
"Ehem...aku juga tahu kamu suka kakak aku dari dulu?"ledek Sekar sembari berlari keluar kamar.
"Sekar...... tunggu" Elea pun berlari mengejar Sekar sahabatnya.
Acara kejar kejaran pun berakhir di meja makan, membuat Elea berhenti seketika, saat melihat mama dan papa mertuanya sudah duduk di meja makan.
"Sekar... pagi-pagi sudah olah raga, jangan bilang kamu godain kakak ipar kamu ya?".Ucap Cempaka yang terlihat menuruni tangga.
"Biarin aja Cempaka, papa suka lihat mereka kejar-kejaran, jadi ingat kalian kecil." ungkap mama yang tersenyum melihat anak dan menantunya.
"Bagus lah ma, biar sekarang main main, sebelum datang si posesif, pasti mereka nggak bisa bercanda seperti sekarang ini." imbuh papa.
"Elea tu ma, masak pagi-pagi sudah nangis aja, katanya kangen sama si posesif, idih baru aja sehari di tinggal, sudah kangen." Ledek Sekar pada Elea.
"Huss kamu itu Sekar, pasti kangenlah, apalagi masih pengantin baru, baru seminggu lagi, kamu ya... belum juga menikah, jadi jangan jail."Mama menjewer telinga Sekar, lalu menggandeng tangan Elea untuk duduk di kursi mejq makan, untuk Sara bersama.
"Jangan di ambil hati ya El, dia memang begitu, tapi dia sayang kok sama kamu."bela papa pada Sekar.
"Ih... sebenarnya siapa si yang anak kandung, masak aku di anak tirikan,huaaaaa...." Sekar pura-pura menangis.
"Lebay... memang kamu ya dek, suka bercanda."Cempaka me menimpali tangisan Sekar.
"Hah... mama jadi pengen cepet punya cucu, karena akan ramai suara anak kecil di rumah kita ya pa, andai saja Elea hamil sekarang, mama akan bahagia banget."
"InsyaAllah ya ma, semoga Allah menjawab doa-doa mama."ucap Elea.
"Amiin..."ungkap papa, Cempaka dan Sekar.
"Yah... nggak bisa healing bersua lagi dong El, siapa dong yqng akan menemaniku nanti." Sekar cemberut.
"Ya kan masih bisa healing juga kok, nanti mama yang akan jaga anak Elea. "ucap mama bahagia.
"Mama seneng banget ya, pengen punya cucu yang bisa di ajak kemana mana kalau lagi ada kumpulan ibu ibu sosialita. "Ucap Papa.
"Iya pa, mama kan mau pamer juga walau mama masih muda, tapi sudah punyq cucu, apalagi kembar...iiihhh lucunya."
"Ma... papa harap jangan terlalu berharap lebih, apalagi mereka kan baru saja menikah, berikan mereka waktu untuk berpacaran, Elea juga masih 18 tahun ma, masih kecil." ungkap sang papa.
"Mama nggak menyuruh Elea langsung hamil pa, tapi kalau hamil juga nggak apa-apa kan El ?" tanya mama pada Elea dengan lembut.
__ADS_1
"Kalau Alalh sudah menakdirkan Elea hamil, Elea pasti akan senang hati ma, apalagi Elea juga suka anak kecil."
"Tu kan pa... Elea saja menerima pa, ah... seneng mama kalau punya cucu, makasih sayang, jangan terbebani ya, soalnya anak juga adalah rejeki nak"
"Ma... kapan kita sarapan, bisa telat papa ke kantor." papa memotong percakqpqn mama.
"Lihat, bayi tua mama minta di layani." ucap mama sembari mengambil roti panggang dan diolesi selai nanas kesukaan papa.
Semua yang mendengar pun tertawa terbahak bahak.
"Pa, kalau sudah punya cucu, papa akan tergeser kedudukanya dengan cucu papa."goda Cempaka.
"Eit... gak akan bisa... papa yang akan mengajak main cucu papa sebelum mama, kan mama harus siapin keperluan papa dulu sebelum papa berangkat."ledek papa ke mama.
"Mana bisa... kaau sudah ada cucu papa mandiri dong."
"Ma... dosa lo, melayani suami itu pahala."
