
"Semoga kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah ya kak, Amiin" Doa Elea untuk pernikahan mereka.
"Amiin, ngomong ngomong kemana sekar? kok nggak nongol-nongol?" tanya Willy pada Cempaka dan Elea.
"Eh iya... kemana ya? kok nggak balik lagi, biar Elea panggil ya kak, mungkin balik ke kamarnya." ujar Elea.
Dari ruang tamu Mama berseru, "Ayuk anak-anak, kita makan malam bersama, panggil Sekar ya, barusan mama lihat dia naik ke kamarnya." perintah mama.
"Biar Elea saja Ma yang panggil Sekar. " seloroh Elea.
Tanpa menunggu lama Elea naik dan menuju kamar Sekar, sebelum masuk Elea mengetuk pintu terlebih dahulu, lalu bertanya apakah dirinya boleh masuk.
"Ben... boleh masuk tidak?" tanya Elea dari balik pintu.
Dari dalam kamar Sekar berseru "Masuk saja, tidak aku kunci kok pintunya."
Tanpa babies, Elea memutar daun pintu, seketika itu Elea terkejut, sahabatnya yang sudah 6 tahun Elea kenal, menangis sendiri di depan meja riasnya. "Sekar? ada masalah apa, kok kamu nangis begitu?" Tanya Elea hati-hati.
Sekar menoleh ke sumber suara, sembari meminta Elea untuk mengunci pintu kamarnya."Tolong kunci pintunya El, aku lagi males." jelas Sekar.
"Boleh aku kasih saran?"tanya Elea pelan.
Yang di jawab dengan anggukan oleh Sekar. Elea memeluk sahabtnya dari belakang, dan berbisik di telinga sekar dengan pelan.
"Jangan kau ingkari isi hatimu, sebelum kamu menyesal, hati orang dab sifat orang berbeda, jangan samakn kak Willy dengan suamiku yang selalu menjaga hatinya untuk bersabar untuk memiliki aku." Elea menjeda omonganya.
"Bisa saja penolakan kamu membuat doa terluka, dan berhenti untuk memperjuangkan kamu, coba kamu lihat sekali saja wajah kak Willy, sudah ganteng, kaya dan juga sangat supel, pasti banyak cewek yang qntri, tidak seperti suamiku, orangnya jutek dan cuek." Seketika Sekar menatap Elea dari cermin.
__ADS_1
"Dia pasti banyak teman, cantik-cantik lagi, kalau memang kak Willy tidak mencintai kamu, pasti sepulang dari luar negeri dia tak akan langsung datang kesini." jelas Elea pada sahabatnya yang masih suka menutup diri dan mengingkari isi hatinya.
"El... bagaimana kamu tahu aku suka sama dia? padahal kamu baru sekali bertemu dengan kak Willy?" Sekar menelisik mata Elea yang menatapnya oenuh arti.
"Kamu tidak bisa membohongi aku beb, aku sangat mengetahui semuanya tentang kamu, jadi jangan pernah berbohong kepadaku." Elea mengukir senyum di bibirnya yang mungil dan menarik bibir sahabatnya untuk tersenyum.
"Sebenarnya... " sekar menjeda ceritanya. "Sejak mendengar suaranya dari ruang tamu aku sudah sangat terkejut, aku bingung dan gelisah." terang Sekar pada Elea.
"Aku sudah tahu, sejak suara kak Willy terdengar, aku melihat ekspresi wajah kamu berubah drastis, dan semenjak bersahabat dengan kamu, aku tak pernah melihat binar mata kamu yang penuh kebahagiaan dan kerinduan, aku tahu kamu menutupinya dariku dan kak Cempaka, bahkan kegugupan kamu bisa aku rasakan, saat tangan kamu memegang tanganku, terasa dingin, dan aku rasa kak Willy memiliki tempat spesial di hatimu." Goda Elea pada adik iparnya.
Sekar tertegun, rasa gugup yang teramat membuat dirinya berubah seketika, bisa di baca oleh sahabatnya, tak di pungkiri Elea memang sangat dekat dengan dirinya, bahkan Elea lebih tahu tentang dirinya daripada kedua orangtuanya.
"Benar kan kataku Sekar?" Tanya Elea seraya menelisik mata Sekar.
Sekar yang merasa terintimidasi pun mengangguk dan tersenyum.
