CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
BEAJAR MASAK


__ADS_3

Elea tersenyum sendiri tatkala mengingat tingkah suaminya yang selalu menyalakan AC sangat dingin sebelum tidur, bukan apa-apa, karena suaminya sangat suka menggoda dirinya untuk selalu menempel padanya.


"Jadi kangen sama kamu kak, kamu memang beda, di mulutmu kamu sedikit pendiam, namun perlakuan mu memabukkan." ucap Elea sembari menatap wajahnya sendiri, karena merasa malu mengingat malam-malam indah bersamam sang suami.


"Malam ini aku kesepian kak, apa kakak di sana juga kesepian? Elea harap kakak sehat-sehat saja di sana, dan cepat pulang, dengan selamat" Doa Elea dalam hati.


Elea memejamkan matanya, rasa kantuk yang melanda karena sejak kemarin malam kurang tidur, serta aktivitas malam ini yang menyita tenaganya, membuat Elea tertidur dengan nyenyak. Selang lima belas menit, Damar menelpon pada Elea, namun tak terdengar oleh Elea, karena dalam mode silent, hanya getaran saja yang ada.


Sementara Damar yang mengerti perbedaan jam pun menyadari, kemungkinan Elea sudah tertidur, akhirnya Damar mengirim sms, agar istrinya dapat membacanya ketika bangun nanti.


*Assalamualaikum sayang, maaf kakak menelpon kamu, tapi pasti sudah tidur, sudah 2 hari kan Elea kurang tidur, tidak apa-apa, besok kalu ada waktu kakak telepon Elea, miss you sayang, jangan lupa makan yang banyak, nanti kalau kaka pulang harus gemuk, biar makin empuk, hehehehe... Good night sayang, mimpikan kakak ya...Assalamualaikum *


Selepas mengirim sms pada istrinya, Damar sudah di sibukkan dengan meeting yang di ajukan oleh dirinya, karena tak ingin berlama-lama berjauhan dengan istrinya.


Elea terbangun ketika azan subuh berkumandang, sedikit malas namun harus bangun, dengan sempoyongan Elea mengambil air wudlu dan melaksanakan solat subuh, setelah selesai berzikir, Elea kembali berbaring, sembari membuka handphone miliknya, seketika itu mata Elea terbelalak, melihat ada notifikasi yang masuk, suaminya menelpon 2x, namun dirinya tak mendengar sama sekali, ada kekecewaan di hatinya, namun apalah daya, dirinya teramat lelah 2 hari kemarin, kekecewaan Elea berubah, di mana dirinya mendapati chat dari suaminya di WA, senyum mengembang begitu saja di wajah Elea, suaminya memang pendiam namun romantis menurut Elea.


"Kakak... I miss you to." Gumam Elea sesaat setelah membaca chat dari suaminya.


Pagi yang cerah mengawali aktivitas hari ini, sungguh tidur yang nyenyak Elea rasakan malam tadi, selepas merenggangkan sedikit otot-ototnya, Elea berjalan menuju kamar mandi, membersihkan diri, setelah selesai, Elea kembali ke kamar dan memakai pakaian.


Setelah solat subuh tadi, Elea tak bisa tidur kembali, entah karena kekenyangan tidur atau karena bahagia karena chat dari suaminya, baginya hari ini adalah hari yang indah baginya.


Setelah selesai merawat diri, Elea turun ke dapur untuk membantu para ART di sana, tanpa malu dan canggung Elea masuk ke dapur.

__ADS_1


"Assalamualaikum...bu, mbak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Elea pada ke 4 ART di rumah suaminya.


" Eh non Elea, nggak ada kok non, sudah beres, tinggal bawa ke meja makan saja." jawab mbak Sari.


"Oh... Elea kesiangan ya? maaf ya mbak, belum bisa bantu, besok turun lebih awal deh, biar bisa bantu." tegas Elea.


"Nggak usah non, kita berempat sudah cukup kok, nanti saya di marahin sama ibu, soalnya menantunya masak ke dapur." jawab mbak Sari ketakutan.


