CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
BENARKAH


__ADS_3

Tak Terasa, pernikahan Elea tinggal 2 hari lagi, tepatnya hari ini hari Jum'at, pernikahan Elea yang akan di laksanakan hari Minggu, dan dilanjutkan dengan resepsi sederhana, di samping rumah mereka.


Elea sungguh bahagia, keluarga besar dari ibunya semua sudah datang, hanya tinggal dari keluarga ayah Elea yang belum datang.


Bi Warni, adik sang ibu memilih tinggal di losmen dekat rumah Elea, karena rumah Elea tidak mampu menampung seluruh keluarga besar mereka, sedangkan keluarga pakde nya dari ayah Elea, akan di tempat kan di hotel terdekat, tepatnya hotel milik keluarganya Damar.


Namun tanpa sepengetahuan Damar, karena tak mau merepotkan keluarga Damar lebih banyak lagi.


Keeesokan harinya, yaitu hari Sabtu pagi, keluarga pakde dari ayah Elea sudah sampai di depan rumah Elea, mereka di sambut dengan penuh rasa kebahagiaan, tak terkecuali Rio juga hadir bersama rombongan mereka.


Pakde yang marah pada ayah Eleapun langsung menghampiri keluarga Elea yang sedang berkumpul di ruang tengah. pakde sangat terpukul, dan merasa di hianati oleh sang adik, yang mana janji mereka untuk menikahkan putri sulungnya pada anaknya yang bernama Rio, malah menikah dengan orang lain.


"Apa apa an ini.. kamu mengundangku hanya untuk mempermalukan kami?" bentak pakde pada ayah Elea dengan logat sumatra.


"Bukan seperti itu bang, ini jalan Allah untuk putriku, aku tak mampu berbuat apa apa, mereka saling mencintai. " bela ayah untuk Elea.


"Kalau tahu undahgan kau 3 hari yang lalu hanya untuk membuat aku malu, maka jangan harap aku akan datang menghadiri pernikahan ini." jawab pakde lantang.


Ayah hanya terdiam dan menunduk kan kepalanya, dia terlalu sayang kepada kakak angkatnya, walau selalu jahat kepadanya.


"Ya sudah, apa kau siapkan tempat untuk menginap kami?"tanya pakde pada ayah.


"Tentu saja bang, biar anak saya Doni yang mengantar kalian ke hotel." sambil jari jempol ayah menunjuk ke arah Doni.


Doni yang di tunjuk pun mengangguk kan kepalanya, namun sebelum berangkat ke kamar Hotel, ayah dan juga ibu Elea mempers8lahkan mereka untuk sarapan terlebih dahulu.


Tugas yang di berikan sang ayah untuk Dion saat ini adalah menjaga kakaknya, sedangkan Doni, bertugas mengantar keluarga pakde ke kamar Hotel.

__ADS_1


Setelah itu Mas Rio yang melihat dekorasi kursi pengantin dan meja kursi untuk akad nikah atau ijab Kabul, sudah tertata rapi, hiasan tembok bertuliskan nama pengantin pria bukan namanya pun sangat geram.


Belum sempat bersalaman dengan kedua orangtua Elea, Rio langsung saja mencari keberadaan Elea, tanpa pikir panjang, Rio masuk ke dalam mencari Elea, dan menemukan Elea saat sedang sarapan pagi.


"El... kenapa kamu menikah dengan orang lain? bukankah aku sudah mengatakan padamu, aku akan menikah denganmu!" bentak Rio pada Elea.


"Maaf mas, Assalamualaikum... tarik nafas dulu mas, apa kabar, jangan terburu -buru." jawab Elea yang melihat Rio langsung marah pun kaget juga.


" Waalaikum salam...alhamdulillah kabar mas baik baik saja...Elea kamu sengaja ya, menolak lamaran mas?"bentak Rio.


"Elea hanya seorang perempuan, mas yang menanti Kedatangan orang yang akan bersungguh sungguh sama Elea." jawab Elea dengan santainya.


"Bukankah mas Rio juga tidak main main untuk melamar kamu Elea. " bentak Rio kembali.


"Mas Rio melamar Elea hanya ditelepon, dan juga pada ibu, bukan pada Elea, dan kak Damar melamar Elea sebelum mas melamar Elea pada ibu." jelas Elea enteng pada mas Rio.


"Kenapa harus Elea tolak? Karena kami saling mencintai mas, jadi apa salahnya Elea menerima lamaran nya." Jawaban Elea sungguh membuat Rio terkejut, ternyata permainan yang diciptakan kedua orangtuanya menjadi boomerang baginya, karena sebenarnya Rio tak ingin menikahi Elea, baginya Elea sudah ia anggap sebagai adiknya, namun pernikahan dengan istrinya saat ini tidak mendapatkan restu keduaorangtuanya, sehingga dengan terpaksa Rio menerima persyaratan dari kedua orangtuanya, agar mendapatkan warisan milik orang tua Elea.


