CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
JADI SELAMA INI MAMA...


__ADS_3

"Nggak ada kok ma, Elea suka bercanda, gitu tu... kalau lagi godain aku." ucap Sekar


"Ya sudah kalau mama belum boleh tahu, tapi mama harap Sekar lebih terbuka pada mama, karena mama tidak ingin Sekar terjerumus dan salah pergaulan." pesan mama pada Sekar.


"InsyaAllah Sekar tidak berbuat yang tidak-tidak Ma, Elea bisa jamin, karena Elea tahu persis siapa Sekar yang manja ini." ucap Elea sembari menggenggam tangan Sekar.


"Baguslah, mama sangat senang, karena Elea bisa menjaga Sekar, Mama juga tahu, pertemanan kalian seperti apa, bahkan siapa saja teman kalian di sekolah Mama tahu, semuanya." terang Mama.


Sekar dan Elea pun saling pandang, ternyata benar dugaan Sekar, sikap Mama yang cuek dan seakan-akan tak perduli kepadanya hanyalah isapan jempol saja, karena sang mama selalu memantau putri bungsunya lewat kepala sekolah dan guru kelasnya.


"Jadi selama ini mama selalu memata-matai Sekar?" Tanya sekar pada sang Mama.


"Sudah... jangan di ambil hati, karena itu sudah berlalu."Ucap sang mama.


"Berarti.... kalau pun Sekar kuliah, Mama terap memantau kami?" Tanya Elea.


"Mungkin sekarang mama tidak akan memantau kamu, karena kakak kamu pasti akan lebih over protekrif pada Elea, jadi mama sudah percaya sama kakak kamu." imbuh Mama.


Perbincangan mereka bertiga terhenti ketika telepon rumah berdering, salah seorang Maid datang, memberitahu kan bahwa hari ini akan datang Rekan kerjq papa, untuk makan malam bersama.


"Maaf nyonya, Tuan menelpon, malam ini akan datang Rekan kantor papa, jam 7 malam." ucap mbak Yeni.


"Baiklah mbak, ya sudah panggil mang Yono sama Mbok Rumi, untuk belanja."Perintah Mama.


"Pasti papa hubungi mama lewat HP nggak di angkat. " ungkap Sekar.


"Lagi pula papa kan tahu, mama hari ini di rumah, nemenin anak-anak mama, pasti papa juga pengen memperkenalkan Elea sama Rekan kerjanya." ucap mama sewot.


"Hidih... baru aja seminggu, sudah jadi menantu kesayangan saja, pasti anak sendiri dilupakan." ungkap Sekar sedih.


Elea yang merasa di elu-elukan pun merasa tidak enak hati. "Sekar...,jangan seperti itu, papa pasti sayang banget sama kamu, aku jadi nggak enak sama kamu." Bisik Elea sembari tertunduk.

__ADS_1


"Jangan di ambil hati sayang, Sekar biasa seperti itu, sifatnya sangat kekanak-kanakan, padahal papa sama mama nggak pernah seperti itu." ucap mama sembari menaiki tangga.


"Ihh... mama... suka banget jatuhin Sekar." sembari memanyunkan bibirnya.


"Eleh-eleh... sahabat aku yang kelihatan nya di sekolah dewasa banget ternyata manja juga ya di rumah."ucap Elea menggoda Sekar.


"El.. kadang ya, dia masih suka di suapin lo kalau mau berangkat sekolah."Goda mama kembali.


"Mama... " teriak Sekar menaiki tangga menyusul sang mama. Sesampainya di belakang mama, Sekar memeluk dan membungkam mulutnya.


" Hahahaha... waah ternyata benar, di sekolah juga kadang masih minta di suapin Sam El Ma." ucap Elea sembari tertawa.


"Cukup ma, nanti Sekar aduin ke papa, kalau aku di bully sama Mama dan Elea. " Sekar pura-pura marah.


"Ya sudah, nanti langsung aduin ke papa, apa yang akan papa lakukan, Hemmm." tantang mama pada Sekar sembari mencubit hidung putri bungsunya.


Sekar yang masih memeluk sang Mama pun bergelayut manja, sembari mencium pundak sang mama.


