CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
PENDOWO LIMO


__ADS_3

Senyuman terukir di bibir Mama, anaknya bahagia bersama seorang yang benar-benar mengerti keinginan dan kebiasaan dirinya, sehingga Mama sangat percaya bahwa Elea adalah orang yang tepat menjadi menantunya dan sahabat bagi anaknya.


Sore hari setelah bangun tidur siang, Elea dan Sekar menuju Dapur, dilihatnya sang Mama sedang asik memasak bersama mbak-mbak di rumah. Elea yang sudah terbiasa bekerja di dapur pun langsung menghampiri mertuanya, siapa tahu ada yang bisa di bantu oleh Elea.


"Assalamualaikum ma, ada yang bisa Elea bantu?"Tanya Elea pada Sang Mama mertua.


"Tidak ada sayang, duduk saja di sana, papa tidak suka makan yang aneh -aneh, kerena teman-teman papa lebih suka masakan rumah, seperti cak kangkung, sambel tempe penyet, sayur lodeh, mbek-mbek tempe, ya itulah makanan sehari-hari, tapi mereka jadi ketagihan, karena mereka rindu makanan kampung yang mengingat masa lalu mereka, ketika Mama menyediakan makanan mahal, malah mereka protes." ucap Mama.


"Sangat sederhana sekali ya Ma, ya sudah Elea ke ruang tengah saja."Ucap Elea sembari meninggalkan Mama mertuanya.


"Iya... sebentar lagi Mama juga sudah selesai." Ucap Mama.


Elea melangkah masuk ke ruang tengah, disana terlihat Sekar sedang melihat film kartun, yang sering mereka berdua tonton, Elea pun mendekat ke sahabitu, sembari mengomentari film yang Sekar lihat.


"Wah...aku yang jadi sailor moon ya." goda Elea.


"Nggak bisa, aku yang jadi sailor moon, kan aku belum nemu pangeran bertopeng untuk aku." Rengek Sekar.


"Okedeh aku tidak akan jadi Sailor moon, karena aku sudah menemukan pangeran bertopeng untuk ku." seru Elea.


Perbincangan mereka semakin seru, manakala datang kakak Sekar, yang semakin menambah keseruan perbincangan diantara ketiga wanita cantik dirumah Damar.


Sudah sehari ini Damar tidak menelpon istri bahkan keluarga nya. Kerinduan yang Elea rasakan saat ini sungguh mendalam bahkan sangat menyiksa, namun Sekar menjadi pengobat rindu Elea.


Setelah selesai memasak, Mama pergi membersihkan diri, untuk menyambut kedatangan Rekan kerja suaminya.


Perdebatan 3 gadis tentang film yang mereka tonton pun berlanjut, ketika Cempaka merekomendasikan film baru Korea pada kakak iparnya dan adik bungsunya.


Keseruan pun berlanjut sampai menjelang azan maghrib, Elea yang melihat jam tanganya, langsung beranjak meninggalkan kedua adik ipar nya. Melihat Elea bangun pun Cempaka bertanya. " Mau kemana kak? kan masih rame film nya!" Tanya Cempaka.


"Sebentar lagi azan maghrib, aku belum wudlu juga, El keatas dulu ya." pamit Elea.


"Ya sudah aku juga mau ke kamar, mau solat maghrib." ungkap Sekar.

__ADS_1


"Yah... curang, giliran di ajak Norton film Korea pada kabur." ucap Cempaka merasa kecewa.


"Maaf ya kak, kita mau solat dulu, nanti di sambung ya." Rayu Elea.


Cempaka tersenyum, karena dirinya merasa di acuhkan, namun berbeda dengan Elea, yang mengerti perasaan Cempaka.


akhirnya Cempaka pun ikut naik menuju kamarnya, agar tak tertinggal solat maghrib.


pukul 6.45, seluruh keluarga sudah berkumpul menunggu kehadiran sang Papa bersama Rekan kerjanya.


Pintu depan dan pintu gerbang sudah terbuka lebar, bahkan pak satpam sudah berjaga di depan, untuk menyambut kedatangan tamu.


Tepat pukul 7.00 Papa bersama Rekan kerjanya sudah tiba di pintu gerbang, di sambut oleh Mama yang sudahberdiri di depan ruang tamu.


"Assalamualaikum nyonya, apa kabar?"tanya salah seorang Rekan kantor papa.


