CINTA SI MACAN KAMPUS

CINTA SI MACAN KAMPUS
restu papa


__ADS_3

Sejauh ini, Elzata sangat di permudah oleh kedua dosen pembimbingnya. Bahkan bisa dibilang, kedua dosennya itu yang terus menyemangati agar Elzata bisa lulus akhir tahun ini.


Dalam persiapan penelitian pun mereka sangat membantu, setidaknya tidak dipersulit dan tidak harus revisi berkali-kali seperti yang dialami mahasiswa pada umumnya. Mereka hanya memberi masukan lewat pesan WA tentang model penelitian yang harus dipakai, agar pas bimbingan instrumen penelitian sudah tidak revisi lagi.


Dan benar saja. Saat Elzata maju untuk bimbingan instrumen penelitian, kedua dosen pembimbingnya hanya bertanya, "sudah seperti yang Bapak bilang pas di WA kemarin kan?", ketika Elzata bilang sudah, tidak dilihat lagi dan langsung acc. Mereka justru kembali berdiskusi seperti adat dan kebiasaan setiap kali mereka bertemu.


***


Waktu 3 bulan tlah berlalu, Elzata sudah menyelesaikan penelitian dan seluruh bab dengan sukses dan dalam waktu tersingkat sepanjang sejarah mahasiswa menyusun skripsi. Bagaimana tidak? Dari mengajukan judul sampai sidang skripsi hanya dilalui dalam waktu 3 bulan dan semua selesai. Tentu ini berkat doa, bimbingan pak dosen dan berkat motivasi yang sekuat baja. Waktu itu di benak Elzata hanya ada satu kata, menikah, menikah, menikah. Dan ternyata itu motivasi yang luar biasa.


Sidang skripsi pun bisa dibilang lancar. Meski sempat ada pembantaian dari dosen penguji, tapi bisa dilalui Elzata dengan baik. Dan akhirnya, Elzata bisa tersenyum lega. Si macan kampus akan segera wisuda.


"Za, gimana sidangnya? Lancar kan sayang?"


Seperti biasanya, yang paling tidak sabar untuk melihat perkembangan perjuangan Elzata adalah Ega.


"Alhamdulillah", Elzata hanya menjawab singkat


"Alhamdulillah. Akhirnya kita bisa wisuda sama-sama ya sayang. Aku akan telphon mama, biar mama persiapan jauh-jauh hari. Setelah wisuda, malamnya aku akan lamar kamu. Kamu juga bilang mama dan papa kamu ya, minta izin dulu sama mereka kalau kamu mau nikah sama aku. Aku nggak mau, ketika aku dan keluargaku datang ngelamar kamu, aku ditolak sama papa kamu", Ega nerocos panjang lebar kali tinggi.


Ega tidak tahu kalau gadis di seberang sana sudah tidak bisa menahan air mata penuh haru mendengar apa yang Ega katakan. Setengah tidak percaya, tapi ini kenyataan. Mereka akan segera menikah.


"Hallo, Za. Kamu masih disana kan? Kenapa kamu diam saja"


"Iyaa", Elzata hanya menjawab singkat, tapi penuh makna.


***


Setelah semua selesai, Elzata memutuskan pulang ke rumah untuk meminta restu kepada orang tuanya dan memberikan buku skripsi hasil perjuangannya sebagai hadiah terindah.


"Ma, Pa, Elzata sudah selesai. Besok tinggal daftar wisuda"

__ADS_1


Orang tua Elzata yang sangat tau bahwa putrinya sangat sibuk di organisasi itu saling menatap, setengah tidak percaya bahwa Elzata akan secepat ini menamatkan kuliahnya.


Selama ini Elzata memang tidak pernah cerita soal kuliahnya, termasuk bahwa dia sudah fokus mengerjakan skripsinya. Jadi ketika tiba-tiba Elzata menyodorkan hasil skripsi kepada kedua orang tuanya, memang betul-betul kejutan buat mereka.


"Lho kamu sudah selesai, sayang? Kok nggak pernah cerita sama papa kalau kamu udah ngerjain skripsimu?", Tanya papa seolah tidak percaya.