"Nggak apa-apa, saya biasa masak kok mbak, mumpung kak Damar nggak di rumah, kalau kak Damar di rumah Elea nggak bisa kkemana-mana. " Tutur Elea.


"Ya kan namanya juga pengantin baru non, masih hangat-hangatnya, apalagi den Damar itu cinta mati sama non, kalau tidak percaya tanya sama mbak Rahma dan mbok Jam." Jawab mbak Sari lugas namun langsung menutup mulutnya dengan tanganya.


Elea yang melihat itupun mengerutkan keningnya. Mbok Jam yang melihat itupun ikut menjawabnya, agar Sari tidak merasa terintimidasi.


"Baik Mbok, mari non ikut saya ke ruang makan, sebetar lagi seluruh keluarga akan turun." ajak mbk Sari kepada Elea


"Baiklah, mari mbok, mbak, besok pagi Elea akan bantu kalian memasak, ok." Elea meninggalkan mbok Jam dan mbak Rahma bari mengerlingkan sebelah matanya.


Mbo Jam dan mbak Rahma hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, karena menantu dari majikanya sangatlah sederhana, walau dirinya dinikahi oleh orang terpandang dan terkaya di daerah tersebut, namun sikap rendah hatinya membuat semua orang menyukai Elea, dan mereka pun sudah mengenal Elea sejak Elea dan Sekar bersahabat, jadi mereka sudah mengenal sifat Elea.


Elea berjalan di belakang Mbak Sari, Mama yang melihat Elea keluar dari dapur menuju ruang makan pun terkejut.


"Elea... menantu mama sudah cantik, dari mana aja?" Tanya Mama mertuanya.

__ADS_1


"Dari dapur, Ma, mau bantu masak, tapi kok sudah selesai, ya sudah, Elea balik lagi aja." Jawab Elea sembari menyalami dan mencium pipi Mama mertuanya.


"Oh, tak kira dari mana?" jawab Mama santai.


"Ma... kalau boleh, Elea ingin membantu mbok Jam, dan yang lain untuk membuat sarapan, makan siang ataupun makan malam, biar Elea tahu apa saja masakan kesukaan kak Damar." Pinta Elea pada Mama mertuanya.


Mama yang melihat ketulusan dimata Elea pun mengangguk, " Boleh sayang, tapi selama suamimu di luar negri, nanti kalau sudah pulang pasti kamu di kurung lagi sama dia."jawab Mama menggoda Elea.


"Maka dari itu, Elea kan kesepian, jadi Elea ingin belajar masak makanan kesuakaan kak Damar Ma, makasih ya Ma, dan bilang sama mbok Jam, agar jangan menolak kalau aku ke dapur." pinta Elea pada Mama mertuanya.


"Baiklah, mbak Sari tolong panggil mbok Jam untuk kemari." perintah Mama pada mbak Sari yang sedang menaruh makanan.


"Baik Bu." Mbak Sari pun berjalan menuju dapur dan memanggil Mbok Jam sesuai perintah sang Majikan. Tak menunggu lama, mbok Jam pun telah sampai di ruang makan menemui majikanya.


"Assalamualaikum bu, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Mbok Jam pada majikanya.


"Bagini mbok, menantuku ingin belajar memasak masakan kesukaan suaminya, jadi tolong ajari Elea, kalau bisa selama suaminya di luar negri ini, Elea sudah menguasai masakan kesukaan Damar. "Pinta sang Majikan.


"Baik Bu, dengan senang hati." Jawab mbok Jam.


"Ya sudah kalian juga sarapan ya, nanti mbak Rahma suruh ganti baju, saya mau ajak dia ke Butik, dan ke pasar untuk belanja bulanan, sudah di catat semua yang diperlukan ka mbok?" Ucap Mama.


"Sudah bu, sudah saya catat, kalau begitu saya ijin ke dapur Bu, monggo." ucap mbok Jam undur diri.

__ADS_1


__ADS_2