Cinta Tak Terbatas

Cinta Tak Terbatas
Kejutan


__ADS_3

Kejutan


_’Masih bertahan menjaga hati untukmu yang selalu terpatri. Sampai kapan ku genggam rasa ini.'_


_gerry mahendra_


//kak, aku sudah perjalanan pulang. Maaf baru bisa balas pesan kak Gerry karena di sana gak ada jaringan. Sampai jumpa salam buat Luna😊//


Gerry menerima sebuah pesan dari Naura seperti mendapat sebuah lotre. ‘yes, akhirnya Naura pulang. Aku telepon sekarang aja. Nanti aja mungkin dia masih istirahat.’ Gumam Gerry dengan bahagianya.


Hari yang tadinya terasa hampa kini menjadi semangat. Ia langsung keluar kamar menuju taman belakang tujuannya ia ingin berenang. Mama dan Luna yang lagi asyik bikin camilan di buat heran dengan tingkah kakaknya.


“Kakak kenapa tuh mukanya girang bener, pagi tadi aja kusut banget.?” Tanya Luna penasaran.


“Kamu kenapa Gerr? Kalo tiba-tiba mau renang pasti lagi ada sesuatu.” Hardik Mama.


“Gak ada yang serius Ma, aku Cuma lagi bahagia aja.” Jawabnya acuh meninggalkan dua wanita yang tengah sibuk di dapur.


“Aku ikut kak,” Teriak Luna.


“Ma, aku tinggal gak papa kan? Dah lama gak renang bareng kak Gerry.”rayu Luna.


“Iya sana, nanti Mama bawakan minum dan cemilan ini.” Kata mama dengan senang hati.


“Makasih ma.” Luna mengecup pipi dalam hal renang. Ya meskipun Luna selalu kalah namun mereka tetap bahagia bisa menghabiskan waktu berdua. Kini mereka sudah duduk di kursi pinggir kolam renang. Sambil menikmati jus Alpukat kesukaan Gerry dan Luna ada juga crmilan batagor yang di buat Mama tadi.


“Kak,” Luna memulai pembicaraan.


“Hmmm.” Jawab Gerry dingin.


“Ulang tahun kakak gimana? Jadi di rayain gak?” tanya Luna.


“Gak perlu, paling kakak nongkrong sama teman-teman kakak.” Jawab Gerry sambil meminum jus sampai habis setengah.


“Kenapa kakak nolak tawaran Papa?” masih penasaran.


“Bukannya kakak nolak Lun, tapi memang belum saatnya.” Jelas Gerry.

__ADS_1


“Besok aku mau ketemu sama Naura di cafe miliknya.” Kata Luna yang langsung membuat Gerry terperanjat.


“Apa? Jam berapa? Mau kakak temani?” tawar Gerry bersemangat.


“Ya kalau kakak gak sibuk besok jam 2.” Jawab Luna.


“Ok, besok kakak jemput di kampus kita langsung ke sana.”


.....


Sementara Naura masih bermanja dengan kakaknya. Tak ada yang bisa menolak keinginan Naura namun meskipun Naura di manjakan ia tetap di didik sama Kak Faiz untuk tetap mandiri. Seperti janji kak Faiz akan memberikan kejutan sebuah cafe yang sudah beberapa bulan ini di pegang Naura dan hari ini Kak Faiz akan memberikan sepenuhnya kepemilikan cafe tersebut atas nama Naura. Karena memang Kaka Faiz sudah melihat bagaimana kemampuan bisnis Naura cukup bagus di usiannya yang masih muda.


Kini keduanya tengah bersantai di ruang keluarga dengan Naura bersandar di lengan kekar Kak Faiz dan Faiz membiarkannya.


“Kak, katanya mau kasih hadiah?” Naura menagih janji.


“Tenang saja sudah kakak siapkan seorang FAIZZAN ARKHAM IZHAR gak pernah ingkar janji.” Faiz mengambil sebuah map yang memang sudah ia siapkan.


