CINTA SI MACAN KAMPUS

CINTA SI MACAN KAMPUS
Manuver Sera


__ADS_3

Setelah mendarat di Bandara Haneda Tokyo, Ega keluar sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, terlihat seperti sedang mencari seseorang.


Dan benar saja, saat matanya menemukan seseorang yang dia cari, segera saja tangannya melambai yang dibalas dengan lambaian serupa oleh seseorang yang berada di depannya.


"Hai, Jon", sapa Ega riang.


"Ega!!! Selamat ya bro, aku ikut bahagia atas pernikahanmu", jawab Jonatan tak kalah seru, sambil memeluk Ega dengan sangat bersahabat.


Jonatan adalah sahabat Ega, kebetulan mereka bertemu saat pertama kali menginjakkan kaki di bumi Jepang. Dulu, mereka berangkat ke Jepang dengan pesawat yang sama, tinggal di apartemen dengan lantai yang sama dan kebetulan sama-sama mengambil program magister di jurusan ilmu lingkungan University Of Tokyo.


Tak heran ketika mereka menjadi sangat dekat sampai sekarang. Dan waktu itu, Jonatan memang sengaja menjemput Ega ke Bandara, dari pada sahabatnya itu harus naik taksi pikirnya.


"Kita makan dulu ya, Jo", Ega yang perutnya sudah berbunyi, meminta Jonatan mampir untuk makan dulu.


"Oke, makan dimana kita?", jawab Jonatan semangat. Perutnya sudah terasa lapar juga, karena tadi tidak sempat makan buru-buru jemput Ega.


"Kita makan di Tsukiji Tamasushi aja", ajak Ega tak kalah semangat, yang kemudian di iyakan begitu saja oleh Jonatan.


Tsukiji Tamasushi adalah restoran sushi paling terkenal di Tokyo. Restoran ini terletak tak jauh dari Pasar Tsukiji. Banyak wisatawan asing yang makan di tempat itu, karena mereka punya jargon sendiri untuk tempat itu. Mereka bilang, "Ingat sushi, pasti ingat Tsukiji!". Mengapa begitu? Karena Pasar Tsukiji dan sekitarnya merupakan pusatnya seafood di Tokyo.


Tak lama, Jonatan segera memarkir mobilnya di halaman restoran. Ini adalah kesekian kalinya mereka makan di tempat itu. Selain karena tempatnya yang sejuk, mereka juga bisa menikmati bunga sakura yang indah di sana.


Setelah mereka masuk dan mencari tempat duduk, segera saja mereka memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang, baik Ega maupun Jonatan sibuk dengan hp mereka masing-masing. Ega segera mengirim pesan kepada Elzata untuk mengabarkan bahwa dia telah sampai di Jepang dengan selamat, sementara Jonatan entah berbalas pesan dengan siapa.


Tiba-tiba, prengggggg....


Bunyi makanan tumpah terdengar persis di sebelah tempat mereka duduk. Rupanya ada salah seorang tamu di tempat itu yang menabrak pelayanan yang akan mengantar makanan ke meja Ega dan Jonatan.


"Maaf.., maaf", perempuan itu minta maaf kepada pelayanan tadi menggunakan bahasa inggris.

__ADS_1


"Masukkan makanan tumpah tadi dalam tagihan saya, dan tolong buatkan lagi pesanan tuan ini", lanjut perempuan tadi masih menggunakan bahasa Inggris.


Entah paham bahasa Inggris atau tidak, tapi pelayan itu mengangguk tanda mengerti.


Tak lama kemudian, perempuan itu membungkuk ke arah Ega dan Jonatan tanda meminta maaf, tapi alangkah terkejutnya Ega melihat siapa perempuan yang ada di depannya.


"Sera!!!", seru Ega, tak percaya melihat siapa yang saat ini ada di depannya.


"Ega?", jawab Sera tak kalah kaget. Wajahnya tiba-tiba memerah entah karena apa.


"Ngapain kamu ada disini?", tanya Ega penasaran.


"Aku ambil magisterku disini, mulai semester ini", jawab Sera tenang, sambil duduk tepat disamping Ega tanpa meminta izin dan meminta persetujuan Ega untuk bergabung di meja mereka.


