CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
TANGGAL LAHIR KAMU


__ADS_3

"Kakak tahu tidak? ada kemungkinan mas Rio ingin mencelakai atau menggagalkan pernikahan kakak, atau bisa juga ingin mengambil seserahan dari lemari kakak, tapi jangan khawatir, kak Damar sudah memberiku sebuah lemari besi, yang sudah kami taruh di kamar kakak." Jawab Dion. Elea yang mendengar penjelasan adiknya semakin terkejut, kapan Damar memberi lemari besi untuknya.


"Kamu itu ada ada aja, mana bisa kak Damar memberi kakak lemari seperti itu." rajuk Elea pada adiknya.


"Kakak itu yang gak peka, itu lihat lemari besi yang ada di pojok bawah lemari kakak." Dion membuka lemari kakaknya, yang memang sudah di ganti dengan yang baru oleh Damar, sehari setelah lamaran.


"Kakak nggak ngeh dek, bahkan kakak juga gak sadar, lalu siapa yang memasukkan seserahan kakak kedalam lemari besi itu?" tanya Elea pada Dion.


"Tentu saja kak Damar sendiri, bahkan kak Damar yang tahu kode dari lemari besi itu, yang adek liat si, kak Damar hanya memasukkan seluruh pemberian seserahan kak damar, di depan ayah dan ibu, bahkan ayah dan ibu juga di beri satu lemari besi, demi menjaga dari tangan orang yang berniat jahat pada kita kak." terang Dion.


"Masak sih? ya sudah nanti kakak telepon kak Damar, mau tanya berapa pin kode brankas kakak." Elea tersenyum dan mengedipkan matanya.


"Biar adek saja, malam pernikahan gak boleh mesra-mesraan dulu, nanti di marahin ibu." sanggah Dion.


"Sebentar saja, takutnya gak di kasih tahu aja sama kak Damar." Elea bersikeras menelpon Damar.


"Eh.... bener juga, pasti kak Damar gak akan kasih tahu nomer pin kode nya." Dion mencoba menghubungi Damar.


Sedangkan Damar saat ini sedang kedatangan tamu teman-teman dekatnya, namun untuk kolega dan teman bisnis damar dan papa, nanti akan di undang dalam acara resepsi.


Drt...


Drt...


Drt...


Damar terkejut ketika handphone miliknya bergetar, dan tertera disana nama adik iparnya, Dion.


"Halo.. Assalamualaikum... ada apa Dion?" ucap Damar.

__ADS_1


"Halo kak, Waalaikum salam, maaf sudah mengganggu, apa.kabar kak?" tanya Elea yang sedikit gugup.


"Eh kamu dek, kabar kakak baik, maaf agak rame, karena ada teman teman kakak yang datang." Jawab Damar.


"Ya sudah kalau begitu Elea tutup dulu, kakak masih sibuk kan?" Ucap Elea sedikit merasa kecewa


"Nggak juga, ada apa? " jawab damar tegas.


"Mau tanya kode pin brankas saja." jawab Elea denga suara lirih dan malu.


"Tanggal lahir kamu." jawab damar dengan sama-sama lirihnya.


"Terima kasih, assalamu'alaikum..." belum ada jawaban dari Damar, Elea langsung menutup telepon dengan begitu saja.


Damar yang melihat kelakuan calon istrinya pun tersenyum, tingkah nya yang lucu dan riang selalu membuat dirinya mabuk kepayang dan tak bisa membuat dirinya tidur benerapa hari ini.


"Awas saja kamu nanti Elea, nggak akan kakak beri jeda sedikitpun." Damar tersenyum smirk yang mengundang pertanyaan.


Dion yang melihat kakaknya kasmaran pun tahu.


"Ehemmm... hapeku ini kak, bukan kak Damar, jadi jangan dipeluk peluk." ledek adiknya Dion.


Elea sungguh bahagia, Damar sangat memperhatikan segala sesuatu tentang dirinya dengan detail.


Setelah mendengar suara calon suaminya, Elea merebahkan tubuhnya di atas kasur baru, yang di belikan oleh Damar juga, bahkan seluruh isi di kamar Elea sudah di ganti dengan yang baru, setelah dua hari lamaran.


Elea sendiri tidak tahu alasan apa yang membuat perubahan di kamar nya, sedangkan Elea sadar, setelah menikah dirinya akan tinggal dengan suaminya.


