
"tapi kamu tenang saja sayang aku udah lpor polisi dan sebentar lagi pasti viara ketemu..." sambil memeluk viona
"aq sudah kehilangan kak lala.. sekarng ap aq hrus kehilangan viara juga..." ujar viona dg mngis...
"tdak sayang aq akn berusaha untuk menemukan viara.." ucap adlan penuh keyakinan...
"aq juga akn mencarinya... " ucap ferdy yg tiba 2 masuk ke ruangan viona...
ferdy yg mendegar viara di culik dn mendgr viona di rumah sakit langsung mnju rumah sakit untuk mnemui viona..
"frdy.. " kata adlan...
"ya.. ini aku.. aku akn menemukan viara aq janji sama kamu na.." ucap ferdy mendekat ke arah viona...
"kak ferdy maafin nana ya... tadi nana marah sama kakak..." ucap nana mersa bersalh...
"aq sudah memafkan kamu aq tau sangat berat mnerima semua ini..." ujar ferdy dg meghela nfas panjang...
"trimakasih kak... " jwb viona...
viona jadi tringat saat dia pingsn.. dia mendegar suara viola memanggil nmanya..
"apa memang kak lala, tpi klo dia knpa tidak bilang klo dia kakak ku..." batin viona...
"hey... knpa nglmun.. ad yg sakit...???!" tanya ferdy yg dr tadi melihat viona melamun...
"ah enggak kak... cuma tadi saat aq pingsan aq mndegr suara kak lala memanggil ku.. ap mungkin itu dia...???!" sambil mnoleh ke arah ferdy...
"apa viola..???!" jwb ferdy..
"mungkin itu persaanmu saja syang krna kmu begitu merindukanya..." jwb adlan...
__ADS_1
"ya.. adlan benr na... klo mungkin dia lala.. pasti sudah mnemuimu..." jwb ferdy meyakinkn...
"yah mungkin..." jwb viona kecewa
"y sudah aq pergi dlu aq akn cari viara..." ucap ferdy dg berjaln ke arah pintunn
"aq akn menyusulmu setelah mengantar viona pulang.." jwb adlan...
ferdy hanya mengangguk lalu ke luar...
"sayang aq urus adminitrasi dlu lalu kita pulang.." ucap adlan pd istriny..
"tdak aq tidak mau pulang aq mau ikut cari viara..." jwb
viona..
"tapi kondisi kamu tidak fit sayang..."larng adlan...
"hem... baikalan.." jwb adlan mengalah...
"aq urus adminitrasi dlu.." lanjutnya lalu ke luar...
viona hanya mengagguk ...
di meja resepsionis...
"maf.. saya mau membayar atas nama ny viona putri andriani..." ucap adlan..
"sebentar say cari dlu.." ucap resepsionis...
beberpa saat kemudian...
__ADS_1
"maaf tuan biaya atas nama viona putri andriani sudah lunas..." jwb resepsionis...
"apa lunas...???! siapa yg membayarnya...?!!" tanya adlan...
"tadi wanita yg membawanya ke sini melunasi juga biayanya..." jwb resepsionis...
"klo boleh tau siapa namanya...??!" tanya adlan...
"saya tidak tau tapi sebentar....(melihat berkas pembyaran...)ini ad tanda tganya.. tpi tidak dg nmanya.." terng resepsionis..
adlan pun melihat nya...
"bukankah ini tanda tgn viola..." ucap adlan dalm hati...
"ap mungkin yg di katakan nana benar... ap mungkin selama ini dia ad di sekitar kami.. tapi mengapa dia tidak pernah mnemui kami..." batin adlan...
" maf pak apa anda mengenal nya...?!"tanya resepsionis menbuyarkan lamunan adlan...
"oh iya mbak dia kakak kami.. ysudah klo gitu saya permisi..." ucap adlan lalu pergi..
"sebaiknya aq harus memyembuyikan ini dlu dari viona.. sebelum semuanya jelas..." batin adlan...
lalu di masuk ke ruangan viona...
"kamu lama sekali ayo kita cari viara.." ucap viona sambil tersenyum dan berdiri...
adlan hanya mengangguk lalu berjalan menuju mobil...
sementara viola dan david sudah bersiap untuk menolong viara mereka sudah mnemukan tmpat penculik itu dan rencananya malam ini mereka akn mnju tmpt itu ..
bersambung...
__ADS_1