CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
SABAR DAMAR.


__ADS_3

" Aku tak mau jauh dari kamu El, kalau kamu menikah, kamu akan pergi ke Sumatera, pasti kita tak akan jumpa lagi, aku gak mau." Sekar masih saja terisak, begitupun Elea, namun Elea sangat dewasa dalam menyikapi setiap masalah.


" Sekarang kan ada handphone sayang, kamu bisa V Call sama aku, jadi gak akan terasa jauh." Elea mengusap air mata yang menetes di pipi chubby sahabatnya itu.


Mama menitikkan air mata, melihat nasib gadis cantik yang harus terpaksa menikah di usia muda, karena terpaksa, mama pun merasa sangat senang melihat kedekatan putri bungsunya dengan sahabatnya itu. Tanpa kata kata, mama memeluk keduanya, bahkan Cempaka pun ikut memeluk mereka.


Semua yang mendengar tak menyangka, Elea akan dijodohkan dengan sepupunya, terutama Damar, Damar terlihat sangat shock, perlahan Damar menaruh sendok dan garpu diatas piringnya. Dengan nafas panjang Damar mengambil keputusan untuk menikah dengan Elea.


" Baiklah, jika menikah dengan Elea membuat kalian bahagia, aku akan menikah dengan Elea Minggu depan, tidak ada penolakan." Damar meninggalkan ruang makan setelah mengatakan semua yang ada di hatinya, ada rasa lega dan bahagia, bahkan senyuman itu selalu mengembang di wajahnya.


Mama dan papa sangat bahagia, mendengar anak sulung nya bersedia menikah, dengan gadis pilihannya, dan juga sangat dicintainya.


Mama semakin erat memeluk mereka berdua, kebahagiaan terpancar di wajah mereka, bahkan papa pun tersenyum bahagia.


Perencanaan pernikahan akan mama dan papa persiapkan, karena keputusan yang mendadak dan terkesan tergesa-gesa, karena mereka takut terjadinya perubahan, pada kedua insan yang sama-sama saling mencintai, namun tak berani untuk mengungkapkan.


Setelah selesai makan malam, mama mengajak Elea untuk duduk dan berbincang sebentar, sebelum Damar mengantar Elea kembali ke rumah nya.


" Elea, mama mau tanya, pernikahan seperti apa yang kamu inginkan, karena mama tidak mau sepi ya, mama baru saja mantu, masak gak rame-rame." Mama mengusap punggung tangan Elea, dan menaruh di antara kedua tangan mama.


Sebenarnya Elea masih sangat shock dengan keputusan yang di ambil oleh Damar, karena dia tak tahu apa apa tentang Damar kakak sulung sahabatnya.


" Elea ikut kak Damar saja mama, apa yang jadi keputusan kak Damar, Elea ikut saja." jawab Elea sambil menunduk dan menangis. Entah apa yang Elea rasakan saat ini, bahgia atau sedih, dia takut kalau kakak sahabatnya menikahi dirinya karena terpaksa.


"Elea... jangan takut ya, kakakku gak galak kok, dan jangan hawatir, kakak aku tu orangnya baik, jadi gak salah kok kalau kamu jadi istrinya." ucap Cempaka yang melihat raut wajah Elea.


" Iya Elea... kakak juga gk terpaksa kok nikah sama kamu, bahkan dia sangat bahagia... gk perlu usaha yang keras untuk dapatkan kamu." Sekar menasehati Elea.


" Kok bisa ya Allah memberikan jalan yang mudah untuk kakak kamu, apa mungkin ini doanya selama ini, untuk di permudah mendapatkan Elea. " Batin mama sembari menatap Elea yang selalu menundukkan kepalanya.


Sesaat neutral Elea menatap jam tangan yang di pakai nya, Elea pun terkejut, melihat waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.

__ADS_1


" Ma, Elea mau pamit pulang dulu, sudah jam sebelas, nanti ayah marah, kalau El pulang telat." pamit Elea pada mama Sekar.


" Biar di antar sama calon suami kamu, sebentar ya mama panggil dulu." mama berjalan menuju kamar Damar.


" Nggak usah ma, tadi ayah sudah bilang untuk menelpon beliau, kalau kemalaman, dan Eljuganggak mau merepotkankak Damar. " jawab Elea, yang di balas dengan senyuman sang Mama.


" Ayah kamu pasti sudah capek, kadihan kan bolak balik, nggak apa apa, sekalian kue di box itu buat kamu untuk di bawa pulang." tunjuk mama pada box cake yang sama srkali belum di buka.


Mama masuk ke dalam kamar Damar dan menyuruh Damar untuk menggantar Elea pulang. Damar pun segera bangkit dan mengambil jaket serta kunci mobil nya, sebelum keluar kamar, mama menyuruh Damar untuk berbincang kepada kedua orangtua Elea.


" Damar, jangan lupa katakan kepada kedua orangtuanya, besok malam kami akan datang melamar Elea, dan pernikahan akan di adakan hari Minggu depan, dan katakan kalau semua ini sudah menjadi kesepakatan kalian berdua, Kak... berjuanglah demi cintamu, mama selalu mendukung kamu, apapun itu." mama menyemangati putra sulungnya.


" Insya Allah ma, doakan Damar ya ma, biar gak di interogasi ayah Elea, kalau ditanya kapan sudah saling suka, apa jawaban Damar ma? Damar malu kalau ngomong sudah 6 tahun lalu." damar menatap mamanya.


