CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
NYONYA DAMAR


__ADS_3

Pagi ini, Setelah sarapan pagi, Elea sudah mengemas pakaian yang akan di bawanya ke rumah suaminya, bahkan seluruh perawatan yang Elea gunakan sudah masuk ke dalam tas jinjing Elea.


Setelah berpamitan kepada kedua orangtuanya, Elea dan Damar pergi meninggalkan rumah orang tua Elea, dalam perjalanan sesekali Damar melirik istrinya, Damar yang tahu perasaan Elea pun menggenggam tangan Elea dan menciumnya.


Elea yang terkejut pun menoleh pada suaminya, dengan pipi memerah, Elea tersenyum, dan menunduk. Damar yang sudah sangat tak bisa menahan dirinya, dengan secepat kilat, menepikan mobilnya,dan menguncinya dari dalam, di bukanya


seat belt miliknya, dan juga Elea, pandangan mata Damar sudah sangat sayu, sejak kemarin Damar sudah berusaha menahan gejolaknya.


Perlahan Damar mendekati Elea, pandangan matanya sungguh membuat Damar terhipnotis, perlahan Damar membelai rambut Elea, di ciumnya kedua mata Elea, kedua pipi juga janggut Elea, sebelum mencium bibir Elea, Damar membelai bibir Elea dengan jari-jarinya, Elea yang baru merasakan sentuhan lembut dari seorang laki-laki pun hanya mampu memejamkan matanya.


Pertemuan antara bibir dua orang yang sedang kasmaran, bibir damar sudah mendarat di bibir Elea, dengan lembut mengecap bibir Elea, dan lama kelamaan menjadi tak terkendali, Elea sudah kehabisan nafasnya, keduanya sama-sama merasakan bahagia, sesaat Damar melepas pagutan bibirnya, kemudian memeluk Elea dengan erat, keduanya sama-sama mendengar deru nafas dan detak jantung yang begitu cepat.


Beberapa saat mereka berpelukan, ada Seorang Polisi mengetuk pintu mobil Damar.


Tok


Tok


Tok


Damar yang terkejut pun langsung membuka jendela mobilnya.

__ADS_1


Hormat seorag polisi kepada damar, karena sedang bertugas.


"Selamat pagi pak, bisa minta surat surat nya pak, mohon bekerja sama dengan baik." sapa pak Polisi yang bernama Adrian.


"Selamat pagi juga pak, tidak apa-apa, silahkan pak." Damar menyerahkan surat surat mobil dan SIM yang ada di dalam dask board.


"Semuanya lengkap ya pak, mohon jangan berhenti di sembarang tempat pak, karena disini jalur laju cepat." jelas Adrian.


"Iya pak, terima kasih."


Setelah memberi hormat, polisi pun meninggalkan mobil Damar.


"Kakak... apa gak bisa aja nahan sampai di rumah, Elea jadi malu kak." sambil memanyunkan bibirnya.


"Jangan manyun Elea, nanti kakak cium lagi mau?" goda Damar pada Elea.


Elea yang mendengar pun langsung menutup bibirnya dengan tangan nya. Damar yang jahil pun mendekat pada Elea, sedangkan Elea semakin menjauh ke pinggir pintu.


"kenapa? aku mau pasang seatbelt buat kamu, jangan ge er." goda Damar sambil mencium pipi Elea.


Elea yang di bohongi pun memukul dada suaminya, namun Damar memegang kedua lengan Elea, dan mengucapkan kata-kata yang membuat Elea tertunduk malu.

__ADS_1


"Jangan takut, nanti kakak lanjutan di rumah ya, jangan menolak, kakak gak menerima penolakan." cup damar mencium bibir Elea sekilas. Elea hanya tersenyum dan menunduk malu


Damar melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah kedua orang tua Damar. Sebelum ada Polisi yang lain menegur mereka berdua.


hanya butuh 10 menit saja mereka sampai di rumah kedua orang tua dmar. Sesampainya mereka di depan rumah besar itu, Damar menggenggam tangan Elea, Elea yang terkejut pun menoleh ke arah suaminya, Elea tersenyum manis, mendapatkan perlakuan spesial dari suaminya.


"Jangan turun dulu, aku akan membukakan pintu untuk mu."Elea hanya tersenyum dan mengangguk.


Damar keluar dan memutar, membukakan pintu mobil untuk Elea, Damar pun tersenyum bahagia, sambil membungkuk kan badannya, Damar mempersilahkan Elea masuk dan menggandeng tangannya.


"Silahkan turun nyonya Damar, semoga nyonya betah berada di dalam sangkar emas ini."gombalan Damar ini membuat Elea dan pak satpam yang berjaga tertawa, namun di urungkan, takut kena semprot tuan mudanya yang selalu dingin dan pelit ngomong.


"Terima kasih Tuan Damar, atas tumpangannya." lanjut Elea yang bercanda.


"Nyonya Damar sudah berani bercanda ni?" sambil menggandeng tangan Elea dengan mesra.


"Maaf, eh tunggu kak" Elea menghentikan langkah mereka berdua.


"Apalagi? koper kamu biar pak Dodo yang bawa ke atas, nanti pak satpam yang akan memanggil pak Dodo, oke." ucap Damar dengan lembut.


"Baiklah, ayo kita jalan lagi." Elea pun melangkah bersama menuju pintu rumah yang memang sering dia masuki, ketika sedang bekerja kelompok dengan Sekar.

__ADS_1


__ADS_2