CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
KAMU CANTIK SEKALI


__ADS_3

Senyuman penuh kebahagiaan terpancar di mata mereka berdua, terutama Sekar yang memiliki ide yang terbilang ekstrim untuk Elea.


Setelah selesai mencurahkan seluruh isi hati Elea, Elea dan Sekar memutuskan untuk berjalan-jalan ke mall terdekat, Sekar bermaksud membelikan dress yang indah untuk di pakai Elea malam ini.


Elea sudah menolak pemberian dari sahabatnya tersebut, namun Sekar tidak mengindahkan perkataan Elea, Sekar sudah membelikan Elea dengan barang-barang branded, dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Pukul 1 siang Elea dan Sekar sudah berada di rumah Elea, sesuai janji Elea pada sang ayah, untuk pulang tidak terlalu sore.


" Assalamualaikum ayah, assalamualaikum Ibu." Elea menyalami kedua orangtuanya, disusul dengan Sekar, melihat Sekar di belakang Elea, membuat ibu Elea sangat bahagia, entah ada perasaan bahagia, darimana perasaan itu, beliau sendiri pun tak tahu.


" Ayah, Ibu apa kabar, maaf lama Sekar jarang main kesini, maklum belajar terus buat Ujian Nasional." Sembari memeluk ibunya Elea.


" Alhamdulillah Ibu sehat, nak, gimana kabar mama sama papa kamu ? Pasti sangat sibuk ya?" ibu Elea membelai rambut Sekar dengan penuh kasih sayang.


"Alhamdulillah sehat semua Ibu, aku lihat ibu sudah sehat sekarang, gak kayak kemarin-kemarin." Sekar memperhatikan wajah ibu Elea yang sudah tidak pucat lagi.


" Kasih tahu Ibu mu itu Sekar, kalau ada masalah jangan di pendam sendiri, nanti jadi penyakit." Ayah menghela nafas dengan berat.


" Nggak akan lagi ayah, semoga kedepannya kita bisa menjadi lebih baik lagi. Oh ya nak, kalian sudah makan siang? kalau belum biar ibu siapkan." Ibu Elea berdiri hendak masuk ke dapur.


" Nggak usah ibu, jangan repot-repot Sekar dan Elea sudah makan di Mall tadi." Elea menyuruh ibu, untuk duduk kembali.


Selang beberapa menit, datang Elea, mengajak Sekar untuk solat dan istirahat di kamarnya.


" Sekar, yuk solat dulu, setelah itu kita istirahat sebentar, biar nanti lebih fresh." Elea menarik tangan sahabatnya.

__ADS_1


" Ok... Ayah, ibu Sekar solat dulu ya." ucap Sekar berpamitan.


" Iya nak, anggap saja rumah sendiri, jangan malu-malu." ayah mengacungkan kedua jempol nya.


"Iya ayah, terima kasih, permisi...." Kedua orangtua Elea menatap kepergian mereka berdua, Sang Ayah tersenyum, sahabat putrinya yang orang kaya, dan terkenal, masih mau berteman dengan putrinya yang berasal dari kalangan miskin, bahkan memiliki sopan santun yang tinggi.


"Nggak nyangka ya Bu, mereka sudah sembilan tahun bersahabat, kayak baru kemarin saja, bahkan ayah lihat, mereka tidak pernah sama sekali berantem, ayah semakin percaya dengan persahabatan mereka." Ayah masih menatap kepergian Elea dan Sekar.


" Iya ayah, bahkan putri kita terlihat lebih dewasa, padahal umur mereka berdua sama, semoga saja, mereka bersahabat selamanya, tak ada yang memisahkan mereka." Ibu memegang tangan Ayah.


"Amiiin ya bu, semoga mereka selalu bersahabat, Ayuk Bu, kita juga harus istirahat, biar nanti lebih fresh, Sekalian bikin adek buat si kembar, siapa tahu kembar lagi." Ayah mencubit hidung istri nya karena gemas.


" Ayah gak ingat umur? sebentar lagi juga akan menjadi kakek Lo. Malu sama cucu nanti." Ibu mencubit perut ayah yang mulai membuncit.


Sudah menjadi kewajiban bagi anggota keluarga Elea, setelah makan siang, mereka harus istirahat, dan bangun saat solat ashar.


