Cinta Tak Terbatas

Cinta Tak Terbatas
Menikah?


__ADS_3

Menikah?


_'Aku berhenti bukan berarti menyerah, kau melangkah pun aku sangsi pada kenyataan’_


_Naura Ar Rayya_


Setelah kepergian Gerry Naura masih duduk terdiam di ruang kerjanya sambil menunggu Kak Faiz datang. Kotak berwarna merah itu masih cantik di atas meja menunggu sang pemilik untuk membukannya.


‘Kak Gerry kenapa maksa banget mau melanjutkan hubungan ini. Bahkan aku sangat ragu untuk melangkah. Keluarga lebih penting tapi Kak Gerry..’ Naura menghembuskan nafas kasar. Perlahan tangannya meraih kotak tersebut. Di buka dan isinya sebuah bross cantik berbentuk hati warna silver dengan hiasan mutiara asli. Terlihat sederhana namun sangat mewah.


Saat memperhatikan detail dari bross itu sebuah ketukan pintu mengagetkan Naura. Dengan cepat Naura menyimpannya ke dalam tas.


“Dek, Kakak masuk ya..” pinta Kak Faiz dari balik pintu.


“Iya Kak.” Sahut Naura dari dalam.


“Sudah malam dek, ayo pulang.” Ajak Kak Faiz.


“ Ayo kak, aku juga sudah sangat lelah.” Naura beranjak menggandeng Kak Faiz. Ia memang selalu manja saat bersama Kakaknya.


Sampai di tempat parkir Naura sedikit terkejut karena tak ada mobil kesayangan kakaknya di sana. Hanya ada sebuah motor sport warna merah.


“Mobil kakak mana?” tanya Naura.


“Mobil kakak ada di bengkel. Pakai ini Dek!” Faiz menyerahkan sebuah jaket tebal warna hitam dan helm, sarung tangan lengkap asesoris sebelum naik motor. Naura menerima dan segera memakainya.

__ADS_1


“Makasih kak,” Naura memeluk kakak kesayangannya.


“Ayo naik.” Ajak Faiz yang kini sudah naik di atas motornya.


“Pegang Dek,” Faiz kembali mengingatkan.


Motor sport merah menembus gelapnya malam berselimutkan udara malam yang semakin bersahabat. Semakin melaju semakin erat Naura memeluk kakaknya. Satu perasaan yang tak bisa di ungkapkan dengan Kata-kata lagi. Saat bersama Kak Faiz menghabiskan waktu bersama sepanjang hari hingga sepanjang malam.


Saat melewati jalan di mana banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di malam hari membuat Naura sangat ingin turun dan membeli salah satu menu. Naura menepuk bahu kekar Kak Faiz.


“Kak, aku mau nasi goreng spesial itu.” Naura menunjuk sebuah kedai yang lumayan ramai.


“Kita minta Mama untuk buat aja dek, lebih higienis.” Tolak Kak Faiz.


“Gak mau, aku maunya di sini.” Sudah mulai merajuk.


“Jadi turun gak? Katanya minta turun sekarang malah gak mau.” Kak Faiz mengingatkan Naura. Sedang Naura malah memejamkan mata karena nagmbek.


“Ya sudah kak Faiz aja yang turun.” Akhirnya faiz turun dari motornya. “Hati-hati jangan sampai jatuh.” Faiz mengingatkan.


Perlahan Naura membuka matanya karena merasa kak Faiz pergi meninggalkannya. Betapa senangnya Naura ketika mwlihat Kak Faiz sudah memesan nasi goreng.


“Kak makasih ya.” Ycap Naura yang kini sudah bergelayut manja di lengan kak Faiz.


Penjual nasi goreng yang melihat tingkah manja Naura tersenyum dan menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Mas nya sayang banget sama adiknya.” Tegur napak penjual nasi goreng yang tengah mengaduk nasi di atas wajan besarnya.


“Iya pak,” jawab Faiz sambil tersenyum.


Setelah membeli empat porsi nasi goreng semuanya di bungkus untuk di makan di rumah karena Kak Faiz tidak memberi ijin untuk makan di tempat. Hampir pukul sepuluh malam motor Faiz memasuki garasi rumah orang tuanya.


Setelah mengucapkan salam Faiz dan Naura langsing masuk rumah tanpa menunggu di bukakan oleh bibi. Lampu di ruang tamu sudah di matikan Yang terlihat masih menyala adalah ruang keluarga di mana pasti Mama dan Papa menikmati acara televisi favorit mereka.


“Assalamu’alaikum Ma, Pa.” Ucap Kak Faiz dan Naura bersamaan.


“Kalian sudah pulang?” tanya Mama.


“Sudah Ma, Dek ambil piring sana kita makan bersama di sini aja.” Pinta Kak Faiz.


“Kalian bawa apa?” tanya Papa heran melihat kedua anaknya sibuk menata empat bungkusan makanan.


“Ini tadi Naura ngambek minta di beliin nasi goreng.” Jawab Kak Faiz santai sambil merenggangkan otot punggungnya.


“Mama buatkan minum dulu.” Mama beranjak menyusul Naura di dapur.


Hanya sebuah nasi goreng mampu menghangatkan suasana keluarga Naura. Faiz yang jarang di rumah merasa sangat bahagia. Canda tawa menyelimuti ruang keluarga itu.


“Iz, kapan kau akan menikah?” tanya papa tiba-tiba membuat Faiz tersedak.


...

__ADS_1


_'menikah?? Hal yang tak pernah terpikirkan oleh ku kenapa tiba-tiba papa menanyakan hal itu.?’_


_’Faizzan Arkham'_


__ADS_2