CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
YES... AKU SUDAH MENIKAH


__ADS_3

Berbagai ritual dalam acara pernikahan Damar dan Elea, sudah mereka lalui dengan lancar.


" SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINYA ELEA BINTI MARWAN DENGAN MAS KAWIN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT DAN 60 GRAM EMAS DI BAYAR TUNAI" ucapan kabul dari Damar dengan lantang dan tegas tanpa jeda.


Sah...


Sah...


Sah...


Suara sah yang terdengar setelah ijab dan kabul terucap dari para saksi yang ada, namun kekhusukan dan tangis haru mama dan ibu serta tamu undangan yang lain berubah menjadi tawa, di saat terdengar suara Damar yang mengejutkan semua keluarga besar Damar dan juag Elea. Sehingga mampu membuat heboh semua yang hadir disana.


"Yes.... aku sudah menikah." sambil berjingkrak, namun kejadian itu hanyalah dalam hitungan detik saja, sesaat setelah Damar sadar, dia kembali duduk dan tertunduk malu.


Pak penghulu yang melihat kejadian ini pun tertawa, baru kali ini seorang yang tampan dan berwibawa, berbuat seperti itu, setelah melakukan akad nikah.


Elea yang melihat tingkah Damar, hampir saja shock melihat laki-laki yang baru saja menjadi suaminya, melakukan hal konyol, yang membuat malu, bahkan semua teman Damar dan Elea tak lupa menepuk jidat mereka masing masing.


Sahabat dan asisten Joe yang mengerti perjalanan cinta Damar pun faham betul sikap bossnya itu.


Mama yang melihat perjuangan Damar selama 6 tahun ini pun menangis, betapa berat cinta Damar selama ini, dirinya menahan dan membendung rasa cintanya, dengan mencintai dalam diam.


Mama berharap, walau Elea menikah dengan Damar karena terpaksa, namun mama berdoa, semoga diantara mereka akan tumbuh benih-benih cinta, dengan arti cinta sesungguhnya, bukan lah TERPAKSA CINTA.


Pernikahan Mereka berdua bukanlah akhir dari perjalanan cinta mereka, namun awal dari kahidupan yang semestinya.


"Semoga mereka berdua bahagia, dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, Amiin." ucap mama.


"Aamiin, semoga doa-doa kita di ijabah oleh Allah." Ibu dan mama berpelukan dalam tangisan bahagia.


Acara akad nikah yang sederhana pun telah selesai, hari ini Damar benar-benar sangat canggung, duduk berdua dengan Elea yang sudah menjadi istrinya, membuat damar susah bernafas.

__ADS_1


Khayalan yang ada di benaknya, tak semudah itu bisa Damar realisasikan, bahkan Damar belum mampu walau hanya sekedar memegang tangan Elea.


Kecanggungan semakin terasa, setelah seluruh keluarga dan tamu undangan meninggalkan rumah Elea, Damar menjadi lebih dingin dan tak bisa berbicara di depan Elea.


Azan Dzuhur berkumandang, seluruh keluarga yang masih berada di rumah Elea pergi ke masjid terdekat, begitu juga ayah Elea, karena beliau adalah Imam masjid d8 sana,Elea yang mengerti Damar seperti kebingungan pun memulai percakapan, karena Elea tahu Damar sangat canggung menghadapi keadaan seperti ini.


" Kakak, Sudah Azan dhuhur, mari kita solat dulu, ganti baju, lalu kita makan siang bersama, sebelum keluarga ayah dan ibu pulang, sepertinya Papa dan Mama juga masih disini." ajak Elea sembari menggandeng tangan Damar yang sudah sah menjadi suaminya.


Damar berjalan mengikuti Elea, dan memandang tanganya yang di tarik pelan oleh Elea.


Elea yang sadar akan kecerobohan dirinya menarik tangan suami yang baru saja menikahinya pun berhenti dan tertunduk malu.


"Maaf, Elea tarik tangan kakak." ucap Elea tersipu malu.


Damar yang punya ide jail pun bekata.


"Kayaknya istriku sudah nggak sabar mau belah duren."Damar mencubit hidung Elea.


"Ish... apa an si kak, kan memang sudah Azan duhur. " Elea menoleh menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Ya sudah akumasuk duluan ,mau ganti baju. "Elea berjalan meninggalkan Damar.


