CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
ELEA TIDAK MENYESAL KAK


__ADS_3

Padatnya kegiatan hari ini membuat kedua adik kembar Elea sudah masuk kamar selepas solat Isyak dan makan malam bersama, sedangkan ayah dan ibu juga sudah masuk ke kamar mereka, hanya tinggal Elea dan Damar saja yang belum terlihat mengantuk, terlihat di dalam diri mereka ada rasa canggung untuk masuk ke dalam kamar bersama.


Elea yang merasa sudah sangat mengantuk, dan berbasa basi mengajak suaminya untuk tidur, walau sebenarnya rasa kantuk sangat kuat, Elea masih berusaha menahan kantuk karena rasa takut tidur di ranjang yang sama dengan orang yang baru saja menikahinya.


"Kakak gak mau tidur? Elea capek mau masuk dulu ya, nanti kalau kakak mau tidur, jangan lupa amtikan TV, lampu dan wudlu dulu." ucap Elea sembari berjalan ke kamar mandi.


"Sebentar ya, masih nanggung ni film nya dek." jawab Damar cuek, yang sebenarnya tidak fokus dengan film, hanya saja mengalihkan rasa canggung yang ada dalam hatinya.


Sesaat setelah Elea masuk ke kamar mereka, Damar pun mematikan TV, lalu masuk ke kamar mandi untuk berwudlu dan menyusul Elea masuk kamar. Ketika Damar masuk ke dalam kamar,Elea terlihat sedang membersihkan wajah nya dengan pembersih wajah, damar yang setia duduk di pinggir tempat tidur pun terpesona, Elea terlihat semakin cantik bila tanpa make up, yang membuat Damar semakin gemas dan ingin sekali mencubit pipi istri kecilnya.


Damar

__ADS_1


llĺ


"Dek... kakak mau ngomong sama kamu sebentar sini..." Damar menepuk kasur di sebelahnya.


"Iya, sebentar ya, mau buang sampah dulu." setelah membuang sampah di tempat sampah, Elea mengahmpiri Damar dengan malu-malu.


Damar mengambil tangan Elea, meremas dengan lembut, sesaat mencium nya, dan membelai rambut Elea. Damar memandang wajah Elea, dan membelai pipi Elea.


"Elea ikut kakak saja, mau tinggal di manapun, Elea akan selalu ada, di samping kakak."


"Umur kamu baru 18 tahun, kakak ingin tahu, apakah Elea tidak menyesal menikah muda dengan kakak, jadi kakak harap, kita bisa membuka hati kita masing-masing, dan saling melengkapi satu sama lain"

__ADS_1


Elea merasa terharu, Damar sangat perhatian kepadanya, bahkan memikirkan perasaanya, sungguh tingkat kekaguman Elea semakin hari semakin bertambah, namun apakah salah, jika Elea mulai mencintai suaminya?


"Elea tidak menyesal kak, bahkan Elea bahagia, memiliki kakak yang selalu perhatian pada Elea, dan jangan pernah merasa bersalah dengan pernikahan kita kak, Allah sudah me nakdirkan kita untuk bersama, hanya saja jalan yang kita tempuh memang sedikit berbeda dengan keinginan hati kita, tapi Elea yakin kak, sekeras apapun kita melawan takdir Allah, kalau memang sudah jadi jodoh kita, pasti akan bersatu juga." Elea menggenggam tangan Damar.


Sesaat pandangan mereka bertemu, Damar sungguh gugup, sorot mata Elea masih sama dengan sorot mata yang pertama kali Damar lihat 6 tahun yang lalu. Sungguh Damar tersihir dengan pandangan mata Elea, perlahan Damar mengikis jarak antara mereka berdua, dengan lembut Damar membelai pipi dan berganti membelai rambut Elea, Damar memeluk dan mencium bibir Elea, Elea yang mendapat serangan dari Damar pun memejamkan matanya, Elea barusaha menikmati setiap perhatian dan cinta yang damar berikan untuknya, damar menuntun Elea untuk membuka bibirnya, Elea yang menikmati rasa ciuman pertama nya pun hanya mengikuti arus yang di bawa Damar dan benar damar sudah bisa mengekplor lidahnya di seluruh sisi ruang dalam mulit Elea.


Damar menyudahi permainan nya, dan ingin rasanya Damar membisikkan kata cinta pada Elea.


" I love you Elea, sungguh aku benar-benar cinta padamu, betahun tahun aku memendam rasa ini, dan kini dirimu sudah menjadi miliki selamanya. Gumam damar dalam hati.


"Elea... makasih ya, Ayuk kita tidur, biar besok kita gak kesiangan solat subuh nya." Ucap Damar pada Elea.

__ADS_1


Elea mengangguk dan merebahkan tubuhnya di sebelah Damar. keduanya sama-sama tak bisa tidur, akhirnya damar menyuruh Elea untuk memunggunginya, dan secepat kilat, Damar memeluk Elea dari belakang. Walau jantung mereka berdetak kencang, namun keduanya merasakan kenyamanan, yang akhirnya membawa mereka tertidur dengan lelapnya.


__ADS_2