
Bunyi sms masuk di handphone Sekar, buru-buru, Sekar membacanya, dan langsung berdiri mengajak Elea keluar kamar.
" Ayuk Elea, kakak sebentar lagi datang, yuk keluar." Elea hanya mengekor Sekar dari belakang.
Papa dan mama yang belum bertemu dengan Elea sempat terkejut, melihat perubahan Elea, yang sangat cantik dengan dress warna biru laut, dipadu padankan dengan sepatu flat, dan tubuh yang sangat ideal, tinggi dan berisi.
" Selamat malam anak mama, ya Allah cantiknya, kapan nyampe nak, maaf mama nggak lihat dari tadi." Mama memeluk Elea.
" Dari jam 7 mah, soalnya Sekar sejak pagi dirumah Elea, jadi sekalian aja berangkat nya." Elea mencium tangan mama Sekar.
Cempaka yang baru keluar dari kamarnya pun terkejut, Elea gadis sederhana, bisa berubah menjadi seorang putri cantik, bahkan sangat cantik Dimata Cempaka.
" Woow ... Putri kayangan turun ke bumi ni, cantik banget, kapan sampai Elea? dari tadi kakak gak liat deh." Paka memeluk Elea dan mencubit hidung Elea.
" Dari jam 7 Kak, sekalian jalan sama Sekar." Elea menjabat tangan Cempaka dan mencium pipi kanan dan kiri Cempaka
Begitu pula papa, yang heboh saat melihat Elea, ternyata, Damar tak salah pilih calon istri, sungguh cantik dan berbudi pekerti, pikir ayah.
Sekar menghentikan obrolan mereka, kerena Kakak nya sudah sampai di gerbang utama.
" Ngobrol nya di lanjutkan nanti ya, Kaka sudah lewat gerbang utama, tinggal gerbang depan, Ayuk siap siap, biar Elea yang bawa kue ulang tahu untuk malam ini, aku mau matikan lampu, dan mama sama papa dan kak Paka, bareng sama Elea, gimana?"
__ADS_1
" Jangan, biar papa saja yang pegang lighting, kalian berempat yang sambut kakak kalian."
" Ok kalau begitu."
Terdengar SMS di handphone Sekar, mengatakan bahwa Damar sudah ada di gerbang depan rumah, dan pak satpam menunggu aba-aba dari Sekar sebelum membuka pintu gerbang, karena sekar akam mematikan semua lampu di ruang tamu, agar surprise mereka tidak diketahui oleh kakaknya.
Setelah mendapat aba-aba dari Sekar, pak satpam membuka pintu gerbang rumah. Damar yang melihat ruang tamu tanpa lampu penerang tidak menaruh curiga sama sekali, bahkan dia sendiri lupa akan hari ulangtahun nya, bahkan Damar sendiri sempat bertanya pada pak satpam, kenapa lampu belum di nyalakan. Jawaban pak satpam tak membuat dirinya curiga, dengan langkah pasti Damar masuk keruang tamu, belum sempat melangkah bahkan menutup pintu, disana Damar dikejutkan dengan suara nyanyian Ulang tahun.
Happy birthday Damar , happy birthday Damar, happy birthday, happy birthday, happy birthday Damar.
Lampu menyala, Damar pun terkejut, Elea gadis pujaannya yang membawa kue ulang tahun untuknya malam ini. Jantung Damar berdetak kencang, seakan akan tubuh dan tulang-tulang nya copot, tanpa ia sadari, damar sudah menjatuhkan tas kerjanya.
Perlahan namun pasti Elea melangkah, mendekati Damar yang terkejut, senyuman Elea memang menjadi candu buat Damar, Damar akhirnya tersadar, bahwa sekarang bukanlah mimpi, melainkan kenyataan, Damar ikut melangkahkan kakinya, menuju kue ulang tahun yang di bawa Elea, tanpa menunggu lama, Damar meniup lilin kue ulang tahunnya, dan tanpa ba-bi-bu, Damar mencium kening Elea, entah apa yang terjadi, keheningan terjadi, keduanya sama-sama terdiam terpaku.
Damar mengangguk dan saling mengumbar senyum.
