CINTA SI MACAN KAMPUS

CINTA SI MACAN KAMPUS
Buat Agar Sera Jatuh Cinta


__ADS_3

Jonatan memarkirkan mobilnya di sebuah kafe, tempat biasa Ega dan dirinya nongkrong sekedar untuk menghabiskan waktu senggang. Karena sudah saking laparnya, mereka segera masuk dan menyapukan pandangan mereka ke seluruh penjuru ruang demi mendapatkan tempat duduk yang nyaman.


Ketika melihat tempat duduk yang biasa mereka tempati masih kosong, Ega segera tersenyum dan tanpa meminta persetujuan Jonatan langsung menuju tempat itu. Tapi begitu Ega duduk, Jonatan justru menghampiri meja lain entah menemui siapa.


Tak berapa lama, Jonatan menghampiri meja Ega bersama seseorang. Betul, dia adalah Sera.


"Hai, Ga. Kebetulan banget kita bisa bertemu di tempat ini ya?" kata Sera, membuat seolah-olah pertemuan mereka kebetulan.


Ega hanya tersenyum dan mengangguk kasar. Tanpa menunggu persetujuan pun Sera segera duduk di sebelah Ega, yang diikuti Jonatan dengan hati berbunga-bunga. Jonatan tidak menyadari bahwa Sera sedang memperalat dirinya demi bisa mendekati Ega.


"Dunia seluas ini, kenapa juga harus selalu bertemu Sera. Betul kebetulan kah?" batin Ega dalam hati.


Sera yang melihat sikap Ega sebenarnya geram. Namun karena dari awal niat Sera ke Jepang memang untuk mendekati dan mendapatkan cintanya, maka pantang menyerah bagi Sera sebelum apa yang menjadi keinginannya dia dapatkan.


Mereka pun memesan makanan masing-masing. Sambil menunggu makanan datang, Ega masih bergaya cuek sambil fokus kepada HP nya. Berbeda dengan Jonatan yang begitu penasaran dengan Sera sehingga ada saja yang dia tanyakan. Sebenarnya Sera sangat malas meladeni pertanyaan Jonatan. Tapi demi misinya, Sera rela berpura-pura manis menanggapi setiap obrolan yang Jonatan mulai.


"Silahkan Tuan dan Nona," dalam bahasa Jepang seorang pelayan mempersilahkan mereka bertiga makan setelah menghidangkan seluruh makanan dan minuman yang mereka pesan.


Mereka bertiga hanya menjawab dengan anggukan ramah.


"Aku ke toilet dulu ya," pamit Sera sebelum mereka menyantap makanannya.


Jonatan dan Ega pun mengangguk kompak, tanda mempersilakan.


Sera segera berdiri hendak menuju toilet. Namun ketika itu, secara tidak sengaja tangan Sera menyenggol gelas berisi air minum, sehingga tumpah dan mengenai celana Ega. Sera sangat panik mengingat minuman yang tumpah masih berasap tanda suhunya masih sangat panas.


"Maaf, Ga. Maaf," ucap Sera seraya mengambil tisu dan mengelap Celana Ega yang basah.

__ADS_1


Saat itu posisi wajah Sera memang sangat dekat dengan wajah Ega. Sera dalam posisi membungkuk, sedangkan Ega dalam posisi duduk. Dan moment itu tidak disia-siakan Sera begitu saja. Tangannya terus mengusap celana Ega dengan tisu, tapi matanya terus memandang wajah Ega dengan lekat.


Melihat kelakuan Sera, Ega segera menepis tangan itu dan berucap, "Sudah, Ser. Nggak papa kok. Biar aku bersihkan sendiri."


Akhirnya Sera menyerah dan menuju toilet seperti yang dikatakannya tadi. Melihat pemandangan itu, Jonatan sebetulnya bingung dengan perlakuan Sera. Namun akhirnya dia memilih untuk tidak mempedulikannya dan tidak ambil pusing. Hingga drama makan siang kebetulan ala Sera pun selesai dan mereka kembali ke tempat masing-masing.


***


Di Apartemen Ega


"Kamu menyukai Sera?" tanya Ega kepada Jonatan secara tiba-tiba.


"Aku?" Jonatan yang ditanya justru gelagapan.


