
Elea, sebagai seorang wanita, jangan sekali-sekali menolak lamaran laki-laki, karena itu pamali, saran ibu, walau kamu belum mencintai Damar, tapi berusahalah, untuk menjadi istri yang baik, perlahan-lahan akan timbul rasa cinta itu sendiri, ayah dan ibu bahagia, karena yang datang melamar kamu adalah orang yang sangat mencintai mu." Ibu membelai rambut putrinya.
" Ayah dan Ibu, tahu dari mana kalau kak Damar mencintai Elea, padahal kami jarang sekali bertemu? lalu apa ayah juga ibu akan menerima, jika yang melamar pertama kali adalah mas Rio?" Elea menatap kedua orangtuanya, dengan air mata yang akan menetes.
" Ayah juga akan menerima, kalau kamu menerima nya, Nanti malam adalah penentuan kamu menerima atau tidak, apapun itu ayah akan menyerahkan keputusan padamu, Elea, karena kamu yang akan menjalaninya, bukan ayah." Ayah menatap manik mata Elea dengan penuh kesedihan.
" Ayah, Ibu... Apakah kalian bahagia bila Elea menikah muda? sedangkan Elea belum bisa berbakti dan mencapai cita-cita yang kalian impikan, maafkan Elea yah, ibu, Elea terlalu gegabah, meminta bantuan Sekar untuk membantu El untuk menolak lamaran mas Rio." ungkap Elea sembari memeluk sang ibu.
" Sekarang ibu mau tanya sama kakak, kakak ada rasa gak sama kakaknya Sekar? sedikit.... saja, ada gak?" Ibu menatap manik mata Elea dengan tajam.
" .............. " Elea hanya mengangguk, sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
" Ayah sudah tahu jawabannya, ya sudah Bu, ayah mau solat dulu, ajak El bicara dulu, jangan dipikirkan tentang masa depannya, ayah yakin masa depan Elea akan bahagia, kalau bersama Damar." Ayah meninggalkan kamar Elea.
" Iya ayah, ibu juga lega, Elea... anak ibu yang cantik, kami sudah tahu kalau kakaknya Sekar sangat mencintai kamu, sejak dulu, ayah juga sudah tahu beberapa tahun Lalu, tapi kami orang kecil, tidak berani bertindak, jadi ayah bersyukur masih ada orang yang sayang sama kamu, dan selalu menjaga kamu, dalam keadaaan apapun, damar sangat mencintai kamu, terimalah lamarannya besok." Ibu menasihati Elea, agar tak salah melangkah.
Elea :" Baiklah ibu, Elea hanya menurut saja pada kalian." Elea memeluk ibunya.
Jam 3 pagi Elea mulai mengantuk, namun saat akan memejamkan mata, ada pesan masuk di handphone Elea, nomor baru, Elea sendiri tak tahu siapa pemiliknya, dengan terpaksa diapun membaca pesan tersebut.
" Kenapa belum tidur dek? maaf bila kakak terlalu memaksa adek untuk menikah dengan kakak, dalam waktu satu Minggu, kalau adek mau menolak juga kakak siap kok. asal sekarang, bukan besok, karena kakak tidak akan siap untuk malu, didepan orang banyak, kakak ada di depan." Damar Gemilang.
Sementara Ayah, yang kamar tidurnya dekat dengan jalan, melihat adanya mobil terparkir di depan rumahnya, sedikit curiga, seperti mobil Damar, dan dugaan ayah pun benar, bahwa Damar benar-benar mencintai Elea.
Sedangkan Elea yang membaca pesan dari Damar langsung terduduk, dan membuka tirai jendela kamarnya, terlihat disana Damar melambaikan tangannya pada Elea. Elea pun melambaikan tangan pada Damar. Masuk satu pesan lagi di handphone Elea.
" Elea, boleh kakak menelpon kamu? kakak mau ngomong sama kamu, kalau boleh mengangguk lah, kalau tidak tutup tirai jendela kamar kamu."sms masuk di hp Elea
Elea memandang keluar jendela, wajah yang selalu Elea dambakan dalam tidur, kini masih ada di depan rumahnya, menunggu jawaban dari Elea. Perlahan Elea mengangguk anggukkan kepalanya pelan, dan berlari ke atas ranjang miliknya, dengan berdebar-debar, Elea memegang handphone nya, tak lama ada telepon masuk di handphone Elea, dengan secepat kilat, Elea menekan tombol hijau, dan menempelkan di telinga nya.
" Halo... Assalamualaikum..."
__ADS_1
" Halo El, apa kabar, belum tidur El?"
"Kabar baik kak, Elea belum bisa tidur kak, kakak kenapa kesini, ini sudah jam 3 pagi lo, nanti sakit, begadang gak baik kak."ucap Elea penuh kepanikan dan bahagia tentunya.
" Kakak merasa bersalah Elea, mengajak kamu menikah, tanpa meminta persetujuan dari kamu, kakak takut kamu kecewa sama kakak." ucap Damar memelas.