"Benarkah? apakah kak Willy mengetahui itu El?" tanya Sekar menelisik lebih jauh.
"Aku rasa tidak, turun yuk, mama sudah menyuruh kita untuk makan bersama, jangan lupa tersenyum, lihat sorot mata kak Willy, kamu akan menemukan kesungguhan dan kenyamanan disana, kalau kamu mencintai nya." Saran Elea pada adik iparnya itu.
"Tapi aku malu, aku tidak bisa mlihat sorot matanya, aku masih selalu ingat dulu waktu kak Willy menciumku saat kelulusan Sekolah SMA kak Willy dengan kak Damar. " ungkap Sekar berseri.
Elea yang mendengar pun terkejut, karena kak Willy sudah mencuri start dan mengambil hati gadis kecil berumur 12 tahun itu.
"Dia berbisik, Sekar... jangan pacaran ya...tunggu kakak pulang, kakak akan melamar kamu." ungkap Sekar sembari memegang pipinya .
"Wah... pantesan semua yang nembak kamu jadi pacar selalu kamu tolak." seloroh Elea, yang di balas dengan anggukan oleh sahabatnya itu.
__ADS_1
Dari bawah tangga mama berteriak, memanggil kedua putrinya yang masih betah didalam kamar. " Sekar sayang... Elea... cepetan turun nak, makan malam dulu ya, ditunggu papa dan om kalian." perintah mama pada putrinya dan menantunya.
Sementara di meja makan, setelah memanggil Sekar dan Elea, mama menghampiri sahabat suaminya yang sudah duduk di kursi meja makan.
"Maaf ya bapak-bapak, anak cewek memang suka males makan malam."terang Mama pada semuanya.
"Biasa lah... namanya juga cewek tante, pasti takut gendut. Apalagi Sekar, sejak dulu memang males makan kalau nggak di suapin aku, ucap Willy sembari melamun membayangkan masa kecil mereka. " yang di sambut dengan suara tawa seluruh ruang makan.
"Siapa bilang? pasti kalian bihong kan?"teriak Sekar dari anak tangga, begitu juga Elea yang mengekor di belakangnya. Sontak Elea menyentuh lengan sahabatnya itu, agar tidak tersulut emosi.
"Sabar beb, dia lagi cari perhatian kamu, kamu nya yang sabar ya, nanti juga diam kok kalau kamu diemin."bisik Elea dari belakangnya.
"Eh bener lo dek, dulu kamu nggak mau main selain sama Willy, kamu selalu minta gendong sama dia, bahkan tidak ada yang boleh main sama dia kecuali sama kamu, bener nggak Cempaka?" tanya Reyhan menggoda calon adik iparnya.
"Tuh kan... El... pasti pada ngejek aku, aku kan gak ingat waktu kecilku, naik aja yuk?" Sekar berbisik pada Elea.
Dengan suara bergetar, Sekar berteriak "Aku nggak mau makan malam." membuat semua yang ada di meja makan terkejut.
Dengan sigap Willy berlari mengejar Sekar, dan menarik tangannya, karena tak adanya keseimbangan, Sekar terjatuh dalam pelukan hangat Willy. Keduanya saling menatap dan saling memuja satu sama lain, namun persekian detik Sekar tersadar dan menangis.
"Huaaaa.... semuanya jahat, tidak ada yang sayang sama Sekar." seru Sekar dalam pelukan Willy.
"Sudah jangan menangis... ada kakak disini, yang akan selalu menjagamu, kamu masih ingat kan janji kita?" tanya Willy pada sekar, yang dijawab dengan anggukan oleh Sekar.
Sebenarnya kehadiran Sekar di keluarga Mahardhika sangat membuat Cempaka cemburu, bahkan diantara anak-anak Pandawa lima, Sekar lah yang paling kecil, sehingga sering di jahili oleh kakak kakak nya.
Semua yang melihat adegan ini pun terdiam, sikap manja Sekar pada Willy memang sudah jadi rahasia umum, keduanya sudah saling berjanji untuk saling menyayangi, bahkan sakitnya Sekar setelah di tinggal oleh Willy pun sudah jadi pembicaraan Pandawa lima.
__ADS_1
Kalau sudah mood Sekar seperti ini, pasti semuanya terdiam, siapa pun, bahkan Cempaka dan Damar tak berani berbicara.