CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
KAKAK ADA RASA?


__ADS_3

Akhirnya Damar meneruskan perjalanan yang sudah larut malam itu.Sesampainya di rumah Elea, Damar pun ikut masuk, dan bertemu dengan kedua orangtua Elea, dan berbincang tentang lamaran mereka besok malam.


" Assalamualaikum ayah..., ibu..., maaf baru mengantar Elea sekarang, karena acaranya baru di mulai pukul 9 malam, jadi makan malam pun sedikit terlambat." ucap Damar dengan sopan.


" Tak apa2 nak, sebenarnya ayah sudah mengatakan pada Elea, untuk menelpon ayah kalau acaranya sudah selesai, cuma ayah takut karena sampai pukul 11 Elea belum pulang, takutnya ada apa2 di jalan, ." jawab ayah sopan santun.


" Iya ayah sekali lagi maaf." Damar menangkupkan kedua tangannya.


" iya nak, ayah sudah memaafkan kamu, dan maaf juga sudah merepotkan kamu untuk mengantar Elea."ungkap ayah merasa sungkan pada Damar.


" Nggak kok ayah, sebenarnya kedatangan saya bukan hanya untuk mengantar Elea pulang, namun ada maksud lain yang ingin saya sampaikan kepada ayah." ucap Damar dengan penuh sopan santun.


Ayah membetulkan duduknya, dan menatap lekqt manik mata Damar, pemuda yang baru pertama kali bertemu dengannya malam ini, seakan memiliki rahasia yang dan maghnet dalam dirinyq, bahkan ayah merasa kalau dirinya sudah mengenal lama dengan Damar, ayah menatap kesungguhan dari mimik wajah damar.


Damar yang diperhatikan pun sedikit salah tingkah, karena ayah Elea menatap dirinyq sangat serius.


"Ada keperluan apa ya nak Damar?" ucap ayah memecah keheningan malam yang semakin larut itu.


" Begini pak, besok malam, saya dan keluarga akan datang kemari, dalam rangka untuk meminang Elea ayah, ibu." ungkap Damar.


Ayah yang mendengar ungkapan damar hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, belum selesai masalah dengan kakak angkatnya, kini datang lagi masalah yang lain.


"Sebenarnya...." Ayah menjeda perkataannya, sesungguhnya ayah sangat terkejut dengan ungkapan Damar yang besok akan datang melamar Elea.


" Elea masih muda, dan masih ingin kuliah, apalagi kami ini hanya orang kecil, dan miskin, apa gak salah nak..????siapa nama kamu nak?" tanya ayah pada Damar.


"Damar pak..." ucap damar.

__ADS_1


"Nak Damar, kami ini hanya orang kecil, gak sepadan dengan kalian, tolong jangan permainkan perasaan anak kami, Elea."Ayah memohon pada Damar.


"Saya serius ayah, saya tidak melarang Elea untuk kuliah dan melanjutkan pendidikanya ayah, bahkan jika Elea ingin melanjutkan sampai S2, S3, Damar akan mendukung nya ayah." ucap Damar penuh yakin.


"Bagaimana dengan keluarga kamu nak, apa kedua orangtuamu menyetujui pernikahan kalian?"selidik ayah pada Damar.


"Alhamdulillah kedua orang tua saya setuju, kedua adik saya juga sangat senang." bela Damar.


"Tapi semuanya bukan ayah yang memutuskan, kamu akan tanyakan semuanya pada Elea, karena yang akan menjalani semua adalah anak ayah, bukan ayah." ucap ayah.


Dalam hati Ayah dan ibu Elea sangat kaget, karena tak menyangka putra milyader mau mempersunting putri sulungnya. Ayah pun menerima niat baik keluarga Damar, karena sudah tengah malam, akhirya Damar pun meninggalkan rumah Elea, namun tak kembali pulang kerumah, melainkan ke apartment miliknya.


Sementara Elea, setelah berganti piyama, dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya, dia perlahan meraba single bed nya, mau tak mau, Elea harus mengganti semua perabot yang ada di dalam kamarnya. Sesekali dia tersenyum sendiri, mengingat ciuman di keningnya, saat mengucapkan ulang tahun untuk Damar, pujaan hati Elea, yang tiada pernah terucapkan.


Elea berguling kesana-kemari, jantungnya berdetak kencang, sulit sekali matanya untuk terpejam, bahkan sangat sulit untuk bernafas, mengingat semua kelembutan Damar, pada Elea, benarkah idolanya itu akan menjadi suaminya.


