Cinta Secerah Berlian

Cinta Secerah Berlian
Bertemu


__ADS_3

Keesokan harinya


" wah!! jam berapa sekarang!!" Ucap Kristal seraya melihat ke arah jam


" huff.. aku pikir sudah telat, sebaiknya aku bersiap-siap" ucap Kristal dia lalu beranjak dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi


Setelah dia selesai mandi, Kristal langsung menyiapkan keperluannya untuk berangkat kuliah, dia juga mengambil beberapa roti yang sudah ada di kamarnya untuk di makan sepanjang perjalanan. Dia kemudian berjalan keluar dari kamarnya setelah semuanya sudah dia siapkan, Kristal menyapa pemilik penginapan sebelum keluar dari penginapan ini.


" selamat pagi paman.." sapanya dan dia pun pergi


" kenapa dia pergi pagi-pagi sekali. Bukannya dia yang tadi malam menyewa kamar kalau tidak salah namanya Kristal, ngomong-ngomong cincin yang dia berikan harganya cukup mahal, mungkin ini cukup untuknya menyewa kamar selama setahun" ucapnya


Di perjalananya menuju kampus, Kristal mengigat sesuatu yang tidak dia pikirkan sebelumnya. Nanti dia pasti akan bertemu dengan dua saudara itu, apalagi mereka ada di kelas yang sama dan Kristal sama sekali tidak mengingatnya.


" aku lupa bahwa aku sekelas dengan mereka, apa aku abaikan mereka saja ya, tapi mereka pasti akan terus mengangguku" ucap Kristal


" sudahlah aku tidak usa memikirkannya, lebih baik aku cepat sebelum terlambat" ucap Kristal.


Namun diperjalananya dia melihat seseorang yang tengan terluka dan terus memegangi pohon agar tidak terjatuh. Karna Kristal penasaran apa orang itu dalam kesulitan, akhirnya Kristal menghampirinya dan ingin tau apa yang telah terjadi padanya.


" hei apa kau baik-baik saja!" Ucap Kristal


Namun orang itu tidak menjawabnya, dia malahan mulai tak sadarkan diri dan untungnya Kristal cepat-cepat berlari ke arahnya sebelum kepala orang itu menyentuh tanah.


' apa yang terjadi padanya' batinnya


" hei kau kenapa" ucap Kristal berusaha membangunkan orang itu


Kristal lalu membantunya duduk dan menyandarkannya ke pohon, orang itu nampak baru saja berkelahi karna Kristal melihat orang itu sedang terluka.


" aku harus apa, jika aku tetap di sini aku bisa terlambat, tapi tidak mungkin aku meninggalkannya dia sepertinya butuh bantuan" ucap Kristal bingung


Melihat orang itu yang terluka, Kristal dengan baik langsung membersikan luka orang itu menggunakan alat seadanya.


" lebih baik aku membantunya dulu, nanti aku akan menjelaskan alasan aku terlambat" ucap Kristal


Kristal lalu mengeluarkan sarung tangannya dan mulai membersikan luka di kepala orang itu dan menghentikan pendarahanya. Namun kemudian orang itu mulai membuka matanya dan melihat Kristal yang tenga berusaha menyekah darah di lukanya.


" ugh!"


" kau sudah sadar apa kau baik-baik saja?!" Tanya Kristal


" kau siapa.." tanya orang itu


Namun sebelum Kristal menjawabnya, dari belakang mereka ada satu mobil yang tiba-tiba datang. Mereka langsung menghampiri Kristal dan orang itu, mereka terlihat seperti kenalan orang yang Kristal bantu, itu terlihat saat mereka buru-buru membantunya.


" tuan apa anda baik-baik saja" ucap salah satu dari mereka berdua


Namun orang yang mereka tanya tidak menjawabnya, kedua orang itu langsung membawanya masuk ke dalam mobil. Kemudian setelah itu satu orang datang dan menghampiri Kristal.


" terimakasi sudah membantu tuan kami, kami permisi" ucapnya membungkuk sopan dan kemudian pergi


Setelah itu Kristal tersadar bahwa dia sudah hampir terlambat, jadi dia langsung berlari menuju kampusnya dan tak sengaja melupakan sarung tangannya.

__ADS_1


Di kampusnya


Setelah sampai di kampusnya Kristal buru-buru memasuki kelasnya.


" huff aku hampir saja telat, untunglah kelas belum di mulai" ucapnya sambil duduk di bangkunya


Kemudian saat dia mau mengambil sarung tangannya untuk mengelap keringatnya, dia jadi ingat bahwa dia sudah meninggalkan sarung tangannya di tempat itu.


