidak memikirkan Kristal yang merasa pegal.
Namun Kristal tidak ingin menganggu Arland yang sepertinya sudah tertidur, dia merasa akhir-akhir ini Arland kurang tidur walaupun Arland tidak mengatakannya tapi Kristal bisa melihat sekilas lingkaran matanya.
Karna dia juga mulai mengantuk, akhirnya Kristal tertidur walaupun harus dengan posisi seperti ini.
Di sebuah vila di pinggir hutan
Seorang pria berambut perak berkacamata terlihat baru pulang setelah bekerja, pria itu membuka pintu rumahnya dan lalu memasukinya. Namun dia terlihat sedang mengambil sesuatu dari kantonya, sebuah foto yang nampak sudah tua dia lihat.
Tatapannya berubah ketika melihat foto itu, dia awalnya terlihat lesu saat baru pulang tapi ketika melihat foto itu dia nampak segar kembali. Enta foto siapa yang dia lihat, namun sepertinya itu sangat penting baginya.
Pria muda itu lalu menaiki tangga menuju kamarnya, dia melepas jasnya dan menggantunya di gantungan pakayan. Setelah itu dia membaringkan tubuhnya di ranjang sambil melihat foto itu lagi.
" kau sudah sangat besar, padahal waktu itu kau sering menyuruhku untuk menggendongmu" ucapnya tersenyum sambil melihat foto itu
" selama bertahun-tahun sejak kepergianmu, aku selalu berusaha mencarimu lagi. Sekarang aku sudah menemukanmu tapi kenapa kau malah bersama pria lain, apa kau tidak ingat dengan janji yang perna kau ucapkan" ucapnya
" tapi kau tenang saja suatu hari nanti aku akan mengatakan siapa aku sebenarnya. Aku yakin saat kau tau kau pasti akan lebih memiliku dibandingkan dia" ucapnya
__ADS_1
Pria itu lalu menaruk foto yang masih ada di tangannya ke kantongnya dan setelah itu dia kemudian memejamkan matanya untuk melewati malam yang panjang ini.