"Baiklah ma, kamu juga istirahat Elea, pulihkan tenagamu, sebelum drakula datang memakan darahmu." Ledek Sekar pada Elea.


"Ini anak tidak bisa jaga mulut apa?goda mulu sama kakak iparnya." Ucap mama sambil mencubit pipi Sekar.


"Ma... memang benar kan, kalau kakak di rumah Elea kayak terkurung di kamar saja, mana enak bagai burung di dalam sangkar." Ungkap Sekar.


"Jangan menggoda, nanti giliran kamu menikah sama orang yang seperti kakak kamu baru tahu rasanya, lihat Elea saja tidak apa-apa, kenapa kamu yang sewot si..."


"Habis nya, Sekar nggak punya teman lagi, tidak seperti dulu, Elea tidur dan makan sama aku, sekarang tidak bisa lagi." ucap Sekar.


"Ya sudah... mulai sekarang aku tidur sama kamu, sebelum kak damar datang, bagaimana menurut kamu?"Saran Elea pada Sekar.


"Bener mau tidur sama aku selama kaka pergi? Tanya sekar dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Pastinya, dengan satu Syarat!" permintaan Elea.


"Apa itu?" tanya Sekar.


"Kita solat dulu, habis itu aku kasih tahu." ucap Elea.


"Ihhh curang... sekarang saja!"pinta Sekar.


"Kita solat dulu yuk, nanti kita lanjut pembicaraan kita." tegas Elea.


"Senengnya punya menantu bisa jadi kakak buat Sekar, maaf ya El, Sekar manja banget sama kamu."


"Sudah biasa Ma, sekar memang sepwrti ini sejak awal bertemu, Elea kira sekar tidak punya kakak, ternyata ada dua, tapi aku bahagia, Sekar selalu ada buat saya." Elea memeluk sahabatnya.


"Sama-sama... aku juga bahagia, kamu selalu qda di sisiku, aku takut waktu dengar kamu mau di jodohkan dengan sepupu kamu yang dari Kalimantan, takut tidak bisa bertemu kembali dengan kamu."senyuman Sekar yang tulus mengembang .


"Senengnya hati Mama, kalian bersahabat sekarang menjadi saudara. "


"Yuk solat..." ajak Mama.


Ketiga nya pun berjalan menuju kamar masing-masing, Elea kembali terdiam, melihat kamar yang seminggu ini membuat dirinya menjadi burung yang terkurung di sangkar Emas.


Elea terbaring di atas kasur, sungguh sesak dadanya, rindu yang sangat dalam selalu dia rasakan, demi kebahagiaan dirinya, Elea harus bisa sejenak melupakan sang suami, yang berjanji akan cepat pulang. Elea sendiri menerima ajakan Sekar untuk tidur bersama, agar dirinya tidak terlalu kesepian dan kerinduan yang mendalam.


**Begini rasanya ditinggal disaat lqgi sayang-sayangnya, walau tahu akan kembali lagi, tapi sakit nya sampi ketulang, bahkan air mata sudh tak mampu menetes, Ya Allah... lindungi lah suamiku, berikan lah kesehatan san kesabarqn, dan juga kelancaran dalam segalq urusanya, dan kembali lagi ke rumah dengan selamat. Amiiin** ungkapan batin Elea sembari berjalan menuju kamar mandi.


Hari pertama ditinggalkan sang suami terasa sangat lama, bahkan Elea sendiri merasa 1 jam seperti setahun saja, untung saja ada Mama dan Sekar yang menghibur dirinya, andai di rumah kedua orangtuanya, pasti Elea akan lebih sedih.


Selesai solat Dzuhur, Elea dan Sekar memutuskan untuk langsung tidur siang, karena mereka berdua memang jarang makan siang kalau sudah banyak maka cemilan, kebiasaan yang buruk dari mereka berdua sejak awal bersahabat.


Mama yang melihat mereka berdua sudah terlelap sembari perpelukan pun hanya bisa geleng kepala.

__ADS_1


Senyuman terukir di bibir Mama, anaknya bahagia bersama seorang yang benar-benar mengerti keinginan dan kebiasaan dirinya, sehingga Mama sangat percaya bahwa Elea adalah orang yang tepat menjadi menantunya dan sahabat bagi anaknya.


__ADS_2