CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
NAMA BARU BUAT DAMAR


__ADS_3

 Setelah meletakkan buku rahasianya, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, denga terburu - buru, Damar mengunci lemari besi nya, dan menyimpan kunci tersebut di dalam saku celananya. Damar sedikit merapikan rambut dan pakaian nya yang berantakan, kemudian membuka pintu kamarnya.


" Selamat malam kakak, emm... kak, besok malam Papa sama Mama mengundang Elea makan malam di rumah, jam 7 malam aku akan menjemputnya, jadi jangan terlambat pulang ya, atau kakak akan menyesal, ingat... me... nye... sal..., jadi harus tahu diri dong?" Sekar menggoda kakaknya dengan senyuman nya yang manis.


" Kamu tu ya dek, usil banget sama kakak kamu, kayak gak ada kerjaan aja, urus saja urusan mu sendiri, rempong banget." Damar menggerutu.


" Hello... kakakku yang super duper dingin kayak ES BALOK dan cueknya minta ampyuuuuun, adek mu yang cantik dan penuh perhatian ini hanya ingin membantu saja, kalau tidak mau ya sudah, lagian gak ada untungnya juga buat aku." Sekar pergi meninggalkan kamar kakaknya.


" Dasar, es balok, gede orangnya tapi cemen mentalnya dalam bercinta, gak pantes deh jadi seorang CEO, pantesnya jadi banci aja dia, masak mengutarakan cinta aja gak bisa, apaan itu, Es balok tapi lembek." Sekar berbicara dalam hatinya sendiri.


Rasa dongkol dan marah masih Sekar rasakan, namun setelah melihat bantal dan selimut kesayangannya, tanpa pikir panjang pun Sekar langsung masuk kedalam mimpi indahnya.


Mentari pagi menelisik masuk ke celah celah korden di kamar Sekar, mengusik nyenyak nya tidur gadis cantik dan bar-bar ini, sesaat sekar mengerjapkan matanya, menyambut datangnya pagi yang selalu dia nantikan, dan selalu mengucapkan kata-kata mutiara.


" Selamat pagi dunia, hari ini adalah hari terindah dari yang kemarin."selalu saja itu yang diucapkan oleh Sekar.


Sekar berguling kesana-kemari, sesekali dia tertawa sendiri, sesaat dia teringat, bahwa hari ini, Elea akan datang, maka dengan semangat 86 Sekar bangun dan menuju kamar mandi, Sekar bersenandung riang, walau suaranya tak bagus-bagus amat, tapi masih bisa lah untuk di dengar.


Setelah berdandan ala Sekar, dengan bedak tabur baby, lip glow rasa strawberry, dan sedikit eyeliner, Sekar keluar dari kamarnya menuju ruang makan yang sudah di penuhi dengan anggota keluarga yang lain.


" Assalamualaikum... apa kabar semuanya, selamat pagi papa, mama, kak Paka, kak Es balok tapi lembek."

__ADS_1


" Predikat baru apalagi yang kamu sematkan untuk kakak kamu yang ganteng ini dek? teman-teman kamu juga suka kejar-kejar kakak lo, ingat ya dek, walau dingin-dingin begini sahabat kamu juga suka sama kakak." Dengan PD nya Damar mengagungkan dirinya di depan keluarga nya.


" Idih PD nya, gak jadi deh comblangin kakak yang narsis abis ini, belum apa-apa sudah sombongnya minta ampun, pa... kakak tu, jahat banget sama adek." Sekar mengadu pada papanya.


" Ya sudah, undangan makan malam batal aja gimana sayang? lagian papa juga gak ada waktu deh, soalnya ada meeting mendadak, kemungkinan sampai jam 9 malam deh."Papa mengedipkan matanya kepada Sekar.


" Yah... kayaknya mama juga gak bisa, apalagi hari ini ada launching perhiasan ! mama yang baru." tutur mama menggoda Damar.


" Kak Cempaka ada meeting juga ni? ya sudah adek telpon Elea dulu ya pa, tapi setelah sarapan, gak apa-apa lain kali juga, toh Elea juga pasti gak keberatan kok pa, biar nanti Sekar yang telepon, malam ini papa, dan mama gak ada di rumah, pasti Elea mengerti kok." Elea memanyunkan bibirnya.


Damar yang mendengar keputusan sepihak pun hanya terdiam, keangkuhan dan kesombongan nya, menutup aura kasih sayangnya, entah mengapa, setiap dia berbicara tak pernah benar, selalu saja salah di mata kedua adik nya dan kedua orangtuanya.


