CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
AYAH IS THE BEST


__ADS_3

" Sebenarnya ibu sangat khawatir, dengan Elea, karena ibu sangat yakin, Elea masih memiliki cita-cita dan impian untuk kita semua, namun ada satu hal yang ibu sembunyikan dari kalian, bahwa, Minggu depan Elea akan di pinang oleh kakak sepupunya yang bekerja di pulau Sumatera." Semua yang mendengar tercengang dengan pernyataan sang ibu, bahkan sang ayah pun sangat marah.


" Ibu....!!! kenapa masalah seperti ini kamu sembunyikan sampai kamu sakit? berulang kali ayah katakan, ada aku yang bertanggung jawab atas kalian semua. Sudah beberapa lama kamu menyimpan nya?" Ayah tak habis pikir dengan sang istri, dengan sangat rapi membungkus masalah sendirian, bahkan menyebabkan sakit parah.


" Sekitar 4 bulan lalu ayah, ibu tak berani mengatakan ini semua, karena takut Elea tak fokus belajar." Ibu tertunduk sambil menangis.


" Lalu... kenapa sekarang ibu berani mengatakan semua? apa karena Elea sudah lulus, makanya ibu akan menikahkan mereka begitu saja?" Ayah sedikit naik pitam, atas sikap istrinya yang selalu memendam masalah apapun, sehingga membuat dirinya selalu mudah sakit.


"Bukan begitu ayah, sekarang Elea sudah lulus, dan dia mendapat beasiswa, sehingga Elea bisa menolak pinangan dari mereka, dengan alasan yang logis, terlepas apapun yang akan Elea katakan pada mas Rio nantinya." Ucap ibu beralasan.


" Aku tidak setuju, aku ingin Elea menjadi seorang yang berhasil, bahkan menjadi seorang yang istimewa, karena nanti Elea lah yang akan mengangkat derajat keluarga kita, aku mohon padamu Bu, jangan kau paksakan kehendak mu, ingat anak kita masih kecil." Ayah membentak ibu. Membuat Elea, Dion dan Doni sedikit tersentak.


" Ibu tahu yah, tapi mereka sangat mendesak, mereka selalu mengancam ibu, bahkan mereka akan menikahkan Elea secepatnya. Ibu sudah menolaknya berkali-kali, tetapi... mereka sama sekali tidak mau menerima, selama Elea belum memiliki hubungan dengan orang lain, mas Rio tidak akan mundur, itu kata-kata Rio, bahkan kakak mu sangat mendukung nya, ayah." Ibu sudah menangis tersedu-sedu.


Melihat sang ibu menangus, akhirnya Elea angkat bicara, sebelum kedua orangtuanya benar-benar bertengkar gara-gara perjodohan dirinya.


" Ayah, ibu, aku mohon jangan bertengkar, Elea akan melakukan apapun demi kalian, asalkan jangan berantem seperti ini." Elea menyatukan kedua tangan orangtuanya.


" Ibu..., terima kasih sudah memberikan waktu Elea untuk belajar dan menjadi juara umum, dan untuk ayah, terima kasih sudah menyayangi Elea dan adik-adik." sebenarnya yang menjadi korban dalam masalah ini adalah Elea, Elea menarik nafasnya, berganti dengan hembusan nafas yang kasar.


" Elea, jangan dengarkan mereka, pakde mu hanya iri saja, melihat kamu jadi anak yang pandai dan berbakti kepada orangtuamu, jangan kau korbankan masa depanmu hanya karena keinginan mereka untuk meminang mu." terdengar suara Ayah sedikit kecewa pada Elea.


" Bukankah mas Rio adalah keponakan ayah, kenapa ayah tidak menyetujui nya? Bukan kah pakde Sufyan kakak ayah? kenapa yah, bahkan ayah juga sudah mengenal mereka, apa alasan yang membuat ayah menolak keinginan mereka meminang Elea?" mata Elea sudah berkaca-kaca, bahkan sedikit lagi akan menetes.

__ADS_1


" Sebenarnya... ayah bukan anak kandung dari kakek kamu Elea, ayah adalah anak pungut dan Kakek sangat menyayangi ayah, mereka sangat iri, karena ayah mendapatkan 20 % dari perusahaan kakek, mereka tidak rela, dan mereka ingin sekali melihat kehancuran keluarga kita, dengan menyiksa kamu, aku sudah mengetahui akal bulus mereka sejak dahulu, bahkan ibumu selalu menjadi permainan mereka, ibumu orang yang sangat baik, bahkan kebaikannya mereka gunakan untuk menghancurkan usaha ayah." Ayah mengusap punggung tangan istrinya.