Ega yang sebenarnya tidak nyaman ketika harus duduk berdekatan dengan Sera, akhirnya memutuskan untuk membiarkan karena sepertinya tidak ada pilihan.


"Ohh iya, sorry sorry sampai lupa. Jo, kenalin ini Sera sahabatku waktu di Indonesia. Sera, perkenalkan dia Jonatan, teman kampus ku di magister ilmu lingkungan", Ega berkata setenang mungkin.


Jonatan dan Sera pun bilang "Hallo" secara bersamaan, kemudian saling bersalaman.


Akhirnya, mereka pun makan bertiga sampai seluruh makanan yang mereka pesan habis, sebelum akhirnya Sera pamit, begitu pula Ega dan Jonatan juga segera meluncur ke apartemen mereka.


***


Flashback on


Sera memang sengaja tidak hadir di acara pernikahan Ega dan Elzata. Selain karena dia tidak akan pernah bisa ikhlas menerima pernikahan mereka berdua, Sera juga sudah menyusun rencana untuk membuat Ega berpisah dengan Elzata dan bisa menikahi Sera.


Informasi terkait rencana kepulangan Ega sebelum menikah dan kapan Ega akan kembali ke Jepang pun dengan mudah Sera dapatkan. Karena itu, dengan sangat mudah pula Sera menjalankan misinya.

__ADS_1


Sebenarnya sebelum kabar pernikahan Ega dan Sera dia dengar, Sera sudah berencana melanjutkan S2 nya di Jepang, agar Sera bisa mendekati Ega disana. Bahkan setelah mendengar kabar pernikahan itupun, Sera sama sekali tidak menyerah dan masih mau berusaha untuk mendapatkan Ega. Toh sudah menikah atau belum, perjuangan Sera tetap sama, yaitu merebut Ega dari Elzata.


Karena itulah di hari yang sama Ega kembali ke Jepang, Sera sengaja memesan tiket di hari yang sama, pesawat yang sama dan di jam yang sama tanpa sepengatuan Ega.


Dan sejauh itu rencananya berhasil, tanpa disadari Ega, Sera bisa satu pesawat dan memperhatikan gerak-gerik Ega.


Rencana tak sampai di situ saja. Setelah mendarat di Bandara Haneda Tokyo, Sera yang kebetulan di jemput oleh sepupunya yang memang kerja di Jepang, segera membuntuti Ega dan Jonatan sampai ke tempat mereka makan.


Sera terus memandang dari kejauhan, apa saja yang sedang di lakukan Ega. Dan ketika melihat pelayan yang akan mengantar pesanan Ega, segera saja Sera berjalan cepat dan sengaja menabrak pelayan itu demi mendapat perhatian dari Ega. Dan sejauh ini, rencana Sera benar-benar berhasil.


Flashback off


***


Selama perjalanan menuju apartemen, Ega hanya terdiam. Dia terus saja memikirkan pertemuan dengan Sera saat di restoran tadi. Ega benar-benar tidak yakin kalau pertemuan tadi adalah hal yang kebetulan.


"Bukankah selama ini Sera masih terus saja meminta Ega untuk berpaling dari Elzata dan berusaha agar Ega bisa menerimanya?" pikir Ega dalam hati.


"Ahhh", dalam hati Ega menepis prasangkanya sendiri. "Mungkin ini memang kebetulan", batinnya kemudian.


"Kenapa bro? Ngelamun aja? Masih ingat malam pertama kemarin?", tanya Jonatan, membuyarkan pikiran Ega soal Sera.


"Apaan sich?", jawab Ega dengan senyum yang sulit diartikan.


Mendengar pertanyaan Jonatan, membuat Ega tiba-tiba jadi rindu sekali dengan istrinya. Pikirannya pun jadi benar-benar mengingat malam pertama mereka. Wajah cantik dengan rambut terurai yang bahkan baru Ega lihat saat itu, dan kontak fisik yang sungguh akan menjadi kenangan dan membayangi Ega setiap malam selama di Jepang.


Meskipun waktu itu Ega belum bisa membuat Elzata menjadi miliknya seutuhnya karena dia belum bisa membuktikan kejantanannya, tapi tiga hari bersama Elzata setelah mereka menikah benar-benar indah, lebih indah dari apa yang pernah Ega bayangkan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2