CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
WILLY


__ADS_3

"Dia pergi seminggu setelah menikah, jadi belum ada resepsi, bagaimana kabar dia? sehat saja kan?" sambut Mama.


"Baik dan sehat kok Tante, pantesan dia terlihat sibuk sekali mengatur jadwal, bahkan dia bilang tidak sempat menelpon kerumah, karena padatnya pekerjaan dan meeting di sana." terang Willy.


"Pastinya, Damar juga sudah ijin ke istrinya, untuk fokus kerja,biar cepat pulang, setelah itu baru acara resepsi akan di adakan, Tante juga tahu bagaimana perasaan mereka berdua." ungkap Mama.


"Pastinya Mbak tahu kalau jauh dari orang yang kita sayang, apalagi sudah masuk ke jantung, makanya kalau cinta tuh di omongin biar gak jadi penyakit, mending kalau tidak di dahului orang, kalau sudah terlambat mau bagaimana lagi?"ledek Firman ayah Willy.


"Meledek terus... kan belum waktunya pa, kalau sudah saatnya juga di lamar kok." Rasa malu nampak di wajah Willy.


"Heh son, jaman sekarang kalau tidak cepat nanti terlambat, jadi cepat di halalin."Saran uncle Bagas pada Willy.


"Lama-lama kepala Willy bisa pecah nih kalau di terror sama mereka Tante. " Willy mencari pembelaan pada Mama.


"Sudah biarin saja, kayak tidak mengerti kelakuan mereka saja kamu, sini Willy, masuk keruang tengah saja, ada Sekar dan istrinya Damar, ngobrol sama mereka saja, biar gak di bully sama mereka." Saran Mama pada Willy.


"Bener banget Tante, disini juga beda generasi, nanti cepet tua deh di bully terus hahahaha...." Ledek Willy sembari berjalan.


"Bilang saja ingin melepas rindu sama Sekar, sok-sokan dibully...awas jangan di apa-apain anak uncle, nanti uncle sunat lagi lo" Goda Dhika papa Damar kepada Willy.


"Ya om jangan dong, nanti bagaimana merasakan surga dunia kalau di sunat lagi." rengek Willy yang di ikuti gelak tawa para PANDAWA LIMA.


Willy mengekor Mama Sekar, sembari tersenyum sendirii, mengingat tingkah lucu Sekar dulu ketika dia jahili, hampir 6 tahun ini Willy belum sempat bertemu dengan Sekar, terakhir bertemu Sekar di acara Kelulusan sekolah dirinya dan damar saat SMA, namun Willy memilih melanjutkan kuliah di Australia, sedangkan Damar melanjutkan kuliah di Indonesia dan berlanjut di Jerman.


Willy tersentak ketika melihat 3 gadis cantik sedang duduk melihat TV membelakangi dirinya.


Cempaka masih sama seperti yang dia lihat, karena intensitas pertemuan dengan dia lebih sering ketimbang dengan Sekar yang masih sekolah waktu itu. Bahkan Willy pun sudah tahu kalau Cempaka mempunyai hubungan dengan Reyhan anak dari uncle Wiro. Namun mereka belum menempuh ke jenjang yang lebih serius, karena sang kakak Damar belum menikah.

__ADS_1


"Sayang, Ada Willy, tamani ya! kasihan jadi bahan bully an para orang tua yang tak tahu malu.... hihihihi" Ucap Mama.


"Hallo kak Willy, apa kabar, lama juga ya kita tidak bersua, hampir satu tahun." ungkap Cempaka.


"Hai, kabar baik Cem cemanku, bener setahun lebih si kayaknya, ih kelihatan cantik aja ni, gimana kabar Reyhan? masih jalan sama dia?" selidik Willy.


"Masih aja panggil aku Cem-cemanku, nggak lupa tu, aku sudah ada yang punya kak, kalau aku masih jalan kok sama kak Reyhan, secara aku sekertaris dia, pastinya tiap hari jalan bareng terus dong." jawab Cempaka.


"Bener juga ya, wah ada 2 gadis cantik siapa ni? MasyaAllah... boleh kenalan tidak?" goda Willy pada Sekar dan Elea.


Sekar memutar bola matanya mendengar suara yang sudah 6 tahun ini tak pernah dia dengar lagi.


"Hai kak Willy, apa kabar? ini Elea sahabat aku, tapi sudah ada yang punya, awas saja bisa ngamuk kalau di goda." seru Sekar pada Willy.


