
Malam itu Ega tidak bisa tidur semalaman, terus mengingat wajah Elzata dalam benaknya. Entah mengapa, semakin Ega berusaha memejamkan mata, semakin wajah Elzata muncul dan menari-nari disana. Bayangan saat mereka menghabiskan malam berdua meski tidak tuntas itu pun terus membayangi dirinya. Dia memutuskan untuk melihat wajah istrinya di layar hp, namun semakin dia melihat wajah itu, semakin menambah kerinduan di hatinya.
Ega melihat jam di layar hp nya, jam menunjukkan pukul 02.15. Itu artinya, di tanah air pukul 00.15. Namun karena rindu itu tak mampu ditahannya lagi, akhirnya dia memencet-mencet layar hp nya dan beberapa detik kemudian segera saja muncul wajah Elzata yang tampak tidak siap menerima panggilan video selarut itu.
Dia terlihat mengucek-ucek matanya untuk menghilangkan kantuk. Rambut panjangnya terlihat sedikit acak-acakan tanpa hijab.
"Assalamu'alaikum, cinta. Kamu tidak sakit kan? Kenapa telphon aku selarut ini?" sapa Elzata diseberang sana, sambil bangun dari posisi tidurnya dan segera menyandarkan tubuhnya di tepi tempat tidur.
"Wa'alaikunsalam. Aku nggak bisa tidur sayang, keinget kamu terus", jawab Ega dengan manja.
"Kamu belum tidur sama sekali?", tanya Elzata kemudian.
"Tolong temani aku sampai terlelap, sayang. Buat aku tertidur", rengek Ega kepada istrinya.
"Iya, aku temenin kamu sampai tertidur", jawab Elzata tersenyum geli melihat kelakuan manja suaminya.
"Nyanyikan satu lagu untukku. Biar aku terlelap", Ega tambah minta yang aneh-aneh
" Aduh cint, aku bacain dongeng aja ya?", Elzata menanggapi permintaan aneh suaminya dengan bercanda.
"Emangnya aku anak kecil", dengus Ega kesal.
"Ya udah aku nyanyiin. Tp janji, dengerinnya sambil merem ya, biar kamu bisa tidur", akhirnya Elzata mengalah.
Setelah Ega mrngangguk dan memejamkan mata sambil tersenyum, Elzata berpikir sebentar lalu segera menyanyi.
"Nina bobok ohh nina bobok. Kalau tidak bobok digigit nyamuk. Nyamuk apa nyamuk malaria. Mskan apa darah manusia", Elzata menyanyikan sebuah lagu dengan suara yang sangat merdu.
"Suaramu bagus sekali sayang. Tapi jangan lagu itu dong. Kayak nyanyiin lagu buat anakmu aja. Nyanyikan lagu yang mewakili perasaanmu kepadaku", ucap Ega yang kemudian disambut dengan mulut mengerucut oleh istrinya.
Namun hanya dalam hitungan detik, Elzata terlihat berpikir sejenak kemudian segera bersenandung merdu kembali.
Dia menyanyikan lagu Cinta Luar Biasa Milik Andmesh Kamaleng.
*Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
__ADS_1
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihatmu, memandangmu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Tulus padamu
Oh-ho huu
Terimalah lagu ini
Hm-mm
Dari orang biasa
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
__ADS_1
Terimalah cintaku yang luar biasa
Hm-mm
Tulus padamu*
Selesai menyanyikan lagu itu, Elzata melihat suami yang sedang bejuang nan jauh disana sudah mengambil napas teratur karena tertidur. Elzata pun segera mematikan ponselnya dan kembali menarik selimutnya kemudian terlelap.
***
Ega masih saja tertidur pulas dengan senyum di bibirnya, sebelum alarm yang sengaja dipasang di hp nya berbunyi. Dia segera beranjak ke kamar mandi, kemudian mengetuk pintu kamar Jonatan untuk mengajaknya sholat shubuh berjama'ah.
Setelah sholat shubuh, mereka bersantai beberapa saat kemudian segera bersiap ke kampus. Hari itu mereka berencana ke perpustakaan untuk mencari referensi buat tesis mereka.
Sekitar jam 9 pagi, Ega dan jonatan terlihat sudah memasuki bangunan megah yang sangat ramai akan pengunjung itu.
Ya. Mereka sudah sampai di perpustakaan University of tokyo. Perpustakaan yang memiliki koleksi terbesar di Jepang, memegang total lebih dari 8 juta buku.
University of Tokyo Library terdiri dari Perpustakaan Umum, yang menyediakan layanan untuk semua mahasiswa dan peneliti yang berafiliasi dengan universitas, Perpustakaan Komaba, yang mendukung studi dua tahun pertama pendidikan sarjana, Perpustakaan Kashiwa, yang berfungsi sebagai pusat nomor belakang untuk bahan-bahan ilmu alam, serta lebih dari 60 perpustakaan fakultas / institusi di berbagai bidang akademik.
Dan waktu itu, Ega bersama Jonatan masuk ke Perpustakaan Umum karena apa yang mereka butuhkan ada disana. Mereka memasuki gedung megah itu dan segera mencari buku-buku yang mereka butuhkan kemudian meletakkan buku-buku itu di meja lalu segera duduk disebuah bangku, sebelum akhirnya mulai sibuk dengan tumpukan bacaan yang ada di hadapan mereka.
Sera yang saat di restoran kemarin sempat bertukar nomor hsndphonr dengan Jonatan, pagi itu berhasil mencari informasi keberadaan mereka saat itu.
"Hi jo?", sapa Sera melalui sebuah pesan.
Jonatan yang waktu itu sedang sibuk membaca buku, tiba-tiba meraih hp nya yang bergetar dan membaca pesan itu.
"Hallo Sera", balas Jonatan singkat.
"Lagi dimana?", tanya Sera memancing.
Dan bla bla bla, Sera berhasil mengorek informasi tentang keberadaan Ega lengkap dengan informasi akan kemana saja mereka hari itu.
Jonatan yang tidak menyadari bahwa dia sedang diperalat, benar-benar tidak tahu menahu akan maksud Sera menghubungi dirinya. Waktu itu hatinya sudah diselimuti rasa bahagia saat Sera, gadis yang berhasil mencuri hatinya pada pertemuan pertama di restoran itu menghubunginya. Ega pun tidak pernah cerita tentang posisi Sera diantara hubungan Ega dan Elzata sehingga Jonatan tidak berpikir kalau pesan-pesan yang Sera kirimkan untuknya hanya untuk mengorek informasi tentang Ega semata.
Menyadari sahabatnya berpaling dari bukunya dan senyum-senyum sendiri sambil memeluk ponselnya, Ega menjitak kepalanya hingga ponsel itu terjatuh.
"Hayo, gila ya kau? Senyum-senyum sendiri", tanya Ega dengan tatapan penuh curiga.
Jonatan bersungut-sungut sambil mengambil hp nya yang jatuh ke lantai dan menggerutu,
"Dasar nggak bisa lihat orang lagi seneng apa?" gerutu Jonatan tidak jelas.
"Apa kamu bilang?", Ega bermaksud meminta Jonatan mengulangi perkataannya.
"Nggak papa", jawab Jonatan kesal.
Melihat sahabatnya yang sudah manyun itu, Ega memutuskan untuk kembali berkutat dengan buku-bukunya, sebelum akhirnya mereka memutuskan keluar dari perpustakaan untuk mencari makan siang.
BERSAMBUNG
Catatan:
__ADS_1
jangan lupa vote, like, comment dan love ya...