CINTA SI MACAN KAMPUS

CINTA SI MACAN KAMPUS
Aturan Menarik


__ADS_3

Kesatuan Aksi Pewaris Negeri atau lebih akrab dengan sebutan KAPN adalah sebuah organisasi ekstra kampus yang mewadahi para aktivis kampus untuk berjuang demi mewujudkan idealisme mereka.


"Agent of change", mereka menyebut diri mereka sendiri seperti itu. Bahkan dari organisasi ini banyak lahir tokoh-tokoh nasional yang sangat di perhitungkan.


Organisasi ini dibagi menjadi 3 level kepengurusan, yaitu tingkat pusat yang membawahi secara nasional, tingkat daerah yang membawahi satu provinsi, dan tingkat kampus yang mengurusi urusan kampus, dimana setiap level mempunyai sebuah kantor sekretariat yang mereka sering menyebutnya sebagai markas mereka, biar terlihat keren katanya.


Dari mana organisasi itu hidup? Mereka mempunyai unit usaha minimarket di setiap kampus yang hasilnya bisa mereka pakai untuk operasional kegiatan, bahkan setidaknya setiap 3 bulan sekali, sebagian hasil usaha, mereka pakai untuk berbakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Para alumni AKPN yang sudah sukses baik jadi Pengusaha maupun tokoh nasional pun tak enggan menggelontorkan dana yang besar demi hidupnya organisasi ini.


Elzata sendiri adalah manager advokasi dan politik KAPN level provinsi. Dia membawahi KAPN level kampus, dan mengkoordinir seluruh Kampus yang ada di wilayah itu. Termasuk aksi demonstrasi terakhir kemarin yang berjalan sangat dramastis, itu di bawah kendali Zata.


Apa yang menarik dari organisasi ini? KAPN mempunyai jaringan yang luas. Semua orang mengenal organisasi ini sebagai tempat bernaungnya anak-anak muda heroik yang kritis dan selalu berjuang untuk kepentingan masyarakat. Selain itu seluruh anggota diajari untuk melek politik, melek sosial, melek ekonomi, dan berjargon "negarawan generation". Yang spesial, ada satu peraturan yang tidak dimiliki organisasi lain, yaitu seluruh anggota KAPN di semua level dilarang pacaran. Aneh kan? Hal ini yang membuat organisasi ini tidak diminati kebanyakan mahasiswa, namun justru menjadi hal menarik buat seorang Zata, sang macan kampus yang selalu ingin sesuatu yang berbeda. Bagaimana jika melanggar? Tentu saja sanksinya dikeluarkan dari organisasi, dan itu sangat memalukan di kalangan mereka. Apalagi sanksi yang diterima jika ada yang tetap melanggar akan sampai berimbas pada kehidupan mereka di luar kampus, karena kesempatan untuk memanfaatkan jaringan bisnis dan kaderisasi politik alumni AKPN setelah mereka lulus nanti akan mereka tutup rapat.


***


"Satu jam lagi merapat ke markas", satu pesan whats app massanger masuk di group chatt terbatas, yang terdiri dari 3 orang KAPN dan 3 presiden mahasiswa 3 universitas negeri di kota itu.


Tak sampai satu jam, terlihat 4 orang pria dan 2 orang wanita duduk melingkar di teras markas. Mereka adalah Elzata si macan kampus, Sera rekan Zata, Barra sang Direktur AKPN, dan 3 orang Presiden Mahasiswa yaitu Ega, Arya dan Galih. Ketiganya adalah singa kampus di tempatnya masing-masing.


Seperti biasa, setelah obrolan dimulai segera saja akan terlihat dua perbedaan mencolok diantara mereka. Kubu AKPN terbiasa dengan pikiran liar karena terbiasa di lapangan dan berhubungan dengan dunia luar, sementara kubu presiden terlihat lebih suka bicara strategi elegan karena terbiasa berurusan dengan dunia birokrasi.


Sebenarnya mereka berkumpul untuk mengevaluasi aksi kemarin. Tapi karena sudah terlanjur berdiskusi tentang yang lain, maka tujuan awal mereka berkumpul berubah menjadi debat panjang yang tak berujung. Meski mereka akan kembali bercanda pada akhirnya, tapi terkadang tetap akan menyisakan kesal yg akan mereka bawa sampai mereka kembali ke tempat masing-masing.


Seperti hari itu, Elzata hampir tak bisa senyum sedikitpun sampai pertemuan itu berakhir. Dia mendengus kesal, mengeluarkan nafas panjang hingga terdengar keluar. Pundaknya sampai terlihat naik, kemudian turun lagi. Sesekali matanya melirik Ega dengan pandangan yang tidak bersahabat. Mungkin karena diantara 6 orang sahabat itu, yang perbedaan pola pikirnya sangat mencolok. Elzata lebih sering memilih cara blak-blakan untuk menunjukkan idealismenya, sementara Ega lebih memilih untuk dekat dengan penguasa untuk melancarkan rencananya.