" Kenapa kakak berpikir seperti itu, sebenarnya Elea yang takut, membawa kakak dalam masalah keluarga El, bahkan kakak rela mengambil keputusan untuk menikahi Elea, Elea yang minta maaf sama kakak." sanggah Elea.
" Kenapa Elea minta maaf sama kakak, justru kakak yang berterima kasih pada Elea, jadi kakak lebih cepat menikahi El, karena papa mama sudah mendesak Kaka untuk menikahi El, tapi kakak masih belum puas Elea, ada sedikit yang mengganjal hati kakak, boleh kakak bertanya sama Elea?" tanya Damar pada Elea.
" Bertanya apa kak?Elea akan menjawab apapun pertanyaan kakak." Elea sedikit bingung dengan Damar.
" El... apakah kamu punya kekasih El?" damar bertanya pada Elea.
" Elea gak punya kekasih kok kak, Elea gak suka pacaran, ayah juga melarang El, tapi El punya seseorang yang El kagumi sejak SMP dulu, aku harap kakak jangan marah, karena El tidak suka ada yang di sembunyikan." jawab Elea.
" Kakak juga mencintai seseorang, sejak 6 tahun lalu El, aku harap kamu jangan marah, bila suatu saat kamu mengetahui itu." Damar mencoba menjahili Elea.
" Sekali lagi kamu ucapkan nama Rio, aku akan masuk ke kamar kamu, sekarang juga." Damar yang cemburu sedikit emosi.
" iya.. iya, gak lagi... jangan marah ya, Elea cuma gak mau kakak terpaksa menikahi Elea." sanggah Elea.
" Gadis bodoh... sudah kakak mau tidur dulu, besok pagi kakak akan pulang*."
Damar menutup telepon dengan perasaan marah, entah apa yang dirasakannya, saat nama laki-laki lain di sebut Elea, darah Damar langsung mendidih dan membuatnya marah.
Sedangkan Elea menatap Damar yang akan tidur di mobilnya. Ada perasaan menyesal dalam hati Elea, telah membuat Damar marah.
Sementara Ayah yang melihat tidak ada pergerakan mobil yang terparkir di depan rumah, memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Elea.
Tok...
__ADS_1
Tok...
Tok...
Elea membuka pintu kamarnya, dan melihat ayahnya di depan pintu, langsung terkejut.
"Ayah, ada apa yah?"
" Elea, gantilah sprei ranjang mu dengan sprei yang baru, sebentar lagi azan subuh, tetangga pasti akan bertanya pada ayah, siapa orang yang ada di depan, setelah solat subuh nanti ayah akan menyuruh calon suamimu untuk tidur di kamar kamu, jadi, siapkan ya, setelah dari masjid ayah akan menyuruh dia masuk, dan kamu, tidurlah di kamar ayah, ayah dak enak sama tetangga, di bilang gak ada sopan santunnya, ada tamu datang gak di bawa masuk." Ayah mengusap kepala putrinya.
Elea yang sedikit mengantuk pun akhirnya mengangguk, dengan terpaksa, Elea mengganti sprei, dan merapikan kamarnya. Memang keadaan di komplek keluarga Elea, masih menjunjung nilai-nilai etika, dan adab bersosialisasi yang baik dan benar.
Setelah selesai.merapikan kamarnya, Elea masuk ke kamar kedua orangtuanya, Elea yang sangat mengantuk langsung tidur dengan pulas.
Adzan subuh pun berkumandang, Ayah melangkah keluar, dan mengetuk pintu mobil Damar, dan mengajaknya untuk Solat subuh berjamaah di masjid terdekat.
Damar yang mendengar pintu mobilnya diketuk pun akhirnya terbangun, dengan mata yang sayu, Damar membuka pintu mobil dan keluar untuk menyalami calon mertuanya.
" Ayah, maaf malam-malam sampai di sini."
" Tidak apa-apa, Ayuk ke masjid dulu, nanti dilanjutkan tidur lagi, di kamar Elea."
" Eh, tapi Damar gak bawa sarung sama peci ayah, karena terburu-buru." sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ini ayah sudah siapin buat kamu, ayo nanti keburu komat lo." ajak ayah oada Damar.
"Baik yah." Damar mengambil kain sarung, sajadah dan peci yang di sodorkan oleh calon mertuanya.
Ayah dan Damar sampai di masjid terdekat, saat iqomah, dengan tergesa-gesa, damar mengambil air wudhu, agar tidak tertinggal rokaat solat subuh.
Dalam perjalanan pulang, ayah dan Damar di hadang oleh beberapa ibu-ibu, yang memperhatikan mobil yang terparkir di depan rumah Elea.
__ADS_1
" Assalamualaikum pak RT, selamat pagi, maaf pak RT, ibu-ibu kampung bertanya, sejak semalam ada mobil yang mencurigakan parkir didepan rumah pak RT, sekitar jam 3 pagi, kalau boleh kami tahu, tamu pak RT atau bukan?" Bu Iren bertanya langsung pada ayah Elea.