Setelah berjamaah solat asar, biasanya mereka akan duduk-duduk di teras belakang rumah, sambil menikmati kopi dan teh, disertai cemilan ataupun cake, yang menambah erat kebersamaan mereka.


Sekar sudah terbiasa seperti ini, karena tiap kedua orangtuanya sibuk keluar negri, Sekar selalu tidur di Rumah sahabatnya Elea.


Canda dan tawa terdengar, cerita tentang masa kecil adik kembarnya, menjadi topik pembicaraan hari ini. Waktu berlalu tanpa terasa, saat ini Sekar sedang mendandani Elea, dengan dress yang di belikan nya tadi pagi, lengkap dengan sepatu dan tas yang warnanya senada dwngan dress yang di pakai Elea. Jam 6.30, Elea dan Sekar sudah selesai berdandan.


Mereka berdua berjalan keluar dan berpamitan kepada kedua orangtuanya, untuk pergi makan malam di rumah Sekar.


" Ayah, Ibu, Elea berangkat dulu." Sembari mengecup punggung tangan kedua orangtuanya.

__ADS_1


Ayah dan Ibu yang duduk, sangat terkejut dengan penampilan putrinya yang sangat cantik malam ini, bahkan Ibu tidak melepaskan genggaman tangannya, karena perubahan Elea, seakan mengatakan, bahwa Elea sudah menjadi dewasa, saat ini.


" Elea, ini benar kamu nak, kamu cantik sekali, ya Allah... terima kasih, semoga kamu menjadi anak yang Solehah ya nak..." Ibu memeluk Elea dan menangis.


" Hati-hati di jalan, jangan ngebut ya,kalau kemalaman pulangnya, telpon ayah saja, nanti biar ayah jemput." Sembari menerima uluran tangan Sekar untuk bersalaman.


" Nggak apa-apa ayah, nanti biar kakak Damar saja yang antar Elea." ucap Sekar.


Setelah berpamitan, keduanya meninggalkan rumah Elea, dan menuju rumah Sekar. Tepat pukul 7, Sekar dan Elea sudah sampai di depan rumah Sekar, sesaat Elea ragu untuk masuk, namun dengan santainya, Sekar menarik lengan Elea untuk masuk, dan membawanya masuk ke dalam kamar Sekar.


" Kita ke kamar aku dulu ya, nunggu mereka pulang kerja, seperti biasa saja, jangan grogi, aku mau ke dapur dulu ya, mau bikin surprise buat kak Damar, hari ini kan dia ulang tahun." Sekar mengedipkan matanya.


" Kenapa gak ngomong, kan aku gak bawa kado, malu aku Sekar." Elea duduk menatap wajah sahabatnya yang sering jahil itu.


" Nggak perlu, ya sudah Ayuk kita bikin surprise bareng aja, biar ada gregetnya." Sekar sudah menarik tangan Elea.


Sekar dan Elea akhirnya membuat puding coklat kesukaan kakaknya, yang sudah di hiasi dengan tulisan cantik dari sentuhan tangan Elea, entah mengapa, Elea sendiri merasa sangat bahagia dengan kreasinya malam ini, dengan rasa yang tak bisa di gambar kan oleh Elea, puding coklat pun telah siap untuk di makan.


pukul 7.30, papa dan mama serta kak Cempaka sudah sampai di rumah, dengan membawa cake besar yang sudah di pesan oleh mereka dua hari yang lalu.


Seperti biasanya, Damar tidak suka hari ulang tahunnya di rayakan dengan meriah, Damar lebih suka bila ulang tahunnya di rayakan di rumah saja.


Setelah selesai menyiapkan segala sesuatunya, Elea dan Sekar masuk kembali ke kamar Sekar, sementara menunggu kedatangan Damar yang biasanya pulang dari kantor pukul 9 malam, seperti biasanya.


Sebelum masuk rumah, Sekar sudah meminta satpam kompleks, untuk memberi kabar bila kakaknya,sudah sampai di gerbang utama komplek.

__ADS_1


Bunyi sms masuk di handphone Sekar, buru-buru, Sekar membacanya, dan langsung berdiri mengajak Elea keluar kamar.


" Ayuk Elea, kakak sebentar lagi datang, yuk keluar." Elea hanya mengekor Sekar dari belakang.


__ADS_2