Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Hanya ingin menangih janji


__ADS_3

Tak lama kemudian ada sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya, orang yang mengendarai mobil itu keluar dan langsung menuju rumahnya. Dia mengetuk pintu rumah itu agar pemiliknya membukakan pintu.


" cepat sekali kau datang" ucapnya setelah pintu terbuka


" kau menghubungiku karna itu aku langsung datang ke sini, apa kau yakin ingin melakukan itu?" tanyanya


" ya, aku sangat yakin" ucap Arllat


" ya itu terserah kau saja Arllat, lagi pula ini bukan urusanku juga" ucapnya


Arllat pergi ke dapurnya menyiapkan sesuatu untuk tamunya itu, dia hanya membuat segelas teh yang sudah menjadi keahliannya. Segelas teh itu dia sugukan di depan tamunya dan kemudian dia duduk di sofa yang sama.


" Arllat yang akan kau lakukan itu bisa saja membutnya membencimu, dia pasti tidak akan memaafkanmu" ucapnya sembali meminum teh itu


" hanya ini cara agar aku bisa membuatnya bersamaku, jika nanti dia membenciku aku yakin hanya butuh waktu agar dia memaafkan perbuatanku" ucap Arllat


" ya sudah" dia menaruk gelas yang berisi teh itu " jadi kapan kau akan memulai rencana ini?" tanyanya


" jika bisa besok malam aku ingin rencana ini berhasil" ucap Arllat


" baik, aku akan melakukannya kau tunggu saja hasilnya nanti" ucapnya lalu berdiri


" ingat tugasmu hanya membawa Kristal jangan menyakitinya" ucap Arllat


" tenang saja, jika aku berani menyakitinya kau pasti akan langsung membunuhku" ucapnya


" tentu aku akan melakukannya, walaupun kau itu sudah banyak membantu tapi aku tidak akan memaafkanmu jika berani menyentuh Kristalku" ucap Arllat


" baiklah. Kalau begitu aku akan pergi, tunggu saja hasilnya nanti" ucapnya


Orang itu kemudian pergi dari kediaman Arllat, dia mengemudikan mobilnya menuju suatu tempat.


" aku akan memberikan kalian waktu satu hari untuk bersama, setelah ini kalian tidak akan perna bertemu lagi sampai kapanpun" ucap Arllat


Di sisi lain


Karna hari ini Arland sudah berjanji akan mengajar Kristal, jadi sekarang Kristal tengah ada di kamarnya sembari membolak-balikan bukunya.


" kau memberiku soal yang sulit Arland, bukannya kau bilang akan mengajariku kenapa malah memberiku soal yang sulit ini" ucapnya


" biar aku lihat kemampuanmu dulu sebelum mengajarmu, jika kau bisa menyelesaikannya berarti kau siap mempelajari mata pelajaran selanjutnya" ucap Arland sambil menyilangkan tangannya


" tapi seharusnya kau menjelaskan dulu caranya baru aku akan mengerjakannya" ucap Kristal


" huff baiklah, perhatikan ini" Arland mulai menunjukan kepintarannya dan Kristal hanya melihatnya dengan serius


" kau mengerti" ucap Arland


" ya! Aku sudah mengerti aku akan langsung mengerjakannya" ucap Kristal bersemangat


' hem dasar' bantinya tersenyum melihat Kristal

__ADS_1


Setelah itu dia meninggalkan Kristal sendirian di kamarnya untuk menyeduh sebuah kopi agar nanti dia dan Kristal tidak mengatuk. Dia menyuruh pengurus Nua untuk menyiapkan kopi sedangkan dia menunggu di kamarnya.


" pengurus Nua buatkan dua gelas kopi dan bawa ke kamarku" ucap Arland


" baik tuan" pengurus Nua langsung melakukan apa yang Arland suru


Setelah itu Arland kembali ke kamarnya untuk melihat apa yang sekarang Kristal lakukan. Ketika membuka pintu dia melihat Kristal masih sibuk mengerjakan tugas yang dia berikan, sambil memainkan handphonenya Arland terus memperhatikan Kristal.


" Arland" panggil Kristal


" hm" gumang Arland


" tadi kau kemana kenapa cepat sekali?" tanya Kristal


" aku tadi menyuruh pengurus Nua untuk menyiapkan kopi agar kita tidak mengatuk, kau kan harus belajar sampai memahami semua mata pelajaran kan" ucap Arland


" jadi matsudmu kita akan begadang!? Tap Arland besok aku ada kelas bagaimana kalau aku bangun kesiangan" ucap Kristal


" tidak masalah aku akan membangunkanmu, aku yakin kau tidak akan bangun kesiangan dan sampai tepat waktu" ucap Arland


" kau kejam sekali, hemp" Kristal kembali mengerjakan tugas itu.


Tak lama kemudian pengurus Nua datang sambil membawa dua gelas yang berisi kopi ke kamar Arland, Arland langsung menerima kopi itu dan memberikan satunya kepada Kristal.


" ambil dan minumla agar kau tidak mengantuk" ucap Arland sembari menyodongkan segelas kopi ke arah Kristal


" terimakasi" ucap Kristal setelah menerima kopi itu


Dia mulai meminumnya karna saat ini dia sudah mulai mengantuk, apalagi sepertinya Arland tidak akan membiarkannya tidur walaupun dia sudah mengantuk.


Namun beberapa saat kemudian dia malah tertidur tidak seperti yang baru saja dia katakan. Arland hanya menghela nafas ketika melihat kekasihnya itu ketiduran saat mengerjakan tugasnya. Dia menggendong Kristal ke ranjangannya karna tidak mungkin dia akan melanjutkannya kalau sudah tertidur.