Nampak keduanya saling pandang, sama-sama merasakan debaran jantung yang membuncah. Pandangan mata yang sama-sama mendalam, mengharap lebih dari sekedar ciuman di kening, keduanya membisu, tak melihat adanya orang-orang disekitarnya, Akhirnya Elea pun tersadar, mundur beberapa langkah, untuk memberi ruang papa dan mamanya Damar untuk mengucapkan selamat, setelah itu Elea meletakkan kue ulang tahun tersebut di meja yang telah dihias oleh Elea dan Sekar.
Elea berjalan menjauh, memegang dadanya yang bergemuruh, sakit, bahagia, bingung, dan gelisah yang Elea rasakan saat ini.
Mama melihat gerak gerik calon menantunya yang bersemu merah pun mendekat, di usapnya pundak Elea, bahkan mama memeluk Elea saat itu juga, air mata tak bisa di bendung lagi, keduanya sama sama menangis, entah apa yang ada dipikiran mereka masing masing.
__ADS_1
" Ayuk makan malamnya sudah siap, nanti keburu dingin Lo." ucap Mama, di balas dengan anggukan oleh Elea.
Semua sudah menunggu Damar untuk makan malam, karena Damar harus membersihkan diri, setelah bekerja, dan harus terlihat fresh didepan gadis cantik pujaan hatinya.
Makan malam pun telah di mulai, setelah kedatangan Damar, sebelum acara makan malam selesai, Sekar meminta ijin untuk berbicara,dan sedikit perhatian dari semua anggota keluarga nya.
" Eheemmm.... mohon perhatian, ada sedikit yang ingin adek sampaikan malam ini." Elea yang sedang gelisah pun sedikit faham dengan apa yang akan di ucapkan sahabatnya itu. Dengan memegang tangan Sekar, Elea menggelengkan kepalanya, tanda Elea tak mau kalau masalah dirinya akan dibuka dengan keluarga sahabatnya. Namun Sekar menggelengkan kepalanya, dan berkata.
" Masalah kamu adalah masalah aku juga Elea, jadi percayalah, bahwa aku akan menyelesaikan semuanya, kamu jangan khawatir ya." Sekar memegang tangan Elea, Akhirnya Elea hanya mengangguk saja.
" Ada masalah apa dek, tumben banget pakai rahasia-rahasia segala." mama memegang tangan Sekar.
" Kakak... Menikahlah dengan sahabatku Elea, dia gadis yang pintar, dan berprestasi, serta lemah lembut, aku kira dia bisa menjaga kakak, dalam keadaan apapun." Sekar menangkupkan kedua tangan nya.
" Sekar, kamu jangan seperti itu, bukan itu yang aku inginkan, aku kecewa sama kamu Sekar." Elea melepaskan genggaman tangannya dari tangan Sekar. Namun Sekar menariknya kembali.
" Bukankah kamu meminta bantuan dariku, dan kamu sudah berjanji akan menepati semua janji-janji yang kamu ucapkan, ini bantuan yang aku janjikan padamu Elea, dan aku mohon Elea, jadilah kakak iaparku." Sekar menakupkan kedua tangannya, memohon pada Elea.
" Sekar... bukan mama tidak mau kakak kamu menikah dengan Elea, tapi ini terlalu cepat, apa kata keluarga mereka, apakah mereka akan menerima lamaran kita? yang sabar ya sayang, jangan tergesa-gesa." Mama membelai pipi putri bungsunya.
" Mama harus tahu, Minggu depan Elea akan menikah, Elea akan dijodohkan dengan sepupunya dari luar kota, apa mama sudah siap bersedih selamanya?" Elea memeluk sahabatnya yang berjuang untuk melepaskan perjodohan ini, Sekar pun membalas pelukan Elea, tanpa sadar kedua gadis yang bersahabat selama enam tahun itupun menangis bersama.
__ADS_1
" Aku tak mau jauh dari kamu El, kalau kamu menikah, kamu akan pergi ke Sumatera, pasti kita tak akan jumpa lagi, aku gak mau." Sekar masih saja terisak, begitupun Elea, namun Elea sangat dewasa dalam menyikapi setiap masalah.
" Sekarang kan ada handphone sayang, kamu bisa V Call sama aku, jadi gak akan jauh." Elea mengusap air mata yang menetes di pipi chubby sahabatnya.