CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
KATA SIAPA?


__ADS_3

Setelah azan Isyak, rombongan keluarga dari Damar sudah sampai di depan rumah Elea. Para tetangga yang bertugas menyambut kedatangan tamu pun sudah mempersilahkan para tamu, untuk masuk dan duduk di tempat yang telah di sediakan, sebagai seorang RT, ayah Elea sangat menjunjung tinggi tali silaturahmi dan gotong royong, membuat acara yang sangat mendadak ini pun di hadiri oleh warga dan tetangga yang berpartisipasi membantu acara keluarga Elea, selain kaget dan juga penasaran, namun memang keluarga Elea sering membantu tetangga dan warga yang membutuhkan bantuan mereka, sehingga tak sedikit dari warga, yang membantu acara lamaran Elea malam ini.


Semua orang yang datang, seketika tertuju pandangan mereka pada seserahan yang di bawa keluarga Damar, selain banyaknya parcel dan makanan yang di bawa, ada satu hal yang menarik di antara semua itu, yaitu perhiasan bermata berlian yang mampu menyita perhatian mereka.


Memang dapat diakui,baru sekarang lamaran termewah yang mereka lihat selama tinggal di kompleks perumahan ini.


Raut wajah bahagia dari keluarga dan tetangga Elea, saat semua hantaran di letakkan di ruang tengah, tempat ibu ibu duduk, sedangkan para bapak, berada di ruang tamu, rumah yang kecil tak mampu menampung semua tamu malam itu, sehingga menuntut keluarga Elea mengeluarkan seluruh perabot yang ada di ruang tamu dan juga ruang tengah.


Selain keluarga dan tetangga yang tercengang dengan hantaran lamaran untuk Elea malam ini, tetapi seperangkat perhiasan yang di hiasi berlian cantik mencuri perhatian Elea dan seluruh tamu undangan malam itu, yang Elea tahu, Damar hanya memilih cincin saja untuk lamaran malam ini, bukan seperangkat perhiasan yang mahal yang Elea lihat sekarang ini.


Seseorang yang di tugaskan keluarga Elea untuk membuka jalannya acara seserahan pun memulai acara, dengan Khidmah, rangkaian demi rangkaian, sambutan dari pihak Damar yang meminta untuk meminang Elea menjadi istri Damar pun telah di sampaikan, dan memang mendapatkan sambutan baik dan tangan terbuka oleh ayah Elea, acara lamaran di akhiri dengan pembacaan doa dan penyematan cincin dan perhiasan pada Elea oleh mama Damar.


20 parcel berisi pakaian dan tas, serta sepatu dari Brand terkenal, yang terakhir adalah seperangkat perhiasan emas, dan juga cincin, yang langsung dipakai kan oleh mama Damar saat itu.


Sekar menugaskan Dion dan Doni untuk membawa semua seserahan kakaknya masuk ke dalam kamarnya,dan mengunci nya dari luar.


Sesaat setelah memakaikan perhiasan kepada Elea, mama membisikkan sesuatu pada Elea, bahwa mama memberikan hadiah uang didalam tiga tas brand tersebut. Elea yang mendengar pun terkejut, sungguh besar cinta keluarga calon suaminya kepada dirinya.


'Sayang... dalam 3 tas itu qda hadiah dari mama, jadi nanti di buka ya sayang." ucap Mama berbisik di telinga calon menantunya. Elea yang mendengar pun sangat terkejut, bukan apa apa, seluruh hantaran yang di bawa keluarga Damar lebih dari cukup, bahkan berlebihan.


"Ma... bagaimana Elea mengucap terima kasih, banyak sekali yang mama berikan untuk Elea, Elea jadi nggak enak." twrang Elea menunduk malu.


" Kenapa harus tidak enak sama mama, semua ini anak mama yang mempersiapkan, hanya satu yang mama minta, berbahagialah bersama Damar, mama tahu, Elea belum mencintai Damar, namun mama minta, janganlah memaksa untuk mencintai Damar, pelan-pelan saja, Elea paham apa yang mama minta kan?." mama menyemangati Elea.

__ADS_1


"Bagaimana Elea tidak jatuh hati pada kak Damar ma, Elea sangat bahagia, namun Elea meragukan cinta kak Damar, karena tiba-tiba saja, kak Damar mau menikah dengan Elea, karena Elea akan di jodohkan dengan mas Rio." Gumam Elea dalam hati, tak lupa Elea pun mengangguk kan kepalanya.


"Insya Allah, terima kasih mama." Elea memeluk calon mertuanya dengan penuh kasih sayang, persahabatan dirinya dengan Sekar yang sudah lama, tak menutup kemungkinan mama Damar pun mengenal banyak kepribadian Elea yang sangat lemah lembut dan baik hati.