Setelah itu Arland melihat soal yang telah Kristal jawab, walaupun tidak semua benar tapi dia sudah bangga Kristal bisa mengerjakan sampai sejauh ini.


" semuanya hampir benar, tapi masih ada tiga soal lagi yang belum di selesaikan. Baiklah malam ini aku akan membiarkannya istirahat, tapi besok kau harus mengerjakannya dengan tepat" ucapnya tampa ampun


Setelah membereskan buku-buku Kristal, Arland lalu menaiki ranjanganya dan tidur di samping Kristal sambil memeluknya. Dia mungkin juga sudah mengatuk karna itu dia langsung tertidur saat dia memeluk Kristal.


Besoknya


" wah jam berapa sekarang!" ucap Kristal yang telah terbangun


" sudah bangun" ucap Arland yang bangun lebih awal dan sudah bersiap-siap


" sekarang sudah jam berapa Arland?!" tanya Kristal cemas


" masih ada waktu untuk kau bersiap-siap, kau tidak akan telat karna tadi malam kau tidur tidak mengerjakan tugas yang aku berikan" ucap Arland


" apa iya, aku pikir aku sudah menyelesaikannya hehe" ucap Kristal


" cepat bersiap-siap jika tidak ingin telat, semua keperluanmu sudah aku siapkan lebih awal, kau hanya perlu mandi dan kita akan langsung berangkat" ucap Arland

__ADS_1


" wah benarkah kau sangat baik Arland, baiklah aku akan segera bersiap-siap" ucapnya semangat dan kembali ke kamarnya sendiri.


Kemudian Arland mengantar Kristal ke kampusnya, dia menyuruh Kristal untuk menghubunginya jika kelasnya sudah berakhir.


" nanti jika kau sudah pulang hubungi aku, mungkin akan sedikit terlambat karna hari ini aku ada rapat" ucap Arland


" baik"


" kau juga jangan sesekali bicara dengannya, jika dia mengajakmu ke ruangannya lagi sebisa mungkin kau harus menolaknya" ucap Arland


" baik"


" nanti malam kau masih harus menyelesaikan tugas yang aku berikan karna masih ada beberapa yang belum kau kerjakan" ucap Arland terus menerus


" baik baik Arland, kau ini ternyata bisa cerewet juga ya" ucap Kristal


" aku mengatakan ini demi kebaikanmu, kau harus mendengarkannya" ucapnya


" iya aku tau, aku pasti akan melakukan apa yang kau katakan tadi jadi jangan khawatir ya" ucapnya


" hem baiklah, kalau begitu kau cepatlah masuk ke kelasmu aku akan langsung pergi" ucap Arland


Kristal lalu turun dari mobilnya, sebelum dia pergi Kristal terlebih dahulu melambaikan tangannya.


" sampai jumpa" ucapnya lalu dia berbalik dan pergi


Setelah mengantar Kristal Arland pergi ke kantornya, rapat yang akan dia laksanakan kali ini mungkin akan panjang karna ada seorang pengusaha besar yang tiba-tiba ingin bekerja sama dengannya. Apalagi pertemuan ini begitu tiba-tiba, Arland baru mengetahuinya tadi pagi saat dia terbangun.


Walaupun ini terlalu tiba-tiba untuknya, tapi dia tidak akan mengecewakan kliennya. Namun setelah dia pergi dari kampus Kristal, sesuatu yang buruk akan terjadi.


Kristal yang sudah ada di kelasnya tidak tau bahwa setelah dia turun dari mobil Arland ada seseorang yang selalu mengawasinya. Saking tidak terasa kehadiran orang itu, bahkan Arland sekalipun tidak menyadarinya.


" halo Kristal selamat pagi" sapa teman sekelasnya


" selamat pagi" ucap Kristal menjawab sapaan temannya


" apa kau tau sekarang saudara tirimu itu dimana? sudah berhari-hari mereka tidak masuk" tanyanya


" aku tidak tau dengan mereka, aku sudah tidak tinggal bersama mereka" ucap Kristal sembali mengeluarkan bukunya


" oh iya aku lupa, seharusnya kau sekarang tinggal bersama pacarmu yang tampan itu kan, aku iri" ucap temannya yang lain yang ikut mendatangi mejahnya


" sudahla kalian jangan berkumpul disini, dosen akan segera tiba jangan sampai dia marah karna kalian lo" ucap sang ketua kelas mereka


Kemudian pintu terbuka menampilkan seorang guru yang mendatangi mereka, namun guru itu bukannya orang yang seharunya mengajar di kelas ini. Dia adalah guru lain yang datang ke kelas mereka, guru itu seperti ingin menyampaikan sesuatu yang membuatnya datang ke sini.


" hari ini dosen kalian tidak masuk karna suatu urusan, tapi dia hanya ingin kalian mempelajari materi yang akan masuk di ujian nanti. Jadi kedatanganku kesini ingin menyampaikan permintaan dosen kalian kepada kalian semua, semuanya harus melakukan apa yang sudah ku sampaikan" ucapnya


" baik pak" semua murit bersiap-siap melaksanakan yang sudah disampaikan


" kalau begitu selamat belajar" guru itu pun pergi

__ADS_1


" tak kusangka dosen tidak masuk, apa yang terjadi padanya ya tidak biasanya dia absen" ucap murit yang lain


' ada apa sebenarnya, apa terjadi sesuatu padanya' batin Kristal


__ADS_2