Tak berapa lama, Papa Elzata langsung meraih buku skripsi warna biru yang diberikan Elzata dan dibukanya satu per satu, dari lembar ke lembar.


Entah kenapa, ada kebanggaan di wajah papa Elzata membaca buah karya putrinya itu. Meski Elzata yakin bahwa papanya tidak mengerti tentang isi skripsinya itu karena di luar bidang Papanya, tapi Elzata yakin karena kebahagiaan Papanyalah yang membuat dia rela membaca apapun yang tertulis disana.


Malamnya, mereka makan di luar untuk merayakan kesuksesan Elzata. Momen ini tak disia-siakan Elzata. Dia akan meminta izin untuk menikah dengan Ega. Apapun jawaban papanya, dia akan berusaha membuat orang tuanya yakin bahwa Ega adalah orang terbaik yang Elzata pilih untuk menjadi pendampingnya.


"Pa"


"Hmmm"


"Setelah wisuda Zata mau nikah, boleh nggak pa?


Papa menatap tajam.


"Bukan gitu, Paaa. Ini Zata bilang dulu ke Papa. Minta izin gitu. Kalau papa udah setuju, nanti dia dan keluarga nya mau datang untuk nglamar Zata Pa. Malam setelah wisuda mereka mau datang. Gimana Pa. Boleh nggak Pa?"


"Tunggu dulu. Kamu mau nikah sama siapa? Keluarganya kayak gimana? main boleh-boleh aja"


"Namanya Ega. Dia orang ibu kota pa. Orang tuanya pengusaha. Setelah lulus ini, dia mau lanjut S2 di Jepang. Kalau papa sama mama ngijinin, setelah nikah Zata sama Ega langsung berangkat ke Jepang, kita sama-sama kuliah disana. Gimana Pa?"


Elzata terus membujuk Papanya, karena dia tau kalau mamanya pasti nurut aja sama si papa.


"Kamu itu anak bungsu, Za. Papa maunya, setelah nikah ya kamu jagain kita di hari tua. Tinggal sama-sama kita. Kamu tuch punya tugas untuk jagain mamamu"


"Zata sama Ega kan di Jepang cuma ambil S2 aja, Paaa. Setelah pulang ya kita pulang kesini, tinggal disini sama mama papa"

__ADS_1


"Hhhhnmmm", papa mendesah kesal, " Ya okelah kalau begitu. Siapkan untuk acara lamaran di malam wisuda kamu"


Elzata tersenyum girang. Tidak sia-sia perjuangannya selama ini.


"Makasih, ya paa"


"Ehh, ngomong2..., dulu kamu nggak mau nikah sama anaknya pak mentri karna kamu sejak awal udah mau nikahnya sama si Ega ya? Pinter banget kamu bikin alasan"


Elzata hanya mengerlingkan satu matanya. Tidak membenarkan, dan tidak juga menyalahkan.


Melihat tanggapan putri nakalnya itu, mereka hanya geleng-geleng kepala.


***


"Ga. Papa dah oke", tak sabar Elzata memberi kabar pada Ega melalui sebuah pesan


"Oya? Bagus dong"


"Tapi papa ada permintaan, Ga"


"Apa tuch?"


"Setelah kita lulus S2 Jepang, mereka ingin kita tinggal bersama mereka, menjaga mereka sampai tutup usia"


"Oke. Tidak masalah buat aku tinggal dimanapun asal sama kamu"


"Ihhhh..., makasih ya Ga"


Pe-er demi Pe-er telah selesai dilalui. Semua berjalan seperti yang telah direncanakan. Tinggal satu pe-er lagi, setelah acara lamaran nanti, baik Elzata maupun Ega harus siap di hujat dan di kucilkan dunia. Semua akan tau hubungan Ega dan Elzata serta rencana pernikahan mereka, dan langsung saja semua akses untuk jaringan KAPN akan di tutup, segala cacian dan hinaan pasti akan di lontarkan.


Mereka harus siap memulai semuanya dari nol, tanpa embel-embel nama KAPN.

__ADS_1


Siapkah mereka? Kita lihat saja nanti.


BERSAMBUNG


__ADS_2