
Benar saja, selama 4 hari Elea menikah, Damar tidak mengijinkan Elea keluar kamar walau sebentar saja, hingga membuat Mama dan Sekar marah.
Damar yang sudah bucin pada Elea, membuat dirinya tak mampu berjauhan dari Elea. Sungguh otak mesum Damar harus di beri pelajaran, bagaimana mungkin, 4 hari di dalam kamar hanya main tumbuk menumbuk saja, Elea yang pasrah dan tidak berani menolak, membuat dirinya lemas dan pasrah saja.
Pagi ini Mama berencana mengajak Elea untuk berbelanja, kebutuhan kuliah dirinya dan Sekar, namun Damar yang posesif tidak mengijinkan Elea keluar kamar dan rumah tanpa dirinya.
"Elea... ikut kami ke Mall yuk? Mama mau traktir kita persiapan untuk kuliah." ucap Sekar mengawali perbincangan mereka di dalam kamar Elea dan Damar.
"Tanya sama kakak kamu itu, boleh nggak aku ikut kalian?" ucap Elea.
"Tidak boleh, aku kan sudah bilang sayang... tinggal 3 hari lagi Lo Akau berangkat, jangan sia-siakan kesempatan untuk kita bersama, nanti setelah aku pergi, baru deh jalan-jalan ke Mall atau ke tempat yang lain." jawab Damar sedikit marah.
"Baiklah, Elea nanti saja kalau kakak sudah pergi, kita ke Mall nya." ucap Elea pasrah.
Karena tak dapat ijin dari sang kakak, Sekar pun pergi meninggalkan mereka berdua di dalam kamarnya, dengan sedikit musam.
" Sayang... kakak akan pergi lama, karena banyak pekerjaan yang harus kakak selasaikan, di Jerman kakak 3 Minggu, di Jepang 3 Minggu, dan di Australia kakak cuma 2 mingguan, ada yang ingin Elea tanyakan?" tanya Damar menatap Elea dengan serius.
"Kalau kakak pergi, Elea tidur sama siapa dong?" Elea merajuk dan memainkan manik baju suaminya.
"Sendiri lah, kan Elea juga sebentar lagi masuk kuliah, jadi fokus ke kuliah dulu aja, kan MOS tinggal 3 Minggu lagi." ucap Damar sok cuek.
__ADS_1
"Hmmm... "Elea melepas tanganya dan menenggelamkan wajahnya di bawah bantal.
"Kok kayaknya gak seneng? nggak mau pisah ya sama Alu kakak?"Goda Damar yang membuat Elea terbangun dan duduk bersila.
"Enggaklah, justru Elea sangat senang kakak pergi lama, jadi Elea bisa bebas dari acarq tumbuk menumbuk. " ucap Elea sembari mengedipkan matanya.
"Bener ni... seneng kakak pergi lama?
atau pengen ikut sama kakak sayang?" tanya Damar pada Elea.
"Emm..." Elea mengangguk tapi sesaat kemudian menggelengkan kepalanya.
"Ih... kakak gak peka banget si, bobok aja deh." ucap Elea, dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Sayang... ngomong dong, masak kita diem dieman aja, kan gak enak, aku bentar lagi pergi lo." ujar Damar.
"Sudah aku ijinin kok kakak pergi, dengan catatan harus kembali secepatnya." permohonan Elea pada Damar, di balik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Maafin kakak, belum bisa membahagiakan Elea, dan harus meninggalkan Elea untuk sementara waktu, bukan tidak mau mengajak Elea jalan-jalan, tapi waktu yang mepet, membuat visa, serta surat-surat ke luar negri, susah banget, dan pernikahan kita yang tergesa-gesa, membuat semuanya tidak bisa kita prediksi, dan dalam waktu seminggu nggak bisa mengurus 3 visa dengan cepat, kalau Eleamau biar asistenJoe urus semuanyq, biar adek nyusul kakak, sekalian honeymoon, bagaimana,." ucap Damar dengan senyuman menyeringai.
"Siapa bilang elea mau ikut, Elea belum pinging jalan jalan, takut pergi sendirian, kan Elea belum pernah keluar negri kak, jadi belum berpengalaman." Ucap Elea yang membuat Damar tertawa.
__ADS_1
Damar melihat sorot mata Elea sedikit memancarkan rasa kecewa, namun Elea membalutnya d3ngan senyuman
"Hai bahenol... aku tahu kamu tak mau kan ditinggalkan? hemm"
"Siapa bilang?"
"Dua bulan lo... gak bakal ketemu, nggak kangen ni?"
"Nggak, malah seneng, gak ada yang gangguin tidur Elea."
"Bener ni... malah seneng? coba kulihat wajahnya yang bahagia, sini... aku pengen tahu istri seorang Damar yang bahenol bak gitar spanyol ini marah seperti apa?" Damar menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuh Elea, di buang nya ke sembarang tempat, tanpa aba-aba, Damar mengukung Elea di bawahnya, sungguh kebahagiaan terpancar di wajah Damar, yang melihat mata Elea berkaca-kaca.
"Kamu bohong, matamu ini memancarkan rasa ketakutan, rasa tak ingin di tinggal, dan tak mau di abaikan, aku berjanji sayang, akan cepat pulang, 2bulan kita LDR an, iiiih makin gemes deh sama kamu." damar mencium bibir Elea bertubi-tubi.
Elea memeluk tubuh suaminya yang selalu membuat dirinya merasa dicintai dan disayangi, beberapa hari hidup disampingnya membuat Elea menjadi orang yang egois. Ya... Elea egois, tak ingin rasanya berbagi Damar dengan wanita yang lain. salahkah perasaan ini di hati Elea? jawabnya tidak, karena hanya Elea lah yang berhak memiliki Damar seutuhnya.
--------------
Jangan lupa baca novel Author yang lainya
__ADS_1