“Iya aku percaya itu.” Jawab Naura.


“Kau buka.” Faiz menyerahkan sebuah amplop.


“Sekarang kakak serahkan Cafe itu sama kamu.” Ucap Faiz sambil mengacak-acak rambut Naura.


“Kak Faiz memang terbaik.” Memeluk erat kakaknya yang di balas juga dengan pelukan hangat.


“Besok siang kita ke sana kakak akan urus semuanya, kamu boleh mengundang teman-teman kamu sebagai perayaan kecil-kecilan.” Kata Faiz.


“Oh ya? Apa bpleh aku ajak Luna sudah lam sekali aku gak bertemu Luna.” Tanya Naura.


“Terserah kamu.”


...


Keesokan harinya


Faiz sedang menunggu Naura di depan gerbang sekolahnya. Dengan gaya santai namun tetap cool celana jeans hitam dengan model beberapa bagian sobek serta kaos hitam rambut yang sedikit acak-acakan justru membuat para wanita meleleh di buatnya. Ketampanan Faiz memang tak bisa dijelaskan lagi dengan Kata-kata. Faiz bersandar di pintu mobil sambil menghubungi Naura dan memberitahukan jika ia sudah ada di depan gerbang.

__ADS_1


“Sorry kak tadi masih nyari beberapa buku buat belajar nanti malam.” Kata Naura yang tiba-tiba memukul pelan lengan Kak Faiz.


“ Iya gak papa, ayo kita berangkat.” Ajak Faiz yang kini sudah berada di balik kemudi mobil sportnya.


“Kakak gak lupa bawakan aku baju ganti kan? Tadi aku sudah bilang mama buat nyiapkan.” Tanya Naura.


“Iya itu di belakang.” Jawab Faiz.


Mobil sport warna putih melaju dengan kecepatan sedang membelah panasnya lalu lintas kota. Naura masih saja belajar di sela-sela waktunya di mana pun ia selalu menyempatkan untuk membaca buku. Beda dengan Faiz ia tipe orang yang jarang belajar namun sekalinya membaca ia langsung faham.


Sebuah notifikasi peaan di ponsel Naura.


_'jika waktu bisa mempertemukan kita waktu juga akan menjawab rasa ini. Ku akan bersabar untuk itu. Naura cantik sampai bertemu.’_


_Gerry mahendra_


Naura sedikit menyunggingkan senyum ketika membaca pesan dari Gerry. Faiz memperhatikan gelagat adiknya hanya diam pura-pura tak melihat meski sebenarnya ia tahu semua orang yang dekat dengan adiknya termasuk Gerry. Ia juga tak bisa melarang karena memang status Gerry tak ada hubungan darah sama sekali ia hanya membiarkan asal masih ada dalam batasannya.


Saat tiba di Story Cafe Naura sudah di buat terkejut dengan kehadiran Luna dan Gerry yang sama sekali tidak ia ketahui . Setahu Naura ia hanya mengundang Luna kallau Verry ikut ia sama sekalo tidak tahu.


“Naura...”


“Luna.. “


Mereka saling berpelukan melepas rindu.


“Ekhemmm..” sebuah deheman yang membuat Naura dan Luna melepas pelukannya.


“Aku juga mau di peluk kayak Luna.” Goda Gerry yang lanfsung mendapat tatapan tajam dari Kak Faiz.


“Kak Faiz apa kabar? “ sapa Gerry mengalihkan suasana. Ia mengulurkan tangan ke arah Faiz. Faiz menerima dengan dingin.


“Kabarku baik. Kita bisa bicara di sana.” Faiz mengajak Gerry untuk menyingkir dari dua gadis yang tengah di landa rindu.


¤¤¤


_'Aku tahu seberapa dekat kamu dengannya aku ha,y menjaga bukan melarang.’_

__ADS_1


_Faizzan Arkham_


__ADS_2