CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
BEKAL SATU MINGGU


__ADS_3

Hari perpisahan pun telah datang, Setelah 2 hari Elea menyiapkan semua keperluan suaminya, malam ini adalah malam terakhir damar tidur bersama Elea, karena esok hari adalah keberangkatan Damar ke Jerman, selama kurang lebih 3 Minggu Damar akan berada di sana, setelah itu terbang ke Jepang, 3 Minggu pula, dan Australia, selama 2 Minggu.


Elea yang sudah menghitung kepergian suaminya pun sangat bersedih, berarti selama 2 bulan dirinya akan di tinggalkan oleh suaminya.


Damar yang melihat Elea termenung di depan meja riasnya pun mendekati Elea. Di cium nya leher jenjang Elea, yang selalu membuat Damar tak dapat menahan gejolaknya, serta gunung kembar Elea, bahkan pinggul Elea yang bak gitar spanyol itu, terlihat indah saat Elea meliuk-liuk di bawah nya, Damar pun sedikit frustasi, bagaiman dirinya bisa menahan rindu yang membara, setelah pernikahan dirinya, yang baru berjalan satu Minggu.


"Sayang... nanti aku suruh papa mengurus surat-surat dan bisa serta paspor kamu, aku mau kamu menyusulku, aku akan sangat rindu padamu." ucap Damar sembari memeluk erat tubuh Elea.


"Elea bingung, kalau Elea gak ikut kakak, Elea juga pasti akan sangat rindu pada kakak, tapi kalau ikut, bagaimana dengan kuliah Elea, ka. Elea mahasiswa baru, gak boleh melewatkan momen momen pertama kali masuk Kuliah, karena semua itu adalah pengalaman terbaik dan tak akan mudah terlupakan." ucap Elea, sembari membalikkan badannya.


"Kamu sudah siap sayang? atau mau mundur saja, aku takut kamu kelelahan, karena feeling aku, aku akan segera memiliki momongan dari kamu." ucap Damar penuh dengan kepastian.


"Kakak kayak cenayang saja, nggak mungkin lah aku langsung hamil, walau masih di masa subur, tapi belum tentu juga langsung jadi." ucap Elea membantahnya.


"Kita lihat saja, kalau kakak pulang dua bulan lagi, aku harap hadiah terindah darimu adalah ini." Damar mengelus lembut perut Elea yang masih datar.


"Amin, tapi jangan terlalu berharap, Elea takut kamu terluka, karena terlalu berharap lebih, untuk aku hamil secepatnya." ucap Elea.


"Ya sudah, sehabis makan malam, aku minta jatah ya, buat bekal kakak selama 2 bulan." goda Damar pada Elea.


"Jangan sampai pagi lah kak, Elea bener-bener capek, hampir seminggu ini kakak mengurung Elea, bahkan tak pernah keluar kamar." ucap Elea merajuk.


"Jangan protes ya sayang, Kakak melakukan ini juga demi kita, semuanya buat kamu sayang, yang ada buat kamu lemes sayang, bahkan gak bisa bangun." goda Damar.

__ADS_1


"Maaf, tapi kakak janji, setelah pulang dari ,Jarman, Jepang dan Australia, jangan kurung Elea di kamar terus ya." pinta Elea pada suaminya.


Samar yang tahu penderitaan istrinya hanya mengangguk anggukkan kepalanya, karena permintaan Elea sungguh sangat manusiawi, saat ini dirinya mengurung Elea, hanya karena, tak ihgi melewatkan sedetik pun momen pernikahan barunya, dengan Elea.


Ya... karena Damar yang tahu jadwal kepergiannya keluar negeri, membuat Elea merasa di kurung selama seminggu ini.


"Kamu gak suka kakak kurung di kamar terus?" tahya Damar pada Elea.


"Enggak, karena kakak tidak akan mengenal waktu untuk membuat Elea tak bisa berjalan."


"Sayang... kan kakak mau pergi keluar negeri lama, jadi kakak ingin menggantibmalam malam selama 2 bulan, dengan 1 Minggu bersamamu." ucap Damar tanpa merasa berdosa.


"Jadi selama ini kakak menghitung berapa kali saat meniduri Elea? Astaghfirullah haladziiim, bener bener perhitungan banget si kak, terus sekarang?"


" Belum pergi aja, Elea sudah pengen nangis, bagaimana nanti ya, saat jauh dari kakak." ucap Elea sembari menangis.


"Hei... sayang... kakak pergi juga akan kembali, doakan kakak semoga sehat selalu dan cepat pulang." Damar memeluk Elea.


"Kapan kakak mulai ni dek? kalau adek nangis terus." goda Damar pada Elea.


"Ini yang bikin kangen Elea nantinya, setiap Elea duduk dekat kakak selalu saja berpikiran mesum."


" Memang kakak bikin adek gak bisa lupain saat-saat kebersamaan kita, jadi jangan sekali-kali berhubungan dengan laki-laki lain, di luaran sana." pesan Damar pada Elea.

__ADS_1


"Siapa lagi yang akan main dengan laki-laki lain? kakak suka ngaco deh, sejak dulu Elea memang sudah menjaga diri Elea dari makhluk yang namanya laki-laki."


"Kenapa bisa? kan adek cantik Lo, kakak aja klepek-klepek sama adek."


"Males aja, lagian mereka pasti hanya gombal, gak pernah serius, karena Elea suka orang yang serius, dan bertanggung jawab."


"Pantesan waktu kakak bilang mau nikahin kamu, adek langsung terkejut, memang kakak kalau ngomong cuma bercandaan?"


"Siapa yang tahu seorang yang terkenal dan kaya seperti kakak mau menikah dengan orang miskin seperti Elea?"


"Kekayaan tak ada artinya sayang, karena semua hanyalah titipan dari Allah semata, hanya kita mensyukuri dan menggunakan dengan sebaik-baiknya."


"Oh... ya sudah Ayuk tidur, besok harus bangun pagi lo kak, biar gak terlambat."


"Tidak boleh tidur sayang, malam ini harus kita lewati dengan panas, karena 2 bulan kakak akan pergi, jadi... malam ini kakak ingin aku bertemu lumpang, agar lumpang ya tidak karatan."


"Sumpah kakak gak ada bosen bosenya ya gituan terus, sampe sampe seminggu Elea gak di perbolehkan keluar kamar, sudah kayak tahanan saja."


" Tapi adek juga menikmatinya kan? jangan bohong... kalau bohong dosa Lo..." Damar menggoda Elea yang sudah memerah pipinya.


Perjumpaan alu dan lumpang malam ini, memang harus terjadi, ungkap Damar pada Elea, karena bagi Damar, mendapatkan vitamin dan asupan gizi yang bisa membuat jantungnya berdebar-debar, akan sangat membuat dirinya bersemangat dalam beraktivitas setiap hari nya.


Malam panjang mereka berdua, ya... hanya mereka berdua... sampai adzan subuh menghentikan kegiatan mereka, dan membersihkan diri, lalu melaksanakan solat berjamaah bersama.

__ADS_1


Keinginan hati Elea tidur dengan nyenyak, namun mengingat suaminya akan pergi tepat pukul 9 nanti, Elea memutuskan untuk turun ke bawah, membantu mama mertuanya menyiapkan sarapan.


__ADS_2