" Damar sudah selesai pa, ma, aku berangkat dulu ya." tutur Damar, di iringi dengan mencium punggung tangan kedua orangtuanya.


" Pa, apa betul yang di katakan kak Damar, kalau Elea juga punya rasa sama kakak, sedangkan intensitas pertemuan keduanya bisa dikatakan sangat jarang, paling sekilas saja, saat kakak mengantar atau menjemput adek saja." Sekar masih mengingat semua kejadian saat sang kakak sering mengantar dan menjemput dirinya di sekolah.


" Tunggu Sekar, bukankah sahabat kamu itu sering juga main kesini, apa jangan-jangan, kakakmu sering menyelinap masuk ke kamar kamu?"


Mama malah jadi kompor bagi Sekar.


" Mama ini yang aneh, mana mungkin anak kita senekad itu. Nggak mungkin Damar seperti itu." sungut papa.

__ADS_1


" Kayaknya si benar juga kata kak Damar ma, soalnya setiap kali aku cerita tentang kak Damar, Elea pasti suka, dan wajahnya berbinar-binar, bagaikan menemukan harta berharga." cerita Sekar dengan semangat.


" Kayaknya sebenarnya hati mereka saling menyayangi, namun tak ada yang mau mengalah untuk mengatakanya. " mama menggelengkan kepalanya.


" Sebaiknya kita tunggu dulu masalah ini, biarkanlah hati mereka yang bicara, kita jangan ikut campur." saran papa pada istri dan putri bungsunya.


" Oke kalau begitu, tapi pa... Sekar sedikit takut, sekarang kita akan kuliah, kemungkinan besar Elea akan bertemu dengan orang yang tulus dan sayang padanya tak bisa di pungkiri juga ma, pa, adek takut kalau kakak akan kecewa, aku ingin kakak bahagia." wajah Sekar yang dibuat buat pun membuat luluh papa dan mamanya.


" Baiklah, dalam 3 bulan ini kalau Kakak mu belum juga mengatakan cinta pada Elea, kita lancarkan rencana kita ya, oke sayang?" ucap mama, nampak Sekar mengangguk dan tersenyum.


Sementara Sekar masih melancarkan aksinya bersama kedua orangtuanya.


Berbeda di rumah Elea, saat ini sang ibu sudah nampak begitu sehat, entah penyakit apa yang menyerangnya, namun setelah Elea lulus Ujian Nasional, tak terlihat beban berat yang ada di dalam hati ibu Elea, seakan-akan sudah begitu saja.


Memang semua adalah kesalahan sang ibu, yang tidak pernah mau berbagi kesedihan pada Elea, bahkan sang ayah pun tidak tahu menahu.


Seminggu setelah kelulusan Elea, keluarga kakaknya yang berada diluar kota bersiap untuk melamar Elea, bahkan mereka selalu mendesak ibu Elea, agar secepatnya untuk menikahkan Elea dengan kakak sepupunya.


Pagi ini setelah sarapan, ibu Elea bertekad, untuk berterus terang kepada ayah dan ketiga anaknya, bahwa keluarga kakaknya akan melamar Elea seminggu yang akan datang.


Setelah selesai sarapan, ibu Elea menyuruh seluruh keluarga untuk tidak beranjak dari tempat duduk mereka. Nampak ayah dan ketiga anaknya merasa sedikit ada kejanggalan, karena tidak seperti biasanya sang istri sekaligus ibu dari ketiga anaknya ini berbicara serius seperti saat ini.

__ADS_1


"Ayah, Elea, dan kalian Doni dan Dion, maafkan ibu ya nak, selama ini ibu sakit dan merepotkan kalian semua, sebenarnya ibu sangat tertekan, melihat kalian yang kelimpungan menggantikan pekerjaan yang biasanya ibu lakukan, namun ibu memang sangat lemah, bahkan sangat sakit." nampak ibu menjeda sesaat perkataannya.


" Sebenarnya ibu sangat khawatir, dengan Elea, karena ibu sangat yakin, Elea masih memiliki cita-cita dan impian untuk kita semua, namun ada satu hal yang ibu sembunyikan dari kalian, bahwa, Minggu depan Elea akan di pinang oleh kakak sepupunya yang bekerja di pulau Sumatera." Semua yang mendengar tercengang dengan pernyataan sang ibu, bahkan sang ayah pun sangat marah.


__ADS_2