CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
KREMES


__ADS_3

"Baiklah, ayo kita jalan lagi." Elea pun melangkah bersama menuju pintu rumah yang memang sering dia masuki, ketika sedang bekerja kelompok dengan Sekar.


"Kamu masih ingat pertama kali ke sini Elea?" tanya Damar pada Elea.


"Masih, dulu saat Elea datang dengan keadaan basah kuyup, dan kakak sedang duduk di sofa, memperhatikan keadaan Elea yang hancur." tutur Elea yang mengingat pertemuan pertama dengan Damar.


"Kamu dulu kurus, tapi tinggi El, gak kaya sekarang, makin berisi." jawab Damar pada Elea.


" Kok kakak tahu, bisa-bisanya kakak perhatiin Elea sedetail itu?" selidik Elea pada Damar.


"Ye... mana ada, kebetulan kan dulu saat Sekar sekolah SMP, kakak sering antar jemput dia, dan kakak pernah anterin kamu pulang, kamu ingat gak?" tanya Damar.


"Iya, cuma sekali, tapi saat SMA, kakak jarang antar jemput Sekar.


"Karena kakak kuliah di luar negeri, jadi gak bisa antar jemput Sekar."


Perlahan namun pasti Damar mengajak istrinya masuk kedalam rumah orang tuanya, mama dan papa sedang duduk di sofa ruang tamu. Mama yang melihat kedatangan mereka berdua pun langsung berlari memeluk menantu idamannya.


"Assalamualaikum ma, pa, apa kabar?" sapa Elea pada mertuanya.


" Waalaikum salam... Sayang... kalian sudah pulang? mama kangen banget lo sama kamu." terang mama sembari memeluk Elea.


"Mama... jangan lebay deh, baru sehari gak ketemu sudah jangan aja, jadi gak kangen anak sulung mama ni? kangennya sama mantunya aja?" cibir Damar pada sang mama.


"Kata siapa? Mama juga kangen sama anak Mama yang satu ini, takdir kalian bersama yang selalu membuat Mama bahagia." tutur mama dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mama jangan nangis lagi, kan Damar sudah membawa menantu yang Mama idam-idamkan, jadi jangan bersedih lagi ya?" Ungkap Damar Sembari memeluk sang Mama.


"Papa apa kabar ?" tanya Elea pada papa mertuanya sembari mencium punggung tangan nya.


"Baik, bagaimana kabar keluarga kamu Elea?" tanya sang papa.


"Alhamdulillah mereka sehat semuanya, dan salam buat Mama, Papa dan semuanya." ucap Elea.


" Waaalaihassalaam..." ucap mama dan papa bersamaan.


Dari atas nampak Sekar dan Cempaka, berlari turun menuju ruang tamu. Sekar yang sangat bahagia, sahabat karibnya menjadi kakak iparnya, langsung menghambur ke pelukan Elea.


"Elea... aku kangen sama kamu... apa kabar?" tanya Sekar pada Elea.


Tiba-tiba Damar melepaskan pelukan di antara mereka, karena mendengar Sekar memanggil Elea hanya sebutan nama saja.


"Hehehehe... lepasin tidak, kamu itu, sahabatmu itu sudah jadi kakak ipar kamu, harusnya kamu panggil dia kakak ipar, bukan hanya nama saja, awas kalau gak berubah, kakak gak akan kasih uang bulanan Lo." bentak Varo pada Sekar.


"Mama... kak es balok marah ma, huaaaa." Sekar memeluk sang Mama.


"Kamu itu ya Damar, sudah menikah juga suka banget jahilin adeknya." ujar Mama.


"Ma... betul kata Damar, Sekar harus menghormati yang lebih tua, walau seumuran, tapi Elea sudah menikah dengan kakaknya, jadi harus panggil kakak ipar." tegas papa pada sang mama.


" Iya Sekar, kak Paka juga sekarang mau panggil kakak ipar, Kaka ipar apa kabar, selamat datang di rumah kami, semoga kakak betah ya, dan kami harap jangan sungkan sungkan lagi." ucap Cempaka sembari memeluk sang kakak ipar.

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat adik ipar ku yang cantik, tentu saja aku akan betah tinggal dengan kalian orang yang baik dan menerima ku apa adanya." Elea membalas pelukan Cempaka.


"Ya sudah, ajak masuk dulu istrimu Damar, jangan lupa bikinin mama cucu yang banyak, dan secepatnya. " ucap mama pelan di telinga Damar, yang membuat Damar terkejut dan membelalakkan matanya.


" Ma... belah duren aja belum, gimana mau bikin cucu." Damar menggerutu.


"Apa kamu mau ke hotel sayang, biar leluasa? siapa tahu Elea juga masih malu-malu, bila ada kita di sini." ucap mama.


"Jangan khawatir ma, kamar Damar sudah kedap suara, jadi kalau kami gak turun makan siang gak usah ketok kamar ya, please... damar pengen belah duren ma, sudah gak kuat." terang Damar


"Kamu ini... ya sudah, dari pada alu gak ketemu lumpang, nanti alunya karatan hahahaha." mama tertawa lepas.


Yang lain karena tidak tahu perbincangan mereka hanya mengedipkan bahu antar satu sama ain, sedangkan Elea yang sedikit mendengar hanya mampu tersipu dan menundukkan kepalanya.


"Sayang... Ayuk kakak tunjukkan kamar kita, oh ya ma, suruh pak Dodo naikin tas nya sekarang ya, kami tunggu, pakaian Elea semuanya ada di sana." damar mengedipkan matanya pada sang mama.


" Ok... jangan lupa ada keluaran kremes terbaru sayang, Ok?" mama juga mengedipkan matanya.


"Ma... sekarang Damar sudah menikah, tanggung jawabnya sudah banyak, gak ada ya kremes kremesan lagi." ucap papa menggandeng istrinya.


"Yah... papa payah deh, ya sudah, Mama minta Papa saja ya, sekali-sekali Pa, ya ya pa ?' mama merayu sang suami.


" Kita lihat nanti, berapa ronde mama bisa puasin papa, kita tidak boleh kalah sama pengantin baru dong ma." papa mencium pipi istrinya.


Cempaka dan Sekar langsung berlari ke kamar mereka masing-masing, mereka berdua sangat iri dengan kemesraan orang tua mereka.

__ADS_1


__ADS_2