" Maafkan ibu yah, ibu selalu lemah di depan mereka, ibu takut dengan ancaman mereka untuk membunuh kalian, sebenarnya, ibu sangat tidak mau lagi berurusan dengan mereka." Ibu membelai tangan suaminya.


" Apalagi yang mereka inginkan yah? Bukankah seluruh harta warisan sudah mereka ambil semuanya? bahkan toko yang ayah bangun dari keringat ayah sendiripun sudah ayah berikan, apalagi ayah?" Ucap Dion menahan sesak di dadanya.


" Mereka ingin melihat kita menderita, dan memohon bantuan pada mereka, sehingga dengan mudah nya menginjak-injak harga diri kita." ayah mengepalkan tangannya.


" Kalau keinginan mereka untuk seperti ini, Elea tidak mau yah, Elea akan menabuh genderang peperangan, Elea akan mengangkat derajat ayah dan ibu, juga adik-adik." Elea memeluk ayah dan ibunya.


" Ayah percaya sama kamu, kamu anak yang kuat, dan sayang keluarga, jadi jangan pernah putus asa, oke? Dan untuk kalian berdua, contohlah kakak kamu, cintailah kaluarga mu, kalian adalah laki-laki yang akan bertanggung jawab terhadap keluarga kecil kalian nanti." pesan ayah kepada Dion dan Doni


" Asiaap ayah, bunda... kami sayang Kalian dan juga kakak." jawab Dion dan Doni kompak, kemudian menghambur memeluk ketiganya.Mereka pun berpelukan dan saling memaafkan.


" Duh... yang baikan... jangan marah-marah ayah, tahu sendiri ibu suka dimasukkan ke dalam hatinya." Elea tersenyum bahagia.


" Tapi ibu pintar juga ya, gak mau bahas ini, sampai Elea benar-benar lulus dan menjadi juara umum, dapat beasiswa lagi, terima kasih ibu, maaf membuat ibu menderita, menikah dengan ayah, selalu saja banyak masalah." ayah membelai wajah istrinya.


" Karena ibu yakin akan kemampuan Elea, sama seperti ayah." mereka tertawa dan bahagia, namun tidak dengan Elea.


Beban dalam dirinya semakin berat, sebagai anak sulung, dia harus benar-benar menjadi contoh bagi kedua adiknya, dan juga memiliki tanggung jawab yang lebih pada keluarga mereka.


Hari ini adalah hari Minggu, Elea mengingat, bahwa hari ini keluarga sahabatnya, mengundang Elea untuk makan malam bersama dirumahnya.

__ADS_1


Sesaat Elea berpikir, selama ini Elea tak pernah memiliki dress yang bagus, untuk undangan makan malam, bahkan sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk memiliki nya.


Dengan sedikit ragu, Elea mendekati ayah dan ibunya yang sedang menonton TV diruang tengah.


" Ayah, ibu, Sebelumnya Elea minta ijin, malam ini Elea mendapatkan undangan makan malam, di rumah Sekar." Elea sudah duduk di sebelah ibunya.


" Di undang oleh keluarga milyader itu Elea?" Ayah sedikit terkejut.


" Iya ayah, sebenarnya sudah sejak kelulusan kami Lo ayah, tapi kan Elea pengen merayakan bersama kalian." Elea memeluk sang ibu dengan sedikit memohon.


" Ya sudah, gak apa-apa, ibu dukung persahabatan kalian, dan salam buat mereka ya... maafkan ibu belum bisa membalas kebaikan teman kamu Elea." ibu menyetujui Elea mendatangi undangan tersebut.


" Pasti anak sulung ayah yang satu ini, menginginkan sesuatu?" Ayah sudah paham keinginan Elea.


" Ayah is the best." Elea mengacungkan kedua jempol nya.


" mau minta sesuatu sayang?" ayah menggoda Elea.


" Elea tidak memiliki gaun yah." Elea menutup wajahnya.


" Naak, jadilah dirimu sendiri, jangan menjadi orang lain, karena sesuatu yang di awali dengan kebohongan, akhirnya tidak bagus atau tidak baik." Nasehat ayah pada Elea.


" Makasih ayah, Elea akan memakai pakaian yang Elea miliki, dan mensyukuri nikmat Allah, yang telah di berikan kepada kita." Elea tersenyum.

__ADS_1


" Na... itu baru anak ayah." ayah mengacak rambut Elea.


__ADS_2