"Waalaikum salam, alhamdulillah sehat wal afiat, silahkan masuk, jangan malu-malu." ucap Mama, mempersilahkan teman-teman suaminya masuk ke ruang tamu.


"Wah selalu bikin rindu saja rumah kamu Bos, bikin betah, oh ya mbak, malam ini anak saya akan datang ke mari, karena ada sedikit berkas yang harus saya tanda tangani." Ucap pak Suryo sahabat Papa.


"Sepertinya duu pernah saya ajak kesini, jadi kayaknya tidak lupa deh, kalau lupa pun nanti dia akan menelpon aku." Jawab pak Suryo.


"Kalau begitu nanti pak satpam biar jaga, siapa tahu ada yang datang dan bertanya alamat sini." ucap Papa.


"Kalau begitu ayokasuk semuanya, Gas, kayaknya baru kali ini ya kamu kesini?" Tanya pak Suryo pada sahabat kecilnya.


"Bener Yo, padahal kita bersahabta sudah sejak kecil, tapi baru tahu kalau ini rumah Bos kita." ucap Bagas.


"Bagaimana mau tahu, kamu aja tidak pernah di Indonesia, keluar negri terus, mana ada waktu buat kita-kita,bener nggak Galuh?" ucap pak Wiro.


"Bener banget, orang kita PENDOWO LIMO, tapi kayak empat sekawan saja, harusnya kan komplit." ucap Papa.


"Baru sekali datang saja sudah di bully, bagaimana kalau datang terus?"ucap Bagas yang di sertai tawa seluruh teman-teman.

__ADS_1


"Hahahaha... makanya jangan hanya sekali, tapi selalu hadir di acara kita." Saran Pak Wiro.


"InsyaAllah, kami sudah menetap di sini, karena seluruh perusahaan yang ada di Luar Negri sudah aku serahkan sama anak sulungku, yang sudah menikah dengan orang Australia." ucap pak Bagas.


"Alhamdulillah, berarti kita harus bisa bersenang -senang, menikmati jerih payah kita, biar sekarang anak-anak yang mengurus perusahaan kita."ucap Pak Wiro.


"Bener tu kata Wiro, kita harus bisa menikmati masa tua kita, jangan hanya memikirkan perusahaan melulu." Ucap Papa.


"Iya kamu yang punya anak cowok, nah aku... anakku semuanya cewek." ucap wiro.


"Ngomong ngomong kenapa si Firman?" ucap Wiro.


"Bener juga, kok dari tadi aku belum lihat, padahal tadi dia yang paling pertama keluar dari kantor." ucap Suryo.


"Biar aku telpon, mungkin dia ada masalah yang harus dia selesaikan." ucap Papa sembari mencari nomor sahabatnya.


Belum sempat tersambung, ternyata mobil sahabatnya Firman sudah ada di depan rumah, dengan mengajak putra kesayangan nya, masuk ke rumah sahabatnya.


"Assalamualaikum... maaf sedikit terlambat, anakku baru saja pulang dari luar negri, jadi aku sambut sebentar sebelum kesini, eh malah pengen ikut kesini, katanya kangen sama Sekar anak kamu Dhika." ucap Firman


"Willy masih ingat sekar saja, sini nak... kamu sudah besar sekarang. " ucap Dhika.


"Assalamualaikum paman, apa kabar. " Sapa Willy kepada papa Dhika.


"Waalaikum salam, nak... kapan pulang?" tanya Dhika papa Sekar.


"Baru saja paman, hari ini katanya ada makan malam di rumah paman, aku langsung ikut saja, kangen sama Sekar yang suka menangis." ucap Willy.


"Jangan seperti itu, nanti kalau ketemu jatuh cinta lagi, sekarang Sekar jadi gadis yang cantik lo."ucap Wiro sembari memeluk anak sahabatnya.


"Iya... Jangan salah pilih juga sama istri Damar, nanti marah dia, soalnya sekarang ada di sini." tutur Suryo sembari memeluk Willy.


"Waooow... Damar sudah menikah om Dhika, padahal baru kemarin aku ketemu dia di Jerman." ucap Willy.

__ADS_1


"Dia pergi seminggu setelah menikah, jadi belum ada resepsi, bagaimana kabar dia? sehat saja kan?" sambut Mama.


"Baik dan sehat kok Tante, pantesan dia terlihat sibuk sekali mengatur jadwal, bahkan dia bilang tidak sempat menelpon kerumah, karena padatnya pekerjaan dan meeting di sana." terang Willy.


__ADS_2