CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
APA AYAH BAHAGIA?


__ADS_3

Mama yang mendapat bisikan dari Damar, akhirya menoleh ke pintu, dilihatnya, Elea masih berdiri mematung.


Dengan kasih sayang, mama mendekati Elea yang berdiri di depan pintu, diraihnya tangan Elea, dipeluknya dengan penuh kasih sayang seorang mama, kepada anaknya, betapa beruntungnya Elea mendapatkan perlakuan istimewa dari calon mertuanya.


Sekar pun tak tinggal diam, setelah selesai denagn ritual pertemuan diantara mereka berdua, di tuntunannya tangan Elea, calon kakak iparnya, untuk berdiri di depan etalase toko berlian yang di tuju, Sekar nampak sangat bahagia, sahabatnya yang selalu dia banggakan, akan menjadi kakak iparnya.


"El... kamu mau pilih yang mana?" tanya Sekar pada Elea.


"Aku ikut saja, apa yang mama dan Sekar pilihkan untuk Elea, akan Elea pakai."Jawab Elea dengan jantung yang berdetak lebih kencang.


"Kalau kamu pilih yang mana Damar?" Tanya Mama pada Damar.


"Idem aja lah ma, tapi untuk cincin pernikahan, nanti Damar yang pilih saja." Ucap Damar.


"Ya sudah, ini mama pilihkan buat kalian, di coba dulu Elea, siapa tahu tidak muat sama jari kamu." Mama menyematkan cincin di jari manis Elea.


"Waaaah... pas banget, dan cantik sekali di jarimu Elea,"Ucap Sekar penuh kebahagiaan.


"Terima kasih... tapi... apa tidak berlebihan ya buat Elea,"tutur Elea yang meras tidak enak kepada keluarga calon suaminya.


"Buat kamu, apa sih yang nggak, lagian sudah lama lo Mama menginginkan Damar untuk menikah, jadi... semua ini pantas untuk kamu dapatkan sayang, jangan merasa berkecil hati, semua harta kekayaan hanyalah titipan dari Allah, kapan saja bisa di ambil oleh NYA." Mama membelai rambut Elea.


Damar dan Sekar hanya tersenyum dan merasa bahagia, memiliki seorang Ibu yang sangat toleran, dan baik hati, serta tidak memandang status sosial dalam berinteraksi.


Setelah selesai membeli cincin pertunangan, Damar mengantar Elea kembali ke rumah, dalam perjalanan pulang, mereka berdua terdiam, tanpa adanya percakapan, setelah sampai di depan rumah, Elea dan Damar pun turun, damar memberikan amplop coklat, kepada calon mertuanya, dan pamit untuk pulang.

__ADS_1


Elea yang melihat kejadian ini, tentu saja terharu, calon suaminya sangat memperhatikan keluarga nya.q


"Apa Ayah bahagia, dengan pernikahan El? Kalau Ayah dan Ibu bahagia, Elea juga akan bahagia, karena kebahagian bagi Elea adalah kebahagiaan keluarga ku," ucap Elea sembari memeluk sang ayah.


"Ayah sangat bahagia, kamu akan menikah dengan orang yang sangat menyayangi keluarga, walau terkesan pendiam, namun Damar anak yang peka terhadap orang disekitarnya."bisik ayah di telinga Elea saat Elea memeluk ayah nya.


"Hati orang tua mana yang tak bahagia, melihat calon menantunya begitu perhatian pada calon mertuanya."ucap ibu yang membelai Elea dari belakang.


"Ibu sudah rela ni? karena sebentar lagi Elea akan ikut suaminya, lo?" ledek ayah pada ibu.


"Ayah bisa saja, seorang ibu pasti akan merasa sedih akan ditinggal oleh anaknya, namun itu masih mending, dari pada menikah dengan mas Rio,yang jauh keluar pulau, di sini kalau Ibu kangen kan masih bisa main, begitupun sebaliknya."ungkapan ibu yang penuh kesedihan.


"Iya juga sih, Ayah juga bersyukur, Elea tidak jadi menikah sama mas Rio, yang ada, kalau mau lihat cucu kita, harus punya uang banyak, buat naik pesawat dan ongkos hidup disana, nggak terbayang deh." sambung ayah atas ungkapan ibu Elea, sedangja Elea hanya menggelengkan kepalanya.