"Dasar Penjilat", gumamnya dalam hati


Hal lain yang membuat Zata kesal dengan Si Singa kampus adalah sikap yang menurutnya tak bisa di tolelir. Di hadapan pejabat Ega terlihat sangat manis, tapi bagaimana dia memperlakukan rekan-rekan organisasinya berubah drastis. Dia sering dijuluki Si perfect dari goa hantu.

__ADS_1


Pernah suatu ketika, tidak sengaja Elzata masuk ke ruangan Ega. Disana ada gadis cantik bernama ara yang sedang menangis diantara tumpukan berkas di atas meja. Di sudut ruang, terlihat Ega cuek tanpa menghiraukan gadis itu. Tangannya tak beralih dari layar HP entah sedang membaca apa.


"Kenapa ra?" tanya Elzata penasaran


"Ini proposal denline hari ini Zata. Kmrn sebelum dicetak aku dah minta Ega cek, tapi dia bilang langsung cetak aja. Ini berkas 300 bendel dah siap distribusi tp Ega minta ganti karena ada satu lembar yang kata dia harus diganti", jelas ara sambil mengusap air matanya dengan kasar


"Kenapa Ega minta diganti?" Elzata penasaran


"Karena di lembar itu, tidak tertera nomor hp Ega. Aku hanya ngasih nomor telphon sekretariat", lanjut Ara sambil menghentakkan genggaman tangannya ke pahanya sendiri karena geram


"Apa? Keterlaluan banget sich tu orang? Kasihan banget ya nanti cewek yang jadi istrinya?", Elzata menggerutu sambil berjalan ke arah Ega dan langsung merampas hp yang sedari tadi tak lepas dari genggamannya.


"Zataaaaa...., apa-apaan sich ganggu aja", dengan kesal Ega bangkit hendak mengambil hp nya


"Kamu tuch yang apa-apaan. Tuch lihat Ara nangis tuch. Masak hanya gara-gara nomor hp kamu tidak dicantumkan di proposal, berkas sebanyak itu harus dibongkar lagi. Takut nggak tenar?", Elzata berdecak. Satu tangannya terlihat dilipat dan diletakkan di pinggangnya, sementara tangan yang lain menyembunyikan hp Ega di belakang punggungnya


"Enggak"


"Ayo balikin"


"Sekali aku bilang enggak ya enggak"


"Zataaaaa....!!!!"


"Oke. Oke. Aku balikin hp kamu, tapi biarkan Ara tetap pakai berkas itu"


"Iya, iya, sini balikin"

__ADS_1


Akhirnya Elzata membalikkan tangannya, dan menaruh Hp Ega di atas meja.


Melihat aksi yang dilakukan Elzata dalam upaya penyelamatannya dari permintaan Ega yang sok penting itu, Ara tersenyum dan langsung acungkan jempol dengan sangat riangnya.


"Makasih, Zata", ujarnya bahagia


"Bereskan?" gumam Elzata sambil mengerlingkan satu matanya dengan nakal.


Melihat aksi dua gadis itu, akhirnya Ega memilih keluar.


"Ega mau kemana? Aku ada perlu sama kamu", teriak Elzata sambil mengikuti langkah Ega yang keluar begitu aja.


"Mau makan sama pak Rektor. Mau ikut?"


Mendengar penjelasan Ega, Elzata langsung menghentikan langkahnya dan berbalik sambil mendengus kesal.


Melihat kelakuan dua rekannya itu, Ara hanya geleng-geleng sambil berdecak. "Hati-hati lho Zata, benci bisa berubah jadi cinta lho?"


"Apa? Aku? Cinta Ega?" sahut Elzata sambil duduk di sebelah Ara. "No way", lanjutnya sambil menyilangkan tangan di depan mukanya sendiri.


"Ehh, siapa tahu aja. Banyak banget lho yang ngantri minta jadi ceweknya", goda Ara


"Masak sich ada yang mau sama dia? Sok penting gitu. Suka ngatur-ngatur lagi. Apa ada yang mau sama dia?" seperti biaya Elzata kekeh dengan pendapatnya


Meskipun memang susah sich cari orang seperti Ega. Dia memang terkenal dekat dengan pejabat kampus dan pejabat pemerintahan. Muka oke, Tajir, Cerdas dan retorikanya bagus. Tapi perfeksionisnya itu lho yang bikin orang susah.


"Hmmmmhhh....", Elzata mendengus pelan, entah apalagi yang dia pikirkan.

__ADS_1


__ADS_2