
Flashback
Pagi itu Sera sibuk memikirkan bagaimana caranya bisa merebut hati Ega, setelah sekian lama segala cara yang dia lakukan selalu gagal dan ditolak mentah-mentah.
"Jauh-jauh sampai Jepang, jika masih gagal juga kebangetan," gerutu Sera dalam hati.
Setelah lama berpikir, akhirnya Sera meraih hp nya dan memutuskan untuk mencari informasi tentang keberadaan Ega melalui Jonatan, seperti rencananya semula.
"Hi jo?" tulis Sera yang kemudian dikirimkan ke Jonatan.
Jonatan yang waktu itu sedang sibuk membaca buku, tiba-tiba meraih hp nya yang bergetar dan membaca pesan itu.
"Hallo Sera," balas Jonatan singkat.
"Lagi dimana?" tanya Sera memancing.
"Lagi di Perpustakaan nih. Habis ini mau makan di kafe XXX," Jawab Jonatan.
"Wah kebetulan dong. Aku lagi mau kesana juga ini. Kita ketemu disana ya," jawab Sera sekenanya.
Sebenarnya waktu itu Sera tidak sedang dalam perjalanan ke kafe itu. Namun karena kesempatan bertemu dengan Ega tidak begitu saja dengan mudahnya Sera dapatkan, akhirnya Sera memutuskan untuk menemui Ega disana.
"Aku harus ambil kesempatan ini dan sudah saatnya Elzata tau kalau langkahku untuk merebut Ega sudah sedemikian jauh," gumam Sera sambil tersenyum sinis.
Setelah berpikir sejenak, Sera sibuk menelphon sepupunya dan memintanya untuk ikut ke kafe itu agar nanti bisa mengambil gambarnya saat bersama Ega. Kebetulan sepupu Sera adalah seorang fotografer profesional, sehingga kemampuannya dalam mengambil gambar bisa dipastikan tak dapat diragukan lagi.
Karena Sera tidak mendapatkan penolakan dari sepupunya, maka dengan semangat mereka sudah mempersiapkan diri di kafe sambil menunggu Ega datang.
Tak berapa lama, Ega dan Jonatan pun datang. Ketika mereka masuk, Sera segera melambaikan tangan kepada Jonatan tanpa sepengetahuan Ega.
"Hai Ser," sapa Jonatan saat menghampiri Sera.
"Hai Jo," jawab Sera singkat.
__ADS_1
"Sendiri?" tanya Jonatan kemudian.
Sera hanya mengangguk, membenarkan perkataan Jonatan.
Mengetahui Sera sendirian, Jonatan mengajak Sera untuk bergabung di Mejanya bersama Ega. Mendengar ajakan Jonatan, tentu saja Sera tidak menolak, karena semua itu adalah bagian dari rencanya.
Tak berapa lama, Sera menghampiri meja Ega bersama Jonatan.
"Hai, Ga. Kebetulan banget kita bisa bertemu di tempat ini ya?" kata Sera, membuat seolah-olah pertemuan mereka kebetulan.
Ega hanya tersenyum dan mengangguk kasar. Tanpa menunggu persetujuan pun Sera segera duduk di sebelah Ega, yang diikuti Jonatan.
"Tak apa kali ini kau masih saja mengacuhkanku. Tapi lihat saja nanti, Ega. Aku akan membuatmu jatuh dalam perangkapku," gumam Sera dalam hati.
Sera yang melihat sikap Ega sebenarnya geram. Namun karena dari awal niat Sera ke Jepang memang untuk mendekati dan mendapatkan cintanya, maka pantang menyerah bagi Sera sebelum apa yang menjadi keinginannya dia dapatkan.
Mereka pun memesan makanan masing-masing. Sambil menunggu makanan datang, Ega masih bergaya cuek sambil fokus kepada HP nya.
Justru saat itu Jonatan yang terus mengajak Sera bicara. Meskipun Sera sangat tidak tertarik dengan apa yang dibicarakannya, namun tidak ada pilihan lain selain menanggapi setiap ucapannya demi bisa duduk dan makan bersama Ega.
Mereka bertiga hanya menjawab dengan anggukan ramah.
