CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
MATA NGGAK BISA BERBOHONG


__ADS_3

Kehidupan terasa berat bagi Elea, tanpa hadirnya kekasih hatinya, membuat semangat Elea menjadi berkurang, malam ini, malam pertamanya tidur sendirian, tanpa adanya kekasih hati yang selalu manja dan bucin tingkat dewa, Elea tak mampu memejamkan matanya, berkali kali Elea menutup wajahnya dengan bantal, namun kantuk pun tak kunjung datang, apa yang menjadi kebiasaan tidur selama seminggu ini, sangat Elea rindukan, padahal belum sehari Elea ditinggalkan sang suami, namun rasa rindu yang mengisi relung hatinya seakan telah menjadi candu bagi dirinya.


Sementara di belahan benua yang lain, Damar pun merasakan hal sama seperti Elea, mata tak mampu memejam, foto Elea yang menjadi wallpaper di handphone nya kini menjadi pusat perhatian Damar, senyum dan rintihan kerinduan tak dapat Damar tahan, pantang bagi dirinya menangis karena rindu, namun semangat yang tinggi saat ini Damar pupuk, agar dirinya cepat pulang, sungguh penyesalan yang amat dalam, dirinya termakan oleh kegilaannya dalam bekerja sebelum menikah, yang berimbas pada dirinya dan tentunya Elea. Sebelum menggelamkan dirinya dalam tidur nyenyak, Damar tak lupa menelpon kedua orangtuanya dan terakhir istrinya, agar lebih lama berbincang dengan Elea.


Setelah selesai menghubungi keluarganya, Perlahan namun pasti Damar menenggelamkan dirinya di bawah selimut tebal, agar dirinya cepat tertidur, karena semangat dirinya untuk pulang lebih awal, bahkan Damar dengan sengaja mengganti foto wallpaper miliknya dengan bunga, agar dirinya tidak terlalu mengingat akan Elea.


Berbeda dengan Elea, gadis yang seminggu ini berubah status menjadi seorang istri, sangat susah memejamkan matanya, bahkan dadanya seakan penuh dan sangat sesak, Elea berlari menuju kamar mandi, dan menutupnya rapat, agar suara tangisan dirinya tak di dengar oleh mertuanya dan kedua adik iparnya.


Elea menumpahkan semua isi hatinya, di dalam kamar mandi, air matanya tak mampu ia bendung lagi, namun tangisanya berhenti, ketika Elea mendengar suara handphone nya, dengan tergopoh gopoh, Elea mengambil dan mengangkatnya, orang yang Elea rindukan saat ini sedang video call dengan dirinya.


"Halo... assalamualaikum Kakak, sudah sampaikah?" tanya Elea sembari mengelap air matanya yang menetes karena bahagia mendengar orang yang ia rindukan.


"Waalaikum salam, alhamdulillah Kaka sudah sampai dengan selamat, dan sekarang sudah di dalam hotel."Jawab Damar penuh semangat.


"Kakak tidur sendirian? mana asisten Joe?" selidik Elea.


"Ada di kamar sebelah, kakak tidak pelit, masak asisten Joe tidur sama kaka, dia juga punya privacy sayang." jawab Damar.


" Eh... iya juga si".jawab Elea.


Damar menjelaskan pada Elea, kemungkinan besar dirinya jarang memberi kabar dan sering menelpon, karena Damar ingin cepat menyelesaikan pekerjaan nya di luar Negri, Damar juga menyampaikan keputusan ini kepada kedua orangtuanya, agar mereka bisa menenangkan Elea.


Video call antara Damar dan Elea pun telah selesai, Elea menghormati keputusan suaminya demi masa depan mereka. Sembari memeluk handphone miliknya, Elea akhirnya tertidur pulas.


Pagi ini Elea bangun kesiangan,karena dirinya baru tertidur pukul 2.30 dini hari. Yang biasanya Elea rajin bangun pagi dan berolahraga, sekarang Elea menjadi pemalas dan susah bangun pagi, seperti sekarang ini, hari pertama Elea tidur sendirian, membuat dirinya tidur kembali setelah solat subuh. Biasanya dia akan membaca Al-Qur'an setelah solat subuh, sampai jam 6 pagi lalu menuju dapur untuk membuat kopi kesukaan suaminya, setelah itu menyiapkan pakaian kerja suaminya.


Pukul 7 pagi Sekar mengetuk pintu kamar Elea, dan mengajaknya untuk sarapan pagi bersama.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"El..., boleh masuk?" Tanya Sekar sebelum masuk kamar kakak nya.