" aduh sepertinya aku meninggalkannya di sana, nanti saat pulang aku akan mengambilnya" ucapnya


Namun tiba-tiba ada yang datang ke bangkunya dan langsung mengganggunya, siapa lagi kalau bukan dua saudara tirinya.


" hei kau! Semalam kau dimana hah!" Ucapnya


Namun Kristal tidak memperdulikan mereka, dia mulai mengeluarkan bukunya.


" kakak sedang bertanya padamu sebaiknya kau mendengarkannya jangan coba-coba mengabaikan kami!" Ucap Mely


Kemudian karna Kristal merasa terganggu dengan kehadiran dua orang itu, dia menutup bukunya dan menatap kedua saudara tirinya.


" bisakah kalian jangan berisik! Telingaku sakit saat mendengarkannya" ucap Kristal


" beraninya kau!!" Sherly lalu berusaha menampar Kristal namun ada satu tangan yang menghentikannya


" jangan berbuat masalah di kelasku! sebaiknya kalian kembali duduk di tempat kalian!" ucapnya yang adalah dosen mereka


" ma-maaf pak, kami akan kembali" ucap Mely, dia lalu menarik tangan kakaknya agar kembali ke tempat duduk mereka


" terimakasi pak" ucap Kristal namun dosennya mengabaikannya dan kembali ke tempatnya.


' jika bukan karna dosen aku pasti sudah menghajarmu Kristal, tunggu saja nanti kau akan menyesal karna sudah membuatku kesal' batinnya


" yang di sana kenapa tidak memperhatikan, apa kau tidak menyukai pelajaranku, jika kau tidak menyukainya kau bisa pergi dari kelasku" ucap dosen tersebut


" maaf pak" kemudian Sherly kembali melihat ke depan


Disisi lain di sebuah rumah sakit*** di ruangan vip disana ada seseorang yang perna dibantu Kristal tenga di tangani oleh dokter. Dokter itu mengobati lukanya dan memperbannya, terlihat orang itu dengan tenang membiarkan dokter di depannya melakulan tugasnya.


" kenapa kau sampai terluka seperti ini, apa yang telah terjadi sebelumnya" ucap dokter itu


" sebaiknya kau jangan banyak bertanya, lakukan saja tugasmu" ucapnya dingin


" kau ini, aku sebagai temanmu tentu sangat ingin tau alasan kau jadi seperti ini, bisaka kau ceritakan saja kenapa harus di sembunyikan seperti itu" ucapnya


" orang itu dengan licik menyerangku dari belakang, jika aku tidak menyadarinya lebih cepat mungkin sekarang aku sudah tiada" ucapnya


" jadi begitu, tapi syukurla lukahnya tidak begitu serius, sepertinya ada yang sudah menghentikan pendarahannya, jadi kau tidak kehilangan darah cukup banyak" ucapnya


" benarkah?" Tanyanya


" iya dan juga lihat apa ini punyamu, pengawalmu memberikannya padaku untuk disimpan, mereka pikir ini punyamu jadi mereka mengambilnya" ucap dokter itu sambil memberikan sebuah sarung tangan


Dia lalu mengambil sarung tangan itu dan melihatnya sejenak, kemudian dia ingat sebelumnya ada seorang gadis yang telah membantunya, dia yakin bahwa ini adalah sarung tangannya yang tidak sengaja di bawa pengawalnya.

__ADS_1


" ada apa?" Tanya dokter itu sambil membereskan alat-alat untuk mengobati luka


" tidak, hanya saja aku ingat sebelumnya ada seorang gadis yang membantuku, ini sepertinya adalah miliknya" ucapnya


" jadi apa kau akan mengembalikannya?" Tanyanya


" tentu saja, jika aku bertemu dengannya lagi aku akan mengembalikan sarung tangan ini sekaligus berterimakasi padanya karna sudah menolongku sebelumnya" ucapnya


" baiklah kalau begitu aku akan membersikannya" kemudian dia meminta kembali sarung tangan itu untuk dia bersikan


" sebaiknya kau istirahat" setelah itu dokter yang merawat lukahnya pun pergi


Laki-laki yang saat ini tenga berbaring di sebuah rumah sakit itu adalah seorang pengusaha muda yang dikenal banyak orang. Namanya adalah Arland Edbert Edric seorang ceo yang masih sangat muda tapi sudah memimpin sebuah perusahan yang sangat besar dan terkenal.