Di balik pintu kamar Elea, ada ayah dan ibu Elea yang mendengar kan keluh kesah putrinya, yang sebentar lagi akan menikah, dengan orang yang mungkin Elea idamkan, dilihat dari pancaran mata Elea sejak pulang kerumah, bahkan dalam doa Elea, seperti mengalir dan tulus yang terucap dari hatinya, Ayah dan ibu Elea pun tersenyum, karena Elea benar-benar membuktikan kepada kedua orangtuanya, bahwa dirinya akan selalu meningkatka harkat dan martabat keluarga nya.


--------------------


.


Sementara di kamar Damar, Damar pun tak bisa tidur, dirinya berpikir kembali, bahwa keputusan untuk menikahi Elea dalam waktu satu Minggu itu, terpacu karena rasa cemburunya, mendengar Elea akan dijodohkan dengan sepupunya, dalam satu Minggu ini, damar sendiri sangat merasa bodoh, tentu Elea sangat syok, bila harus menikah dengannya dalam 1 Minggu ini, damar benar-benar tak mau membuat Elea kecewa, sampai jam 2 Damar tidak bisa tidur, akhirnya ia memutuskan untuk menelpon Elea, sebelumnya memang Damar sudah meminta nomer telpon Elea pada Sekar, namun saat yang bersamaan, damar mendapatkan telepon dari badyguard damar untuk Elea, bahwa Elea sampai sekarang beelum tidur.


Akhirnya Damar memutuskan untuk pergi ke rumah Elea, dan ternyata benar, Elea belum tidur, dengan lampu yang masih menyala, Damar dapat melihat aktivitas di dalam kamar Elea.


---------------------

__ADS_1


Kembali ke Elea


Elea masih saja menangis, mengadu kepada Allah sang Pencipta, kebimbangan, antara cinta, dan cita-cita, yang membuat Elea merasa terbebani.


Tok...


Tok...


Tok...


Perlahan ayah mengetuk pintu kamar Elea, Elea sangat terkejut, ternyata, bukan hanya dirinya saja yang tidak bisa tidur, kedua orangtuanya pun tak mampu memejamkan mata mereka.


Elea, melepas mukena dan melipat nya, ditaruhnya di atas sajadah favorit nya. Setelah itu Elea berjalan membuka pintu untuk orang yang di balik pintu.


" Eh... ayah sama ibu, belum tidur ya?" Elea berpura-pura menguap, agar tak membuat mereka curiga, apa yang terjadi dengan dirinya.


" Kakak... ayah boleh masuk?" Ayah meminta ijin pada anaknya.


" Silahkan saja ayah, Elea juga belum bisa tidur ayah, dari pada diem mending baca Al-Qur'an ayah."Elea mengajak ayah dan ibunya masuk ke kamarnya.


" Ayah Minta maaf, belum bisa menjadi ayah yang baik, selalu saja membebani kamu, sebagai anak pertama, dan ayah juga minta maaf, solusi yang Allah kirim, untuk menghindari dari perjodohan dengan sepupu kamu, adalah pernikahan kamu nak, jujur saja Ayah kaget, mendengar kakak dari sahabat kamu meminang mu." Ayah menjeda petuahnya, pada putrinya, karena sebelum menerima lamaran dan pernikahan yang terbilang singkat ini, ayah semakin bingung, belum selesai permasalahan dengan kakaknya, datang lagi masalah yang baru.


" El, apa kamu curhat sama sahabat kamu? besok-besok lagi, masalah keluarga, jangan sampai keluar, apalagi masalah rumah tangga." Ayah menarik nafas dalam-dalam, lalu mengeluarkan nya.


" Maaf ayah, Elea salah, Elea bercerita kepada Sekar, dan Elea juga nggak tahu kalau Sekar menjebak Elea, Dan Elea sudah berjanji pada Sekar, apapun bantuan Sekar, Elea akan menepati janji El yah, jadi maaf kan Elea ayah, apa Elea batalkan saja lamaran kak Damar besok?" ungkap Elea merasq bersalah.


" Jangan gegabah, ayah mau tanya, apa kamu mencintai Damar? jawablah dengan jujur El, agar ayah ikhlas melepas mu, karena yang aku lihat, di mata Damar, ada cinta dimatanya untuk kamu, jadi walaupun kamu belum mencintai Damar, tapi ayah rela, karena Damar tak akan menyakiti kamu Elea." Ayah memegang bahu Elea.

__ADS_1


__ADS_2