Sekitar pukul 1.30, datang mobil box yang mengantar makan siang yang sangat banyak, bahkan mereka memasang meja dan peralatan presmanan, yang membuat kaget seluruh keluarga dan tetangga yang masih ada di rumah Elea.


Elea dan Ayah tidak merasa memesan pun hampir saja menyuruh mengembalikan semuanya, namun sebelum Ayah bersuara, Damar keluar dari rumH dan menyuruh menata di ruang tengah.


" Taruh di dalam saja pak, biar levih luas, Maaf ayah, Mama baru saja menelpon, katanya ini makan siang dari Mama."


"Oh iya nak, terima kasih, dan kenapa repot-repot, masih banyak makanan kok." ucap ayah merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa ayah, soalnya di rumah juga sedang mengadakan makan siang bersama keluarga besar kami."

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu terimakasih banyak, kalau begitu Ayah banyu yang lain beresin semuanya." ucap Ayah sembari menepuk pundak Damar. "


"Kita makan bersama setelah selesai senuanya Ayah, ajak semua yang hadir juga, jangan khawatir, mereka yang akan membereskan semua piring dan peralatan yang mereka bawa." terang Damar pada Ayah mertuanya. Karena tak tanggung tanggung orang yang datang tak sedikit, 10 orang yang membereskan presmanqn, sehinggq tak merepotkan keluarga Elea. ²


Selepas solat Maghrib, Damar dan kedua adik kembar Elea, berbincang di ruang tengah, di susul ayah setelah kembali dari masjid. Beberapa kerabat dekat keluarga Elea yang masih membantu ibu Elea pun terlihat mondar-mandir, membereskan seluruh perabot hari ini.


Elea menghampiri suami dan kedua adiknya, dan mengatakan bahwa makan malam sudah siap. Ayah dan kedua adik Elea sudah pergi meninggalkan Elea dan Damar, tinggallah mereka berdua, Damar yang sedang asik menonton TV pun di panggil Elea.


"Kak, makan malam sudah siap Lo, mau di bawakan ke sini apa ke meja makan?" tegur Elea pada suaminya.


"Apa dek? maaf lagi gak fokus, sini duduk dekat kakak, biar kakak dengar apa yang adek katakan?" ucap Damar hanya untuk menggoda Elea.


Dengan segera Elea duduk sebelah Damar, dan mengulang kembali perkataannya.


"Makan malam sudah siap, kakak mau makan di sini apa di meja makan?"ucap Elea dengan tersenyum malu.


"Ayah sama kembar kemana?" tanya Damar pada Elea.


"Sedang makan di meja makan, kakak si dari tadi diajak ngomong gak denger, jadi ayah dan kembar sudah meninggalkan kakak." jelas Elea pada suaminya.


"Ya sudah Ayuk kita ke meja makan." jawab Damar.


"Ayuk..." Nadia berjalan mendahului Damar, namun tangan damar menahannya, dengan cepat Damar menggandeng tangan Elea menuju meja makan. Nampak senyum di bibir Elea, tak luput dari pandangan damar, wajah Elea yang memerah menandakan rasa malu Elea.


Sesampainya mereka di depan meja makan, Damar menarik kursi untuk Elea, dan untuk dirinya sendiri, dengan telaten Elea melayani Damar, bahkan Elea menyiapkan segelas air putih yang sudah menjadi kewajiban Damar bila sedang makan.


Damar sangat terkejut, masakan yang ada adalah makanan yang menjadi favorit nya.


"Ibu... semua masakan ini adalah makanan kesukaan Damar Lo, terima kasih ibu." tutur damar dengan wujud rasa syukur nya.


"Ini semua yang masakan Elea Lo nak Damar, jadi gak usah berterima kasih, toh sudah jadi kewajiban sebagai istri." ucap ibu pada Damar.

__ADS_1


Damar melirik istrinya, dengan lembutnya, damar membelai tangan Elea, dan tersenyum. Elea sendiri hanya bisa tersenyum sendiri, mandapat belai lembut tangan suaminya.


Makan malam pertama yang Elea buat bukanlah apa-apa, hanya telor ceplok semur dan ayam suir kering dan sayur asem, tidak mewah memang, namun bagi pengantin baru, sungguh sangat enak dan memuaskan , Elea yang tampak malu-malu pun membuat damar semakin senang untuk menjahili nya.


__ADS_2