"Ayah... bagaimana dengan acara nanti malam, apakah Ayah sudah menyiapkan semua kebutuhan nya?" selidik Elea.


"Oh iya ya... terima kasih Ayah, Ibu, Elea sayang sama ayah dan Ibu." Elea memeluk ayah dan ibu bersamaan.


Sementara keluarga Damar, sudah mempersiapkan semua hantaran dan keperluan untuk lamaran Damar, dimulqi dari makanan traditional, pakaian, kain, perhiasan, bahkan uang yang akan mereka berikan kepada ayah Elea.


"Damar, apa kamu sudah membeli pperhiasan yang akan kamu berikan saat lamaran?" tanyq mama pada Damar ketika Damar sudah sampai di ruang tamu yang sudah sesak karena parcel dan hantaran lamaran untuk Elea.


"Sudah ma, tapi hanya seperangkat emas biasa saja, nggak ada waktu ma, untuk membelinya." jawab Damar enteng.


" Ehem... semalam kamu tidur dimana?"selidik mama Damar.

__ADS_1


"Ah... anu ma...Damar tidur di apartemen ma." jawab Damar asal.


" Bener tidur di apartemen? bukanya tidur di mobil d3pan rumah Elea?"ungkap mama sembari tersenyum.


Damar yang merasa bersalah karena terlalu bicin pada Elea pun mengaku.


" Damar dapat laporan, kalau Elea belum tidur, padahal sudah jam 2 pagi, dan tanpa pikir panjang, Damar tancap gas dan kesana".jawab Damar dengan kepala menunduk.


"Mama juga sudah tahu, sampai pukul 1 pagi mama masih menunggumu, rasa was was dan takut, membuat mama memutuskan untuk menelpon asisten kamu Joe, namu dia juga tidak mengangkat telpon dari mama, akhirnya mama putuskan untuk ke apartemen kamu, sebelum mama masuk basement apartemen kami, mama melihat mobil kamu keluar, dan mama sangat penasaran, kemana anak mama yang pendiqm ini pergi, dengan jarak yang tak terlalu dekat, mama melihat kamu berhenti di depan rumah minimalis dan asri." Mama menjeda pembicaraannya.


Damar terkejut, ternyata kelakuanya diketahui oleh orang tuanya.


"Jangan kau pikir mama gak tahu apa saja yang terjadi, mama lihat semua, tapi mama bener bener nggak nyangka Damar, kamu sebucin itu sama Elea." goda mama pada Damar.


" Ma... cukup damar jadi malu, mau di taruh mana mukaku ini, banyak mbak mbak yang dengar ma." damar mencium pipi mamanya.


"aku heran sama kamu, kok bisa secinta itu sama Elea , Damar anak mama, ingat... jangan mencintai seseorang berlebih, karena hanya Allah yang pantas kamu cintai sepenuh hatimu, dan jangan berganting pada manusia, karena hanya Allah lah tempat kita bergant7ng dan meminta, bukan pada manusia." nasehqt mama pada Damar.


"InsyaAllah ma, Damar juga paham ma, karena kalau terlalu mencintai seseorang, bisa jadi akan menjadi orang yang kita benci, dan jangan terlalu membenci seseorang, bisa jadi akan menjadi orang yang kita cinta, karena Allah maha membolak balikkan hati seseorang," ungkap damar penuh arti.


"Na... itu tahu... jangan sampai Allah mengujimu dengan cinta, karena mencintai manusia dengan berlebih, sama saja kamu mendewakan manusia, yang berarti kamu telah musyrik, kepada Allah, mencintai skedarnya, karena ketika suatu hari kamu terluka, kamu tidak merasaka sakit dan kecewa, jadi ingatlah nak, Zat yang maha segalanya hanyqlqh Allah, Damar paham dengan perkataan mama?". nasehat mama pada Damar.


"InsyaAllah ma, Damar akan selalu mengingatnya, maafkan Damar juga ma, belum bisa mengkntrol dan mengendalikan hawa nafsu Dama." ucap Damar di barengi dengan senyuman 'manis


"Ya sudah... boleh gak mama meminta tolong sama kamu sayang, tolong tata semua seserahan di mobil papa, kecuali perhiasan dan uang ya sayang, kalau nakanan ini nanti aja sebelum berangkat, biar gk basi, karena masih lama, biar mbak mbak saja yang bantu mama

__ADS_1


" sekar kemana ma? kok gak ada?" .selidik Damar.


__ADS_2