"Apa kurangnya aku Elea, aku kaya, aku ganteng, bahkan kegantengan ku bisa menaklukkan gadis-gadis di Sumatera, hanya kamu saja yang menolak ku Elea." Rio menggebrak meja tempat Elea makan.


"Maaf mas... hati Elea tidak bisa membohonginya, walau kakak kaya dan ganteng, namun hati Elea bukan untuk mas, Elea mana bisa bohong." Elak Elea serius.


"Asal kau tahu saja, aku akan menggagalkan pernikahan mu saat ini juga... jadi..." ancam Rio, namun belum selesai Rio mengancam Elea, telepon mas Rio berdering, dan ternyata telepon dari istrinya yang ada di Sumatra, dan sebenarnya Elea sendiri sudah tahu kalau mas Rio sudah menikah 4 tahun yqng lalu.


" Halo sayang... Iya... jangan khawatir mami, papi akan sampai 3 hari lagi, katakan pada My son, papi akan pulang ok." Rio yang sedang marah pun sekarang lebih reda, karena suara tangisan sang istri dan anaknya yang sangat Rio sayangi, walau terlihat raut kekecewaan pada rautnya wajahnya,yang mengalahkan rasa sayangnya pada keluarga Elea hanya karena ambisi mendapatkan harta ayah Elea, dan ingin mendapatkan pengakuan untuk anak dan istrinya di keluarga besarnya.


" Elea...sebelum akad terucap, aku akan tetap berusaha mendapatkan kamu demi mereka berdua." tekad Rio dalam hati.

__ADS_1


Elea menghembuskan nafasnya dengan kasar, terdengar di telinga Elea, suara tangis anaknya mas Rio.


" Papi... papi..." suara tangisan anak usia 3 tahun terdengar sangat jelas di telinga Elea, bahkan membuat shock seluruh keluarga yang hadir saat itu, tak terkecuali pakde yang sedang makan bersama keluarga dari Sumatra.


Sementara di belakang Rio berdiri kedua adik Elea, yang sedari tadi melihat kejadian ini.


"Untung saja kak Elea gak jadi menikah dengan mas Rio, kalau menikah, akan di jadikan istri simpanan saja." bisik Dion ditelinga Doni yqng hanya di balas anggukan oleh Doni, saat Rio datang, adik kembar Elea dengan sengaja menelpon calon kakak iparnya.


Sementara Damar yang sempat mendengar perbincangan Elea dengan mas Rio pun menjadi geram.


" Andai aku disamping kamu Elea, pasti tidak akan terjadi seperti ini. " batin Damar Di seberang telepon.


Damar menyuruh salah satu diantara mereka berdua, untuk selalu membuntuti kemanapun Rio pergi, agar tidak berbuat yang tidak-tidak pada Elea.


Benar saja, saat malam H- 1, mas Rio berusah untuk masuk ke dalam kamar Elea, namun aksi mas Rio dapat di gagalkan oleh si kembar. Rio mencari celah di saat keluarga mereka sedang tidur, namun tidak bagi Doni dan Dion, mereka akan menjaga kakaknya sampai kapanpun, agar tidak masuk dalam perangkap kakak sepupunya, yang penuh misteri.


Bahkan Doni dan Dion, bergantian pergi ke kamar mandi atau pun makan, sehingga membuat Elea sedikit risih dan terheran heran dengan kelakua merekan berdua.


"Dek... kalian itu kenapa? kayak jadi satpam saja, memang ada apa?" tanya Elea pada adiknya Dion yang sedang berganti posisi duduk di sofa, sedangkan Doni bangun dari sofa melangkah keluar untuk pergi makan malam, sebenarnya El tahu kenapa mereka sangat protekrif padanya.


"Kakak si, gak peka banget jadi cewek, nggak tahu apa, hampir saja mas Rio mau mencelakai kakak saat kakak sedang tertidur di dalam kamar." terang Dion.


"Benarkah? pantesan saja kalian selau duduk di sofa nemenin kakak, biasanya kan anti, mmmm... Makasih ya dek, kakak sayang banget sama kalian." peluk Elea pada adiknya Dion.


"Kakak tahu tidak? ada kemungkinan mas Rio ingin mencelakai atau menggagalkan pernikahan kakak, atau bisa juga ingin mengambil seserahan dari lemari kakak, tapi jangan khawatir, kak Damar sudah memberiku sebuah lemari besi, yang sudah kami taruh di kamar kakak." Jawab Dion. Elea yang mendengar penjelasan adiknya semakin terkejut, kapan Damar memberi lemari besi untuknya.


__ADS_1


__ADS_2