Sedangakn di depan Elea dan mama, nampak Sekar sangat diam saat acara lamaran berlangsung. Berbanding terbalik dengan Elea, yang sangat gugup harus berhadapan dengan keluarga besar sahabat nya.


Pukul 9 malam, acara lamaran telah selesai, Elea meminta Sekar untuk tidur di rumah Elea malam ini.


"Ma... Sekar mau tidur di sini ya, pengen buka-buka seserahan bareng Elea, biar nanti kalau Sekar di lamar, Sekar tahu bagaimana rasanya." bujuk Sekar kepada sang mama.


Semua yang mendengar pun ikut tertawa, bahkan Damar juga tertawa terpingkal-pingkal mendengar keluguan dan kelucuan adik bungsunya Sekar.


Tepat pukul 10 malam, keluarga Damar meninggalkan rumah Elea, yang menyisakan kedua orangtua Elea dan dua gadis yang sedang melambaikan tangannya pada keluarga nya yang sudah meninggalkan pekarangan rumah Elea.


"Sekar, terima kasih sudah memberikan solusi yang membuat aku bahagia, apakah kamu juga bahagia dengan keputusan kakakmu?" tanya Elea pada Sekar.


"Tentu saja aku bahagia, karena aku akan selalu menjadi sahabat kamu dan juga adikmu." Sekar mencium pipi Elea.


Mereka berdua pun berjalan masuk ke kamar Elea, lalu membuka satu persatu hantaran yang di berikan oleh Damar calon suaminya dan juga kakak kandung Sekar.


"El, kamu tahu... semua ini adalah uang kak Damar, bahkan mama dilarang mengeluarkan sepersen pun untuk kamu, maka dari itu, mama berniat memberikan hadiah kecil untuk kamu, di dalam tas ini, ada amplop yang berisi uang, semuanya dari mama, papa akan memberikan hadiah setelah pernikahan kalian, dan untuk kak Cempaka, nanti saat malam pernikahan akan memberikan surprise untuk kamu El."


"Sekar... bagaimana aku menerima semua ini? semuanya sangat mahal, dan ini... mama memberikan uang banyak sekali, aku gak pantas Sekar."

__ADS_1


"Kata siapa? kamu jauh lebih pantas menerima semuanya, mama sangat berharap kamu jadi menantu dirumah kami."


" Benarkah, apa aku sangat berharga bagi mama?" tanya Elea pada Sekar.


"Bukan hanya mama, tapi papa juga, dan kak Cempaka sangat menyayangi kamu Elea." terang Sekar pada Elea.


"Sebenarnya... aku belum ingin menikah muda, karena adik adiku masih membutuhkan biayq banyak Sekar. " Elea merapikan duduknya yang hampir jatuh di atas kasur.


"Jangan takut dengan kedua adikmu, kakak sudah mendaftarkan Dion dan Doni, masuk di sekolah ayah, dan kuliah mereka juga sudah di jamin sama kakak, jangan khawatir lagi." Sekar membelai tangan Elea.


"Sekar... bolehkah aku bertanya?" Elea menggenggam tangan sahabatnya itu.


"Boleh... akan aku jawab kalau aku bisa" jawab Sekar dengan mengedipkan matanya.


"Hmmmm... apakah apakah kak Damar benar-benar mencintai aku Sekar? secara ka Damar sangat terkenal,dan pasti banyak perempuan yang tergila-gila dengannya, masak dia memilih gadis jelek seperti aku. " ucap Elea sembari menunduk.


"Jangan tanya soal fans kak Damar pasti banyak sekali, bahkan ada yang sangat terobsesi dengan kakak, nanti kamu juga akan lihat, tapi jangan cemburu ya padanya." Sekar memberi penjelasan pada Elea.


"Kenapa aku tidak boleh cemburu Sekar?." selidik Elea.


"Aku hanya memohon padamu, jangan pernah cemburu, karena akan sangat menyiksamu, sungguh yang aku ucapkan ini nyata ." mereka berdua terdiam, Sekar yang merasa tidak enak hati, sedangkan Elea makin penasaran dengan cewek yang memiliki obsess padda calon suaminya, suasana hening mempertemukan mata mereka yang daling menyelidik, yang akhirnya mereka berdua tertawa bersama.


" Hahahaha... Sudah... jangan dipikirkan, nanti jadi penyakit, tinggal berapa hari lagi kalian akan menikah, berbahagialah, suatu hari kamu akan tahu rahasia apa yang terjadi pada kak Damar." jelas Sekar pada Elea.

__ADS_1


Elea pun tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, keduanya kembali membuka seserahan yang di berikan Damar pada Elea, sesekali suara tawa terdengar dari luar, ibu dan ayah yang sedang membagi kebahagiaan dengan membagi bagi semua makanan kepada tetangga terdekat pun, tertawa karena mendengar canda tawa putrinya bersama calon adik ipar nya.


__ADS_2