CINTA SI MACAN KAMPUS

CINTA SI MACAN KAMPUS
Sera


__ADS_3

"Hallo, apakah benar ini nomornya Sera?", mama Ega memutuskan untuk menghubungi Sera melalui telphon.


"Iya, benar. Mohon maaf dengan siapa ya bu?", Sera yang bingung karena ada nomor asing yang masuk memutuskan untuk bertanya.


"Saya bu Nurul, mamanya Ega"


"Oh iya tante, ada yang bisa Sera bantu?"


"Kamu wisuda bareng Ega juga ya nak, besok?"


"Betul tante. Gimana tan?"


"Gini sayang, tante mau tanya. Mau nggak Sera jadi menantu tante?"


Mendengar pertanyaan bu Nurul, ponsel Sera langsung terjatuh karena saking kagetnya.


Ada perasaan bingung di hati Sera. Meskipun di dalam hatinya ada perasaan bahagia yang membuncah, mengingat selama ini dia sudah memendam rasa cinta kepada Ega sekian lama. Hanya karena aturan KAPN yang tidak memperbolehkan mereka saling jatuh cinta saja, yang membuat Sera tidak pernah menunjukkan perasaannya kepada Ega. Terlebih lagi Ega juga tidak pernah memperhatikannya. Jadi, ketika ada kesempatan seperti ini tentu tidak akan Sera sia-siakan.


"Hallo", bu Nurul berkata lagi, karena sedari tadi Sera tidak menjawab pertanyaannya.


"Ehhh, iya tante. Maaf. Sera kaget tante bertanya begitu sama Sera", jawab Sera jujur. Wajahnya memerah seketika.


"Gimana, nak?"


"Mmmm, Ega nya gimana tante?"


"Kalau kamu oke, biar nanti tante yang bicara sama Ega. Tapi tante minta, setelah menikah kamu bisa nemenin Ega study di Jepang"


"I... Iyaa tante. Sera setuju"


Ada perasaan yang luar biasa di hati Sera. Bahkan dia mencubit pipinya sendiri beberapa kali, memastikan bahwa apa yang baru saja dia dengar bukanlah mimpi.


"Kalau aku jadi nikah dengan Ega, bagaimana dengan KAPN ya?, batin Sera dalam hati.


"Ahh, masa bodoh dengan KAPN. Yang Penting bisa menjadi istri Ega dan pergi ke Jepang, itu adalah hal luar biasa dalam hidupnya", gumamnya lirih.


Sera adalah gadis berdarah jawa yang cantik, sama seperti Elzata. Meski tidak seaktif dan seterkenal Elzata, Sera cukup cerdas dan cukup aktif di beberapa organisasi juga. Apalagi Sera adalah mahasiswa jurusan bahasa, membuat dia bisa memukau ketika berbicara.


Sera sendiri tidak mengetahui hubungan Ega dan Elzata selama ini. Walaupun sempat curiga dengan perubahan sikap keduanya selama beberapa bulan terakhir, namun kecurigaan Sera dibuangnya jauh-jauh mengingat tidak ada bukti fisik satu pun yang mampu Sera tunjukkan.


Dan kali ini, Sera begitu takjub dengan kenyataan yang bahkan tak pernah terbayang olehnya sendiri. Pria yang dia cintai akan hadir begitu saja dalam hidupnya, bahkan akan menikahinya dan hidup bersamanya selamanya.

__ADS_1


"Ihhh..., seberuntung ini kamu Sera", gumamnya dalam hati.


Dan hari itu, Sera terus tersenyum sepanjang hari.


***


Bu Nurul membuka kamar Ega pelan-pelan. Dia memasukkan kepalanya dari luar pintu, memastikan aktifitas apa yang sedang Ega lakukan.


Terlihat Ega sedang berdiri mematung di dekat jendela. Pandangan nya ke arah luar, entah apa yang sedang dilihatnya dan entah apa yang sedang dipikirkannya.


Melihat anaknya yang nampak begitu bersedih, sebenarnya ada rasa enggan di hati sang mama untuk membicarakan masalah Sera kepada Ega. Namun karena dia sudah terlanjur lancang menghubungi Sera, akhirnya memutuskan untuk tetap masuk dan mengajak Ega bicara.


"Sayang", ucap mama sambil membelai punggung Ega.


Ega tidak menjawab, bahkan beralih dari memandang arah luar jendela saja tidak.


