CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
DRAMA QUEEN


__ADS_3

Semua yang melihat adegan ini pun terdiam, sikap manja Sekar pada Willy memang sudah jadi rahasia umum, keduanya sudah saling berjanji untuk saling menyayangi, bahkan sakitnya Sekar setelah di tinggal oleh Willy pun sudah jadi pembicaraan Pandawa lima.


Kalau sudah mood Sekar seperti ini, pasti semuanya terdiam, siapa pun, bahkan Cempaka dan Damar tak berani berbicara.


"Sudah jangan nangis... nanti cantiknya hilang lo, perasaan tadi ada yang marah-marah, sekarang malah peluk peluk begini, aku kira sudah lupa dan nggak kangen lagi." tanya Willy sembari memeluk Sekar dalam dekapanya.


Sekar merasakan detak jantung nya tak beraturan, bahkan dirinya pun mampu mendengar detak jantung kak Willy, entah polos atau memang oon, Sekar bertanya pada orang yang memeluk dirinya.


"Kak..." tanya Sekar .


"Hemm.." jawab Willy.


"Kok jantung kakak berdebar keras seperti mau copot, seperti punya aku."tanya Sekar pada Willy. Membuat seisi ruang makan tertawa terpingkal-pingkal, Elea sendiri merasa Sekar memanglah manja, namun tidak seperi sekarang ini, Elea baru saja melihat sisi manja Sekar pada Willy sekarang ini, pantas saja semua keluarga sangat tahu Sekar.


"Karena kakak kangen banget sama kamu, kangen manja kamu, kangen rengek an kamu." ujar Willy sambil membelai rambut Sekar.


"Sekar juga kangen banget lah, untung saja kak Damar sayang juga sama sekar, nggak kaya itu tu kak Cempaka,ngejek terus." seloroh Sekar mencari pembelaan.


"Ih dek... kok gitu... waah mentang-mentang pawangnya sudah pulang, berani ngadu?" Goda Cempaka pada Sekar.


Mama yang melihat adegan mesra di depan Pandawa lima pun ikut berbicara "Kalian tidak mau makan? tapi jangan di jalanan juga, menantu mama mau makan malam." ucap mama menyingkirkan Sekar dari tangga.


"Tuh... kan, anaknya sudah nggak di anggap, mentang mentang sudah punya menantu." rengek Sekar pada Willy.

__ADS_1


Willy hanya tersenyum, dan menuntun Sekar untuk duduk di sebelah kursinya, yang disusul Elea di sebelah Sekar.


"Kenalkan menantuku, Elea... sahabat dari Cempaka." ucap mama


Elea mengangguk dan di balas anggukan oleh teman-teman papa dan juga Reyhan.


Elea sungguh tak mengenal Sekar yang sekarang, Sekar yang Elea kenal selama 6 tahun ini, adalah gadis manis dan tidak manja, namun berbanding terbalik ketika berada di sisi kak Willy.


Drama queen antara Sekar dan Willy sudah di mulai kembali, sekar yang 6 tahun ini paling manja pada kakanya Damar, kini kembali ke sekar yang manja dan bergantung pada Willy.


"Kayaknya langsung kita nikahkan saja mereka, daripada drama queen terjadi tiap hari, takut kejadian 6 th yang lalu terulang kembali." ucap Papa Dhika.


"Papa jangan gitu dong... kan yang pengen nikah kita duluan, mas Ray juga sudah siap." Cempaka cemberut mendengar saran dari sang papa.


"Papa hanya takut saja, kalau Sekar bertindak nekat lagi." ungkap papa Dhika sedih.


"Terimakasih ya, sudah sabar menghadapi putriku." ujar mama.


Seluruh anggota Pandawa lima hanya tersenyum, mengingat kekompakan mereka dalam menghadapi masala yang terjadi diantara keluarga mereka.


"Alhamdulillah persahabatan kita menjadi saudara, bahkan sampai anak-anak kita, semoga sampai cucu dan cicit kita." ucap paman Bagas yang di amini oleh merka.


"Amiin..." ucap mereka serempak.