"Kenapa Ega bisa tahu?" batinnya dalam hati.


"Aku bisa lihat dari cara kamu menatapnya, Jo. Akui saja lah. Dan berjanjilah kepadaku, buat Sera menjadi istrimu bagaimana pun caranya!" ucap Ega kemudian.


"Tapi aku melihat Sera tidak tertarik kepadaku, seperti dia tertarik kepadamu," ucap Jonatan jujur.


Mendengar ucapan Jonatan, Ega hanya menarik nafas panjang, kemudian melepasnya lagi.


"Apa ada yang kamu sembunyikan?" tanya Jonatan menelisik.


Meskipun ragu, akhirnya Ega menceritakan bagaimana persahabatannya dengan Sera, Elzata juga ketiga sahabatnya yang lain. Soal pilihan mamanya, perjodohannya dengan Sera hingga akhirnya happy ending dengan pernikahan dirinya dengan Elzata.


"Aku curiga dia ke Jepang bukan hanya untuk melanjutkan S2 nya," ucap Ega sambil membaringkan tubuhnya di atas sofa.

__ADS_1


"Karena itu, jika memang kamu menyukainya, buatlah agar dia jatuh cinta kepadamu," lanjut Ega sambil menatap Jonatan dengan tatapan memohon.


Jonatan hanya mendesah kasar, mendengar permintaan sahabatnya itu. Dia masih ragu dengan hatinya, apakah perasaannya itu benar-benar cinta atau bukan. Mereka terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing yang mengembara. Hingga akhirnya keheningan itu pecah karena notifikasi pesan yang masuk ke hp Ega.


Ndret-ndret-ndret-ndret...


Ega mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Dia melihat hp yang berada di meja samping sofa tempat dia duduk itu bergetar lama, menandakan pesan yang masuk tidak hanya satu tapi beberapa. Dengan sigap, Ega segera meraih hp itu dan mengusap layar kemudian menggambar pola untuk membuka kunci hp nya. Ketika kunci terbuka, segera saja muncul wallpaper gambar dirinya bersama Elzata saat pernikahan mereka beberapa waktu lalu.


Setelah menatap gambar Elzata di layar itu beberapa saat, Ega segera menggeser layar hp nya kembali dan mengklik icon whatsapp. Ada banyak pesan yang belum dibuka disana. Namun mata Ega tertuju pada satu nama. Darling.


"Apa ini!" seru Ega dengan muka berubah marah. Dia terlihat geram melihat isi dari pesan whatsapp yang dikirimkan istrinya.


"Kenapa?" sahut Jonatan kaget.


Ega tak menjawab. Dia hanya mendengus kesal sambil memijat keningnya yang tiba-tiba sakit kepala.


Jonatan meraih HP Ega kemudian melihat beberapa foto yang sengaja dikirimkan Elzata. Dalam hp itu terlihat foto-foto saat Sera mengeringkan celana Ega dengan tisu setelah menumpahkan air minum siang tadi. Tapi karena kemungkinan besar foto itu diambil oleh profesional, sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan salah paham.


"Astaga. Elzata. Apa yang sedang dia pikirkan?" Ucap Ega sambil merebut hp nya yang saat itu berada di tangan Jonatan.


Setelah hp itu sampai ke tangannya, Ega terlihat menggeser-geser layar hp nya dan segera menempelkan hp itu di telinganya. Dia menunggu beberapa saat, namun tidak ada sahutan. Dia mencoba berkali-kali menghubungi Elzata melalui panggilan suara, video call, bahkan mengirimi banyak pesan untuk istrinya tetapi tidak ada respon.


Ega frustasi. Dia sudah membayangkan bagaimana sakitnya hati istrinya melihat foto-foto itu.


Melihat ekspresi Ega, Jonatan hanya menepuk-nepuk punggung sahabatnya seolah ingin mentransfer energi positif. Dan dengan kejadian ini, Jonatan semakin mantab untuk mengabulkan permintaan Ega, dengan membuat Sera jatuh cinta kepadanya. Tidak hanya demi hidupnya, tapi juga demi cinta sahabatnya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Hai Readers...


Jangan lupa tinggalin jejak ya. Kasih vote, like, comment n favorit ya. jangan lupa juga kasih rate 5. Terima Kasih


__ADS_2