"Alhamdulillah kabar kakak sehat2 saja, waooow ternyata cewek cantik ini milik kak Damar, pantes saja kemarin waktu ketemu di Jerman ceria banget." ungkapan itu mampu membuat Elea sedikit terkejut.


"Elea kak, senang berkenalan dengan kakak." terang Elea sembari mengulurkan tangannya.


"Saya Willy, calon suaminya Sekar." Tutur Willy menyambut uluran tangan Elea, namun kata-kata itu membuat Sekar cemberut. Seketika wajah lucu Sekar membuat Cempaka dan Elea tertawa bahagia, beda dengan Willy yang makin gemas sama Sekar, bahkan pengen mencubit pipi gembul milik gadis itu.


"Kak Willy gak berubah deh, dari dulu selalu bilang calon suami, nggak lucu tahu."


"Loh memang iya, bahkan kakak sudah ngomong sama om Dhika, jangan kasih Sekar ke orang lain, hanya buat Willy seorang." tegas Willy yang membuat Sekar makin marah.


"Kakak nggak punya bahan yang lain apa? hanya godain Sekar mulu." Gadis cantik itu memanyunkan bibirnya tanda kesal pada anak sahabt papanya.


"Kamu itu harus sopan Sekar, jauh-jauh pulang dari luar Negri langsung kesini hanya untuk bertemu dengan kamu lo nak." shut mama sembari berjalan menuju ruang tamu.

__ADS_1


"Habis selalu bilang gitu dari dulu, kan


Sekar males ma, memang dia gak laku apa, nungguin anak kecil." Seru Sekar yang mendapat pukulan kecil dari kakanya.


"Nggak apa-apa tante, Willy malah seneng, ternyata Sekar masih seperti yang dulu, masih suka manyun, lucu tu bibir, pengen kakak kareti." Goda Willy pada Sekar, si empunya langsung melotot tanda tak suka, dan langsung memalingkan wajahnya kesamping. Yang mendapat pukulan kecil dari kakanya cempaka. Sedangkan Elea hanya tersenyum saja, karena belum begitu kenal dengan Willy sehingga Elea belum berani bercanda lebih, apalagi status dia hanyalah menantu, apalagi pernikahan mereka masih seumur jagung.


"Jangan ngomong begitu Sekar, benci sama cinta itu tipis, nanti jadi bucin lo sama Willy."terang Cempaka.


"Sorry banget ya kak, bucin sama kak Willy, yang ada makin benci Sekar sama kakak." ungkap Sekar sembari meninggalkan ruang tengah menuju kamar mandi yang ada di sebelah kiri ruang tengah.


"Ya Allah... apa salahku?diluar sana banyak cewek yang antri menjadi istri aku, tapi kenapa Sekar malah menolak aku, sakit hatiku Ya Allah... tolong Baim ya Allah." seru Willy yang merasa cintanya di tolak oleh Sekar gadis pujaanya semenjak SMA dulu.


Cempaka tertawa terpingkal-pingkal, melihat kekocakan anak dari sahabat papanya, bahkan Elea sudah hampir menangis karena tertawa.


"Yang sabar ya kak, tapi setau saya Sekar tidak memiliki kekasih, jadi jangan khawatir, Sekar belum pernah jatuh cinta." terang Elea pada Willy.


"Iya kak, sabar aja, kalau memang jodoh todak akan kemana-mana, lihat kak Damar, jodohnya datang sendiri kerumah." Cempaka menyela omongan Elea. Elea pun hanya tersenyum manis mengingat singkatnya pernikahan mereka, kalau bukan Takdir Allah, mereka tidak akan di permudah dalam pernikahan ini.


"Semoga kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah ya kak, Amiin" Doa Elea untuk pernikahan mereka.


"Amiin, ngomong ngomong kemana sekar? kok nggak nongol-nongol?" tanya Willy pada Cempaka dan Elea.


"Eh iya... kemana ya? kok nggak balik lagi, biar Elea panggil ya kak, mungkin balik ke kamarnya." ujar Elea.


Dari ruang tamu Mama berseru, "Ayuk anak-anak, kita makan malam bersama, panggil Sekar ya, barusan mama lihat dia naik ke kamarnya." perintah mama.


"Biar Elea saja Ma yang panggil Sekar. " seloroh Elea.

__ADS_1


__ADS_2