CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA

CINTA SUCI DAMAR DAN ELEA
1 JAM 1 LEMBAR


__ADS_3

"Elea... kakak mau ngumpul di bawah saja, biar alu kakak tidak bangun lagi." Damar seketika bangun dan merapikan pakaian nya.


"Elea gimana dong?masak Elea di kamar sendirian, kakak... jangan pergi ya..." Elea bergelayut manja pada suaminya.


"Sayang... kalau kakak selalu di sampingmu, yang ada kakak akan memakan mu sewaktu waktu, dan lihat saja, kamu sudah gak bisa berjalan. Mau kakak makan lagi dan lagi?" tanya Damar dengan gemasnya.


"Nggak mau, kakak gak bisa nahan banget si, kan Elea malu sama mama dan Sekar." jawab Elea cemberut.


"Elea kakak panggil Sekar ya, buat nemanin kamu." Damar berlalu keluar kamarnya.


"Oke, jangan lama-lama, aku gak mau sendirian." Elea berkata dengan malu.


"Iya, cuma sebentar kok." Damar sendiri berjalan menuju kamar Sekar yang terletak di ujung.


Tok tok tok


Damar mengetuk pintu kamar Sekar, sedangkan Sekar yang sedang rebahan pun terkejut pintu kamarnya di ketuk seseorang.


"Iya... sebentar..." Sekar pun membuka pintu kamarnya.


"Hai kak, tumben datang ke kamar Sekar, ada perlu apa?" tanya Sekar penuh penasaran.

__ADS_1


"Boleh kakak minta tolong tidak?" tanya Damar pada Sekar.


"Minta tolong apa kak?" Sekar mulai kepo.


"Temani kakak ipar kamu ya, di kamar, dia gak mau sendirian katanya." Damar mengacak-acak rambut Sekar.


"Memangnya kakak mau kemana? kenapa gak di ajak sekalian?" Sekar yang belum paham pun main jawab aja.


"Kakak mau turun, dan gak usah tanya-tanya, udah sana, temani Elea." ucap Damar sedikit emosi.


"Oke, 1 jam 1 lembar, dan kalau lebih dari setengah jam di hitung 1 jam, dan bila kurang dari setengah jam di hitung separo, bagaimana kak?" tanya Sekar.


"Atur aja, tapi jangan di tinggal sebelum kakak balik ke kamar ya?" pinta Damar pada Sekar.


"Banyak banget dek, cemilannya?" tanya Damar.


"Kakak harus tahu, cewek kalau sudah ngumpul, pasti harus bawa cemilan, biar tambah rame." jawab Sekar.


" Awas saja kamar kakak kotor, aku suruh kamu bersihin nanti." ancam Damar.


"Sip lah kakakku sayang, ayok ke kamar kakak, di lihat jam berapa ya, nanti biar gak lupa di hitung nya."

__ADS_1


"Dasar matre." ucap Damar.


"Matre sama kakak sendiri kan gak apa-apa, ya nggak?" Sekar menaik turunkan alisnya.


Damar hanya tersenyum dan turun ke lantai bawah, sedangkan Sekar masuk ke kamar kakaknya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan Sekar langsung berlari ke atas kasur milik kakaknya.


" Elea... aku kangen... apa kabar kamu?" Sekar menatap Elea tanpa berkedip.


"Kenapa? apa kamu mau mengejekku?" tanya Elea.


"Gila, kamu pucet banget Elea, pagi tadi kamu kan masih sehat-sehat saja, kenapa sekarang jadi kayak zombie gini?" Sekar menatap seluruh tubuh Elea.


"Yang gila kakak kamu tu, bener-bener ya, bikin.... " Elea menutup mulutnya sendiri, hampir saja Elea keceplosan.


"Bikin apa hayo... kamu ya, baru se hari jadi istri kakakku, sudah main rahasia rahasiaann segala." ucap Sekar dengan cemberut.


"Belum saatnya sayangku, udah ah aku lapar, kamu bawa cemilan apa?" tanya Elea.


"Kebiasaan, kalau di tanya mengalihkan pembicaraan saja." Sekar mencubit hidung Elea.


Perbincangan dua sahabat yang akhirnya menjadi saudara ipar itu pun tak berhenti, berbagai Snack yang Sekar bawa sudah habis dan ludes. Sekar sebenarnya sangat penasaran dengan leher kakak iparnya, terdapat beberapa ruam-ruam merah yang keunguan, sudah sejak tadi Sekar menahan diri, namun rasa kepo nya yang besar akhirnya Sekar menanyakan hal yang benar-benar membuat Elea malu.

__ADS_1


"Kakak ipar, kamu sedang alergi ya, kok banyak warna merah keunguan, kalau gatal karena serangga, Sekar punya obatnya kok, tunggu dulu, Sekar ambilkan di kamar Sekar." ucap Sekar pada Elea.


"Jangan, nggak usah, nanti juga akan hilang, biasa kalau ada serangga gigit akan memerah seperti ini." Elea beralasan. Elea sungguh malu, bagaimana mungkin suaminya membuat kissmark di lehernya.


__ADS_2