Elea yang kelelahan pun tertidur, dengan berbagai pertanyaan yang mengisi seluruh kepala nya.

__ADS_1


Hari berlalu begitu cepat, malam ini adalah malam terakhir bagi Elea dan Damar menyandang status sebagai gadis dan perjaka, besok pagi jam 8 acara akad nikah akan di laksanakan, yang menandakan kehidupan baru yang akan mereka berdua jalani nanti.


Perasaan deg2an dan takut, bingung bercampur aduk di hati Elea, acara yang di inginkan sekali seumur hidup Elea ini membuat Elea nyaris tak bisa tidur,acara yang dia anggap acara yang penuh sacral dan penuh Khidmah ini tak mungkin bisa Elea lupakan, walau banyak rintangan yang Elea hadapi nanti ketika menjadi seorang istri Damar, yang notaben nya seorang pengusaha kaya dan berhasil menguasai dunia bisnis di Indonesia dan seluruh Asia, namun Elea akan berusaha menjadi istri yang sholehah, dan berbakti kepada suaminya, sosok sayidati Khodij istei nabi lah yang menjadi panutan dan sure tauladan baginya, setelah itu barùlah ibu Elea yang menjadi rool model kegidupan nyata sekarang ini


Lain tempat, Damar yang besok pagi akan mengucapkan Ijab Kabul pun merasa gelisah, takut melakukan kesalahan dalam mengucapkan Ijab Kabul adalah hal yang wajar, karena bagi Damqr acara sakral ini ingin Damar ucapkan sekali seumur hidupnya.


Di dua kamar yang berbeda, Elea dan Damar mencoba untuk memejamkan matanya, agar besok pagi tidak merasa mengantuk dan lebih fresh jetika acara berlangsung.


Pukul 12.30 Elea sudah terlelap dalam tidurnya, sedangkan Damar baru bisa memejamkan matanya tepat puk 1 malam. karena banyak telepon yang masuk untuknya hanya sekedar mengucapkan selamat menikah dan yang lainya.


Itupun dengan terpaksa Damar mematikan teleponya, agar dirinya beristirahan, Damar terpaksa melakukan ini,karena ingin beristirahat.


Tepat pukul 4 pagi sebelum adzan subuh, Elea sudah dibangunkan oleh ibunya, air mandi kembang dengan berbagai aroma terapi, sudah ibunya siapkan, untuk mandi calon pengantin wanita.


Setelah ritual mandi, Elea yang sudah mendengar adzan subuh pun melakukan solat subuh, setelah itu Elea di make up, dan memakai.kebaya putih bersih, pas sesuai dengan pilihan Damar.


Tepat pukul 7.30, Elea sudah selesai di make up dan siap, sembari menunggu kedatangan pengantin pria, Elea iseng mengunggah foto Selfi dirinya di akun instagramnya. Benar saja, belum ada 1 menit, sudah mendapat ratusan pertanyaan dari teman-teman sekolahnya, dan juga para fans nya baik dari sekolah, maupun sari luar.


Elea sungguh terkejut, namun belum sempat Elea menjawab komen di laman instagramnya, ada sebuah SMS masuk di WA dari calon suaminya, dengan menyuruh Elea mengahapus postingannya di instagramnya.


Tanpa menunggu lama, Elea pun langsung menghapus foto Instagram miliknya, dan mematikan handphone miliknya, dan tak akan membuka nya sampai acar akad selesai.


Keluarga besar Damar sampai di rumah Elea pukul 7.30, semua tamu undangan Sudah memenuhi kursi yang telah di sediakan, tepat pukul 8 pagi acara akad akan segera di mulai.


Seorang penghulu yang sudah siap duduk di meja, dengan ayah Vienna serta papa Damar sudah berada di sebelah kursi anak mereka, di depan meja sudah duduk Damar yang Sudah nampak rapi, dan lebih gagah.


Elea berjalan menuju meja pernikahan, tanpa sengaja Damar melihat Elea yang memakai kebaya putih seperti tuxedo yang dipakainya.


Damar nampak terkejut, dan bengong melihat kecantikan Elea yang sangat dia kagumi sejak dulu.

__ADS_1


Detak jantung damar seakan akan tak mau berhenti.


Dengan mengatur nafas, Damar mencoba menormalkan detak jantungnya, agar dirinya tidak salah dalam mengucapkan ijab Kabul.


__ADS_2