__ADS_1


"Oh ya... silahkan di mulai makan malam nya, nanti keburu dingin." Mama membuka penutup makanan.


Sekar hanya duduk dan memandangi wajah Willy yang semakin ganteng. "kak... makin ganteng aja, ngapain di Australia sampai bersih begini?" Sekar sungguh polos,sedangkan Willy selalu terpesona melihat kepolosan calon ibu dari anak-anaknya itu.


Mkan malam yang oenuh dengan drama antara Sekar dan Willy pun telah selesai, pukul 11 malam rumah besar Mahardhika pun terlihat sunyi dan senyap.


Dalam kamar, Sekar sudah sibuk dengan dunia nya lagi, rasa cinta dan sayang yang mulai bersemi kembali, setelah kepergian Willy 6 tahun yang lalu.


Berbnding terbalik dengan Sekar yang malam ini sangat berbahagia, Elea sangat merasa sendirian dan kesepian, janji Sekar yang ingin tidur dengan Elea malam ini hanyalah ucapan belaka, karena dengan kedatangan Willy malam ini mengubah kesunyian hati Sekar selama 6 tahun ini, sehinga melupakan sejenak janji Sekar pada Elea malam ini.


Sedangkan Elea sendiri tidak ingin merusak kebahagiaan Sekar yang baru rasakan malam ini, mendengar cerita mama dan kak Cempaka, membuat Elea mengurungkan niathya untuk mengetuk pintu kamar Sekar.


Elea juga sangat bahagia melihat keceriaan dan kebahagiaan yang sahabatnya rasakan, Elea merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar dalm kamarnya, mengusap tempat tidur yang baru semalam di tinggalkan sang pujaan hati pergi Keluar negri.


Elea menggeleng sendiri, mangingat pesan sang suami untuk tidak terlalu mengingat dirinya, agar Elea menyibukkan diri, karena dengan begitu akan mudah Elea menghilangkan rasa rindunya kepada sang suami.


Melupakan suami pada pagi,siang dan malam tentu saja mudah bagi Elea, namun ketika tidur, Elea qkan merasa kesepian seperti malam ini, sehari ini sangat berat Elea lalui, di rumah yang baru menurut Elea, dan harus beradaptasi dengan lingkungqn dan keluarga baru tanpa sang suami, walau terbilang sangat baru bagi mereka berdua, namun kehadiran suami disisinya sangat membuat dirinya nyaman, walaupun Elea sadari seluruh keluarga sang suami sangat menyayangi dirinya, bahkan sudah menganggap Elea sebagai keluarga sendiri.


Elea berjalan menuju ruang ganti, mengambil baju tidur yang ia inginkan, sembari mengunci pintu kamamrnya sebelum masuk ke kamar mandi. Elea berjalan dengan langkah gontai, kegitan hari ini sungguh menyita pikirannya, tanpa kehadiran sang suami hari ini, ditambah Sekar yang seakan lupa akan kehadiran dirinya, membuat Elea memutuskan untuk pulang keumahnya beberapa hari, namun tentunya dengan ijin sang suqmi dan mertuanya.


"Kak... baru sehari aku ditinggalkan kamu, seperti setahun rasanya, apa kamu juga merasakan seperti yang aku rasakan kak?" Rintih Elea sesaat setelah dirinya membersihkan diri sebelum keluar dari kamar mandi .


Setelah memakai pakain, Elea merebahkan dirinya dan menyelimuti tubuhnya, AC yang menyala dia matikan, tak mau kedinginan, karena tak ada suami yang menyelimutinya.

__ADS_1


Elea tersenyum sendiri tatkala mengingat tingkah suaminya yang selalu menyalakan AC sangat dingin sebelum tidur, bukan apa-apa, karena suaminya sangat suka menggoda dirinya untuk selalu menempel padanya.


"Jadi kangen sama kamu kak, kamu memang beda, di mulutnu kamu sedikit pendiam, namun perlakuan mu memabukkan." ucap Elea sembari menatap wajahnya sendiri, karena merasa malu mengingat malam-malam indah bersamam sang suami


__ADS_2