"Mama tahu ini adalah pilihan yang sulit. Bukan mama tidak mengerti. Justru karena mama sangat mengerti kamu, makanya mama kasih kamu dua pilihan itu. Dan mama yakin kamu akan memilih Jepang dari pada Elzata"


Melihat Ega yang belum bergeming juga, akhirnya sang mama memutuskan untuk melanjutkan kalimatnya.


"Karena itu, menurutlah sama mama. Nikahilah gadis lain dan pergilah bersamanya untuk melanjutkan S2 kalian di Jepang"


"Cinta itu akan hadir dengan sendirinya, seiring dengan kamu melupakan Elzata dengan sendirinya. Mungkin memang tidak ada gadis lain yang kamu cintai, Ega. Tapi bukankah selain Elzata, ada gadis lain yang dekat denganmu?"


"Maksud mama?"


"Selain Elzata, Sera juga dekat denganmu kan? Bukankah kalian semua sahabat?"


"Tapi Sera bukan Elzata, maaa. Dan sampai kapanpun Sera tidak akan pernah bisa menggantikan Elzata di hati Ega"


"Cobalah, nak. Mama sudah berbicara dengan Sera dan dia setuju"


"Apaaaa?", karena kaget, Ega bicara setengah membentak mamanya.


Melihat reaksi Ega, sang mama langsung ciut nyalinya. Dengan berdebar, dia menunggu kata-kata apa yang selanjutnya akan keluar dari mulut Ega.


"Kenapa mama jahat sekali sich ma, sama Ega? Mama memberi Ega pilihan kan kemarin. Bahkan Ega belum memilih ma. Ega baru memikirkannya baik-baik karena Ega tidak mau menyesal nantinya. Dan ini apa ma? Apa yang mama lakukan hingga menelphon Sera tanpa persetujuan Ega sama sekali?"


"Mama ini mamamu, mama berhak menentukan siapa yang akan jadi menantu mama dan bagaimana kamu harus menjalani masa depanmu. Pokoknya setelah wisuda, langsung kamu nikahi Sera, setelah itu kalian berangkat ke Jepang. Titik"


"Tapi maaa..."

__ADS_1


Sang mama tidak mendengar rengekan Ega lagi. Dia keluar dari kamar Ega tanpa mempedulikan perasaan putranya yang sedang tercabik-cabik.


Melihat reaksi mamanya, Ega memukul tembok dengan tangannya berkali-kali hingga berdarah. Setelah itu dia membanting tubuhnya sendiri di tempat tidur.


Diraihnya ponsel yang berada di sampingnya, dibukanya foto Elzata. Dia terus memandangi foto itu, meraba-raba dengan tangannya, dan tak berapa lama air mata itu menetes begitu saja.


"Sayang", Ega memutuskan untuk mengirim pesan kepada Elzata.


Di tempat yang berbeda, Elzata yang menerima pesan Ega tersenyum, berharap ada kabar baik yang akan dia terima.


"Iya, Ga..."


"Aku kangen kamu"


"Iya aku juga"


Tak lama, akhirnya Ega memencet tombol panggil untuk menelphon Elzata.


"Hallo, Ga..."


"Sayang..."


"Iyaa..."


"Berjanjilah kepadaku"


"Berjanji?"


"Berjanjilah bahwa apapun yang aku lakukan nanti, kau akan percaya bahwa aku mencintaimu, dan benar-benar mencintaimu. Tidak ada orang lain bahkan hal lain yang akan membuat aku bahagia dalam hidupku, selain kamu"


"Ega, kamu ini kenapa? Apa kamu sudah memilih? Apa kamu akan berangkat ke Jepang dengan gadis lain?"


Tak terasa kristal-kristal bening itu menetes, sebelum akhirnya Ega kembali berbicara dan menceritakan perihal mamanya yang telah menghubungi Sera tanpa sepengetahuannya.


"Apaaa? Sera? dan kamu mau?", reaksi Elzata sangat histeris mendengar cerita Ega.


Entah kenapa Elzata seemosi itu, padahal saat pembicaraan sebelumnya Elzata sempat mengatakan bahwa dia ikhlas jika akhirnya Ega memilih Jepang dan menikah dengan gadis lain. Tapi mendengar nama Sera, tiba-tiba dada Elzata terasa sesak. Selain Sera adalah sahabatnya, Elzata sangat tahu betul bahwa selama ini Sera mempunyai perasaan lebih terhadap Ega.


Benarkah Sera adalah akhir dari perjuangan Elzata dan Ega selama ini?


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2