Mendengar pintu kamar diketuk pun Elea terbangun dan mengerjapkan matanya, Elea menengok ke jam di atas meja, Elea menepuk jidat nya, pqntas saja Sekar membangunkan dirinya, karena tak biasanya aku terlambat bangun.


"Iya... masuk aja... nggak aku kunci kok."


jawab Elea.


Sekar membuka pintu namun masih terkunci.


Krek


Krek


Mendengar pintu tak bisa di buka akhirnya Elea bangun dan berjalan ke arah pintu untuk membu kunci dan pintu kamarnya.


"Maaf ya, aku lupa kalau pintunya aku kunci." Jawab Elea dengan senyuman manisnya.


" Kamu itu, suka bikin orang bingung aja, tumben tumbennya kamu belum bangun, jadi papa sama mama nyuruh aku bangunin kamu, boleh aku tebak... pasti kamu gak bisa tidur kan semalaman?" selidik Sekar sembari menatap wajah Elea.


"Kamu sok tahu aja." jawab Elea sembari berjalan meninggalkan sahabatnya yang sudah menjadi adik iparnya itu.


"Pastilah aku tahu, tu mata nggak bisa bohongin, pasti kamu nangis semalaman, heh kaka iparku yang cantik, mantan sahabat baik aku ... suami kamu pasti pulang doakan saja sehat dan selamat sampai pulang nanti." ledek Sekar pada Elea.


Mendengar kata2 itu Elea menjadi sangat terharu, mungkin bagi mereka ditinggalkan seorang Damar sudah terbiada, sedangkan dirinya baru kali ini di tinggal oleh seorang yang baru seminggu ini menjadi suaminya, pasti sangatlah berat, apalqgi dalam jangka waktu yang lama, sebulan lebih, namun Elea berusaha mengwrti dengan pekerjaan suaminya, agar dirinya tidak terlalu sakit merindu dan mengingat suaminya.

__ADS_1


"Aku cuci muka dulu ya, baru aku turun." ucap Elea.


"Sudah mandi El ? biasanya kan kamu sebelum solat subuh sudah basah aja rambutmu."ledek Sekar kembali.


"Jangan meledek... kamu juga akan merasakan nanti kalau sudah menikah."jawab Elea kesal, sembari berjalan menuju kamar mandi tanpa menutup pintu nya.


"Aku akan menikah dengan orang yang mencintai ibunya dan keluarga nya, juga mencintqi keluarga aku bukan hanya mencintai aku saja, seperti kakak mencintai kamu El, karena menikah dengan orang yang mencintai aku, tapi tak mencintai keluarga aku, dia pasti akan melarang aku untuk menemui keluarga aku, bahkan melarang nya El. " Ungkap Sekar sembari sedikit berteriak ,karena Elea ada di kamar mandi.


Setelah mencuci muka dan nenggosok gigi, Elea keluar dan duduk di samping Sekar.


" Semoga saja kamu mendapat suami yang sayang sama kamu dan keluarga kita ya, seperti kak Damar menyayangi aku dan keluargaku." Doa Elea dengan tulus untuk Sekar.


"Kamu tahu Elea, kakak sudah mencintai kamu sejak dulu, tapi kami tak mengetahui semuanya, kecuali mama, tapi mama tidak memberi tahu kami, namun saat makan siang setelah perpisahan sekolah kita, mama membuka semuanya, aku sangat terkejut saat itu, bukan hanya aku, tapi papa, dan kak Cempaka juga lebih terkejut, karena tak menyangka, seorang pendiam dan perfect seperti kak Damar, bisa jatuh cinta yang begitu mendalam padamu." Sekar menjelaskan dengan panjang dan lebar ke Elea.


"Kamu nggak marah kakak kamu mencintai aku?"tanya Elea pada Sekar.


"Kenapa harus marah, karena aku sangat senang, kalau persahabatan kita menjadi keluarga, sebenarnya aku juga sudah curiga kakak mencintai kamu sejak dulu, tapi aku gak berani bertanta dan ikut campur, karena aku ingin kakak aku menjadi seorang yang gentle man, bertanggung jawab dan mengungkapkan persaanya kepadamu."


Ucap Sekar.


"Dari mana kamu tahu Sekar?"


"Dari sorot matanya setiap melihat kamu di depan sekolah." ucap sekar.


"Ah kamu sok tahu aja, masak iya sih?" selidik Elea pada Sekar.


"Ehem...aku juga tahu kamu suka kakak aku dari dulu?"ledek Sekar sembari berlari keluar kamar.


"Sekar......"

__ADS_1


__ADS_2