Mendengar perdebatan kedua orangtua mereka, Sekar dan Cempaka sudah biasa, jadi hanya tertawa dan mengompori.
Sedangkan Elea sendiri, tanpa sadar mengusap perutnya, entah perasaan apa di hatinya, bahagia tentunya, namun apakah dirinya sanggup berkuliah saat hamil.
"Jangan di pikirkan, mama nggak menuntut, tapi kalau Elea hamil juga nggak apa-apa, mama hamil Damar juga sambil kuliah lo Elea." bisik mama sembari memeluk Elea.
"Iya ma."Elea tersenyum dan membalas pelukqn mama mertuanya.
Sarapan pagi ini begitu heboh, pembawaan yang kalem dan pendiam memang sudah dari jabang bayi, sedangkan sekar dan Cempaka bagai Tom and Jerry.
Setelah selesai sarapan pagi, Elea dan sekar berkumpul di depan TV ruang tengah, seperti biasa Sekar qkan suka tidur di papa Elea, dimanapun dan kapanpun, itu yang Sekar sukai, dengan telaten Elea akan membelai rambut Sekar, dengan sedikit memijat, sehinggq membuat Sekar sering ketiduran.
Dari jauh mama memperhatikan Elea yang sedikit melamun. Setelah selesai merapikan bunga anggrek kesayangan mama, mama mendekati Elea di ruang tengah.
"Sayang..., kenapa melamun? nggak baik lo masih pagi sudah melamun."ucap mama sembari duduk di sebelah Elea.
"Elea nggak melamun ma, tapi lagi kepikiran kalau Elea hamil beneran ni, kan haris ikut ospek."
"Iya juga ma, Apalagi ospek di kampus suka aneh aneh, kadang di suruh lari, kadang di suruh berjemur, kasihan kan Elea, nanti bisa pingsan. "timpal Sekar sembari berdiri dari pangkuan Elea.
"Masalah itu mah gampang, serahkqn sajq sama mama, biar mama yang atasi."Mama mengedipkan matanya.
__ADS_1
"kalau hotungan Elea tepat, kemungkinan besar seminggu kemarin Elea dalam masa subur ma, jadi Elea juga akan berhati-hati. "
"Benetan Elea ?ya Allah semoga saja Damar junior hadir di sini, kapan terakhir kamu datang bulan El ?" ucap Sekar penuh bahagia.
"ih kayak nggak ingat aja, waktu lamaran kan aku datang bulan hari terakhir, jadi sekarang 2 minggu setelah datang bulan."jawab Elea.
"Oh iya... kan kita beda sehari ya, kalau datang bulan."
"Mama jadi nggak sabar nunggu Sekar datang bulan."
" Kok jadi Sekar ma?" sanggah Sekar.
"Kan kalau Elea nggak datang bulan bareng kamu, dia pasti hamil, ah... mama bahagia banget. "
"Mama... ingat kata papa, minta sama Allah, bukan pada manusia. "Sekar memperingatkan mamanya.
"Iya iya... mama faham kok"
"Kakak ku ganas ta El, sampai kamu di kurung tiap hari." pertanyaan Sekar yang vulgar mendapat pukulan sang mama di bahu nya .
"Kamu masih kecil ngomong apa an?" bentak mama.
"Ih mama, Elea juga madih kecil,kenapa tidak mama marahin?" sekar mengusap bahunya.
"Bedalah sayang, walau masi kecil, tapi Elea sudah menikah."
"Oke boss..."
"Maafkan Sekar ya El, dia suka ceplas ceplos, memang kaya begitu anaknya. "
"Elea mah tahu semuanya tentang Sekar ma, apa yang menjadi rahasia Sekar pun Elea tahu. " jawab Elea.
"Memang Sekar punya rahasia El ?" tanya mama penuh semangat.
"Awas kau El, jangan di Bocorkan rahasia aku, please. " pinta Sekar d3ngan suara lirih dari belakang mama.
"Nggak ada kok ma, Elea suka bercanda, gitu tu... kalau lagi godain aku." ucap Sekar
"Ya sudah kalau mama belum boleh tahu, tapi mama harap Sekar lebih terbuka pada mama, karena mama tidak ingin Sekar terjerumus dan salah pergaulan."
__ADS_1