" Bilang saja, cinta kami bersemi tak tahu kapan datangnya, yang penting besok malam kamu mau melamar Elea, sudah cukup itu saja." tutur mama.


" Baiklah ma, damar pamit dulu." Damar pun berdiri mengambil kunci mobilnya, dan meninggalkan kamar


" Elea pamit dulu ma, pa, Sekar kak Cempaka, assalamualaikum..." Sembari bersalaman dan mencium punggung tangan kedua orang tua sahabatnya yang akan menjadi mertuanya.


" Waalaikum salam, hati-hati di jalan, salam buat ayah dan ibu ya El." pesan mama pada calon mantunya.


" Insya Allah ma." jawab Elea


" Kakak ipar, tidur yang nyenyak ya, atau gak bisa tidur malah." Elea tersipu malu dengan candaan sahabatnya itu.


Elea masuk ke dalam mobil, dan Damar perlahan menjalankan mobilnya, tak ada perbincangan diantara mereka, hanya keheningan yang ada di sana, karena tak tahan dengan keheningan, Elea mencoba membuka perbincangan di antara mereka.


" Kak Damar, Elea minta maaf ya." sembari menatap laki-laki ganteng yang sudah menjadi idolanya sejak SMP dulu.


" Maaf untuk apa?" Damar tersentak kaget, akhirnya ia memutuskan untuk berhenti sebentar, sembari menatap wajah cantik yang selalu dia rindukan.

__ADS_1


" Maaf gak bawa kado buat kakak, Elea gak tahu hari ini ulang tahun Kakak." Elea menunduk malu, karena Damar tiba-tiba menghentikan mobilnya, dan menatapnya dengan intens.


" Kamu adalah kado terindah buat kakak, dan malam ini ulang tahun terindah buat kakak, kakak yang harusnya berterima kasih kepada kamu El, sudah hadir di acara kakak." Damar tersenyum menatap Elea.


" Kak... bagaimana dengan acara seminggu lagi?" Maaf sudah melibatkan kakak dalam hal ini, maaf Elea seharusnya tidak curhat sama Sekar, Sehingga membuat kakak masuk dalam permasalahan Elea,." Elea meremas kedua tangan nya,dan Damar yang melihat itu langsung memegang kedua tangan Elea,


" Jangan kau sakiti dirimu sendiri, sekarang ada kakak yang akan melindungi kamu, kakak merasa bahagia bisa membantu kamu, dan ucapan kakak sama kamu adalah real, tanpa ada paksaan dari siapapun, jadi jangan sekali kali mengingkari, oh ya ... Elea mau akad nikah dulu apa mau langsung resepsi?" sembari memegang kedua tangan Elea.


Elea yang gugup hanya bisa menunduk dan bingung.


" Kalau El ikut kakak saja, bagaimana enaknya." jawab Elea takut.


" Minggu depan kita akad saja dulu, acara di rumah Elea, resepsi pernikahan nya nunggu Kaka pulang dari Jerman aja, bagaimana?" Damar menatap Elea penuh selidik.


" El ikut aja Kak, kalaupun diundur sampai kakak nggak Sibuk juga gak apa-apa." Elea mencoba memandang manik mata calon suami nya, disana Elea melihat kesungguhan Damar, tak sedikitpun terlihat penyesalan di wajah Damar, membuat Elea semakin deg deg an, apalagi Damar memegang kedua tangan Elea.


" Maaf ya El, setelah akad nikah mungkin kakak ke Jerman, sekitar 3 mingguan, habis itu ke Jepang 3 Minggu, dan di Australia sekitar 2minggu, jadi mungkin kakak gak pulang lama, gak apa-apa?" Damar meminta persetujuan dari Elea.


Elea mengangguk, dan tersenyum, damar yang sudah gak bisa menahan gejolak hatinya pun tak mampu menahan, di bawanya Elea dalam pelukannya,tak ingin lebih menyakiti Elea, Damar mengajak Elea untuk pulang.


" Ya sudah Ayuk pulang, nanti ayah sama ibu nyari kita, siapa tahu mama sudah telpon merka."Damar melepas pelukannya dan mencium pucuk kepala Elea.


Elea tak menyangka, Damar bisa semanis itu kepada nya, karena selama ini yang Elea lihat, wajah yang serius dan perfect dalam diri damar, bahkan terkesan sombong dan angkuh bila dilihat dimata orang yang tak mengenal dirinya.


Ada sedikit rasa lega di hati Elea, ternyata apa yang Elea rasakan saat ini, tak seperti yang Elea bayangkan sebelumnya.


**SABAR DAMAR... 6 tahun kamu bisa jaga dirimu dari gejolak ini, kamu harus menang, jangan kalah sama syeitan, tinggal seminggu lagi sudah sah, jadi sabar... jangan kau nodai orang yang kau cintai, sabar satu Minggu saja, aku bahagia walau hanya memeluk mu Elea, aku tahu ini salah,tapi aku bahagia, sangat bahagia.**Kata hati damar.


Akhirnya Damar meneruskan perjalanan yang ssudah malam itu. Sesampainya di rumah Elea, Damar pun kut masuk, dan bertemu dengan kedua orangtua Elea, dan berbincang tentang lamaran mereka besok malam.


Ayah dan ibu Elea sangat kaget, karena tak menyangka putra milyader mau mempersunting putri sulungnya. pun menerima niat baik keluarga Damar, karena sudah tengah malam, akhirya Damar pun meninggalkan rumah Elea, namun tak kembali pulang kerumah, melainkan ke apartment miliknya.

__ADS_1


__ADS_2