Dia dikenal sebagai pengusaha yang hebat dalam berbiknis, banyak perusahan-perusahan yang mau bekerja sama dengannya, namun tidak semuanya beruntung bisa bekerja sama dengan pengusaha muda tersebut.


Perusahaannya bernama Success Yang artinya kejayaan, sudah bertahun-tahun dia memimpin perusahaan itu hingga menjadi perusahan terbesar di kota A dan di kenal di kota lain. Namun dibalik kejayaanya ada banyak orang yang iri padanya dan bahkan berusaha menghanculkan kerja kerasnya, tapi walaupun umurnya masih 27th, dia bisa menangani masalah seperti ini.


Bukan hanya orang luar yang ingin menghancurkannya, orang yang dia kenal juga ada yang demikian, namun dia tidak ingin memikirkannya. Sekarang perusahaannya sudah sangat maju jika ada yang menghalanginya walaupun itu adalah keluargannya sendiri dia tetap akan menghadapinya sampai selesai.


Arland memikirkan gadis yang sudah membantunya, dia ingin tau siapa dia dan kenapa ingin membantunya padahal dia tidak mengenalnnya. Apalagi gadis itu sudah menghentikan pendarahan yang bisa saja membuatnya kehabisan darah dan mati. Jika dipikir-pikir lagi sepertinya Arland ingin segera menemui gadis itu.


Arland lalu memanggil bawahannya untuk menyelidiki gadis itu, dia ingin tau semua tentang gadis itu dengan cepat.


" aku ingin tau semua mengenai gadis yang membantuku, cari semua tentangnya dalan satu hari" ucapnya


" baik tuan" bawahannya langsung pergi melakukan tugas mereka


Arland kembali berbaring karna dia masih terlihat lemas, bayang-bayang gadis itu terus muncul dalam benaknya, dia sampai tidak bisa untuk tidak terus memikirkannya. Dia tidak sabar mengetahui semua tentangnya dan langsung menemuinya untuk mengucapkan terimakasi.


Beberapa saat kemudian, kelas Kristal akhirnya selesai dan dia langsung buru-buru pergi dari sana, dia tidak ingin melihat dua saudara itu karna dia yakin kejadian tadi pagi pasti membuat mereka marah padanya. Agar dia tidak mendapatkan masalah jadi dia langsung pergi saat kelasnya selesai, benar saja saat dia pergi kedua saudara itu mencarinya namun mereka tidak menemukan keberadaan Kristal.


" akhirnya aku bisa cepat meninggalkan kelas kalau tidak mereka pasti akan mengangguku terus"  ucap Kristal


Kemudian dia ingat untuk mencari sarung tangannya di tempat dia membantu orang tadi pagi, jadi dia langsung kesana untuk melihat apa sarung tangannya masih ada atau sudah hilang.


" sebaiknya aku lihat dulu apa sarung tanganku masih ada disana atau sudah tidak ada" ucap Kristal


Dia lalu mendatangi tempat itu untuk mencari sarung tangannya.


" kalau tidak salah seharusnya disini kan, tapi tidak ada, apa memang tidak sengaja dibawa mereka ya, tapi ya sudahnya kalau sudah tidak ada untuk apa aku terus mencarinya, sebaiknya aku cepat pergi karna sudah sore" ucap Kristal


Kristal pun sampai di penginapannya dan langsung menuju ke kamarnya, namun sebelum dia masuk ke kamarnya ada satu tangan yang menepuk bahunya. Karna terkejut dia langsung menghadap ke belakang untuk melihat siapa yang ada di belakangnya.


" kamu!"


" tadi ada seseorang yang datang sambil membawa makanan untukmu, jadi ambilah" ucapnya


" benarkah, pasti bibik yang mengirimnya, terimakasi paman" ucap Kristal


" ya tidak masalah, kalau begitu aku pergi dulu selamat malam" paman itu langsung meninggalkan Kristal


Kristal memasuki kamarnya dan langsung melihat isi dari kota makan yang ada di tangannya. Setelah membukahnya aroma masakan bibiknya langsung menyebar ke seluru kamarnya.

__ADS_1


" wahh aromanya enak sekali, aku akan segera memakannya" Kristal lalu membuka semua isi makanan dan mulai memakannya dengan lahap sampai semua telah habis dia makan


" kenyangnya, aku akan membersikannya dan akan ku kembalikan nanti" setelah dia selesai membersikan bekal makan itu, Kristal langsung pergi ke kamar mandi untuk membersikan diri dan mulai istirahat untuk besok paginya.


__ADS_2