"Aku ke toilet dulu ya," pamit Sera sebelum mereka menyantap makanannya.
Jonatan dan Ega pun mengangguk kompak, tanda mempersilakan.
Dan rencana Sera selanjutnya pun segera dimulai. Dia sengaja menumpahkan gelas air minum panas hingga mengenai celana Ega. Seolah kaget ketika air itu sudah benar-benar tumpah, Sera segera mengambil tisu dan membersihkan celana Ega.
Saat itulah sepupu Sera mulai mengambil gambar. Bahkan Sera sebisa mungkin mengambil posisi paling dekat dengan wajah Ega agar gambar yang diambil sepupunya bisa sesuai dengan apa yang dia harapkan.
Setelah makan siang selesai, dengan tidak sabar Sera melihat foto-foto hasil jepretan sepupu andalannya. Ternyata tidak sia-sia, foto itu bisa terlihat begitu nyata. Bahkan siapapun yang melihatnya tidak akan pernah tahu kalau foto itu diambil saat Sera membantu Ega membersihkan celananya yang basah karena terkena air minum yang sengaja ditumpahkan Sera.
Melihat foto yang didapat sesuai rencananya, dengan tidak sabar Sera meminta sepupunya untuk mengirim foto-foto itu ke nomor Elzata.
__ADS_1
Sementara itu, Elzata yang waktu itu sedang bersantai di kamarnya langsung meraih hp nya begitu terdengar getaran hp yang terletak di atas meja disamping tempat tidurnya.
Meskipun pesan yang masuk dari nomor yang tidak dikenalnya, namun Elzata memutuskan untuk tetap membukanya.
Tiba-tiba mata Elzata membelalak. Foto-foto yang saat itu ada di hadapannya benar-benar membuat dadanya terasa sesak. Suami yang baru beberapa hari menikahinya, kini berada sangat jauh dari jangkauannya dan bahkan begitu dekat dengan perempuan lain.
"Bahkan Ega tidak pernah cerita soal keberadaan Sera di Jepang. Pantas saja Sera tidak datang saat kami menikah. Apa karena memang mereka sudah lama menjalin hubungan disana?" pikir Elzata dalam hati.
Elzata tidak tahan berlama-lama menatap foto penghianatan Suami dan sahabatnya itu. Dia langsung mengirim foto-foto yang di dapatkan dari nomor misterius itu ke nomor Ega, agar suaminya tahu bahwa kesalahan terbesar suaminya sudah di ketahui Elzata.
Bahkan saat beberapa kali terdengar panggilan masuk dari Ega sesaat setelah Elzata mengirim foto-foto itu ke nomor Ega, Elzata sengaja tidak mengangkatnya. Seluruh pesan yang Ega kirimkan pun begitu saja terlewatkan, tanpa ada niat sedikit saja dari Elzata untuk menjawabnya.
End of flashback
***
Ega tak melepas hp dari tangannya, berharap ada pesan balasan dari Elzata menanggapi penjelasan panjang lebar yang sedari tadi dikatakannya melalui pesan whatsapp yang dikirimkannya.
Bahkan tak henti-hentinya Ega melakukan panggilan suara, meskipun tak juga ada tanda-tanda Elzata akan mengangkatnya.
Ega berteriak kesal berkali-kali. Genggaman tangannya terlihat mengencang dan dipukulkannya pada apapun yang ada di dekatnya. Hingga akhirnya, Ega memutuskan untuk menelpon mama mertuanya, dengan begitu Elzata tidak akan bisa menolak panggilannya.
"Assalamu'alaikum, Ega," suara mama mertuanya menjawab panggilan Ega.
"Wa'alaikumsalam, Ma. Elzatanya di rumah nggak ma? Dari tadi Ega telphon kok tidak diangkat ya?" tanya Ega penuh harap.
"Dari tadi Elzata di dalam kamarnya, Ga. Biarkan saja, mungkin dia sedang tidur karena capek. Kalian tidak sedang berantem kan?" tanya mama mertua Ega.
Ega terdiam, tidak tahu apa yang harus disampaikannya kepada mama dari istrinya itu.
BERSAMBUNG
Hai Readers
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya. Kasih vote, like, comment n favorit ya. jangan lupa juga kasih rate 5